12 Maret, 2008


PANEN PADI HIBRIDA INTANI-2

Produktifitas Tinggi, Mudah Terserang Hama

Hasil produktifitas padi jenis Hibrida Intani-2 sangat tinggi dengan kebutuhkan benih hanya 15 kg perhektar hasil rata-ratanya mencapai 11,44 ton perhektar gabah kering panen. Sesuai dengan hasil panen yang dilakukan oleh kelompok tani Sri Makmur di wilayah Sogan I desa Sogan Kecamatan Wates pada Selasa (11/3) kemarin hasil ubinan dengan luas 2,5 X 2,5 meter mencapai hasil 7,55 kg, sebelumnya juga telah dilakukan 4 kali ubinan, ubinan pertama mencapai 7,7 kg, kedua 7 kg, ketiga 7 kg dan keempat 6,5 kg sehingga rata-rata mencapai 7,15 kg per ubin. Lahan yang ditanam oleh kelompok tani mencapai 5 hektar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kabupaten Kulonprogo Ir.Agus Langgeng Basuki,MT didampingi Kasie Produksi Subdin Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Juliwati, SP, diruang kerjanya Rabu (12/3). “Hasil panen kelompok tani kemarin belum maksimal, karena tanaman padi jenis Hibrida Inatani-2 banyak serangan, selain hama sundep, keong emas yang rata-rata juga menyerang padi disekitarnya, lokasi tanam didataran rendah yang cekung saat hujan tergenang air cukup lama, sehingga apabila tidak ada kendala, pasti lebih tinggi lagi hasilnya,”kata Langgeng.

Meski produktifitas padi jenis Hibrida Intani-2 sanggat tinggi, namun mudah terserang hama dan juga rakus unsur hara.”Hasil panen padi jenis ini baik, namun disisi lain mudah diserang hama dan rakus unsur hara, sehingga petani dipersilahkan saja untuk memilih pada musim tanam berikutnya, kalau banyak hasil meskipun mudah terserang hama tetapi masih untung, ya silahkan untuk dikembangkan,”tambah Langgeng.

Tidak ada komentar: