31 Maret, 2009


PNS MULAI TERIMA KENAIKAN GAJI

Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo merasa gembira, hal ini disebabkan pembayaran gaji yang diterima bulan April telah naik sesuai janji pemerintah bahwa tahun ini gaji mereka akan naik sebesar 15%.

Informasi tersebut dibenarkan Kasubag Humas Pemkab Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP. “Memang benar informasi bahwa para PNS di pemkab Kulonprogo pada penerimaan gaji bulan April ini telah ada kenaikan sebesar 15% sesuai keputusan pemerintah pusat. Sedangkan kekurangan untuk kenaikan yang belum dibayarkan selama tiga bulan Januari, Pebruari dan Maret nantinya akan diterimakan secara rapel,”kata Arning yang tak menyebutkan jumlah nominal dana yang dikucurkan untuk membayar kenaikan sekitar 9000 PNS dilingkup pemkab Kulonprogo.

Terkait dengan rapelan selama tiga bulan yang belum dibayarkan, Arning menjelaskan dana telah siap, sedangkan cepatnya pencairan sangat tergantung dari kesiapan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyelesaikan proses administrasinya. Apabila dapat segera diselesaikan tidak menutup kemungkinan bulan April dapat cair sehingga sebulan terima gaji dua kali. Diharapkan dengan adanya kenaikan gaji ini, kinerja para PNS semakin meningkat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

29 Maret, 2009



PAGUYUBAN WARTAWAN GELAR AKSI LUKIS KARIKATUR

Dimeriahkan Pentas Jemek dan Karikatur Koesnan Hosea

Wakil Bupati Kulon Progo, Drs.H.Mulyono mengatakan seni mampu membuat orang terhibur, tersenyum, atau bahkan tertawa sampai terbahak-bahak dan seni mampu membuka cakrawala pengetahuan serta bisa membuka inspirasi. Karena seni itu indah, menarik bahkan bisa menjadikan orang tergila-gila walaupun tidak sampai gila beneran. Untuk itu para seniman lukis dituntut dalam karyanya mampu menciptakan daya kritis, kecerdasan, lucu dan jenaka. Dengan demikian karyanya mampu ditangkap oleh penikmatnya, lukisan ini membawa misi apa, tujuannya apa, dan sebagai alat untuk menyampaikan informasi apa. Hal ini hendaknya dipahami oleh para pelukis. Saat ini adalah nuansa untuk menghadapi Pemilu, mestinya tema yang akan dituangkan dalam karya para pelukis juga sekitar Pemilu.

Hal tersebut dikatakan Wabup, ketika membuka Aksi Lukis Karikatur dalam rangka Ikut Menyemarakkan Pemilu Tahun 2009 di Media Center Timur Alun-alun Wates, Minggu (29/3). Kegiatan oleh para insan pers yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK), dimeriahkan oleh penampilan seniman pantomim Jemek Supardi dan Koesnan Hoesea Kartunis dari Semarang. Acara dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir.Agus Langgeng Basuki, Marwanto dari KPUD Kulonprogo.

“Kegiatan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Wartawan Kulon Progo, notabenenya para insan pers ini merupakan pewarta, penyampai berbagai informasi, baik melalui media elektronik maupun media cetak. Dalam memberikan warta kepada masyarakat agar tetap mengedepankan kode etik jurnalistik, pemberitaan yang berimbang. Sehingga berita yang ditulis maupun yang disiarkan senantiasa dinanti oleh masyarakat luas. Apalagi pada nuansa Pemilu Tahun 2009 ini, para insan pers mestinya dalam mewartakan berita tidak akan berpihak pada salah satu Partai Politik yang ada, sehingga masyarakat akan menerima informasi yang proporsional dan profesional. Karena saya yakin bahwa profesi wartawan membutuhkan insan-insan yang cerdas,”harap Mulyono.

Sementara, Kasubag Humas Setda, Arning Rahayu,SIP mewakili Paguyuban Wartawan Kulonprogo dalam laporannya mengatakan kenyataan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu sering terjadi adanya ketegangan, rawan konflik, sehingga disiagakan aparat keamanan yang berlipat. Oleh karena itu perlu adanya pendidikan politik yang semakin baik ditengah masyarakat kita. Acara melukis karikatur yang diberi tajuk Lucu-lucu Pemilu dimaksudkan untuk mengajak masyarakat terutama generasi muda, untuk menghadapi Pemilu mendatang dengan cara yang baik, gembira, lucu dan cerdas. Dengan karikatur kita dapat mengekspresikan pesan perasaan kita dengan cara yang jenaka, namun juga memberikan pesan yang kritis pula.

“Perkembangan teknologi disekolah banyak diajarkan cara melukis dengan computer, ketika sampai pada tatarannya lukisan karikatur atau kartun dapat menjadi memiliki nilai ekonomi produktif. Saat ini lukisan kartun sudah dikembangkan menjadi sebuah industri film animasi yang merupakan industri kreatif produk dari teknologi informasi. Maka kegiatan ini juga dimaksudkan agar generasi muda di Kulonprogo segera meningkatkan kemampuan dibidangnya, menjadi wadah pembinaan kegiatan pengembangan kreatifitas yang semacam,”jelasnya.

Ketua Paguyuban Wartawan Kulonprogo, Sri Widodo mengatakan pameran berlangsung dua hari Minggu (29/3) sampai dengan Senin (30/3). Hari pertama dilakukan kegiatan melukis kartun yang diikuti oleh sekitar 54 pelajar SMP hingga SMA dan masyarakat umum yang dimeriahkan dengan penampilan seniman pantomime Jemek Supardi dan Koesan Hoesea kartunis, sedangkan hari kedua berupa penampilan hasil karya di halaman Media Center tepatnya timur Alun-alun Wates.

.

23 Maret, 2009

Musrenbang Bukan Hanya Kepentingan Birokrat

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang merupakan agenda rutin dari pemkab Kulon Progo adalah untuk membahas rencana pembangunan stratejik daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga pelaksanaan musrenbang hendaknya bisa digunakan untuk menemukan sebuah platform yang jelas dan terarah dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Dengan orientasi tersebut, musrenbang menjadi sebuah agenda tahunan yang sangat penting bukan hanya untuk kepentingan birokrat, namun secara lebih jauh akan mampu menjadi wadah dalam rangka menentukan langkah pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
Demikian dikatakan Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo Senin (23/3), dalam acara Pembukaan Musrenbang tahun 2009 di Gedung Kaca komplek pemkab. Acara tersebut di hadiri pula oleh Ketua DPRD Kulon Progo Drs. H. Kasdiyono, Muspida, para pejabat eksekutif pemkab, Camat se-Kulon progo dan undangan yang lainnya.
Untuk mencapai target pembangunan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat pelaksanaan pembangunan harus memiliki arah yang jelas serta membutuhkan skala prioritas. “Disamping itu, penyusunan rencana pembangunan juga harus memperhatikan kebijakan-kebijakan pemerintah dari Pusat, Provinsi maupun kebijakan daerah.” kata Bupati.
Selanjutnya, ada beberapa prioritas pembangunan yang harus diperhatikan dalam rangka penyusunan program dan kegiatan tahun 2010. Seperti, pembangunan infrastruktur pedesaan dan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), peningkatan pelayanan investasi, pelatihan tenaga kerja dan pembukaan lapangan pekerjaan, pendidikan murah dan berkualitas, peningkatan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat dan yang lain.
“Dengan beberapa prioritas tersebut pembangunan Kulon Progo akan semakin jelas dan sejalan dengan visi pembangunan Kulon progo yaitu, membagun Kulon Progo dalam kebersamaan menuju penguatan ekonomi lokal berbasis ekonomi kerakyatan demi mewujudkan masyarakat Kulon Progo yang mandiri, aman, sejahtera, dinamis berlandaskan iman dan taqwa,” tandasnya.
Sementara itu, menurut laporan panitia yang disampaikan oleh Ir. Sudarno, Musrenbang akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu, tanggal 23-25 Maret. Dalam pelaksanaanya, peserta akan dibagi kedalan beberapa kelompok. Selanjutnya, tiap kelompok akan melaksanakan diskusi tentang berbagai rencana stratejik daerah. “Dalam pelaksanaanya, musrenbang akan menjadi forum diskusi bagi SKPD untuk menyusun set plan pembangunan daerah tahun 2010 yang disesuaikan dengan kebijakan pusat sampai daerah,” katanya.

21 Maret, 2009


Hasil Pengerjaan PNPM MP Capai Seratus Persen Lebih

Hasil pengerjaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) di Kabupaten Kulon Progo bisa mencapai seratus persen lebih dari nilai pekerjaan. Karena setiap pekerjaan pasti ditambah dengan swadaya masyarakat berupa material ataupun tenaga kerja.
Demikian dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Kulon Progo Drs H Mulyono saat melakukan peninjauan lokasi pengerjaan PNPM MP tahun 2008 di wilayah Kecamatan Galur, Sabtu (20/3). Pada peninjauan tertsebut, Wabup didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPP dan KB) Drs Krissutanto, Camat Galur H Jumanto SH serta Tim Monotoring PNPM MP Kulon Progo.
Dengan demikian, tambah Wabup, dibandingkan dengan proyek yang dikerjakan oleh pemborong, kuantitas dan kualitas hasil PNPM MP lebih baik. Selain itu, kata dia, kelebihan PNPM MP adalah pekerjaan yang dilaksanakan dapat menjawab permasalahan masyarakat setempat. Sebab, kegiatan yang dilaksanakan meerupakan usulan langsung dari masyarakat tanpa disertai kepentingan-kepentingan tertentu.
“Dalam pengamatan saya, pekerjaan yang telah diselesaikan memang merupakan prioritas desa atau dusun setempat. Dan nantinya akan mampu memberikan peningkatan yang siginifikan untuk pengembangan wilayah,” tutur Mulyono.
Lebih jauh Wabup berharap, agar pemerintah kecamatan dan desa berkoordinasi untuk menginventerisasi secara detil dan menyeluruh kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana di wilayah masing-masing. Misalnya, berapa panjang jalan yang perlu diaspal atau diperkeras dengan corblok. Sehingga berapa kebutuhannya bisa diketahui dengan lengkap dan pasti.
“Dana dari pemerintah bukan hanya disalurkan melalui PNPM MP. Bagi yang belum bisa tergarap, bisa diupayakan dengan anggaran yang lain. Kalau pemerintah desa sudah punya data lengkap nanti pengusulannya akan lebih mudah dan cepat,” tandas Wabup.
Sementara menurut Krissutanto, untuk tahun 2008 PNPM MP di Kulon Progo dilaksanakan di 11 wilayah kecamatan dari 12 kecamatan yang ada. Dengan alokasi dana masing-masing kecamatan sebesar Rp 1,75 milyar.
Untuk tahun 2009 ini, tambah mantan Kabag Pemerintahan Umum Setda itu, alokasi dana akan bertambah menjadi Rp 2 milyar. Namun khusus untuk Kecamatan Temon hanya akan memperoleh Rp 200 juta. Karena kecamatan tersebut statusnya beralih menjadi PNPM MP Penguatan, imbuhnya.

19 Maret, 2009

Lima Belas Tahun Lagi Puskesmas Harus Rawat Inap

Bupati Kulon Progo H Toyo Santoso Dipo memprediksikan, 15 tahun yang akan datang masyarakat akan menuntut agar semua Puskesmas memberikan pelayanan rawat inap. Karena diperkirakan, 15 tahun lagi jumlah penduduk Kulon Progo dua kali lipat dari jumlah saat ini. Atau akan mencapai sekitar 1 juta orang.
Dengan jumlah tersebut maka tuntutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat akan jauh lebih tinggi. Kalau pelayanan rawat inap hanya dilakukan di RSUD, klinik dan beberapa Puskesmas, dipastikan tidak akan mampu melayani masyarakat secara optimal. Idealnya semua Puskesmas dilengkapi dengan rawat inap.
Hal itu dikatakan Toyo saat meresmikan Puskesmas Lendah I, Panjatan II dan Nanggulan, Kamis (19/3) di Puskesmas Lendah I yang berlokasi di Dusun Pereng, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah. Peresmian ditandai dengan penandatanganan 3 prasasti dan penyerahan kunci kepada ke-3 kepala Puskesmas. Hadir pada acara itu Kepala Dinas Kesehatan dr Lestaryono M Kes, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Nugroho SE, Camat, Kepala Desa dan tokoh masyarakat setempat.
Terlebih lagi, tambah Toyo, bila pembangunan infrastrukur ekonomi telah berhasil dengan baik, maka jumlah penduduk Kulon Progo akan lebih besar lagi. “Ibarat pepatah ada gula ada semut, orang yang datang ke Kulon Progo akan lebih banyak lagi. Dan nanti semuanya akan membutuhkan pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Lebih jauh Toyo mengharapkan agar dalam membangun Puskesmas, Dinas Kesehatan tidak terpancang untuk membuat bangunan yang besar. Lebih baik bangunannya kecil tetapi pondasinya kuat untuk dikembangkan sebagai gedung bertingkat.
“Kalau dipaksakan untuk dibuat bangunan yang luas, kita akan kehabisan lahan. Lebih baik kalau perluasannya ke atas sehingga tidak dibatasi oleh sempitnya lahan,” pinta Toyo.
Selain itu, Toyo berharap agar semua jenis bangunan kesehatan harus mempunyai ventiasi memadai. Dia mensinyalir ada beberapa bangunan kesehatan dan pendidikan yang ventilasinya sangat minim, sehingga tidak bisa menjamin kesehatan pemakainya.
“Kepala Dinas Kesehatan harus tegas dan berani. Kalau ada pelaksana pembangunan gedung yang ventilasinya tidak memenuhi syarat, gambarnya harus direvisi. Meski gambar tersebut kontruksinya sudah dinilai layak oleh DPU tetap harus direvisi untuk ditambah lobang ventilasinya,” tegas Toyo.

15 Maret, 2009




LAUNCHING PNPM KELAUTAN DAN PERIKANAN TINGKAT NASIONAL

Dihadiri Mendagri Mardiyanto dan Menteri Kelautan Freddy Numberi

Kabupaten Kulonprogo Selasa (17/3) mendatang akan menjadi tuan rumah kegiatan tingkat nasional yakni Launching Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) bidang Kelautan dan Perikanan dengan lokasi acara di pusatkan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Karangwuni Wates. Dalam acara tersebut sejak awal akan dihadiri dua menteri masing-masing Menko Kesra Aburizal Bakri dan Menteri Kelautan Perikanan Freddy Numberi, namun karena kesibukan Menkokesra batal hadir dan digantikan oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, serta Menteri Kelautan dan Perikanan.

Menurut Kasubag Humas Pemkab Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP, sebelum menuju lokasi kedua menteri akan transit di rumah dinas Bupati Kulonprogo untuk selanjutnya berangkat bersama menuju lokasi acara mulai pukul 14.00.WIB. Acara tersebut akan dihadiri pula Gubernur DIY Sri Sultan HB X, 33 Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan propinsi se-Indonesia, sekitar 145 Bupati/Walikota,serta masyarakat nelayan dan perikanan yang jumlah keseluruhan 1000 peserta.

“Dalam kesempatan tersebut akan diserahkan dana PNPM Kelautan – Perikanan yang secara simbolis diterimkan kepada Bupati Kulonprogo,Sleman,Bantul dan Gunungkidul, serta dilanjutkan dengan temu wicara antara nelayan dan kelompok perikanan dengan kedua Menteri,”terangnya.

Sedangkan usai acara dijadwalkan para menteri dan pejabat, meninjau lokasi perikanan darat di kelompok tani ikan desa Tanjungharjo kecamatan Nanggulan.