09 April, 2009


PDIP UNGGUL DI TPS TOYO

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih suara paling banyak di TPS 4 Terbah Wates kompleks SMPN 4 Wates , tempat dimana Bupati KulonProgo H.Toyo Santoso Dipo mencontreng. PDIP meraih 123 suara untuk caleg DPRD Kabupaten, disusul PAN 46 suara, Gerindra 34 suara, PPP 15 suara dan PKB 13 suara. Sementara partai Demokrat hanya mampu meraih 10 suara , Golkar 8 suara, PKS 5 suara, PKPB 5 suara, PKNU 3 suara, PBB 2 suara, sedangkan Hanura, PPRN dan PKPI masing-masing hanya meraih 1 suara.

Perhitungan di TPS 4, dimulai pukul 14.00 WIB dengan kertas suara untuk DPRD Kabupaten. Total pemilih di TPS ini sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) 367, hadir menggunakan hak pilih 290, tidak hadir 77 suara dengan suara tidak sah 21 suara.

Menurut Ketua KPPS Surgiantoro, penghitungan sempat molor karena saat penutupan masih menyelesaikan pencontrengan hingga pukul 13.00 WIB.

Sementara di TPS 5 yang berada di kompleks SMAN 1 Wates, diawali dengan perhitungan suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Permaisuri Raja Kraton Yogyakarta, GKR Hemas yang berada di urutan 3 menang mutlak dengan 165 suara. Minat masyarakat untuk menyaksikan perhitungan suara di dua TPS sangat minim sekali.



BUPATI NYONTRENG DI TPS 4

Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo bersama istrinya Ny.Wiwik Toyo Santoso Dipo dan putrinya Anisha Roselia Stevia Dewi melakukan penyontrengan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 di lokasi SMPN 4 Wates. Bupati yang dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di no urut 309, Ny.Wiwik no.310 dan putrinya no urut 308 dari keseluruhan 367 pemilih, datang tepat pukul 8.00 WIB disambut ketua KPPS Surgiantoro. Di TPS ini meski sudah banyak warga yang menunggu, namun pelaksanaan penyontrengan diawali dengan keluarga orang no satu di Kulonprogo. Urutan pertama putri Bupati, disusul kedua Ny.Wiwik dan Bupati diurutan ketiga dengan masuk di bilik no.3 dari 5 bilik yang disediakan. Waktu yang digunakan Bupati untuk memilih/menyontreng dalam bilik 5 menit, masuk 8.05 WIB dan keluar 8.10 WIB.

Usai menyontreng Bupati mengaku tidak ada kesulitan dan bingung dalam memberikan suara, dalam bilik suara dan alat centang berfungsi baik. “Tidak ada kesulitan, tadi waktu saya memberikan suara biliknya cukup terang dan baik jadi lancar-lancar saja,”ujar Toyo di TPS 4 di kompleks SMPN 4 Wates, Kamis (9/4).

Dalam kesempatan ini Bupati berharap agar masyarakat yang mempunyai hak pilih untuk menggunakan haknya, karena keikutsertaan dalam pemilihan berarti ikut serta memikirkan nasib bangsa, daerah dalam mewujudkan pembangunan baik di daerah maupun pembangunan nasional. “Saya berharap masyarakat yang punya hak pilih untuk menggunakan haknya memilih, karena ikut serta dalam menentukan nasib bangsa, daerah dan pembangunan,”ujar Toyo yang dalam kesempatan tersebut menggenakan baju batik lengan panjang.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo,Drs.H.Mulyono bersama istrinya Tutik Restina, dan dua putrinya Eka Rachmi Tejawati serta Faizah Dwi Tirtasari melakukan penyontrengan di TPS 13 Pedukuhan Pepen Desa Giripeni Kecamatan Wates. Di TPS ini pemilih dalam DPT sejumlah 400 orang, tercatat keluarga Wabup no.50 Eka Rachmi Tejawati ,no.51 Faizah Dwi Tirtasari, no.52 Drs.H.Mulyono dan 52 Ny.Tutik Restina.

Kedatangan Wabup beserta keluarga di TPS yang menempati rumah Bapak Sahiran tepat pukul 07.00 WIB. Dalam kesempatan ini Wabup sempat menyaksikan pelantikan KPPS serta pembukaan kotak suara yang berisi logistik pemilu. Dan baru memberikan contrengan setengah jam kemudian. Wabup diurutan pertama yang memasuki bilik 1 dari enam bilik yang disediakan disusul istrinya dan dua putrinya.

Kasubag Humas Pemkab Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP mengatakan usai memberikan suara Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Muspida akan melakukan pemantauan pelaksanaan pemilihan dengan pembagian wilayah di tiap Daerah Pemilihan (Dapel). “Selesai menyontreng bapak Bupati, Wabup, Sekda serta Muspida akan melakukan pemantauan ke daerah, dengan pembagian perwilayah, untuk Bapak Bupati di Kecamatan Sentolo dan Nanggulan,”kata Arning.

Arning menambahkan pemantauan yang dilakukan oleh para pejabat ini tidak untuk mempengaruhi pemilih, namun melihat langsung dilapangan serta menfasilitasi seandainya terjadi kendala atau hambatan yang ada. Meskipun sebelumnya selaku pimpinan daerah, Bapak Bupati telah melakukan komunikasi dengan para Camat dan Kades, bahwa atas laporannya semua telah siap melakukan pemungutan suara.

08 April, 2009

BANTU SOSIALISASI PEMILU

Humas Pemkab Keliling Kecamatan

Humas Pemkab Kulonprogo bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo, selama beberapa hari menjelang pemungutan suara melakukan sosialisasi pemilu di seluruh wilayah Kulonprogo yang meliputi 12 kecamatan. Sosialisasi dengan mobil unit keliling ini melalui pengeras suara dilakukan disepanjang jalan kabupaten, maupun desa dan pedukuhan mulai wilayah pesisir selatan hingga utara wilayah perbukitan menoreh yang jauh dari pusat kota.

Kasubag Humas Pemkab Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP mengatakan upaya yang dilakukan dalam mensosialisasikan pemilu terutama adanya perubahan dalam pemberian suara dengan mencontreng atau mencentang, serta mengajak untuk menggunakan dengan baik haknya sebagai warga negara dalam pemilu sehingga tidak golput. “Kami memberikan informasi kepada warga masyarakat tentang pemilu diantaranya sekarang tidak lagi mencoblos tetapi mencentang atau nyontreng, dan meminta warga untuk tidak golput tetapi menggunakan waktu sebentar untuk menyukseskan pemilu dengan datang di TPS mulai jam 07.00 WIB-12.00WIB, pada Kamis 9 April nanti”ujar Arning.

Siaran keliling yang dilakukan di seluruh wilayah kecamatan ini, mendapat reaksi masyarakat yang baik, hal ini terbukti masyarakat yang ada di rumah-rumah begitu mendengar informasi dari pengeras suara yang diselingi dengan lagu-lagu, menyempatkan diri keluar rumah. Informasi dengan menggunakan bahasa jawa oleh petugas membuat warga masyarakat menjadi semakin jelas dan mudah ditangkap.

07 April, 2009

Pengrajin Gerabah Kekurangan Modal dan Peralatan

Pengrajin gerabah di Pedukuhan Senik, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah kekurangan modal dan peralatan untuk menjalankan usahanya. Kondisi tersebut menyebabkan usaha mereka sulit berkembang. Bahkan sebagian terpaksa gulung tikar karena tak mampu lagi menjalankan usahanya.

Hal itu terungkap saat dilakukan kunjungan oleh 3 anggota Parlemen Jerman yang dipimpin Stephan Hilsberg dan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GTZ Arnold Vaartz di sentra industri gerabah tersebut, Senin (6/4). Kunjungan mereka disambut oleh Bupati H Toyo Santoso Dipo, Kadis Perindag dan ESDM Drs H Darto MM, Kepala Badan PMPP dan KB Drs Krissutanto, Dirut PD BPR Bank Pasar Kulon Progo Drs Fahmi Akbar Idris MM, Camat Lendah Drs Eko Pranyoto, Kades Bumirejo Klimun serta puluhan pengrajin setempat.

Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat perkembangan usaha mikro yang mendapatkan bantuan kredit dari LSM GTZ sejak bulan Mei 2007 lalu. Dana sebesar Rp. 450 juta yang disalurkan melalui PD BPR Bank Pasar Kulon Progo itu merupakan bantuan rehabilitasi korban gempa bagi pelaku usaha mikro.

Menurut ketua kelompok pengrajin ‘Bina Usaha’ Marsiyati, di wilayahnya terdapat sekitar 100 pengrajin yang tergabung dalam 5 kelompok. Semuanya dengan kondisi modal pas-pasan dan dengan alat produksi serba manual.

Padahal, tambah Marsiyati, untuk memproduksi sejumlah gerabah siap bakar diperlukan biaya hingga jutaan rupiah. Namun setelah jadi belum tentu semuanya langsung laku. Kadang-kadang hingga sebulan lebih baru laku dan dapat uang.

“Kalau modalnya hanya cukup untuk 1 kali produksi, usaha kami tidak bisa jalan. Oleh karenanya kami mohon bantuan modal dan peralatan agar produksi kami bisa lancar dan prosesnya lebih cepat,” pintanya kepada Bupati dan anggota Parlemen Jerman.

Menanggapi permintaan tersebut Stephan Hilsberg menyatakan, akan melaporkan dulu perkembangan dana bantuan kepada ketua Parlemen Jerman. Namun demikian ia tidak langsung menyanggupi permintaan pengrajin. Karena, menurut dia, misi utama GTZ bukanlah membantu dana, tetapi konsultasi usaha mikro.

Ditambahkannya, secara umum bantuan GTZ di Indonesia cukup efektif dalam pemulihan usaha mikro pascagempa. Di samping jumlah dananya berkembang, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak.

Menurut Fahmi, dana dari GTZ yang disalurkan di Kulon Progo selama 2 tahun perkembangannya cukup pesat. Dari jumlah Rp. 450 juta saat ini telah berkembang menjadi Rp. 1,3 milyar. Dengan pemanfaat sekitar 600 pengusaha mikro yang tergabung dalm 60 kelompok. Semuanya merupakan korban gempa 26 Mei 2006 lalu, imbuhnya.

PEMILU PNS LIBUR KERJA, SABTU MASUK

Pada hari H Pemilu Legislatif Kamis (9/4) para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Kulonprogo akan menikmati hari libur dilanjutkan Jum’at (10/4) libur nasional Wafat Isa Al Masih.

Kasubag Humas Setda Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP mengatakan sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.7 tahun 2009 tentang Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tahun 2009 sebagai hari libur nasional.

Arning menambahkan khusus hari Sabtu para PNS tetap masuk kerja seperti biasa, meski hari Sabtu terjepit oleh hari libur yakni Jum’at libur nasional dan libur hari Minggu. Hal ini karena sesuai aturan baru bahwa libur Sabtu meski terjepit sudah tidak diliburkan, berbeda dengan daerah lain yang menggunakan aturan lima hari kerja, sehingga libur selama empat hari, Kamis, Jum’at,Sabtu dan Minggu, tetapi karena Pemkab Kulonprogo memberlakukan enam hari kerja sehingga Sabtu tidak libur tetap masuk kerja seperti biasa.

06 April, 2009

BUPATI GUNAKAN HAK PILIH DI TPS 4 TERBAH

Dimungkinkan PNS Sabtu tetap Masuk Kerja

Pada saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2009, Kamis (9/4) mendatang Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo akan menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 yang lokasinya di kompleks SMPN 4 Wates. Sementara Wakil Bupati Drs.H.Mulyono akan melaksanakan haknya untuk memberikan suara di tempat asalnya desa Giripeni Wates, tepatnya di TPS Pedukuhan Pepen.

Kasubag Humas Pemkab Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP mengatakan Bupati Kulonprogo yang tinggal di rumah dinas ini, tercatat sebagai warga Rt.11 Rw.05 Pedukuhan Terbah Wates yang masuk dalam TPS 4 di lokasi SMPN 4 Wates, sedangkan Wakil Bupati meski tinggal di rumah dinas namun tercatat sebagai warga desa Giripeni sehingga nantinya akan menggunakan hak pilih di TPS pedukuhan Pepen Desa Giripeni. “Undangan yang telah disampaikan petugas kepada Bapak Bupati jumlahnya tiga undangan, untuk Bapak beserta Ibu serta satu putrinya yang telah mempunyai hak pilih, lokasinya di TPS 4 kompleks SMPN 4 Wates yang di TPS ini terdaftar 350 pemilih diketuai Drs.Surgiantoro selaku KPPS ,”ujar Arning.

Arning mengharapkan kepada masyarakat Kulonprogo yang telah mempunyai hak pilih dan terdaftar untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2009 nanti. “Meskipun para PNS di Kulonprogo telah mengikuti aturan undang-undang bahwa dalam PEMILU bersifat netral tidak memihak salah satu parpol, namun sangat diharapkan partisipasinya dalam Pemilu mendatang, dengan menggunakan hak pilih tidak golput,”pintanya.

Sementara terkait hari Sabtu mendatang yang terjepit oleh tiga hari libur yakni Kamis libur Pemilu, Jum’at libur Wafat Yesus Kristus dan Minggu. Sebelum adanya informasi terbaru bagi para PNS tetap masuk kerja, hal ini karena pemkab Kulonprogo melaksanakan aturan 6 hari kerja, bukan 5 hari kerja seperti di Jakarta.

31 Maret, 2009


PNS MULAI TERIMA KENAIKAN GAJI

Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo merasa gembira, hal ini disebabkan pembayaran gaji yang diterima bulan April telah naik sesuai janji pemerintah bahwa tahun ini gaji mereka akan naik sebesar 15%.

Informasi tersebut dibenarkan Kasubag Humas Pemkab Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP. “Memang benar informasi bahwa para PNS di pemkab Kulonprogo pada penerimaan gaji bulan April ini telah ada kenaikan sebesar 15% sesuai keputusan pemerintah pusat. Sedangkan kekurangan untuk kenaikan yang belum dibayarkan selama tiga bulan Januari, Pebruari dan Maret nantinya akan diterimakan secara rapel,”kata Arning yang tak menyebutkan jumlah nominal dana yang dikucurkan untuk membayar kenaikan sekitar 9000 PNS dilingkup pemkab Kulonprogo.

Terkait dengan rapelan selama tiga bulan yang belum dibayarkan, Arning menjelaskan dana telah siap, sedangkan cepatnya pencairan sangat tergantung dari kesiapan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyelesaikan proses administrasinya. Apabila dapat segera diselesaikan tidak menutup kemungkinan bulan April dapat cair sehingga sebulan terima gaji dua kali. Diharapkan dengan adanya kenaikan gaji ini, kinerja para PNS semakin meningkat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

29 Maret, 2009



PAGUYUBAN WARTAWAN GELAR AKSI LUKIS KARIKATUR

Dimeriahkan Pentas Jemek dan Karikatur Koesnan Hosea

Wakil Bupati Kulon Progo, Drs.H.Mulyono mengatakan seni mampu membuat orang terhibur, tersenyum, atau bahkan tertawa sampai terbahak-bahak dan seni mampu membuka cakrawala pengetahuan serta bisa membuka inspirasi. Karena seni itu indah, menarik bahkan bisa menjadikan orang tergila-gila walaupun tidak sampai gila beneran. Untuk itu para seniman lukis dituntut dalam karyanya mampu menciptakan daya kritis, kecerdasan, lucu dan jenaka. Dengan demikian karyanya mampu ditangkap oleh penikmatnya, lukisan ini membawa misi apa, tujuannya apa, dan sebagai alat untuk menyampaikan informasi apa. Hal ini hendaknya dipahami oleh para pelukis. Saat ini adalah nuansa untuk menghadapi Pemilu, mestinya tema yang akan dituangkan dalam karya para pelukis juga sekitar Pemilu.

Hal tersebut dikatakan Wabup, ketika membuka Aksi Lukis Karikatur dalam rangka Ikut Menyemarakkan Pemilu Tahun 2009 di Media Center Timur Alun-alun Wates, Minggu (29/3). Kegiatan oleh para insan pers yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK), dimeriahkan oleh penampilan seniman pantomim Jemek Supardi dan Koesnan Hoesea Kartunis dari Semarang. Acara dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir.Agus Langgeng Basuki, Marwanto dari KPUD Kulonprogo.

“Kegiatan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Wartawan Kulon Progo, notabenenya para insan pers ini merupakan pewarta, penyampai berbagai informasi, baik melalui media elektronik maupun media cetak. Dalam memberikan warta kepada masyarakat agar tetap mengedepankan kode etik jurnalistik, pemberitaan yang berimbang. Sehingga berita yang ditulis maupun yang disiarkan senantiasa dinanti oleh masyarakat luas. Apalagi pada nuansa Pemilu Tahun 2009 ini, para insan pers mestinya dalam mewartakan berita tidak akan berpihak pada salah satu Partai Politik yang ada, sehingga masyarakat akan menerima informasi yang proporsional dan profesional. Karena saya yakin bahwa profesi wartawan membutuhkan insan-insan yang cerdas,”harap Mulyono.

Sementara, Kasubag Humas Setda, Arning Rahayu,SIP mewakili Paguyuban Wartawan Kulonprogo dalam laporannya mengatakan kenyataan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu sering terjadi adanya ketegangan, rawan konflik, sehingga disiagakan aparat keamanan yang berlipat. Oleh karena itu perlu adanya pendidikan politik yang semakin baik ditengah masyarakat kita. Acara melukis karikatur yang diberi tajuk Lucu-lucu Pemilu dimaksudkan untuk mengajak masyarakat terutama generasi muda, untuk menghadapi Pemilu mendatang dengan cara yang baik, gembira, lucu dan cerdas. Dengan karikatur kita dapat mengekspresikan pesan perasaan kita dengan cara yang jenaka, namun juga memberikan pesan yang kritis pula.

“Perkembangan teknologi disekolah banyak diajarkan cara melukis dengan computer, ketika sampai pada tatarannya lukisan karikatur atau kartun dapat menjadi memiliki nilai ekonomi produktif. Saat ini lukisan kartun sudah dikembangkan menjadi sebuah industri film animasi yang merupakan industri kreatif produk dari teknologi informasi. Maka kegiatan ini juga dimaksudkan agar generasi muda di Kulonprogo segera meningkatkan kemampuan dibidangnya, menjadi wadah pembinaan kegiatan pengembangan kreatifitas yang semacam,”jelasnya.

Ketua Paguyuban Wartawan Kulonprogo, Sri Widodo mengatakan pameran berlangsung dua hari Minggu (29/3) sampai dengan Senin (30/3). Hari pertama dilakukan kegiatan melukis kartun yang diikuti oleh sekitar 54 pelajar SMP hingga SMA dan masyarakat umum yang dimeriahkan dengan penampilan seniman pantomime Jemek Supardi dan Koesan Hoesea kartunis, sedangkan hari kedua berupa penampilan hasil karya di halaman Media Center tepatnya timur Alun-alun Wates.

.

23 Maret, 2009

Musrenbang Bukan Hanya Kepentingan Birokrat

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang merupakan agenda rutin dari pemkab Kulon Progo adalah untuk membahas rencana pembangunan stratejik daerah dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga pelaksanaan musrenbang hendaknya bisa digunakan untuk menemukan sebuah platform yang jelas dan terarah dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat. Dengan orientasi tersebut, musrenbang menjadi sebuah agenda tahunan yang sangat penting bukan hanya untuk kepentingan birokrat, namun secara lebih jauh akan mampu menjadi wadah dalam rangka menentukan langkah pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.
Demikian dikatakan Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo Senin (23/3), dalam acara Pembukaan Musrenbang tahun 2009 di Gedung Kaca komplek pemkab. Acara tersebut di hadiri pula oleh Ketua DPRD Kulon Progo Drs. H. Kasdiyono, Muspida, para pejabat eksekutif pemkab, Camat se-Kulon progo dan undangan yang lainnya.
Untuk mencapai target pembangunan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat pelaksanaan pembangunan harus memiliki arah yang jelas serta membutuhkan skala prioritas. “Disamping itu, penyusunan rencana pembangunan juga harus memperhatikan kebijakan-kebijakan pemerintah dari Pusat, Provinsi maupun kebijakan daerah.” kata Bupati.
Selanjutnya, ada beberapa prioritas pembangunan yang harus diperhatikan dalam rangka penyusunan program dan kegiatan tahun 2010. Seperti, pembangunan infrastruktur pedesaan dan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), peningkatan pelayanan investasi, pelatihan tenaga kerja dan pembukaan lapangan pekerjaan, pendidikan murah dan berkualitas, peningkatan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat dan yang lain.
“Dengan beberapa prioritas tersebut pembangunan Kulon Progo akan semakin jelas dan sejalan dengan visi pembangunan Kulon progo yaitu, membagun Kulon Progo dalam kebersamaan menuju penguatan ekonomi lokal berbasis ekonomi kerakyatan demi mewujudkan masyarakat Kulon Progo yang mandiri, aman, sejahtera, dinamis berlandaskan iman dan taqwa,” tandasnya.
Sementara itu, menurut laporan panitia yang disampaikan oleh Ir. Sudarno, Musrenbang akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu, tanggal 23-25 Maret. Dalam pelaksanaanya, peserta akan dibagi kedalan beberapa kelompok. Selanjutnya, tiap kelompok akan melaksanakan diskusi tentang berbagai rencana stratejik daerah. “Dalam pelaksanaanya, musrenbang akan menjadi forum diskusi bagi SKPD untuk menyusun set plan pembangunan daerah tahun 2010 yang disesuaikan dengan kebijakan pusat sampai daerah,” katanya.

21 Maret, 2009


Hasil Pengerjaan PNPM MP Capai Seratus Persen Lebih

Hasil pengerjaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM MP) di Kabupaten Kulon Progo bisa mencapai seratus persen lebih dari nilai pekerjaan. Karena setiap pekerjaan pasti ditambah dengan swadaya masyarakat berupa material ataupun tenaga kerja.
Demikian dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Kulon Progo Drs H Mulyono saat melakukan peninjauan lokasi pengerjaan PNPM MP tahun 2008 di wilayah Kecamatan Galur, Sabtu (20/3). Pada peninjauan tertsebut, Wabup didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPP dan KB) Drs Krissutanto, Camat Galur H Jumanto SH serta Tim Monotoring PNPM MP Kulon Progo.
Dengan demikian, tambah Wabup, dibandingkan dengan proyek yang dikerjakan oleh pemborong, kuantitas dan kualitas hasil PNPM MP lebih baik. Selain itu, kata dia, kelebihan PNPM MP adalah pekerjaan yang dilaksanakan dapat menjawab permasalahan masyarakat setempat. Sebab, kegiatan yang dilaksanakan meerupakan usulan langsung dari masyarakat tanpa disertai kepentingan-kepentingan tertentu.
“Dalam pengamatan saya, pekerjaan yang telah diselesaikan memang merupakan prioritas desa atau dusun setempat. Dan nantinya akan mampu memberikan peningkatan yang siginifikan untuk pengembangan wilayah,” tutur Mulyono.
Lebih jauh Wabup berharap, agar pemerintah kecamatan dan desa berkoordinasi untuk menginventerisasi secara detil dan menyeluruh kebutuhan pembangunan sarana dan prasarana di wilayah masing-masing. Misalnya, berapa panjang jalan yang perlu diaspal atau diperkeras dengan corblok. Sehingga berapa kebutuhannya bisa diketahui dengan lengkap dan pasti.
“Dana dari pemerintah bukan hanya disalurkan melalui PNPM MP. Bagi yang belum bisa tergarap, bisa diupayakan dengan anggaran yang lain. Kalau pemerintah desa sudah punya data lengkap nanti pengusulannya akan lebih mudah dan cepat,” tandas Wabup.
Sementara menurut Krissutanto, untuk tahun 2008 PNPM MP di Kulon Progo dilaksanakan di 11 wilayah kecamatan dari 12 kecamatan yang ada. Dengan alokasi dana masing-masing kecamatan sebesar Rp 1,75 milyar.
Untuk tahun 2009 ini, tambah mantan Kabag Pemerintahan Umum Setda itu, alokasi dana akan bertambah menjadi Rp 2 milyar. Namun khusus untuk Kecamatan Temon hanya akan memperoleh Rp 200 juta. Karena kecamatan tersebut statusnya beralih menjadi PNPM MP Penguatan, imbuhnya.