13 November, 2008


RB. Hendri Budianto,SH, MH Kejari Wates

RB. Hendri Budianto,SH,MH secara resmi menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Wates menggantikan pejabat lama Erbagtyo Rohan,SH,MH. Pergantian tersebut ditandai dengan serah terima jabatan dan perpisahan antara kedua pejabat tersebut Rabu (12/11), di Gedung Kaca komplek pemkab Kulon Progo. Perpisahan yang dipenuhi perasaan haru dalam pisah sambut kejari Wates dihadiri oleh Wakajati DIY Soemarno, Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo, Wabup Drs. H. Mulyono, Ketua DPRD Kulon Progo Drs. Kasdiyono, Muspida, pejabat eksekutif pemkab dan undangan yang lainya.

RB. Hendri Budianto,SH,MH adalah putra asli Yogyakarta yang sebelumnya menjabat Kejari di Makale, Tanah Toraja, Sulawesi Selatan menggantikan Erbagtyo Rohan,SH,MH yang telah menjabat Kajari Wates selama 1 tahun 8 bulan. Selanjutnya, Erbagtyo Rohan akan menjabat Assisten Intelejen di Kajati DIY.

Menurut Hendri Budianto, dirinya merasa bangga dan terkesan bisa kembali ke tanah kelahiranya di Yogyakarta. Melalui insntansi tempatnya bekerja, Hendri berjanji untuk bekerja dengan sebaik-baiknya untuk memajukan Yogyakarta khususnya Kabupaten Kulon Progo. ”Disini saya akan bekerja bersama-sama untuk ikut serta dalam upaya memajukan daerah dan menegakkan hukum yang ada di Kulon progo,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo mengucapkan terima kasih kepada Kajari lama Erbagtyo Rohan,SH,MH yang selama ini telah bekerja dengan baik dalam upaya penegakan hukum di Kabupaten Kulon Progo. Bupati juga menolak untuk memberi maaf atas semua yang telah dilakukan Kejari selama bekerja di Kulon Progo. ”Tidak perlu saya memberi maaf karena memang tidak ada yang perlu di maafkan. Selama ini Kejari telah bekerja dengan sangat baik,” puji Bupati.

Sedangkan kepada pejabat yang menggantikan, Bupati menyambut baik dan mengucapkan selamat datang di Kabupaten Kulon Progo. Bupati berharap, Kejari bisa bekerja dengan baik dalam mendukung upaya pembangunan dan penegakan hukum di wilayah Kulon Progo. Karena untuk memajukan Kabupaten ini kita memang harus bisa bekerjasama dan bukan mengerjai bersama-sama, lanjut Bupati.


DPRD Setujui 3 Raperda Desa

Besarnya Penghargaan Perlu Pencermatan Serius

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kulon Progo yang berlangsung Rabu (12/11) berhasil menetapkan 3 Raperda Desa menjadi Perda Kabupaten Kulon progo setelah sempat tertunda beberapa waktu. Ketiga Raperda tersebut adalah, Raperda tentang Kelurahan, Raperda alih status Desa Wates menjadi Kelurahan dan Raperda tentang susunan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) kelurahan. Rapat Paripurna yang diikuti oleh 24 anggota DPRD dari 34 anggota yang ada, diikuti oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo, Wabup Drs. H. Mulyono, para pejabat eksekutif pemkab dan dipimpin oleh ketua DPRD Kulon Progo Drs. Kasdiyono.

Untuk membahas ketiga Raperda tersebut, DPRD membentuk 2 panitia Khusus (Pansus) yaitu, Pansus V dan Pansus VI. Pansus VI melalui Juru Bicara Drs. Suharto menegaskan bahwa Pansus menerima penetapan Raperda tersebut. Namun ada beberapa permasalahan yang masih harus diperhatikan secara serius dan membutuhkan pencermatan. Diantaranya adalah, besarnya penghargaan yang harus diberikan pemkab kepada Kepala Desa (Kades) beserta perangkatnya.

Pansus mengharapkan penetapan besar kecilnya penghargaan harus selalu mengedepankan logika kepatutan, kewajaran dan kemampuan keuangan daerah. “Sehingga eksekutif harus benar-benar bisa mengkaji secara serius seperti, berkonsultasi melalui instansi maupun daerah lain yang mungkin sudah lebih dulu menjumpai permasalahan tersebut,” katanya.

Sedangkan Pansus V menetapkan SOTK kelurahan meliputi, Lurah dan Perangkat yang terdiri dari, Sekretariat, Seksi pemerintahan, Seksi Perekonomian dan Pembangunan, Seksi Kesejahteraan Rakyat, seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kelompok Jabatan Fungsional tertentu. Dari SOTK yang ada, Pansus mengharapkan agar bisa bekerja secara optimal dalam melakukan pelayanan terhadap masyarakat. Agar tercipta sebuah contoh kelurahan di Kulon progo yang dinamis dan profesional.

Sementara itu, dalam pandangan akhir fraksi sebagaimana yang di ungkapkan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dengan Jubir Moh. Ajrudin Akbar mneharapkan agar eksukutif mau untuk mencari referensi yang lain terkait dengan besar kecilnya penghargaan. Seperti, belajar kepada daerah yang telah lebih dulu memiliki kelurahan diantaranya, Tasikmalaya.

FPKS juga mengharapkan sebagai rangkaian dari pemberian penghargaan kepada lurah dan perangkatnya, pemkab bisa mengangkat lurah dan perangkat menjadi tenaga kontrak daerah. Sampai sisa masa jabatan Kades yang saat ini berakhir.

12 November, 2008


PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KULONPROGO

Menkes : Kualitas Pelayanan Kesehatan Masih Rendah

Sementara ini sebagian besar rakyat kita masih belum menikmati akses pelayanan kesehatan atau masih rendah kualitas pelayanan kesehatan yang diterimanya, diukur dengan masih tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, prevalensi gizi kurang dan gizi buruk, yang masih mengancam masyarakat kita terutama bagi masyarakat yang miskin dan masyarakat hampir miskin.

Hal ini dikatakan Menteri Kesehatan RI,Dr.dr.Siti Fadilah Supari,Sp.JP(K), dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Kulonprogo, Drs.H.Mulyono pada upacara Peringatan Hari Kesehatan ke-44 tahun 2008 tingkat Kabupaten Kulonprogo di halaman Pemkab, Rabu (12/11). Turut hadir Ketua DPRD Kulonprogo Drs.H.Kasdiyono, Muspida, Sekda, Asekda, kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sedang peserta upacara dari PNS, dan organisasi profesi di bidang kesehatan seperti Bidan, Perawat dan Pramuka Saka Bhakti Husada. Dalam kesempatan tersebut sekaligus diserahkan berbagai hadiah kejuaraan dari beberapa lomba seperti Dokter Gigi Teladan juara I-III Drg.Martinus Sunarto Puskesmas Girimulyo II, Drg Wira Utami Pratiwi Puskesmas Sentolo II dan Drg Diah Widi Astuti Puskesmas Kokap I, Bidan Teladan I-III Dwi Suprihatin Rahayu,A.Md.Keb Puskesmas Girimulyo I, Lucia Eko Murniati A.Md.Keb Puskesmas Galur I, Aprensia Diana Dharmasanti Puskesmas Kokap I, Sanitarian Teladan I-III Haryani,SKM Puskesmas Panjatan, Budi Wiyoso,SKM Puskesmas Wates, Agus Priyanto,SKM Puskesmas Temon I, Nutrisionis Teladan I-III, Jawahir Puskesmas I, Sumarjono,S.Gz Puskesmas Kokap II, Navang Wahyu Santoso,S Gz.RD Puskesmas Girimulyo II, Puskesmas berprestasi I-III Puskesmas Sentolo I, Puskesmas Wates, Puskesmas Nanggulan, Desa Sehat I-III Desa Janten Temon, Desa Ngargosari Samigaluh, Desa Tayuban Panjatan.

Dalam kesempatan tersebut, usai upacara Wabup dan rombongan menyaksikan kegiatan Khitanan Massal yang diikuti 110 peserta di Gedung Kaca. Agenda kegiatan HKN Kulonprogo akan diakhiri dengan Senam dan Jalan Sehat Massal, Jum’at (21/11) mendatang.

“Kita semua memgharapkan bangsa Indonesia dengan keadaan geografis yang begitu luas, terdiri dari daratan, lautan, gunung dan lembah, dengan ketersediaan akses pelayanan kesehatan yang luas dan berkulitas seharusnya juga memiliki penduduk yang berkualitas, agar mampu mengelola dan memanfaatkan Semua potensi dari negara ini secara maksimal. Oleh karena itu, menjadi penting peranan sektor kesehatan dalam meningkatkan kesejahteraan mayarakat dan produktivitas suatu bangsa, disamping peran sektor pendidikan dan ekonomi,”katanya.

Menkes menekankan kembali betapa pentingnya peranan kesehatan dalam pembangunan sumberdaya manusia. Karena kemakmuran suatu bangsa tidak hanya dapat diukur dengan pembangunan fisik saja, tetapi penting pula pembangunan manusianya. Selama empat tahun ini berbagai upaya pembangunan kesehatan telah dilakukan. Kita sudah membenahi Puskesmas dan Rumah Sakit. Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar, bukan saja secara fisik di tingkatkan tapi juga memiliki sistem dan SDMnya, sehingga peranan dan fungsinya dapat dimantapkan sebagai unit kesehatan terdepan, dimana bukan saja Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) yang dilaksanakan secara mantap, tetapi kualitas Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) juga lebih ditingkatkan. Peningkatan UKP diarahkan untuk peningkatan di fasilitas kesehatan terpencil sehingga mampu memberikan pelayanan maksimal dan tuntas. Peran dalam UKM lebih ditingkatkan terutama dalam membina berbagai upaya kasehatan berbasis masyarakat yang terwadahi dalam bentuk Desa Siaga.

. “Kini jumlah Desa Siaga telah mencakup lebih 50% dari jumlah desa yang ada, dan diharapkan pada tahun 2009 seluruh desa di Indonesia telah menjadi desa siaga. Begitu pula SDM strategis tenaga medis dan paramedis juga terus ditingkatkan pengelolaannya melalui berbagai program pengangkatan menjadi CPNS, PTT, kerjasama daerah, dan beasiswa terus ditingkatkan penyebarannya keseluruh pelosok tanah air. Sedangkan rumah sakit diarahkan sebagai sarana kesehatan yang mampu mengatasi masalah kesehatan rujukan yang handal, bermutu dan mengutamakan keselamatan pasien (patient safety). Begitu pula Dana Dekonsentrasi maupun Tugas Perbantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan untuk daerah, setiap tahun ditingkatkan yang berdampak langsung untuk masyarakat,”kata Menkes.

Wabup: Angka Kematian Ibu Melahirkan Masih Tinggi

Tingginya angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas dan bayi semua itu yakni keterlambatan. Keterlambatan tersebut meliputi terlambat dalam mengambil keputusan, terlambat mencapai tempat fasilitas kesehatan dan terlambat dalam penatalaksanaan difasilitas kesehatan. Di samping itu pengertian resiko tinggi belum di pahami dengan baik oleh ibu hamil dan keluarganya. Disamping itu satu atau lebih kombinasi tiga jenis komplikasi maternal yaitu pendarahan, infeksi, dan eklamsia.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Kulonprogo, Drs.H.Mulyono ketika menrima Tim Akreditasi Kecamatan Sayang Ibu tingkat Propinsi DIY di Balai Desa Demangrejo Sentolo, Selasa (11/11). Acara dihadiri Kadinas Dukcapilkabermas Kulonprogo, Drs.Sarjana, Camat Sentolo Drs.Jazil Ambar Was’an dan anggota Satgas GSI desa se-Kecamatan Sentolo

“Kehamilan resiko tinggi berpengaruh besar terhadap bayi yang akan dilahirkan, bayi mengalami gangguan kesulitan bernafas atau bayi meninggal sebelum lahir. Keadaan demikian akan meningkatkan angka kematian perinatal dan neonatal,”kata Mulyono.

Ditambahkan upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kematian ibu antara lain adanya ketepatan sasaran yang hendak ditanggulangi, dengan demikian pengenalan sebab-sebab kematian baik langsung maupun tidak langsung mutlak diperlukan. Pengenalan sebab-sebab kematian ibu merupakan dasar bagi penyusunan strategi upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dalam rangka peningkatan sumberdaya manusia. Sehingga melalui akreditasi kecamatan sayang ibu ini Wabup berharap, dapat lebih meningkatkan kepedulian kita tentang berbagai faktor yang menyebabkan kematian ibu melahirkan dan kematian bayi, serta meningkatkan upaya penanggulangan secara integratif. Masyarakat bersama-sama membangun komitmen, menggalang kebersamaan, membuat mekanisme rujukan sesuai dengan kondisi sehingga ibu tidak terlambat ditolong oleh petugas terlatih.

“Gerakan sayang ibu yang merupakan upaya untuk mewujudkan hak dan kesehatan reproduksi serta untuk mendorong upaya menurunkan angka kematian ibu hamil, melahirkan, nifas dan bayi melalui peningkatan kesadaran dan tanggung jawab semua pihak dalam bentuk gerakan masyarakat bersama pemerintah”ujarnya.

Sementara Ketua Satuan Tugas (Satgas) Gerakan Sayang Ibu (GSI) kecamatan Sentolo,Tri Susilowati,BA mengatakan GSI yang dicanangkan oleh Presiden pada tanggal 22 Desember 1996 ternyata dirasakan bahwa gerakan sayang ibu masih sangat diperlukan oleh masyarakat. Karena pembentukan manusia berkualitas yang akan menjadi penerus bangsa dimulai sejak masih dalam kandungan, balita, anak, remaja, dewasa sampai dengan lanjut usia. Oleh karena itu peningkatan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak merupakan faktor paling strategis untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia.

“Dalam tiga tahun terakhir,2006-2008 ini di wilayah kecamatan Sentolo, tidak terjadi adanya kematian ibu melahirkan, sedangkan untuk jumlah angka kematioan bayi dan balita, tahun 2006 terdapat 7 kematian, 2007 terdapat 16 dan 2008 tercatat 11, meliputi indikator lahir mati, IUFD, kematian neonatan dan kematian anak usia 1-5 tahun,”jelasnya.

11 November, 2008


WARGA CABEAN BERHARAP

Jalan Inspeksi Saluran Irigasi Sapon Diaspal

Memasuki musim penghujan saat ini, jalan isnpeksi saluran irigasi Sapon yang berada di wilayah Cabean-Ngipik, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah rusak parah. Sebagian besar jalan sepanjang sekitar 2 km itu berlobang-lobang dan tergenang air hujan. Bahkan di beberapa tempat tak bisa dilewati kendaraan, termasuk sepeda. Pengendara sepeda terpaksa harus menuntun sepedanya karena tak bisa melewati genangan air.

Dengan kodisi itu warga Pedukuhan Cabean berharap agar Pemerintah Propinsi DIY mengaspal jalan tersebut. Karena bagi warga Cabean dan sekitarnya jalan itu merupakan jalur utama untuk menuju jalan besar Kenteng-Brosot.

Menurut seorang tokoh masyarakat Cabean, Gunartono, 45, kerusakan jalan itu sudah terjadi lebih dari sepuluh tahun lalu. Warga sudah mengusulkan agar Pemerintah mengaspal jalan melalui forum Musyawarah Pembangunan Dusun (Musbangdus) untuk diusulkan ke Pemerintah Propinsi DIY. Namun sampai sekarang harapan warga itu tak pernah terkabul.

“Padahal jalan ini sangat vital bagi warga Cabean, Dukuh, Ngipik dan Kalangan. Bukan hanya bila akan ke jalan besar Kenteng-Brosot, tetapi juga saat akan ke sawah di Bulak Cabean. Hampir semua pemilik sawah di Bulak Cabean harus lewat jalan ini,” jelasnya.

Menurut Bapak 2 anak ini, saat dibangun pada tahun 1985 lalu, jalan itu diperkeras dengan batu dan sirtu. Namun kemudian sirtunya hilang karena tergerus air hujan dan jalan menjadi berlobang-lobang.

Kerusakan semakin parah saat ada proyek rehab saluran irigasi beberapa tahun lalu. Saat itu, setiap hari jalan dilalui puluhan truk pengangkut material. Sehingga kerusakannya menjadi semakin parah.

“Waktu itu kami minta pertanggungjawaban pelaksana proyek agar kerusakan jalan diperbaiki. Namun dijawab bahwa kerusakan itu bukan tanggung jawabnya, tetapi merupakan wewenang Dinas Kimpraswil Propinsi DIY. Kami pun tak bisa menuntut apa-apa, dan hanya berharap Pemerintah segera memperbaiki jalan ini,” ujar Gunartono.


PENYERAHAN 749 SK KENAIKAN PANGKAT

Wabup Bangga Pendidikan PNS Meningkat

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kapabel, kredibel dan menjunjung tinggi profesionalisme. Terkait dengan sikap profesionalisme ini, menurut hemat saya akan sangat ditentukan oleh tiga hal pokok yaitu adanya keahlian, keterampilan dan integritas moral yang baik yang harus dimiliki oleh sosok Pegawai Negeri Sipil.Sebuah keahlian tentunya tidak akan datang dengan sendirinya, karena suatu keahlian akan dapat diperoleh melalui proses, berjenjang, sulit, serta membutuhkan waktu dan pendalaman yang lama, baik melalui institusi formal maupun informal.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Kulonprogo ,Drs.H.Mulyono dalam acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat PNS Periode Oktober di Gedung Kesenian Wates, Selasa (11/11). Secara simbolis SK Kenaikan Pangkat diserahkan Wabup kepada enam perwakilan masing-masing, Kadinas Dukcapilkabermas, Drs.Sarjana yang naik pangkat IV/b, Titin Endri Astuti,S.Pd dari SMKN 2 Pengasih, Suharyadi,S.Pd dari SMPN 1 Wates, Dra Elin Cindewati,Ak instansi BPKD, Sukamto SD Percobaan Wates dan Endang Lestari Purwatiningsih dari Puskesmas Lendah I.

Sementara SK Kenaikan Pangkat yang diserahkan sejumlah 749 SK, meliputi golongan II-III dengan kualifikasi Jabatan Fungsional Umum (JFU)/structural 90 SK, Jabatan Fungsional Teknis (JFT) guru SD 117 SK dan JFT non guru SD 247 SK. Sedang Golongan IV JFU/structural 12 SK, JFT guru SD 154 SK dan JFT non guru SD 129 SK. Namun demikian masih terdapat 27 SK yang belum dapat diserahkan, 3 SK golongan II-III untuk JFU/structural dengan alasan nota pertimbangan masih berada di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan 24 SK golongan IV meliputi JFU/structural 3 SK, JFT guru SD 5 SK dan JFT non guru SD 16 SK masih proses pengangkatan di BKN dan Biro Kepegawaian Setda Propinsi DIY.

“Kami merasa bangga karena pendidikan PNS Kulonprogo mengalami peningkatan yang cukup signifikan baik dari segi pelayanan masyarakat maupun dari segi keprofesional kinerja. Tentunya dengan semakin meningkatnya pelayanan masyarakat dan profesional kinerja ini merupakan pertanda baik dalam meningkatkan kualitas PNS,”kata Mulyono.

Menurut Wabup terbentuknya PNS yang profesional juga dibutuhkan ketrampilan yang memadai, yang sangat diperlukan untuk kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga senantiasa komit terhadap kemampuan PNS dengan disertai juga adanya integritas moral yang mumpuni. Integritas moral yang mumpuni disetiap pribadi-pribadi PNS yang berhati bersih, jujur, rendah hati yang berani berkorban untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat serta suka bekerja keras sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pembangunan di Kabupaten Kulon Progo.

“Apalagi dalam rangka mewujudkan good governance dan clean government, para PNS-nya dituntut untuk menjauhkan diri dari sikap yang tidak terpuji, seperti tindakan yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri, KKN dan tindakan indisipliner lainnya,”pintanya.

KB dan Kesehatan Jadi Prioritas HKG-PKK

Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK sebagai rangkaian dari peringantan Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November 2008 di Kabupaten Kulon Progo memfokuskan kegiatan pada pelayanan KB dan kesehatan masyarakat. Sedangkan kegiatan tersebut telah dimulai sejak bulan Oktober-Desember 2008. Melibatkan berbagai elemen baik instansi pemerintah, PKK Kabupaten, kader PKK desa sampai dengan masyarakat sebagai sasaran kegiatan.

Demikian dikatakan Ketua TP-PKK Kabupaten Kulon Progo Ny. Wiwik Ernawati dalam acara pencanangan HKG-PKK, Selasa (11/11) di Gedung binangun lantai II komplek pemkab. Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Kulon Progo Drs. H. Kasdiyono, Assek II Ir. Agus Anggono, Camat se-Kulon Progo, anggota TP-PKK Kabupaten dan undangan yang lainnya.

Masyarakat adalah sasaran langsung dari kegiatan yang meliputi, keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I . Sedangkan sasaran tidak langsung adalah para pengelola dan petugas KB dan kesehatan, posyandu, kader PKK desa dan tokoh masyarakat. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HKG-PKK meliputi, pencanangan HKG-PKK, pelayanan KB kesehatan, evaluasi desa UPGK, monitoring HKG-PKK dan penutupan yang akan dilaksanakn pada akhir Desember 2008.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo yang diwakili oleh Assek II Setda Ir. Agus Anggono menyambut baik beragam kegiatan yang telah maupun akan dilaksanakan oleh PKK dalam rangka memperingati HKG-PKK tahun 2008. Karena PKK yang memiliki kader sampai dengan tingkat desa merupakan wahana yang tepat dalam rangka mewujudkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Untuk itu, diharapkan PKK dapat terus aktif melakukan kegiatan-kegiatan produktif dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera yang berbasis kesehatan. “Karena kesehatan masyarakat sangat penting sebagai salah satu upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

10 November, 2008

PERINGATAN HARI PAHLAWAN

Mensos : Semangat Kepahlawanan Jadi Inspirasi Atasi Masalah Bangsa

Menteri Sosial, H. Bachtiar Chamsyah, SE.mengatakan Semangat dan nilai kepahlawanan yang ditunjukkan dalam pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya tersebut hendaknya dapat kita petik hikmahnya dan dapat menjadi inspirasi untuk mengatasi berbagai masalah bangsa, seperti masalah kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan, narkoba, konflik/kerusuhan antar warga, ancaman gerakan separatis yang dapat mengarah pada gejala disintegrasi bangsa ataupun masalah lain yang melibatkan hubungan dengan negara lain dan sebagainya.

Hal tersebut dikatakan Mensos dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2008 di Alun-alun Wates, Senin (10/11). Upacara diikuti Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, Ketua DPRD Kulonprogo Drs.Kasdiyono, Muspida, Sekretaris Daerah, dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sedangkan peserta terdiri TNI/POLRI para PNS, pelajar SMP,SMA, Pramuka..

”Masalah tersebut diatas tentunya memerlukan penanganan yang serius dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun menjadi tanggung jawab segenap elemen bangsa. Dengan menghayati dan mengamalkan nilai kepahlawanan, sebagaimana yang telah ditunjukan para pejuang bangsa, maka setidaknya kita dapat mengurangi atau mengatasi permasalahan bangsa,”kata Menteri yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan ini.

Namun Mensos menyadari semua itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, memerlukan proses panjang dan memerlukan kesadaran kita agar memiliki kepedulian yang tinggi, untuk menolong sesama yang memiliki kekurangan atau yang membutuhkan. Apabila semangat dan nilai kepahlawanan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari diri sendiri dan lingkungan yang terkecil, maka bukan hal yang mustahil, kedepan kita dapat mengatasi berbagai permasalahan bangsa yang menghadang dan dapat menjadi bangsa yang besar, bangsa yang maju, yang dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

”Marilah mulai detik ini kita niatkan dalam hati membangun negeri dengan dilandasi semangat dan nilai kepahlawanan sesuai dengan kemampuan dan profesi kita masing –masing. Sebagai pelajar misalnya, hendak belajar sungguh-sungguh dan giat agar kelak dapat membangun negeri mulai ilmu atau teknologi yang kelak dikuasainya. Sebagai biokrat, hendaknya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan tidak melakukan korupsi yang dapat merugikan negara dan bangsa. Sebagai aparat penegak hukum, hendaknya dapat bersikap adil dan dapat menjadi pengayom serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, demikian seterusnya, kita berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik sesuai dengan profesi kita masing-masing dengan selalu mengedepankan kepentingan rakyat banyak dibanding kepentingan pribadi atau golongan,”harap Bachtiar diakhir sambutannya.

Usai upacara Bupati, Wabup, Ketua DPRD,Muspida dan kepala-kepala SKPD melanjutkan ziarah yang dibagi dua lokasi di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni Wates, dan Makam Pahlawan Nyi Ageng Serang di Kecamatan Kalibawang.

PANEN BANDENG DI TRISIK

Petani Keluhkan Peralatan Tangkap

Panen Bandeng oleh kelompok budidaya Bandeng “Tani Maju 2 “Trisik di Tegongan, Minggu (9/11) berlangsung meriah dengan banyaknya pengunjung yang sengaja datang baik sekedar melihat maupun membeli langsung hasil panenan. Lokasi budidaya berupa genangan air laut yang berbentuk kolam dan tidak pernah kering sepanjang tahun ini berada 100 meter di sebelah timur objek wisata pantai Trisik.

Panen dilakukan oleh 39 anggota kelompok tani sejak pagi hingga siang hari dengan cara menggiring ikan hingga ke tepi melalui jaring yang dibentang di sisi kanan kiri kolam hingga mendekati genangan air yang rendah selanjutnya ditangkap dengan jaring, untuk kemudian ditampung di tong-tong plastik.

Menurut seksi pemasaran kelompok tani Ngatimin, ikan Bandeng Laut yang dipanen, ditebarkan benihnya Mei lalu yang modalnya swadaya kelompok tani masing-masing sebesar Rp.300.000,- .Bibit yang didatangkan dari Brebes dan Jepara ini pemeliharaanya sangat mudah karena hanya mengandalkan dari biota laut, tanpa perlu menambah makanan tambahan.

“Usaha ini hanya sampingan dari sebelumnya menanam padi maupun berkebun di sawah, karena mendapat informasi dari media tentang budidaya banding, kemudian melakukan stydy banding ke Jepara. Akhirnya kami sepakat memanfaatkan genangan air laut ini, “kata Ngatimin yang sedang sibuk mencatat hasil panen usai ditimbang, untuk melayani pembeli dari para pengunjung maupun pedagang.

Menurutnya, dalam pemasaran pun tidak ada masalah, banyak pedagang dan pengunjung yang membeli terutama dari Congot yang nantinya dikirim ke Semarang. Harganya Rp.14.000,- perkilonya yang berisi 4-5 ekor. Hasil bandeng Trisik kualitasnya lebih baik daripada daerah lain, karena berpasir tidak berbau tanah.

Meski terbilang sukses dalam budidaya ikan Bandeng laut, namun kelompok ini masih mengeluhkan minimnya sarana untuk melakukan panen. Alat yang hanya sederhana, hasil panen menjadi tidak maksimal, banyak ikan-ikan yang masih banyak lolos dari jaring, terutama di lokasi yang kedalamannya sampai 2,5 meter. Untuk membeli peralatan yang sempurna maupun standar harganya mahal, kelompok belum punya modal.

.

09 November, 2008


BNK KULONPROGO SELENGGARAKAN JALAN SEHAT

Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kulonprogo akan menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat. Kegiatan yang bertemakan Kulon Progo Bisa Tanpa Narkoba ini akan berlangsung Minggu (16/11) mendatang pukul 07.00 di Alun-alun Wates. Dalam kegiatan yang ditargetkan diikuti 5000 orang, akan dihibur Plat-AB music humor dari Jogjakarta. Acara akan diawali dengan ikrar bersama anti narkoba oleh seluruh unsure pemuda dilanjutkan jalan sehat dengan route Kota Wates.

Ketua BNK Kulonprogo Drs.H.Mulyono dalam konferensi pers di ruang kerjanya, sabtu (8/11) menjelaskan bahwa fenomena yang sangat memilukan menimpa kalangan pemuda-pemudi kita sebagai imbas masuknya budaya barat dengan segala kelebihan dan kelemahannya. Dengan jiwa yang serba ingin tahu dan ingin mencoba para pemuda dengan mudah terpengaruh, terutama dalam hal perilaku, gaya hidup, yang memprihatinkan seperti perilaku sex bebas, rokok, alcohol, dan narkoba. Telah banyak nyawa generasi muda kita yang melayang dengan sia-sia akibat penyalahgunaan narkoba.

“Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda yang baru saja berlalu kita manfaatkan untuk menggugah masyarakat bahwa generasi muda adalah harapan, tulang punggung perubahan, dan di tangan pemuda nasib bangsa di masa depan dipertaruhkan, untuk itu sangat diperlukan kepedulian dan keberpihakan dari seluruh komponen untuk bahu-membahu menyelematkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan mihol, narkoba dan obat-obat psikotropika lainnya. BNK Kulonprogo berusaha untuk terus gencar memerangi peredaran narkoba dengan langkah preventif melalui penyuluhan dan dialog tentang bahaya penyalahgunaan mihol dan narkoba di sekolah-sekolah SLTP dan SLTA serta melalui Organisasi Kepemudaan dan karang Taruna,”jelas Mulyono yang juga Wabup Kulonprogo.

Kegiatan dengan kontribusi Rp.17.000,- setiap peserta akan mendapatkan fasilitas T-Shirt, Pop Mie, dan Kupon Undian. Hadiah utama berupa Sepeda Motor, TV, HP, Sepeda Gunung, Magic Jar dan ratusan Doorprice. Tempat pendaftaran di Kantor Humas Jl.Perwakilan No.2 Wates, Bagian Kesra Setda , Dinas Pendidikan Unit 2 Terbah Wates, Dinas Nakertrans, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta 12 Kantor Kecamatan.