11 November, 2008


WARGA CABEAN BERHARAP

Jalan Inspeksi Saluran Irigasi Sapon Diaspal

Memasuki musim penghujan saat ini, jalan isnpeksi saluran irigasi Sapon yang berada di wilayah Cabean-Ngipik, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah rusak parah. Sebagian besar jalan sepanjang sekitar 2 km itu berlobang-lobang dan tergenang air hujan. Bahkan di beberapa tempat tak bisa dilewati kendaraan, termasuk sepeda. Pengendara sepeda terpaksa harus menuntun sepedanya karena tak bisa melewati genangan air.

Dengan kodisi itu warga Pedukuhan Cabean berharap agar Pemerintah Propinsi DIY mengaspal jalan tersebut. Karena bagi warga Cabean dan sekitarnya jalan itu merupakan jalur utama untuk menuju jalan besar Kenteng-Brosot.

Menurut seorang tokoh masyarakat Cabean, Gunartono, 45, kerusakan jalan itu sudah terjadi lebih dari sepuluh tahun lalu. Warga sudah mengusulkan agar Pemerintah mengaspal jalan melalui forum Musyawarah Pembangunan Dusun (Musbangdus) untuk diusulkan ke Pemerintah Propinsi DIY. Namun sampai sekarang harapan warga itu tak pernah terkabul.

“Padahal jalan ini sangat vital bagi warga Cabean, Dukuh, Ngipik dan Kalangan. Bukan hanya bila akan ke jalan besar Kenteng-Brosot, tetapi juga saat akan ke sawah di Bulak Cabean. Hampir semua pemilik sawah di Bulak Cabean harus lewat jalan ini,” jelasnya.

Menurut Bapak 2 anak ini, saat dibangun pada tahun 1985 lalu, jalan itu diperkeras dengan batu dan sirtu. Namun kemudian sirtunya hilang karena tergerus air hujan dan jalan menjadi berlobang-lobang.

Kerusakan semakin parah saat ada proyek rehab saluran irigasi beberapa tahun lalu. Saat itu, setiap hari jalan dilalui puluhan truk pengangkut material. Sehingga kerusakannya menjadi semakin parah.

“Waktu itu kami minta pertanggungjawaban pelaksana proyek agar kerusakan jalan diperbaiki. Namun dijawab bahwa kerusakan itu bukan tanggung jawabnya, tetapi merupakan wewenang Dinas Kimpraswil Propinsi DIY. Kami pun tak bisa menuntut apa-apa, dan hanya berharap Pemerintah segera memperbaiki jalan ini,” ujar Gunartono.


PENYERAHAN 749 SK KENAIKAN PANGKAT

Wabup Bangga Pendidikan PNS Meningkat

Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kapabel, kredibel dan menjunjung tinggi profesionalisme. Terkait dengan sikap profesionalisme ini, menurut hemat saya akan sangat ditentukan oleh tiga hal pokok yaitu adanya keahlian, keterampilan dan integritas moral yang baik yang harus dimiliki oleh sosok Pegawai Negeri Sipil.Sebuah keahlian tentunya tidak akan datang dengan sendirinya, karena suatu keahlian akan dapat diperoleh melalui proses, berjenjang, sulit, serta membutuhkan waktu dan pendalaman yang lama, baik melalui institusi formal maupun informal.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Kulonprogo ,Drs.H.Mulyono dalam acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat PNS Periode Oktober di Gedung Kesenian Wates, Selasa (11/11). Secara simbolis SK Kenaikan Pangkat diserahkan Wabup kepada enam perwakilan masing-masing, Kadinas Dukcapilkabermas, Drs.Sarjana yang naik pangkat IV/b, Titin Endri Astuti,S.Pd dari SMKN 2 Pengasih, Suharyadi,S.Pd dari SMPN 1 Wates, Dra Elin Cindewati,Ak instansi BPKD, Sukamto SD Percobaan Wates dan Endang Lestari Purwatiningsih dari Puskesmas Lendah I.

Sementara SK Kenaikan Pangkat yang diserahkan sejumlah 749 SK, meliputi golongan II-III dengan kualifikasi Jabatan Fungsional Umum (JFU)/structural 90 SK, Jabatan Fungsional Teknis (JFT) guru SD 117 SK dan JFT non guru SD 247 SK. Sedang Golongan IV JFU/structural 12 SK, JFT guru SD 154 SK dan JFT non guru SD 129 SK. Namun demikian masih terdapat 27 SK yang belum dapat diserahkan, 3 SK golongan II-III untuk JFU/structural dengan alasan nota pertimbangan masih berada di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan 24 SK golongan IV meliputi JFU/structural 3 SK, JFT guru SD 5 SK dan JFT non guru SD 16 SK masih proses pengangkatan di BKN dan Biro Kepegawaian Setda Propinsi DIY.

“Kami merasa bangga karena pendidikan PNS Kulonprogo mengalami peningkatan yang cukup signifikan baik dari segi pelayanan masyarakat maupun dari segi keprofesional kinerja. Tentunya dengan semakin meningkatnya pelayanan masyarakat dan profesional kinerja ini merupakan pertanda baik dalam meningkatkan kualitas PNS,”kata Mulyono.

Menurut Wabup terbentuknya PNS yang profesional juga dibutuhkan ketrampilan yang memadai, yang sangat diperlukan untuk kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo juga senantiasa komit terhadap kemampuan PNS dengan disertai juga adanya integritas moral yang mumpuni. Integritas moral yang mumpuni disetiap pribadi-pribadi PNS yang berhati bersih, jujur, rendah hati yang berani berkorban untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat serta suka bekerja keras sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pembangunan di Kabupaten Kulon Progo.

“Apalagi dalam rangka mewujudkan good governance dan clean government, para PNS-nya dituntut untuk menjauhkan diri dari sikap yang tidak terpuji, seperti tindakan yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri, KKN dan tindakan indisipliner lainnya,”pintanya.

KB dan Kesehatan Jadi Prioritas HKG-PKK

Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK sebagai rangkaian dari peringantan Hari Kesehatan Nasional tanggal 12 November 2008 di Kabupaten Kulon Progo memfokuskan kegiatan pada pelayanan KB dan kesehatan masyarakat. Sedangkan kegiatan tersebut telah dimulai sejak bulan Oktober-Desember 2008. Melibatkan berbagai elemen baik instansi pemerintah, PKK Kabupaten, kader PKK desa sampai dengan masyarakat sebagai sasaran kegiatan.

Demikian dikatakan Ketua TP-PKK Kabupaten Kulon Progo Ny. Wiwik Ernawati dalam acara pencanangan HKG-PKK, Selasa (11/11) di Gedung binangun lantai II komplek pemkab. Acara tersebut dihadiri Ketua DPRD Kulon Progo Drs. H. Kasdiyono, Assek II Ir. Agus Anggono, Camat se-Kulon Progo, anggota TP-PKK Kabupaten dan undangan yang lainnya.

Masyarakat adalah sasaran langsung dari kegiatan yang meliputi, keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I . Sedangkan sasaran tidak langsung adalah para pengelola dan petugas KB dan kesehatan, posyandu, kader PKK desa dan tokoh masyarakat. Sedangkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka HKG-PKK meliputi, pencanangan HKG-PKK, pelayanan KB kesehatan, evaluasi desa UPGK, monitoring HKG-PKK dan penutupan yang akan dilaksanakn pada akhir Desember 2008.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo yang diwakili oleh Assek II Setda Ir. Agus Anggono menyambut baik beragam kegiatan yang telah maupun akan dilaksanakan oleh PKK dalam rangka memperingati HKG-PKK tahun 2008. Karena PKK yang memiliki kader sampai dengan tingkat desa merupakan wahana yang tepat dalam rangka mewujudkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Untuk itu, diharapkan PKK dapat terus aktif melakukan kegiatan-kegiatan produktif dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera yang berbasis kesehatan. “Karena kesehatan masyarakat sangat penting sebagai salah satu upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

10 November, 2008

PERINGATAN HARI PAHLAWAN

Mensos : Semangat Kepahlawanan Jadi Inspirasi Atasi Masalah Bangsa

Menteri Sosial, H. Bachtiar Chamsyah, SE.mengatakan Semangat dan nilai kepahlawanan yang ditunjukkan dalam pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya tersebut hendaknya dapat kita petik hikmahnya dan dapat menjadi inspirasi untuk mengatasi berbagai masalah bangsa, seperti masalah kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan, narkoba, konflik/kerusuhan antar warga, ancaman gerakan separatis yang dapat mengarah pada gejala disintegrasi bangsa ataupun masalah lain yang melibatkan hubungan dengan negara lain dan sebagainya.

Hal tersebut dikatakan Mensos dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan tahun 2008 di Alun-alun Wates, Senin (10/11). Upacara diikuti Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, Ketua DPRD Kulonprogo Drs.Kasdiyono, Muspida, Sekretaris Daerah, dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sedangkan peserta terdiri TNI/POLRI para PNS, pelajar SMP,SMA, Pramuka..

”Masalah tersebut diatas tentunya memerlukan penanganan yang serius dan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun menjadi tanggung jawab segenap elemen bangsa. Dengan menghayati dan mengamalkan nilai kepahlawanan, sebagaimana yang telah ditunjukan para pejuang bangsa, maka setidaknya kita dapat mengurangi atau mengatasi permasalahan bangsa,”kata Menteri yang berasal dari Partai Persatuan Pembangunan ini.

Namun Mensos menyadari semua itu tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, memerlukan proses panjang dan memerlukan kesadaran kita agar memiliki kepedulian yang tinggi, untuk menolong sesama yang memiliki kekurangan atau yang membutuhkan. Apabila semangat dan nilai kepahlawanan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari diri sendiri dan lingkungan yang terkecil, maka bukan hal yang mustahil, kedepan kita dapat mengatasi berbagai permasalahan bangsa yang menghadang dan dapat menjadi bangsa yang besar, bangsa yang maju, yang dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

”Marilah mulai detik ini kita niatkan dalam hati membangun negeri dengan dilandasi semangat dan nilai kepahlawanan sesuai dengan kemampuan dan profesi kita masing –masing. Sebagai pelajar misalnya, hendak belajar sungguh-sungguh dan giat agar kelak dapat membangun negeri mulai ilmu atau teknologi yang kelak dikuasainya. Sebagai biokrat, hendaknya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan tidak melakukan korupsi yang dapat merugikan negara dan bangsa. Sebagai aparat penegak hukum, hendaknya dapat bersikap adil dan dapat menjadi pengayom serta memberikan rasa aman bagi masyarakat, demikian seterusnya, kita berusaha semaksimal mungkin melakukan yang terbaik sesuai dengan profesi kita masing-masing dengan selalu mengedepankan kepentingan rakyat banyak dibanding kepentingan pribadi atau golongan,”harap Bachtiar diakhir sambutannya.

Usai upacara Bupati, Wabup, Ketua DPRD,Muspida dan kepala-kepala SKPD melanjutkan ziarah yang dibagi dua lokasi di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni Wates, dan Makam Pahlawan Nyi Ageng Serang di Kecamatan Kalibawang.

PANEN BANDENG DI TRISIK

Petani Keluhkan Peralatan Tangkap

Panen Bandeng oleh kelompok budidaya Bandeng “Tani Maju 2 “Trisik di Tegongan, Minggu (9/11) berlangsung meriah dengan banyaknya pengunjung yang sengaja datang baik sekedar melihat maupun membeli langsung hasil panenan. Lokasi budidaya berupa genangan air laut yang berbentuk kolam dan tidak pernah kering sepanjang tahun ini berada 100 meter di sebelah timur objek wisata pantai Trisik.

Panen dilakukan oleh 39 anggota kelompok tani sejak pagi hingga siang hari dengan cara menggiring ikan hingga ke tepi melalui jaring yang dibentang di sisi kanan kiri kolam hingga mendekati genangan air yang rendah selanjutnya ditangkap dengan jaring, untuk kemudian ditampung di tong-tong plastik.

Menurut seksi pemasaran kelompok tani Ngatimin, ikan Bandeng Laut yang dipanen, ditebarkan benihnya Mei lalu yang modalnya swadaya kelompok tani masing-masing sebesar Rp.300.000,- .Bibit yang didatangkan dari Brebes dan Jepara ini pemeliharaanya sangat mudah karena hanya mengandalkan dari biota laut, tanpa perlu menambah makanan tambahan.

“Usaha ini hanya sampingan dari sebelumnya menanam padi maupun berkebun di sawah, karena mendapat informasi dari media tentang budidaya banding, kemudian melakukan stydy banding ke Jepara. Akhirnya kami sepakat memanfaatkan genangan air laut ini, “kata Ngatimin yang sedang sibuk mencatat hasil panen usai ditimbang, untuk melayani pembeli dari para pengunjung maupun pedagang.

Menurutnya, dalam pemasaran pun tidak ada masalah, banyak pedagang dan pengunjung yang membeli terutama dari Congot yang nantinya dikirim ke Semarang. Harganya Rp.14.000,- perkilonya yang berisi 4-5 ekor. Hasil bandeng Trisik kualitasnya lebih baik daripada daerah lain, karena berpasir tidak berbau tanah.

Meski terbilang sukses dalam budidaya ikan Bandeng laut, namun kelompok ini masih mengeluhkan minimnya sarana untuk melakukan panen. Alat yang hanya sederhana, hasil panen menjadi tidak maksimal, banyak ikan-ikan yang masih banyak lolos dari jaring, terutama di lokasi yang kedalamannya sampai 2,5 meter. Untuk membeli peralatan yang sempurna maupun standar harganya mahal, kelompok belum punya modal.

.

09 November, 2008


BNK KULONPROGO SELENGGARAKAN JALAN SEHAT

Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kulonprogo akan menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat. Kegiatan yang bertemakan Kulon Progo Bisa Tanpa Narkoba ini akan berlangsung Minggu (16/11) mendatang pukul 07.00 di Alun-alun Wates. Dalam kegiatan yang ditargetkan diikuti 5000 orang, akan dihibur Plat-AB music humor dari Jogjakarta. Acara akan diawali dengan ikrar bersama anti narkoba oleh seluruh unsure pemuda dilanjutkan jalan sehat dengan route Kota Wates.

Ketua BNK Kulonprogo Drs.H.Mulyono dalam konferensi pers di ruang kerjanya, sabtu (8/11) menjelaskan bahwa fenomena yang sangat memilukan menimpa kalangan pemuda-pemudi kita sebagai imbas masuknya budaya barat dengan segala kelebihan dan kelemahannya. Dengan jiwa yang serba ingin tahu dan ingin mencoba para pemuda dengan mudah terpengaruh, terutama dalam hal perilaku, gaya hidup, yang memprihatinkan seperti perilaku sex bebas, rokok, alcohol, dan narkoba. Telah banyak nyawa generasi muda kita yang melayang dengan sia-sia akibat penyalahgunaan narkoba.

“Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda yang baru saja berlalu kita manfaatkan untuk menggugah masyarakat bahwa generasi muda adalah harapan, tulang punggung perubahan, dan di tangan pemuda nasib bangsa di masa depan dipertaruhkan, untuk itu sangat diperlukan kepedulian dan keberpihakan dari seluruh komponen untuk bahu-membahu menyelematkan generasi muda dari bahaya penyalahgunaan mihol, narkoba dan obat-obat psikotropika lainnya. BNK Kulonprogo berusaha untuk terus gencar memerangi peredaran narkoba dengan langkah preventif melalui penyuluhan dan dialog tentang bahaya penyalahgunaan mihol dan narkoba di sekolah-sekolah SLTP dan SLTA serta melalui Organisasi Kepemudaan dan karang Taruna,”jelas Mulyono yang juga Wabup Kulonprogo.

Kegiatan dengan kontribusi Rp.17.000,- setiap peserta akan mendapatkan fasilitas T-Shirt, Pop Mie, dan Kupon Undian. Hadiah utama berupa Sepeda Motor, TV, HP, Sepeda Gunung, Magic Jar dan ratusan Doorprice. Tempat pendaftaran di Kantor Humas Jl.Perwakilan No.2 Wates, Bagian Kesra Setda , Dinas Pendidikan Unit 2 Terbah Wates, Dinas Nakertrans, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta 12 Kantor Kecamatan.

08 November, 2008


TURNAMEN BASKET SLTA

Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Pengkab Perbasi) Kulonprogo akan menggelar turnamen basket tingkat SLTA di Lapangan Bola Basket Alun_alun Wates, mulai 14- 23 November 2008. Turnamen yang merupakan puncak pembinaan atlet bola basket tingkat SLTA di Kulonprogo ini akan memperebutkan Piala Perbasi Kulonprogo.

Sekretaris Pengkab Perbasi Kulonprogo, Quindarta Yudi Atmanta mengatakan turnamen basket SLTA ini akan diikuti 17 tim dari 10 sekolah yang terdiri dari 10 tim putra dan 7 tim putri. Ke-10 tim putra yang akan mengikuti turnamen ini adalah dari SMAN 1 Wates, SMAN 2 Wates, SMAN 1 Pengasih, SMKN 2 Pengasih, SMAN 1 Temon, SMAN 1 Sentolo, SMAN 1 Kokap, SMK Bopkri Wates, SMK Ma’arif 1 Wates dan MAN 2 Wates. Sedangkan tim putri berasal dari SMAN 1 Wates, SMAN 2 Wates, SMKN 2 Pengasih, SMAN 1 Temon, SMAN 1 Sentolo, SMK Bopkri Wates dan MAN 2 Wates.

Menurut Yudi, dengan menggunakan system gugur, turnamen ini akan memperebutkan total hadiah jutaan rupiah untuk tim pemain bahkan suporter terbaik. “Turnamen ini akan menjadi sebuah tontonan yang menarik bagi masyarakat di Kulonprogo, terutama bagi para kawula muda khususnya pecinta olahraga basket. Apalagi turnamen ini dikemas tidak hanya sekedar menyuguhkan olahraga tapi juga dibungkus dengan sisi hiburan.”katanya.

Diharapkan keberadaan turnamen ini akan dapat menjadi pemicu atau motivasi munculnya bakat-bakat muda atlet basket di bumi Binangun sehingga pada akhirnya dapat memberikan sumbangsih bagi prestasi olahraga di Kulonprogo.

KULONPROGO TAK BUKA LOWONGAN CPNSD

Pemkab Kulonprogo pada tahun 2008 ini tidak menerima pedaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) untuk umum seperti yang dilakukan oleh pemkab/pemkot lainnya. Meskipun sebenarnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) menyetujui pengisian sekitar 396 formasi CPNSD yang meliputi guru, tenaga kesehatan, tenaga administrasi dan pengangkatan Sekreatris Desa menjadi PNS.

Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kulonprogo, Drs.Djulistyo mengatakan untuk tahun ini Pemkab Kulonprogo tidak menerima pendaftaran CPNSD, yang sekarang banyak dipertanyakan masyarakat, tentang kapan pemkab membuka lowongan CPNSD umum. Bupati sudah mengirim surat ke Menteri PAN yang isinya belum akan merealisasikan formasi CPNSD yang disetujui oleh MenPAN. Hal ini karena untuk penghematan yang diperkirakan mengalami deficit pada tahun anggaran 2009 mendatang. Sehingga pada tahun ini Pemkab hanya menfokuskan untuk menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer dan Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi CPNSD saja.

Pengisian formasi CPNSD yang telah disetujui oleh MenPAN, jika dipaksakan oleh pemkab, akan membebani anggaran Pemkab. Karena persetujuan pengisian CPNSD tidak disertai dengan penambahan pengalokasian Dana Alokasi Umum (DAU), padahal untuk menggaji PNSD selama ini dari pusat, daerah tidak akan mampu untuk menggaji CPNSD umum yang baru tersebut..

04 November, 2008


PENANDATANGANAN KONTRAK KARYA PT JOGJA MAGASA IRON

Pada hari ini Selasa, 4 November 2008 telah dilakukan penandatanganan Kontrak Karya antara Pemerintah Republik Indonesia dan PT Jogja Magasa Iron untuk mengusahakan bahan galian pasir besi di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengembangkan “Integrated Iron Making Industry”.

Kontrak Karya ini adalah yang pertama kali di Pulau Jawa dan merupakan investasi pertama sejak terjadinya krisis ekonomi serta penyelenggaraan otonomi daerah.

Naskah Kontrak Karya tersebut telah mendapat rekomendasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal dan telah dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Komposisi kepemilikan saham PT Jogja Magasa Iron adalah PT Jogja Magasa Mining (Indonesia) sebesar 30% dan Indo Mines Limited (Australia) sebesar 70%.

Cadangan besi yang terdapat dalam pasir besi sebesar 33,6 juta ton Fe dengan produksi sekitar 1 juta ton per tahun. Cadangan besi diperoleh dari konsentrat pasir besi. Proyek ini akan menambang bahan galian pasir besi (iron sand) dengan sistem tambang terbuka untuk diolah melalui proses konsentrasi dan smelting untuk memproduksi pig iron (besi kasar) dengan kandungan Fe>94%.

Perusahaan akan memulai kegiatan penambangan pada tahun 2011 dan mulai memproduksi pig iron pada tahun 2012. Pada Tahap Konstruksi, perusahaan akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 5000 orang dan pada tahap awal produksi akan mempekerjakan tenaga kerja lokal sebanyak 3000 orang.

Total investasi sebesar USD 1.1 milyar antara lain berupa stock pile USD 5 juta, pemasangan rel (rail sliding) USD 6 juta, pembangkit listrik 350 MW senilai USD 350 juta dan fasilitas pelabuhan USD 10 juta dan investasi pertambangan sebesar USD 600 juta. Diharapkan proyek ini akan menyumbang Penerimaan Negara dari sisi pajak sekitar USD 20 juta/tahun, royalty sebesar USD 11,25 juta/tahun, pendanaan lokal USD 7 juta/tahun dan operating expenditure USD 55 juta/tahun.

PT Jogja Magasa Iron pada 10 tahun pertama akan memberikan kontribusi ke daerah (Kabupaten) sebesar 1,5% dari penjualan masing-masing untuk Regional Development dan Community Development dan setelah 10 tahun meningkat menjadi sebesar 2%.

(www.esdm.go.id)

Penandatangan Kontrak Karya PT Jogja Magasa Iron

Hari ini Selasa (4/11) pukul 14.00 WIB bertempat di Auditorium Gedung Sekretariat Jenderal ESDM akan ditandatangai Kontrak Karya antara Pemerintah Republik Indonesia dengan PT Jogja Magasa Iron. Acara akan dihadir pejabat dilingkungan Departemen ESDM dan undangan mencakup DPR RI, Ketua BKPM, Gubernur Yogyakarta, Bupati Kulon Progo dan pejabat dari PT Jogja Magasa Mining, serta dari asosiasi.

Perusahaan akan menambang pasir besi (pig iron) di kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kesempatan sebelumnya, Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono ke X menjelaskan investasi perusahaan ini untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan bangsa, terlebih saat ini kebutuhan bijih besi sangat tinggi di dalam dan luar negeri, terutama untuk suplai bahan baku bijih besi pabrik baja di Cilegon.

Dilain pihak, PT Krakatau Steel (Persero) sudah menjalin kerja sama dengan PT Jogja Magasa Mining untuk mengolah pasir besi tersebut menjadi bijih besi (pig iron) sebagai bahan baku utama pembuatan baja. Penggunaan bahan baku baja dari dalam negeri, dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Krakatau Steel, Ir. Daenulhay, MM kepada pers di Solo, seusai penandatanganan nota kesepahaman antara PT Krakatau Steel dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta tentang kerjasama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya manusia, Selasa (13/3/2007).

Menurut rencana, PT Krakatau Steel akan mengolah/melebur bijih besi kiriman PT Jogja Magasa Mining menjadi baja. (www.esdm.go.id)