31 Mei, 2008
Memasuki masa panen cabe merah di lahan pesisir, Desa Glagah, Kecamatan Temon kekurangan tenaga pemetik. Untuk memenuhinya, petani harus mendatangkan tenaga kerja dari luar desa atau bahkan dari luar daerah. Pada saat puncak panen raya, yang diperkirakan akan terjadi pada akhir bulan Juni mendatang, kekurangan tenaga kerja akan mencapai tidak kurang dari 500 orang.
Demikian dikatakan Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Pemerintah Desa Glagah Sujarwo di sela-sela pelaksanaan panen perdana cabe merah di Pedukuhan Bebekan, Desa Glagah. Panen perdana dilakukan oleh petani setempat dan dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Drs Sudarta, Assek II Setda Ir Agus Anggono, Kepala Dinas Perindagkoptam Drs H Darto MM, Kasubdin TPH Dinas Pertanian Ir Bambang Tri Budi Harsono, Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DIY Dr Widodo, MSc serta Penasehat DPD HKTI DIY Drs Gandung Pardiman MM.
Kekurangan tenaga tersebut, tambah Jarwo, disebabkan luasnya lahan yang panen secara bersamaan. Tahun ini, kata dia, luas lahan cabe di Glagah mencapai sekitar 170 ha. Sehingga jumlah tenaga kerja yang diperlukan memang cukup banyak dalam waktu bersamaan, katanya.
Dikatakan, tanaman cabe yang sekarang panen adalah hasil penanaman 5 Maret lalu. Saat itu petani sepakat penanaman dilakukan secara serentak, sehingga masa panennya pun bersamaan pula. “Sekarang sudah banyak warga luar desa yang mejadi tenaga petik di sini. Bahkan ada 60 wanita Boyolali yang nginap di Glagah untuk menjadi tenaga pemetik,” ujar Jarwo setaya menambahkan bahwa tenaga pemetik cabe kebanyakan adalah kaum perempuan.
Menyinggung masalah harga, bapak 2 anak itu menyatakan, saat ini berkisar antara Rp. 9.000,- hingga Rp. 10.000,- per kilogram. Harga cabe, kata dia, sangat fluktuatif, bahkan setiap jam bisa berubah, tergantung harga pasar di Jakarta. “Kalau hasil lelang tadi malam mencapai Rp. 9.800, padahal siang harinya hanya Rp. 9.500,- dan 2 hari lalu di atas Rp. 10.000,-,” tambahnya.
Menurut petani yang menanam cabe seluas 1 ha itu, sebagian besar petani Glagah telah menjual cabe di tempat pelelangan. Karena dinilai lebih menguntungkan petani dibanding menjual ke pengepul. Para pengepul biasanya membeli cabe lebih rendah dibanding pedagang di pelelangan.
“Di Glagah ada 5 tempat pelelangan cabe yang setiap hari didatangi pedagang dari berbagai daerah, seperti Semarang, Temanggung, Muntilan dan Purwokerto. Dengan sistem lelang tertutup petani bisa mendapat harga hampir sama dengan Jakarta, bahkan bisa lebih tinggi,” katanya.
Petani lain, Sriyanto (40) menyatakan, panen cabe di lahan pantai Kulon Progo akan berlangsung sampai bulan Oktober-Nopember mendatang. Itu kalau harga relatif bagus seperti saat ini. “Patokan kami harga perkilogram Rp. 6.000,- sama dengan harga premium. Kalau harga di atas itu petani akan terus memelihara tanamannya sampai sekitar 55 kali petik. Namun kalau harga di bawahnya masa panen akan lebih pendek karena petani segan memelihara tanamannya,” terang Sriyanto.
Menurutnya, tinggi rendahnya harga cabe di Kulon Progo masih dipengaruhi masa panen penghasil cabe daerah lain. Kebetulan saat ini sentra-sentra cabe seperti Lampung, Demak dan Jepara belum panen sehingga harganya relatif tinggi.
Namun kalau toh sudah panen Sriyanto berharap tidak akan membuat harga anjlok. “Asal masih di atas Rp. 6.000,- itu kami nilai masih bagus dan petani bisa untung,” tandasnya.

Wakil Bupati Kulon Progo Drs H Mulyono mengingatkan agar semangat gotong royong sampai luntur atau dilupakan masyarakat. Sebab semangat ini telah terbukti sangat efektif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia. Contoh konkretnya adalah terjadi gempa di DIY dan sekitarnya 2 tahun lalu. Proses recavery bisa dilakukan dengan cepat karena masyarakat mengedepankan semangat gotong royong.
Hal itu diungkapkan Wabup saat dilakukan pancanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) V tingkat Kabupaten Kulon Progo, Kamis (29/5) di balai desa Karangwuluh, Kecamatan Temon. Pencanangan dilakukan dengan pemukulan kentongan oleh Wabup. Hadir pada acara tersebut jajaran Muspida, segenap pejabat pemkab, kepala desa se Kecamatan Temon dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan pembangunan, tambah Mulyono, gotong royong akan dapat meningkatkan akselerasi pembangunan. Sebab, berbagai kekuatan dan potensi masyarakat akan terintegrasi dalam proses tersebut. “Inilah salah satu warisan nenek moyang kita yang harus terus kita lestarikan,” tandasnya.
Lebih jauh Wabup mengatakan, gerakan nasional BBGRM didasari beberapa pertimbangan. Antara lain untuk memperkuat integrasi sosial dalam kehidupan masyarakat sehingga tercipta keharmonisan yang akan bermuara pada pengeuatan persatuan bangsa dan kokohnya NKRI. Kemudian meningkatkan kepedulian dan peran aktif masyarakat agar lebih memiliki tanggung jawab dalam meleksanakan, memanfaatkan dan melestarikan hasil-hasil pembangunan.
“Yang paling penting adalah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu membangun diri dan lingkungan secara mandiri,” tegas Mulyono.
Menurut Plt Kepala Dinas Dukcapilkabermas Drs Sutedjo Wiharso, BBGRM V tahun 2008 ini dilaksanakan bersama dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XV. Kegiatan dilaksanakan secara serentak di setiap desa selama 1 bulan penuh. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, seperti TP PKK, Karang Taruna, RT/RW dan LPMD.
Dikatakan, sasaran kegiatan meliputi bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. “Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, Bupati dan kepala dinas instansi terkait akan melakukan kunjungan kerja di setiap kecamatan,” imbuhnya.
24 Mei, 2008
WARGA DUSUN BLUMBANG REHAB MASJID
Peletakan Batu Pertama Oleh Camat Pengasih
Warga Dusun Blumbang, Desa Karangsari Kecamatan Pengasih melakukan rehab total Masjid Miftahul Jannah. Kondisi bangunan yang sudah tua dan sangat rawan untuk melaksanakan ibadah menjadi semangat warga untuk membangun masjid baru di lokasi yang sama. Sumber dana pembangunan terbesar dari sebuah lembaga sosial luar negeri yakni Qatar Charity. Peletakan batu pertama pembangunan Masjid berukuran 90m2 di atas tanah wakaf bapak Almarhum Amat Kaliman dilakukan oleh Camat Pengasih, Dra.Sri Harmintarti,MM, Jum’at (23/5).
Acara dihadiri anggota DPRD Kulonprogo dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Suharmanto,S.Pd, Kepala Desa Karangsari, Sukaryono, perwakilan donatur Qatar Charity, Satya dan warga dusun Blumbang.
Camat Pengasih, Dra.Sri Harmintarti,MM mengatakan bahwa pembangunan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun juga peran serta dari warga masyarakat. Untuk menyelesaikan pembangunan masjid ini, diharapkan warga masyarakat secara bersama-sama, gotong royong membantu pelaksanan pembangunan, sehingga cepat selesai yang nantinya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pengembangan agama Islam.
PETINJU HERI PAMIT WABUP
31 MEI TANTANG JASON PAGARA DARI PHILIPINA
Petinju Kulonprogo, Heri Andriayanto, akan segera berangkat ke Filipina dalam rangka promosi ke jenjang tinju internasional WBO ASPAC. Pada pertandingan Sabtu (31/5) mendatang di Cebu City Hotel &Casino Philipina, Heri akan melawan tuan rumah Jason Pagara dengan 10 ronde.
Menjelang keberangkatan Heri didampingi Pelatih, Ferry Kuahaty berpamitan dengan Bupati Kulonprogo yang diterima Wakil Bupati Kulonprogo, Drs.H.Mulyono di ruang kerjanya, Sabtu (24/5).
Pelatih Ferry menjelaskan sesuai faksmili dari DB promotion di Jakarta dan Ala Promotion dari Philipina tanggal 6 Mei lalu, Heri dari Satria Menoreh Boxing Champ Kulonprogo Yogyakarta akan promosi ke jenjang tinju Internasional WBO ASPAC, di Philipina 31 Mei mendatang menghadapi tuan rumah Jason Pagara. “Untuk menghadapi pertandingan mendatang melawan tuan rumah, latihan sudah dilakukan semaksimal mungkin, dan mohon dukungan dan doa restu dari para pejabat terutama Bapak Wabub dan juga seluruh masyarakat Kulonprogo, semoga petinju andalan Kulonprogo , Heri nantinya dapat membawa hasil yang menggembirakan dengan memenangkan pertandingan yang akan berlangsung 10 ronde,”pinta Ferry
Ditambahkan, Heri adalah petinju 21 tahun yang sekarang di peringkat 2 nasional kelas ringan 61 kg dengan rekor bertanding 16 kali main 14 kali menang KO dan Angka dan 2 kali kalah, jadwal bertanding selanjutnya pada bulan Juni akan ke Thailand.
Wakil Bupati Kulonprogo, Drs.H.Mulyono dalam sambutannya merasa bangga dan berterima kasih atas perjuangan dan kerja keras, baik petinju maupun pelatih, sehingga dapat meraih prestasi ditingkat nasional, yang kemudian semoga nantinya berhasil meraih prestasi internasional dengan melaksanakan pertandingan di Negara tetangga Philipina dan pertandingan-pertandingan selanjutnya. “Hal ini merupakan salah satu peran serta masyarakat dalam mewujudkan Kulonprogo Go Internasional melalui bidang olahraga,”katanya.
23 Mei, 2008
TAHUN AJARAN HAMPIR BERAKHIR
Bupati Lantik 67
Bupati Kulonprogo, H. Toyo Santoso Dipo melantik dan mengambil sumpah sejumlah 67 Kepala Sekolah Dasar di Gedung Kaca pemkab, Kamis (22/5). Hadir dalam acara Ketua DPRD Kulonprogo, Drs.H.Kasdiyono, Muspida dan beberapa kepala SKPD.
Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Galur, Pardi,S.Pd sebagai Kasek SD Bunder I, Dwi Purwaningsih,S.Pd Kasek SD Prembulan, Sumarah,S.Pd Kasek SD Sidakan, Nur Rokhim Kasek SD Muhammadiyah Brosot, Sarbini,BA Kasek SD Muhammadiyah Sepaten, Nurmadi, A.Ma.Pd Kasek SD Muhammadiyah Siliran, Suparja,S.Pd Kasek SD Muhammadiyah Banaran II dan Dasiyah,S.Pd Kasek SD Muhammadiyah Bedoyo. Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Panjatan, Sardal,S.Pd sebagai Kasek SD Pleret Kidul, Sarjudi,S.Pd Kasek SD Mlarangan, Sukarman,S.Pd Kasek SD Garongan, Tamzis Kasek SD Bugel, dan Sarna,S.Pd Kasek SD Muhammadiyah Pleret.
Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Lendah, Nuryanto,S.Pd Kasek SD Jurug, Sumartijo,S.Pd Kasek SD Jatirejo, Sumardi, S.Pd Kasek SD Banasara, Sardi Hermanto,S.Pd Kasek SD Wanagiri, Kelik Kristianto,S.Pd Kasek SD Muhammadiyah Nglatihan, Munfa’atun,S.Pd Kasek SDN Patragaten, Sumartilah, S.Pd Kasek SDN Tubin, dan Mardi,S.Pd Kasek SDN Lendah I. Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Sentolo, Sunijah, S.Pd sebagai Kasek SDKalipetir II, Jemino,S.Pd Kasek SD Sentolo II, Mistinah,S.Pd Kasek SD Ploso, Sugiharto,S.Pd Kasek SD Gebongan, Sudarman,S.Pd Kasek SD Jetak, Muh Badingan,S.Pd Kasek SD Muhammadiyah Banjaran, Kardiniyati,A.Ma.Pd Kasek SD Muhammadiyah Demangrejo, dan Murtinah,S.Pd Kasek SDN Salamrejo. Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Nanggulan, Sri Sudaryanti,S.Pd sebagai Kasek SD Kalimanggis, Sukardi,S.Pd Kasek SD Tanjungharjo, Drs.Sugeng Kasek SD Wonorejo I, IG.Kasiyo,S.Pd Kasek SD Kanisius Kenteng, dan Yatiman,S.Pd Kasek SDN Donomerto.
Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Samigaluh, Sudakir, S.Pd sebagai Kasek SD Gerbosari, Sri Sumarti,S.Pd Kasek SD Banjarsari, Pudjijono,S.Pd Kasek SD Balong I, Samso,S.Pd Kasek SD Klepu, Kadari Kasek SDN Madigondo Wetan, dan Sri Hartini,A.Ma.Pd Kasek SDN Sumoroto. Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kokap, Tri Mulatsih, S.Pd sebagai Kasek SD Pripih, Adri Wening, BA Kasek SD Tangkisan, Drs.Waji Kasek SD Plaosan, Mujiana,S.Pd Kasek SD Sremo II, Sugiyo,S.Pd Kasek SD Kalirejo, Drs. Toto Wardoyo Kasek SD Hargotirto, dan Sidi, S.Pd Kasek SDN Jambean.
Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Girimulyo, Yohanes Sutadi,A.Ma.Pd sebagai Kasek SD Jetis, Suwandi,A.Ma.Pd Kasek SD Pendoworejo, Besar Riyanta,S.Pd Kasek SD Sokomoyo I, Sunarto,S.Pd Kasek SD Sokomoyo II, Giyo,A.Ma Kasek SD Tegalsari, dan Sutriyono,S.Pd Kasek SD Muhammadiyah Purwosari. Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Kalibawang, Suswandi,S.Pd sebagai Kasek SD Muhammadiyah Ngentak, dan Tuminah,A.Ma Kasek SDN Blumbang. Cabang Dinas Pendidikan Temon, Ngadiman,S.Pd sebagai Kasek SD Muhammadiyah Kulur, Nuri Mahayati,S.Pd Kasek SDN Karangwuluh, dan Jumari,S.Ag Kasek SDN Glagah I.
Bupati Kulonprogo,H.Toyo Santoso Dipo dalam sambutannya mengatakan jabatan Kepala Sekolah sangatlah strategis, oleh karena pejabatnya akan dapat mewarnai dalam menentukan langkah-langkah atau kebijakan yang akan dilaksanakan organisasi kerja ke depan.
Berkaitan dengan hal itu Bupati berpesan agar para Kepala Sekolah senantiasa dapat melaksanakan tugas dalam jabatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan sudah selayaknya haruslah memiliki konsep visioner kedepan yang lebih baik. Dapat menjadi teladan dan berani mengambil tindakan atau langkah – langkah demi perjalanan dan kemajuan organisasi kerja. Tidak kalah penting bahwa pimpinan harus mau bekerja keras dan juga harus cerdas.
22 Mei, 2008
BUPATI LANTIK PEJABAT RSUD DAN KASEK SD
Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo melantik dan mengambil sumpah beberapa pejabat structural di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates dan Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Dasar di Gedung Kaca Pemda, Kamis (22/5). Acara pelantikan dihadiri Ketua DPRD Kulonprogo, Drs.H.Kasdiyono unsur Muspida dan beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab.
Pejabat structural dilingkungan RSUD Wates meliputi Joko Budi Santoso S.KM,M.Kes sebagai Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan, Eny Suratmini,S.KM sebagai Kasubid Rekam Medis dan Informasi pada Bidang Perencanaan dan Pengembangan, dr.Sri Budi Utami, MMRS Kasubid Pelayanan Medik pada Bidang Pelayanan, Rusmini,B.Sc Kasubid Program pada Bidang Perencanaan dan Pengembangan dan Sumarsi,S.Kep.Ners Kasubid Diklat dan Litbang pada Bidang Perencanaan dan Pengembangan. Sementara Kepala Sekolah SD yang diambil sumpah sejumlah 67 orang yang ditempatkan merata di 12 Cabang Dinas Pendidikan se-Kulonprogo.
Bupati Kulonprogo,H.Toyo Santoso Dipo dalam sambutannya mengatakan Mutasi ataupun promosi merupakan hal yang biasa dalam suatu orgniasasi kerja, yaitu semata-mata untuk memenuhi kebutuhan organisasi demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya. Akan tetapi yang lebih penting dari substansi mutasi maupun promosi itu adalah bagaimana kita dapat bersama-sama membangun daerah ini agar tercapai cita-cita kita yaitu menuju masyarakat yang maju, mandiri, adil, makmur, sejahtera lahir batin, dengan senantiasa menciptakan iklim clean government dan good governance.
“ Jabatan struktural termasuk juga jabatan Kepala Sekolah sangatlah strategis, oleh karena pejabatnya akan dapat mewarnai dalam menentukan langkah-langkah atau kebijakan yang akan dilaksanakan organisasi kerja ke depan,”ujarnya.
Berkaitan dengan hal itu Bupati berpesan agar para Kepala Sekolah senantiasa dapat melaksanakan tugas dalam jabatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan sudah selayaknya haruslah memiliki konsep visioner kedepan yang lebih baik. Dapat menjadi teladan dan berani mengambil tindakan atau langkah – langkah demi perjalanan dan kemajuan organisasi kerja.
“Secara umum dalam kondisi perubahan saat ini, sangatlah penting membutuhkan seorang pemimpin yang multi dimensi artinya mampu memberikan solusi apapun dalam suatu persoalan dan visi jangka panjang yang lebih luas. Kepemimpinan memang menjadi kunci bagi suatu organisasi kerja. Pemimpin selain harus mempunyai kompetensi semestinya haruslah menguasai substansi persoalan dan mempunyai integritas yang kuat untuk melangkah ke depan secara terencana dengan baik ,”pungkasnya.
21 Mei, 2008
TMMD Dilaksanakan di Desa Bendungan
TNI Manunggal Masuk Desa (TMD) Imbangan Ke-80 di Kulon Progo dilaksanakan di Desa Bendungan, Kecamatan Wates selama 21 hari efektif mulai 21 Mei hingga 10 Juni mendatang. Upacara pembukaan digelar Rabu (21/5) di lapangan Bendungan dengan inspektur upacara Dandim 0731 Kulon Progo Letkol Inf I Made Sukarya, dan dihadiri oleh Bupati H Toyo Santoso Dipo, Wabup Drs H Mulyono, Ketua DPRD Drs H Kasdiyono, Muspida dan segnap pejabat pemkab.
Menurut Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim Kulon Progo Kapten Inf Sutoyo, dalam TMMD itu untuk kegiatan fisik akan dilakukan perkerasan jalan 657 x 3 meter, pembangunan talud sepnjang 451 m, gorong-gorong 1 unit dan gardu ronda 1 unit. Selain itu akan dikerjakan penyempurnaan gardu rondan dan masjid masing-masing 1 unit, katanya.
Sedang untuk kegiatan nonfisik akan dilakukan penyuluhan bela negara dan kesadaran bernegara, serta penyuluhan ketrampilan teknis. “Seluruh pelaksanaan kegiatan akan didukung oleh anggota Kodim, Polres dan Sat Radar Congot sebanyak 42 dan akan dibantu oleh PNS dan masyarakat setempat sebanyak 50 orang perhari, terangnya.
Ditambahkan, kegiatan direncanakan akan menghabiskan biaya sebesar Rp. 135 juta. Yang berasal dari APBD Provinsi DIY sebesar Rp. 30 juta, APBD Kulon Progo Rp. 100 juta dan swadaya masyarakat rp. 5 juta. Di samping itu, akan dibantu oleh Kantor Kesbang Linmas Kulon Progo berupa 100 zak semen, ujar Sutoyo.
Dalam amanatnya I Made Sukarya membacakan sambutan tertulis KSAD Jendral TNI Agustadi Sasongko Purnomo antara lain menyatakan, proses perncanaan TMMD dilakukan dengan bottom up planning atau perencanaan dari bawah. Yaitu melalui musyawarah di tingkat desa atau rembug desa kemudian ke tingkat di atasnya sampai menjadi program TMMD. “Proses ini dilakukan agar program TMMD sesuai dengan permasalahan yang dihadapi dan sesuai dengan kemauan masyarakat di pedesaan,” katanya.
Untuk kegiatan fisik, tambahnya, dilakukan pembangunan dan perbaikan infrastruktur untuk menunjang mobilitas masyarakat yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kesejahteraan. Sedang program nonfisik diorientasikan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam berbagai aspek termasuk kesadaran bernegara, tandas KSAD.
Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kulonprogo, Ir.Sapardiyono yang didampingi seluruh anggotanya dikantornya, Selasa (20/5). "Dari 12 Kecamatan se-Kulonprogo pendaftar yang memenuhi ketentuan UU baru kecamatan Wates, itupun hanya pas-pasan saja yakni enam orang, menurut UU Pemilu dalam setiap Kecamatan terdapat 3 orang Panwas, untuk pendaft minimal 6 untuk diseleksi,"katanya.
Minimnya pendaftar Panwas, KPUD tidak mampu berbuat banyak, karena tidak punya kewenangan dan kebijakan yang diambil. KPUD dalam hal ini hanya sebagai pelaksana saja, sedangkan kewenangan ada ditingkat pusat.
"Adanya kenyataan ini kami Senin sore (19/5) sudah mengirim surat ke KPU Pusat, dengan melalui faksmili disususl Telpon dan SMS. Kami berharap sebelum 24 Mei sudah ada jawaban dari KPU Pusat,"jelasnya.
Rendahnya minat warga Kulonprogo menjadi Panwas dimungkinkan, karena persyaratan yang tidak mudah dilakukan diantaranya Pendaftar dipusatkan di KPU Kabupaten tidak di Kecamatan, Usia minimal 35 tahun dan siap bekerja penuh 24 jam . Adanya surat keterangan kesehatan dokter dari RSUD Wates tidak boleh dari Puskesmas.
Dalam hal pendaftaran Panwas Kabupaten sudah ada 12 orang pendaftar dan sudah memenuhi UU, termasuk peminat untuk PPK Kecamatan semua sudah memenuhi UU. Dijadwalkan PPK dan PPS akhir bulan Mei sudah dibentuk semua dan segera melaksanakan tugas. Tugasnya membantu KPU dalam pemutakhiran data calon pemilihserta melakukan verifikasi faktual Partai peserta Pemilu.
BEBERAPA PENGUSAHA BATAM KE KULONPROGO
Bupati Promosikan Gula Jawa
Setelah adanya kesepakatan kerjasama antara pemerintah Batam dengan pemerintah kabupaten Kulonprogo beberapa waktu yang lalu. Beberapa pengusaha dari Batam mengadakan pertemuan bisnis dengan beberapa pengusaha di Kulonprogo yang difasilitasi Pemkab , di Gedung Joglo, Senin (19/5).
Dari Kulonprogo antara lain pengusaha kerajinan tangan, pengusaha obat-obatan herbal maupun pengusaha gula Jawa atau gula Kelapa. Sementara dari Batam para pengusaha yang bergerak di bidang usaha took eceran, distributor dan eceran. Pengusaha eksportir yang hadir di antaranya H.Darmawi yang saat ini baru sibuk karena ikut dalam bursa calon Gubernur Riau.
Rahman Usman yang adik Marzuki Usman selaku wakil para pengusaha Batam mengatakan siap bergabung dalam kerja sama ini. Sedangkan H. Darmawi mengaku sudah menyiapkan lahan untuk gudang seluas 3 hektar khusus untuk menampung hasil produk kerajinan dari Kulonprogo.
Pengusaha handicraft asal Samigaluh, Bambang Wijono menjelaskan kerjasama bisnis antara Kulonprogo dengan Batam sekarang ini sudah berjalan.
Sementara Bupati Kulonprogo, H.Toyo Santoso Dipo dalam sambutannya banyak mempromosikan potensi gula Jawa. Minuman dengan Gula Jawa sangat menyehatkan di banding dengan menggunakan gula Kristal atau pasir.
Toyo menjelaskan, pada masa kecil di desa-desa yang beternak sapi setiap mengawinkan sapinya, wajib setiap peternak sapi betina membawa gula Jawa untuk makanan sapi pejantan untuk meningkatkan gairah seksnya.
