17 Maret, 2008


Keberpihakan Pemerintah Pengaruhi Kesejahteraan Petani

Keberpihakan pemerintah kepada petani sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan petani secara luas. Sehingga pemerintah hendaknya selalu mencermati setiap permasalahan dan kebutuhan petani secara luas agar kesejahteraan petani terus meningkat. Sebagai contoh, pemerintah hendaknya mencermati apakan kebijakan yang selama ini diterapkan bisa berjalan baik dan bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan.
Karena kesejahteraan petani tidak hanya tercipta melalui satu komponen seperti peningkatan hasil pertanian. Namun, peningkatan juga akan terjadi jika penjualan dari hasil pertanian tersebut stabil dan lebih baik dari biaya produksi. Untuk itu, semua komponen pendukung tersebut harus dicermati dan diperhatikan agar kesejahteraan petani dapat terus ditingkatkan.
Demikian Bupati Kulon Progo Toyo Santoso Dipo mengungkapkan Senin (17/3) dalam acara Audensi dengan produsen dan distributor pupuk di Kulon Progo yang difasilitasi Dinas Pertanian dan Kelautan (Dipertalaut) Kulon Progo di Gedung Joglo komplek pemkab. Audensi tersebut dihadiri oleh Kepala Dipertalaut Ir. Agus Langgeng Basuki, Kasubid Sosial dan Ekonomi Bappeda Eko Wisnu Wardana,SE, Perwakilan produsen pupuk PUSRI dan Petrokimia Sukirno dan Yahya, distributor pupuk untuk Kulon Progo serta undangan yang lain.
Penjualan hasil pertanian misalnya, sering terjadi kalau terjadi kenaikan harga hasil pertanian konsumen selalu berteriak dan kalau anjlok produsen yang ganti teriak. ”Namun kebanyakan teriakan dari produsen (petani) kurang diperhatikan yang menyebabkan kesejahteraan petani tidak pernah ada peningkatan dan petani terus dirugikan,” katanya.
Selanjutnya, kebijakan yang telah diambil pemerintah seperti memberikan subsidi pupuk bagi petani misalnya, kebijakan tersebut juga harus dicermati. Apakah dampak yang diberikan benar-benar memberikan manfaat dan peningkatan bagi kesejahteraan petani secara luas.
Bupati memaparkan, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, untuk setiap 1 hektar lahan pertanian membutuhkan kurang lebih 450 kg pupuk. Untuk 1 kg misalnya, bersubsidi RP 1.000 jadi untuk 450 kg pupuk akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 450.000. Hasil ini akan lain jika yang terjadi adalah kestabilan harga hasil pertanian sehingga petani bisa menjual dengan harga yang wajar.
Misalnya, harga yang wajar untuk setiap 1 kg beras adalah Rp 5.500 sementara harga pasaran yang terjadi adalah Rp 4.500/kg. Padahal setiap 1 hektar lahan bisa menghasilkan padi sebesar 6 ton atau akan menghasilkan beras sebanyak 4 ton. Dengan asumsi harga wajar berarti petani akan dapatkan keuntungan lebih dari harga subsidi sebesar Rp 4 juta. Karena harga bersubsidi, petani hanya bisa menjual Rp 4.500/kg. ”Dari perhitungan itu berarti bisa dikalkulasi berapa kerugian yang diderita petani,” katanya.
Di sisi lain Toyo juga menharapkan adanya peningkatan kemampuan bagi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pertanian. Karena selama ini petugas PPL adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan para petani. Jangan sampai para petugas yang kerjanya adalah sebagai penyuluh pertanian tidak mengetahui bagaimana cara menanggulangi sebuah penyakit pada tanaman karena tidak pernah melakukan penelitian, lanjut Toyo.
Sementara itu, Menurut Kepala Dipertalaut Kulon Progo Ir. Agus Langgeng Basuki mengatakan bahwa saat ini permaslahan pupuk bagi petani bukan masalah harga. Namun saat ini, permasalahan yang sering terjadi adalah ketersediaan pupuk. Karena dari produsen pupuk sering kesulitan masalah pendistribusiannya.
Sedangkan Perwakilan produsen pupuk bersubsidi (PUSRI) untuk Kulon progo mengatakan bahwa pihaknya siap untuk mendistribusikan pupuk bersubsidi di Kulon Progo untuk tahun 2008. Sedangkan alokasi pupuk tahun 2008 untuk tahun Kulon Progo adalah, Urea 12.949 ton, SP-36 4.730 ton, ZA 3.510 ton, NPK 3.386 dan Pupuk Organik 4.008 ton.

16 Maret, 2008


MESKI BEDA ASPIRASI POLITIK

Jadikan FKPPI Rumah Bersama

Kita harus mampu menjadikan FKPPI (Forum Komunikasi Putra putri Purnawirawan Indonesia)”rumah bersama” sebagai tempat bernaungnya seluruh anggota, biarpun berbeda latar belakang aspirasi politiknya, sehingga seluruh anggota FKPPI dituntut untuk dapat menjaga persatuan dan kesatuan di dalam tubuh keluarga besar FKPPI dan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan konsep rumah bersama ini telah terbukti bahwa keluarga besar FKPPI mampu menjadi salah satu pilar pemersatu bangsa.

Harapan tersebut dikatakan Ketua Umum Pimpinan Daerah Generasi Muda FKPPI Propinsi DIY, Ajad Suharsono dalam Pembukan Musyawarah Cabang (Muscab) GM FKPPI VII PC 1202 kabupaten Kulonprogo di Gedung PDHI Wates, Minggu (16/3). Turut hadir Wakil Bupati Kulonprogo, Drs.H.Mulyono, Komandan Kodim 0731 Kulonprogo selaku Dewan Pembina FKPPI Kulonprogo, Dan Sat Radar Congot, Ketua PEPABRI, wakil ormas Pemuda dan pengcab GM FKPPI serta utusan dari 12 kecamatan se-Kulonprogo.

Ajad mengatakan, keluarga besar FKPPI adalah bagian komponen kekuatan bangsa dan merupakan organisasi pemuda yang merupakan satu-satunya wadah organisasi bagi putra-putri purnawirawan dan putra-putri TNI/POLRI yang punya hubungan koordinatif dengan PEPABRI dan bersumber dari ikatan kesejarahan, emosional, aspirasi dan cita-cita dalam lingkuip keluarga besar TNI?POLRI dibawah pembinan Panglima TNI dan KAPOLRI beserta jajarannya sebagai wadah untuk mempersiapkan dan memberdayakan kader-kader pimpinan bangsa.

“Oleh sebab itu, anggota FKPPI harus mampu menjadi kepanjangan tangan dari fungsi sosial dan ekonomi dari keluaraga besar TNI?POLRI dengan memperjuangkan kesejahteran bagi keluarga besar TNI?POLRI, baik melalui DPR atau lembaga-lembaga sosial atau melalui kerjasama yang sinergi asal tidak melanggar undang-undang,”kata Ajad.

Ditambahkan pula kader-kader FKPPI Kulonprogo harus mampu mengembangkan dan mendayagunakan potensi Sumber Daya Alam dan SDM yang dimiliki sehingga tercipta semangat kebersamaan yang diabadikan untuk kesejahteran anggota dan masyarakat luas, seperti pemanfaatan Pasir Besi yang hasilnya harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kulonprogo, konsep Desa Mandiri Energi untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap energi dan untuk mengurangi ketergantungan pada BBM.

Sementara Ketua Dewan Pembina GM FKPPI yang sekaligus Komandan Kodim 0731 Kulonprogo, Letkol.Inf.I Made Sukarya berpesan bahwa selaku generasi muda yang merupakan bagian dari tubuh TNI, anggota FKPPI untuk memegang teguh empat komitmen dasar yakni Pancasila, UUD 1945, Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kebhinekaan, Pluralisme. Sejalan dengan perkembangan sistem demokrasi dan perubahan politik sosial, kebebasan untuk membentuk saluran politik dalam kehidupan berdemokrasi anggota FKPPI untuk tetap memegang teguh empat komitmen dasar tersebut.” Dalam implementasi melalui jalur politik anggota FKPPI tetap memegang teguh empat komitmen dasar dan membina ke saluran politik yang dimasuki, serta mempunyai potensi besar untuk mengatasi masalah, menjadi dinamisator, penyeimbang dari berbagai polemik baik yang menyangkut politik maupun non politik,”pesannya.

Ketua GM FKPPI Kulonprogo,Sriyanto.GP disela-sela acara menjelaskan kegiatan muscab dilakukan untuk membentuk pengurus baru dan menentukan program kerja periode 2008-2011. “Kegiatan ini untuk membentuk pengurus baru dan membuat program kerja kedepan, yang diharapkan mnucul pengurus-pengurus yang berkualitas sehingga GM FKPPI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,”jelas Sriyanto, yang telah sepuluh tahun menjadi ketua FKPPI. Dalam muscab kali ini Sriyanto mengaku tidak menginginkan kembali untuk menjadi kandidat ketua periode 2008-2011.

15 Maret, 2008

Berita Hari Ini


Kesulitan Hidup Pengaruhi Kestabilan Emosi Masyarakat

Tingkat kesulitan hidup yang tinggi serta gejolak sosial politik yang terjadi sangat berpengaruh terhadap kestabilan emosi masyarakat yang akhir-akhir ini cenderung goyah. Sehingga masyarakat sering lebih mengedepankan emosi daripada rasio serta mudah terpancing emosinya ketika menghadapai masalah-masalah yang sebenarnya sepele dan sederhana.

Hal itu dikatakan Bupati H Toyo Santoso Dipo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Waup Drs H Mulyono dalam pencanangan Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) Kabupaten Kulon Progo tahun 2008, Sabtu (15/3) di balai desa Jatirejo, Kecamatan Lendah. Hadir dalam acara tersebut Kasi DBKS Kanwil Depag DIY Drs Kusnanto, Kakandepag Kulon Progo Drs H Syahrowardi, Kabag Kesra Setda Arief Sudarmanto, SH, Camat Lendah Drs Eko Pranyoto, Ketua TP PKK Hj Wiwik Toyo Santoso Dipo serta pengurus dan kader DBKS desa. Pencanangan dilakukan dengan penyerahan papan nama DBKS kepada 3 kepala desa yang desanya ditunjuk sebagai DBKS tahun ini.

Akibatnya, tambah bupati, tidak jarang sikap dan perilaku sebagian masyarakat yang emosional tersebut memunculkan perilaku menyimpang terhadap norma-norma yang berlaku dalam masyarakat, terutama norma hukum dan agama. Dan yang menjadi korban justru orang-orang yang tak bersalah.

“Beban berat ini masih ditambah dengan mudahnya kita termakan isu-isu meresahkan dan informasi yangbelum jelas kebenarannya. Sehingga seringkali memicu timbulnya aksi-aksi kerusuhan yang menimbulkan kerugian banyak orang,” tandas Toyo.

Oleh karenanya, ujar Toyo, program pembangunan dengan pendekatan agama berupa DBKS sangat strategis untuk menyikapi kondisi yang demikian. Karena agama mempunyai peranan yang sangat penting sebagai pengendali sikap, perilaku dan perbuatan yang menyimpang, tegasnya.

Menurut Syahrowardi, sejak dilaksanakan mulai tahun 1993, sudah 57 dari 88 desa di Kulon Progo ditunjuk sebagai DBKS. Dan untuk tahun ini bertambah 3 desa lagi, yakni Desa Jatirejo (Lendah), Kaligintung (Temon) dan Tawangsari (Pengasih).

“Dengan demikian dalam waktu tidak lama lagi semua desa di Kulon Progo sudah melaksanakan DBKS. Namun tentu cara dan persyaratannya tidak mudah. Perlu percepatan serta dukungan semua pihak, terutama dukungan dan partisipasi masyarakat di desa masing-masing,” imbuhnya.

14 Maret, 2008



Turnamen Catur Pelajar

SMPN 2 Galur kembali akan menggelar turnamen catur antar SD dan SMP se-Kulonprogo untuk memperebutkan tropy Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo.Pertandingan catur akan berlangsung Kamis (20/3).
Menurut salah satu Panitia Penyelenggara Sudarsono,SPd turnamen diselenggarakan untuk menggali potensi catur dikalangan siswa atau pelajar SD dan SMP se-Kulonprogo yang sudah berlangsung beberapa tahun di SMPN 2 Galur.
Dari event ini diharapkan akan muncul banyak pecatur-pecatur yunior dan kini telah ada yang dibina oleh Pengurus Cabang Percasi Kulonprogo dan menjadi pemain andalan Kulonprogo. Diharapkan setiap sekolah dapat ikut berpartisipasi untuk mengirimkan wakil sekolahnya.
Pendaftaran ditutup 15 Maret. Setiap pemain dikenakan kontribusi Rp.10.000,- dengan fasilitas snack, makan siang dan sertifikat.

JELANG MUSCAB

GM FKPPI KULON PROGO SOWAN WABUP

Menjelang diselenggarakannya Muscab Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Indonesia (GM FKPPI) Kulon Progo yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2008 mendatang, rombongan panitia melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Mulyono di ruang rapat Wakil Bupati. Dalam acara tersebut Wabup didampingi oleh Kabag Kesra, Arif Sudarmanto, S.H., perwakilan dari Kantor Kesbanglinmas, BAPPEDA serta Polres, Kodim Kabupaten Kulon Progo.

Rombongan yang berjumlah 12 orang tersebut dipimpin oleh Drs. Suharto, dalam kesempatan tersebut Suharto menyampaikan maksud dan tujuan dari audiensi tersebut. Menurut Suharto, Muscab akan dilaksanakan pada tanggal 16 Maret 2008 di Gedung PDHI Wates, tujuan dilaksanakannya Muscab itu sendiri antara lain untuk memperbarui dan menata ulang kepengurusan GM FKPPI Kulon Progo.

Dengan terbentuknya kepengurusan GM FKPPI yang baru diharapkan akan dapat membangkitkan organisasi sehingga dapat kembali eksis seperti sebelum terjadi krisis. Jika organisasi dapat eksis maka akan lebih mudah untuk mencapai tujuan organisasi yakni mengawal NKRI, Pancasila dan UUD 1945.

Sementara Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Mulyono menyambut baik atas diselenggarakannya Muscab GM FKPPI Kulon Progo tersebut. “ saya sangat mendukung dengan diadakannya Muscab GM FKPPI yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 mendatang. Apalagi tujuan dari organisasi ini adalah mengawal NKRI, Pancasila dan UUD 1945. ya.., generasi muda memang seharusnya memiliki semangat seprti itu”, tandar Mulyono.

Selain itu Mulyono juga berpesan agar organisasi seperti GM FKPPI yang merupakan organisasi masyarakat jangan sampai terjun kedalam politik praktis apalagi sampai mendukung salah satu parpol. Karena hanya akan dapat memecah persatuan dan kesatuan organisasi tersebut bahkan generasi muda pada umumnya. “jadilah organisasi masyarakat yang netral dalam berpolitik, karena dengan sikap netral tersebut akan dapat mempersatukan generasi muda Kulon Progo”, pesan Mulyono.


Pertandingan Divisi III PSSI

PERSIKUP KULONPROGO LAWAN PERSIG GUNUNGKIDUL

Dalam pelaksanaan pertandingan sepakbola Divisi III PSSI tahun 2008, tuan rumah PERSIKUP Kulonprogo akan bertanding melawan tamunya PERSIG Gunungkidul di Stadion Cangkring Wates, Sabtu (15/3).

NAIKNYA RETRIBUSI PUSKESMAS UNTUK TINGKATKAN PELAYANAN

Adanya kenaikan retribusi pelayanan kesehatan di Puskesmas adalah dalam rangka pelayanan prima di bidang kesehatan. Puskesmas sebagai salah satu unsur pelayanan kesehatan bagi masyarakat, dituntut untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, diantaranya melalui peningkatan kualitas dan fasilitasnya termasuk SDM tenaga medis, keperawatan dan tenaga lainnya.
Hal tersebut dikatakan Kasubdin Pengembangan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, drg.Agung Sugiarto,M.Kes, ketika dihubungi via telpon, Jum'at (14/3) terkait adanya kenaikan retribusi Puskesmas sesuai Perda No.22 tahun 2007. "Dalam upaya optimalisasi Puskesmas perlu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pada unsur pelayanan kesehatan, oleh karenanya harus dilakukan perhitungan atas semua biaya yang dikeluarkan baik yang langsung maupun tidak langsung yang akan berpengaruh pada pelayanan kesehatan,"jelas Agung.
Ditambahkan Agung, perhitungan biaya pelayanan tersebut disamping merupakan upaya optimalisasi, juga wujud transparansi Puskesmas kepada masyarakat terhadap tarif retribusi yang diberlakukan, sehingga hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai beban yang dikeluarkan dapat terpenuhi dan diketahui oleh masyarakat penerima jasa pelayanan kesehatan.
"Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu, Puskesmas harus tetap melaksanakan fungsi sosial melalui program-program yang ditetapkan baik oleh pusat, propinsi dan kabupaten,"jelasnya.

MALAM NANTI DI TVRI JOGJA
DKBM tema Pengembangan Wisata Suroloyo

Untuk mengembangkan kawasatan obyek wisata, salah satunya adalah keterlibatan masyarakat lokal serta pemahaman yang relatif komprehensif terhadap potensi sosial dan kebudayaan yang selama ini menjadi penyangga kelangsungannya. Sebab apabila hal tersebut tidak mampu dikelola dengan baik, maka pengembangan kawasan wisata cenderung menjadi awal dari tersingkirnya potensi masyarakat lokal di sekitar kawasan objek wisata.
Menurut Kepala Kantor Humas Kulonprogo, Drs.R.H.Agus Santosa,MA didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kulonprogo Drs.Bambang Pidegso,MSi, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dalam mengelola agenda pembangunan dan didalamnya pengembangan kawasan wisata selalu memposisikan proses penyaiapan sosial sebagai prioritas utama. Termasuk penyiapan sosial dalam pengertian tertatanya secara baik infrakstruktur dan fasilitas penopang yang memudahkan akses wisatawan.
"Prinsip inilah yang dikedepankan, karena pada tahun 2008 ini Dinas Pariwisata mencanangkan obyek wisata Puncak Suroloyo sebagai kawasan wisata berbasis budaya dan keyakinan spiritual, legenda, nilai-nilai tradisional dan kekayaan adat perbukitan Menoreh desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh yang mengandung sejarah perjalanan kebudayaan yang cukup panjang," terang Bambang.
Untuk membahas seputar persoalan pengelolaan kawasan wisata Suroloyo, kerjasama Pemkab Kulonprogo melalui Kantor Humas dengan TVRI Jogja dalam acara talkshow Di Kaki Bukit Menoreh setiap bulan sekali pada Jum'at kedua, malam ini ,Jum'at (14/3) mulai pukul 20.00 WIB , akan dibahas dan mencari masukan atau interaktif dengan masyarakat melalui nomor telepon 0274-580800.
Dengan narasumber direncanakan Bupati Kulonprogo, H.Toyo Santoso Dipo, Kadinas Kebudayaan dan Pariwisata, Drs.Bambang Pidegso,MSI dan Ketua DPRD Kulonprogo Drs.H.Kasdiyono.

13 Maret, 2008


Rangka Atap Rusak Gedung SD Hampir Roboh


Proses belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gebangan Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pengasih sejak dua pekan silam tidak berjalan mulus. Hal ini disebabkan sekolah dengan dua lokal gedung yang dipisahkan oleh halaman tidak maksimal digunakan. Gedung sekolah yang berada di sisi utara dengan tiga ruang kelas dan satu ruang guru baru dalam proses penyelesaian rehab bangunan, satu gedung di sebelah selatan untuk ruang kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 hampir roboh. Meski terlihat kokoh dari luar, namun setelah diamati kondisi genteng –genteng sudah tidak tertata rapi di atas reng penyangga. Hal ini disebabkan kuda-kuda sebagai rangka atap sudah tidak kuat menyangga beban bahkan ada sebagian balok kayu kuda-kuda yang telah lepas.


Kepala SD Negeri Gebangan, Sumardi dilokasi, Kamis (13/3) menjelaskan gedung yang semula atap asbes dan kuda-kuda rangka besi karena kurang baik bagi kesehatan anak, pada tahun 1985 direhab oleh Dinas hanya khusus atap diganti genteng dengan kuda-kuda diganti kayu. Namun sejak dua minggu lalu atap bangunan turun sehingga genteng-genteng berantakan, disusul tiang-tiang di teras juga ikut bengkok. Karena khawatir tiba-tiba atapnya ambruk diputuskan tidak digunakan untuk proses belajar-mengajar. “Kalau dilihat sepintas bangunan ini nampak masih baik, tetapi coba kalau dicermati atapnya sudah turun, kalau dicek ke atas kayunya kuda-kuda sudah banyak yang cepol (pisah) padahal baru direhab 12 tahun lalu, kemungkinan bahan kayu kuda kuda kualitasnya jelek, kalau hujan datang makin parah lagi, karena khawatir roboh menimpa anak didik, maka sejak atap turun dua pekan silam, kami tidak gunakan untuk proses belajar mengajar, nanti gantian di sebelahnya yang rehabnya hampir selesai ”ujar Sumardi yang ahli seni lukis.


,Sugimin yang sehari-harinya mengajar di ruang kelas V tepat dibawah kerangka atap yang telah rusak juga mengaku was-was kalau harus mengajar di tempat yang membahayakan karena sering terdengar suara gemeretak, dari kerangka yang telah merenggang. “Sejak atap mengalami penurunan, sering terdengar suara keretek-keretek, karena khawatir nantinya ambruk secara mendadak pas proses belajar makanya sudah tidak digunakan lagi,”jelas Sugimin.


Menurut Sumardi semenjak kondisi atap turun, sudah langsung melaporkan ke Dinas dan Bupati. Meski belum ada kepastian namun dari Dinas Pendidikan Kulonprogo yang menangani sarana-prasarana telah juga langsung melakukan cek di lokasi. “Sejak kejadian saya sudah lapor ke cabang dinas dan ke Dinas dengan tembusan Bupati, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten yang menangani rehab sudah datang, tetapi belum bisa memutuskan, namun kami berharap agar segera dibangun agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar kembali,”harapnya.


Meski lokasi sekolah berada di pelosok desa, namun SD Negeri Gebangan yang memiliki 103 siswa sarat dengan prestasi. Tercatat sebagian besar siswa mampu mengharumkan nama baik Kulonprogo di tingkat propinsi bahkan nasional untuk bidang olahraga catur dan seni lukis. Bukti nyata prestasi sekolah terlihat dengan piagam dan piala yang bertumpuk di ruang kepala sekolah.


12 Maret, 2008

MUSIM PANEN, HARGA GABAH TERPURUK

Nasib kurang beruntung kembali menimpa para petani padi yang saat ini sedang panen raya. Sebelumnya hal yang sama terjadi pada petani nira dengan harga gula kelapa yang terjun bebas mencapai rekor terendah hanya Rp.3.000,- per kilogram ditingkat perajin, padahal sebelumnya mencapai Rp.7000,- per kilogram

Sebelum panen tiba, harga gabah kering giling mencapai Rp.3.200,- per kilogram. Namun saat mulai panen harga turun, harga gabah kering giling hanya Rp 2.400,- per kg, sementara untuk harga gabah basah panen ditingkat petani lebih murah lagi hanya Rp.1.700,- - Rp.1.800,- per Kg.

“Harga gabah musim panen saat ini turun dari sebelum panen, masa paceklik Rp.3.200,- sekarang ini hanya Rp.2.400,- per kg gabah kering siap giling, kemungkinan akan terus turun karena daerah lain juga panen bersamaan,” ujar Sumidi seorang petani di Karangsari Pengasih, Rabu (12/3).

Hal yang sama juga diakui Wiranto, seorang petani warga Glagah.”Petani sekarang semakin terpuruk, harga kebutuhan terus naik, namun harga gabah saat panen justru turun,”katanya. Diakui, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, petani tidak bakal terpenuhi sehingga harus berusaha mencari kerja sampingan.

Para petani di Kulonprogo saat ini memasuki masa panen padi musim tanam (MT) pertama yang segera akan disusul dengan MT kedua untuk mengejar air menjelang musim kemarau. Untuk musim panen ini produktivitas padi dinilai cukup bagus, meski beberapa tempat terdapat serangan hama sundep dan banjir.

Kasie Sumber Daya Sarana dan Prasarana, Subdin Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Kelautan Kulon Progo, Ir.Muh.Aris Nugroho Rabu (12/3) di ruang kerjanya mengatakan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp.2.000 per kilogram gabah kering panen. Sesuai dengan hasil evaluasi dilapangan harga gabah dilokasi panen mencapai Rp.1.875,- sampai Rp.1.900,- per kilogram, sebelum panen mencapai Rp.2.200 sampai 2.350,- per kilogram.

Untuk membantu petani menurut Aris pemerintah melalui dana APBN menyalurkan bantuan penguatan modal untuk Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP). Namun dana pinjaman tanpa bunga bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) kerjasama dengan penggilingan padi hingga saat belum cair. “Dana LUEP yang bersumber APBN untuk para petani hingga saat ini belum cair, setiap tahun Kulonprogo memperoleh dana ini, untuk tahun 2008 belum tahu jumlah besarannnya, sementara untuk 2007 lalu sebesar Rp.4,4 Milyar,” jelas Aris.