Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Kabupaten Kulon Progo membuka outlet produk kerajinan di kompleks terminal Wates. Peresmian dilakukan oleh Bupati H Toyo Santoso Dipo dan disaksikanketu Dekranas Kulon Progo Hj Wiwik Toyo santoso Dipo, segenap pejabat pemkab serta sejumlah perajin.
Outlet tersebut dimaksudkan sebagai ruang pamer untuk memperkenalkan produk-produk ungulan masyarakat Kulon Progo kepada konsumen luar daerah. Karena selama ini cukup banyak keluhan dari pengrajin Kulon Progo yang kesulitan mengembangkan pemasaran produknya.
Terminal. menurut bupati, merupakan tempat yang sangat strategis untuk memasarkan dan memperkenalkan berbagai jenis produk. Sebab, setiap hari pasti ada orang luar daerah yang dating atau sekedat lewat.
“Saya harapkan outlet ini dimanfaatkan dan dikelola dengan baik dan bebar-benar diperuntukkan bagi pengrajin Kulon Progo. Jangan sampai malah dimanfaatkan oleh pihak lain yang justru mencari keuntungan sendiri dan tidak berpihak kepada pengarajin,” tandas Toyo.
BUPATI BERSYUKUR DAN TERIMA KASIH
Pemilu Lancar Sehingga Kulon Progo Kondusif
Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo bersyukur dan terima kasih kepada warga masyarakatdan segenap komponen yang terlibat pelaksanaan Pemilu Legislatif dapat terlaksana dengan baik dan lancar, sehingga Kulonprogo secara umum situasi kondusif.
“Pemilu legislative untuk memilih calon wakil rakyat di DPR,DPD,DPRD propinsi maupun kabupaten. Tentunya dengan jumlah parpol dan caleg yang tidak sedikit, merupakan pertarungan yang tidak ringan baik bagi parpol maupun caleg. Pertarungan menghasilkan kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa. Untuk yang menang jangan menepuk dada memperlihatkan kesombongan, dan bagi yang belum jangan sedih, patah semangat atau bahkan patah arang, sebab hal tersebut mungkin akan membuat depresi atau bahkan strees yang berkepanjangan, ingat bahwa langkah dan masa depan kita masih panjang,” kata Toyo dalam sambutannya saatmenjadi inspektur upacara (irup) upacara 17-an, sekaligus peringkatan Hari Kartini, Hari Bhakti Rimbawan, dan Hari Bumi di halaman Pemkab Kulonprogo, Jum’at (17/4).
Upacara diikuti Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, Sekda Drs.So’im,MM para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab. Dalam kesempatan tersebut bupati menyerahkan kunci dan mencoba Unit Motor Pintar dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) kepada Kantor Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Kulonprogo, yang berjumlah 3 unit .
Lebih lanjut Toyo menyampaikan selamat bagi caleg yang meraih kemenangan. Caleg yang terpilih tentunya akan duduk di kursi dewan selaku wakil rakyat yang merupaskan amanah yang harus dijalankan sesuai undang-undang. Untuk itu anggota legislative dituntut peka terhadap kepentingan rakyat, selain itu mampu mengkritisi kebijakan eksekutif serta mampu bekerjasama dengan eksekutif untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat luas.
“Tugas kita belum usai dalam Pemilu, karena masih ada Pilpres. Untuk itu selalu saya ingatkan kepada PNS,Perangkat desa dan anggota BPD agar senantiasa bersikap netral, sehingga tetap mampu melaksanakan tugas dengan baik. Demikian juga kepada saudara-saudara yang dipercaya sebagai petugas PPK,PPS maupun KPPS agar benar-benar mengedapankan netralitasnya, karena kalau tidak netral akan mengangguproses Pemilu,”pinta Toyo.
Berkaitan dengan Hari Kartini, emansipasi wanita di Indonesia telah terlihat nyata dari berbagai karya dan keterlibatannya dalam pembangunan bangsa dan negara. Kepemimpinan wanita di berbagai bidang terbukti tidak kalah dibanding pria. Termasuk di Kulonprogo tidak sedikit kaum wanita mampu memimpin pada pemerintahan, maupun berbagai bidang dan sector. Hal ini menunjukkan bahwa wanita telah mampu berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan kaum pria dan bukan hanya sekedar konco wiking dengan tanpa meninggalkan kodrati sebagai seorang wanita.
Sementara, dalam menyongsong peringatan Hari Bhakti Rimbawan ke-26 dan Hari Bumi yang jatuh 22 April mendatang Bupati menegaskan bahwa kelestarian sumberdaya hutan dewasa ini telah menjadi isu global. Umat manusia di seluruh dunia meyakini bahwa hutan tidak hanya memiliki fungsi social ekonomi dan social budaya, tetapi juga fungsi ekologis yang perannnya sangat vital bagi system penyangga kehidupan. Terjadinya fenomena di muka bumi saat ini berupa pemanasan global dan perubahan iklim, merupakan suatu tantangan bagi para rimbawan untuk segera bertindak sesuai profesi dan proporsinya masing-masing. Salah satu upaya umat manusia untuk mengurangi efek pemanasan global dan perubahan iklim adalah dengan memperbanyak pohon-pohon dan tanamn-tanaman. Oleh karenanya diperlukan upaya mempertahankan keutuhan ekosistem hutan dan melakukan penanaman pohon secara besar-besaran.
15 April, 2009
BLT Dibagikan Mulai 21 April
Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Kulon Progo akan dibagikan Selasa (21/4) hingga Rabu (29/4) mendatang. Pembagian akan dilakukan serentak di 12 kantor pos di seluruh wilayah Kulon Progo. Jumlah penerima sebanyak 42.020 RTS, masing-masing sebesar Rp. 200.000,-.
Hal itu dikatakan Kepala PT Pos Indonesia Wates Muh Mufti Ismail, Rabu (15/4) saat dilakukan sosialisasi di gedung Kaca kantor Pemkab. Sosialisasi diikuti oleh camat dan kepala desa se Kulon Progo, serta dihadiri Assek I Drs H Sutedjo Wiharso, Kepala Dinas Sosnakertrans Drs H Musodo dan Kepala Bidang Sosial Drs Untung Waluyo.
Dalam pembagian BLT tahun ini, tambah Mufti, pihaknya tidak memberikan kupon seperti tahun lalu. Namun akan diberikan undangan sesuai dengan nama dan alamat penerima sesuai data tahun kemarin.
“Saat pengambilan, penerima harus membawa undangan dan bonggol kupon tahun 2008. Bila bonggolnya hilang atau rusak, penerima harus menunjukkan kartu identitas berupa KTP, SIM atau kartu keluarga dan menyerahkan foto kopiya.Dan apabila tidak memeliki kartu identitas harus membawa surat keterangan dari kepala desa setempat,” jelas Mufti.
Lebih jauh Mufti menandaskan, hak penerimaan BLT tidak bisa dialihkan atau ditambah. Jumlah penerima harus sesuai dengan data yang ada, seperti tahun lalu. Namun, kata dia, bagi pemilik hak yang meninggal bisa diterimakan kepada ahli warisnya. Dengan syarat ahli warisnya harus masuk dalam daftar keluarga miskin (Gakin) mendapat rekomendasi dari kades dan surat keterangan sebagiahli waris, ujarnya.
Mufti menyatakan, secara rinci penerima BLT per kecamatan meliputi, Wates 3.182 RTS, Pengasih 4.765, Kokap 4.787, Temon 2.643, Panjatan 3.471, Galur 2.563, Lendah 3.424, Sentolo 3.986, Nanggulan 2.387, Kalibawang 3.765, Samigaluh 3.496 dan Girimulyo 3.551.
“Sebenarnya jumlah data penerima tahun 2008 sebanyak 42.078 RTS, namun yang mengambil uang di kantor pos hanya 42.020. Yang 78 RTS tidak mengambil haknya tanpa keterangan sama sekali. Sehingga jumlah itu kami gunakan untuk data penerimaan tahun 2009,” papar Mufti.
Sementara Sutedjo berharap agar pembagian BLT tahun ini bisa lebih lancar dan aman. Setiap kantor pos dihimbau untuk memperhitungkan jumlah penerima yang hadir pada hari pembagian.
“Yang penting, jangan terlalu banyak sehingga menimbulkan antrian yang panjang. Setiap hari bisa untuk penerima 1 desa. Namun kalau penerimanya banyak, bisa dibagikan 2 hari,” pesannya.
Bupati Dukung Pembangunan Museum di Kulon Progo
Bupati Kulo Progo Toyo Santoso Dipo mendukung gagasan pembangunan museum di Kabupaten Kulon Progo. Kosep tersebut dinilai sangat baik mengingat saat ini banyak potensi budaya maubun benda-benda cagar budaya yang dimiliki Kulon Progo. Namun, benda-benda tersebut saat ini masih berada dalam situs budaya dan belum dapat dilestarikan dengan cara yang lebih baik. Padahal benda-benda sejarah menjadi sesuatu yang sangat penting untuk mengetahui perkembangan sebuah bangsa. Seperti perkembangan Kabupaten Kulon Progo dari masa lalu sampai dengan sekarang. Demikian dikatakan Bupati, Rabu (15/4), dalam acara presentasi rencana pembangunan museum di Kulon Progo di Gedung Joglo pemkab. Selain bupati, acara tersebut juga dihadiri oleh Assek II Ir. Agus Anggono, Kadisbud Provinsi DIY Drs. Joko Dwiyanto,M.Hum, Kadisbudparpor Drs. Bambang Pidegso, Kepala DPU Ir. Moch Nadjib, Kadin Pendidikan Moh. Mastur dan yang lainnya. Benda-benda yang saat ini dimiliki dan dikelola pemkab mempunyai makna secara mendalam tentang seberapa jauh perkembangan kebudayaan di masyarakat. Dari perkembangan tersebut, kita bisa mempelajari proses budaya dan sekaligus menciptakan kebudayaan yang baru. Menjadi sebuah kebudayaan yang lebih maju dan memberikan dampak terhadap pembangunan di dalam masyarakat. “ Karena sejarah sangat penting baik secara fisik maupun konseptualnya,” tandas Bupati. Selain menyelamatkan benda-benda bersejarah, pembangunan museum juga akan memberikan pelajaran bagi kita dan generasi kita tentang pentingnya belajar pada sejarah perkembangan zaman. Karena banyak generasi muda yang tidak berminat untuk mempelajari sejarah. Padahal sejarah yang termasuk dalam kategori ilmu sosial mempunyai hirarkhi yang lebih tinggi dari ilmu yang lain misalnya, ilmu-ilmu terapan (exact). Disisi lain, dalam pembangunan museum nantinya juga harus memperhatikan berbagai aspek seperti, pendanaan, lokasi maupun konstruksi bangunannya. Hal ini diperlukan agar keberadaan museum akan memberikan sebuah nilai dan kemajuan baik dalam hal pendidikan sejarah maupun kepentingan masyarakat yang lain. “Sehingga kalau nanti berdiri museum di Kulon Progo diharapkan dibuat minimal dua lantai. Karena selain untuk keperluan konservasi lingkungan, benda-benda budaya akan lebih aman dan bisa dipelihara dengan baik,” kata bupati. Sementara itu, Kepala Disbudparpor Kulon Progo Drs. Bambang Pidegso memaparkan bahwa untuk pembangunan museum yang representatif diperlukan lokasi minimal seluas 2.175 m2. Agar museum nanti bisa berfungsi secara maksimal dan bisa memberikan layanan secara baik. Karena secara ideal museum akan memiliki beberapa ruangan seperti, ruang display dan konservasi. Ruang display akan dibagi lagi menjadi beberapa ruangan yaitu, prasejarah, klasik, islam, kolonial/perjuangan dan ruangan umum. Dengan luas museum yang mencapai 2.175 m2 tersebut, akan memerlukan dana pembangunan sebesar Rp 4,4 milyar. Adapun gambaran lokasi untuk mendirikan museum dengan luasan tersebut ada beberapa tempat sebagai alternatif yaitu, sebelah timur Gedung DPRD, sebelah utara Gedung BPN, sebelah utara kampus UNY dan sebelah selatan pabrik wig (rambut palsu). “Dengan lokasi strategis dan gedung yang lebih baik museum baru nanti diharapkan bisa menggantikan fungsi Gedung Agoeng yang saat ini dijadikan museum. Menjadi museum yang benar-benar representatif dan dibetuhkan masyarakat,” katanya. Dukungan pembangunan museum juga dikatakan oleh Kepala Disbud Provinsi DIY Drs. Joko Dwiyanto,M.Hum. Diungkapkan bahwa saat ini, hanya Kabupaten Kulon Progo yang tidak memiliki museum yang representatif. “Untuk itu, kami akan memberikan dukungan dua ratus persen untuk pembangunan museum dan kami harapkan Kulon Progo segera mengirimkan rencana pembangunan museum tersebut ke Provinsi DIY,” katanya.
14 April, 2009
Pengusaha Korea Tertarik Kembangkan ‘Tanjung Adikarto’
Pengusaha dari Korea Selatan sangat berminat untuk melakukan investasi dalam pegembangan pelabuhan perikanan Tanjung Adikarto di Karangwuni, Wates. Karena pelabuhan yang kini tengah dibangun itu dinilai memiliki prospek yang sangat baik. Terutama untuk penangkapan dan pengolahan ikan.
Hak itu terungkap saat Konsultan Pemerintah Korea Selatan bidang Perikanan Jo Yeong Sub melakukan kunjungan di lokasi pembangunan pelabuhan, Selasa (14/4). Dalam kunjungan tersebut JoYeong Sub didampingi oleh Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Deni Tumewa dan Presiden Indonesia Marketing Association (IMA) George Iwan Marantika. Kunjungan mereka disambut oleh Bupati H Toyo Santoso Dipo, Sekda Drs H So’im MM, Kepala Dinas Perindag dan ESDM Drs H Darto MM serta Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) drh Sabar Widodo.
Menurut Jo Yeong Sub, dibanding pelabuhan perikanan di Korea, pelabuhan Tanjung Adikarto memiliki beberapa kelebihan. Antara lain potensi perikanan yang sangat besar, masih luasnya lahan untuk pengembangan kawasan pelabuhan serta tersedianya tenaga kerja yang cukup besar.
Di Korea, katanya, setiap kawasan pelabuhan lahannya sangat terbatas. Karena berhimpitan dengan kawasan industri lain atau pemukiman umum. Di samping itu, kata dia, jumlah pelabuhan sudah sangat banyak, sehingga persaingan antar nelayan dalam penangkapan ikan sangat ketat dan hasilnya pun terbatas.
“Kami perlu mengembangkan investasi di beberapa wilayah. Termasuk di Pulau Jawa bagian selatan yang potensi ikannya masih sangat besar. Dan Tanjung Adikarto ini merupakan salah satu alternatif bagi pengusaha perikanan Korea,” ujar Jo.
Namun demikian, tuturnya, infrastruktur Tanjung Adikarto masih relatif terbatas. Oleh karenanya, dia akan mendorong pengusaha Korea juga turut melakukan investasi dalam pembangunan fisik pelabuhan.
“Kondisi dan letak pelabuhan ini sangat bagus. Tahun depan saya akan mengajak para pengusaha perikanan Korea untuk dating ke sini. Biar mereka melihat sendiri dan memilih di bidang apa mereka akan melakukan investasi,” tadasnya.
Menurut Toyo, pada akhir tahun 2009 mendatang pelabuhan Tanjung Adikarto sudah bisa digunakan untuk mendarat kapal dengan bobot 30 gross ton (GT). Direncanakan akhir tahun 2010 bisa untuk kapal berbobot 60 GT dan akhir 2011 untuk 150 GT.
“Untuk tahun ini pembangunan diprioritaskan untuk pengerukan kolam pelabuhan dan penyempurnaan break water,” tandas Toyo.
PEMKAB TIMOR TENGAH UTARA KUNJUNGI KULONPROGO
Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkunjung ke pemkab Kulonprogo, Selasa (14/4). Rombongan di terima Asisten Tata Praja Drs.H.Sutedjo Wiharso mewakili Bupati di Lantai II Binangun .
Rombongan pemkab TTU terdiri enam orang dari instansi Bagian Pemerintahan dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dipimpin Asisten Tata praja, John Ds Thius,SIP,MSi, ingin belajar kepada pemkab Kulonprogo tentang pemberian tugas pembantuan kepada desa dan kerjasama antar daerah.
John Thius mengatakan kabupaten TTU yang beribukota di Kefamenanu di tengah-tengah Pulau Timor berada diperbatasan negara Timor Leste saat ini telah melakukan kerjasama khususnya dengan warga masyarakat antar perbatasan. Selain itu juga kerjasama dengan pemkab Timor Tengah Selatan dalam pengelolaan sumber air, sehingga permasalahan sering kesulitan air dapat sedikit teratasi. Kerjasama –kerjasama lainnya akan diteruskan untuk lebih memajukan daerah yang kurang dikenal di mata nasional.
“Kami menyadari bahwa wilayah TTU kurang dikenal bahkan tenggelam di kancah nasional, tidak seperti kabupaten Kulonprogo yang sudah kami kenal sejak sekolah SD,”kelakar John Thius.
Sementara itu Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Tata Praja Drs.H.Sutedjo menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kedatangan di pemkab Kulonprogo. Dalam urusan pemerintahan yang diperbantukan kepada desa dari pemerintah Kulonprogo adalah tentang pemunggutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), walaupun PBB urusan pemerintah pusat, namun dalam pelaksanaan di daerah pemkab ikut terlibat dalam mensukseskan pemungutan PBB. Pemkab mengalokasikan anggaran untuk pemungutan PBB dengan melibatkan pemerintah desa.
Dalam kesempatan tersebut dilakukan tukar menukar cinderamata, dari TTU berupa kain tenun khas Timor, sedangkan pemkab Kulonprogo beberapa hasil industri kerajinan, lambing daerah , serta kepingan CD selayang pandang dan obyek wisata. Usai pertemuan dan Tanya jawab, rombongan mengadakan kunjungan lapangan di desa Kebonrejo Kecamatan Temon.
13 April, 2009
OPTIMIS PENGHITUNGAN PPK SELESAI SESUAI JADWAL
Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang ada di Kabupaten Kulonprogo optimis dapat menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara dari beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai jadwal yang ditentukan. Beberapa PPK telah menyelesaikan separoh lebih, bahkan di PPK Kecamatan Wateshingga Senin (13/4) siang tinggal menyisakan satu desa yakni desa Triharjo yang belum masuk rekap. Sisa waktu dan hari yang ada cukup untuk menyelesaikan rekap.
“Untuk perhitungan tinggal satu desa saja, target besok siang selesai, sehingga hari berikutnya tinggal melaporkan ke KPUD saja,”kata Aris Triyono salah satu PPK Wates.
Meski sudah hampir selesai, namun hasil perhitungan secara keseluruhan sementara belum dapat direkap, karena masih harus melakukan pencermatan-pencermatan.
Terpisah anggota KPUD Kulonprogo, Marwanto mengakui saat ini tugas berat di PPK untuk menyelesaikan penghitungan yang memerlukan waktu hingga tengah malam
BUPATI RESMIKAN APOTIK DAN POLIKLINIK KHARISMA
Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo meresmikan Apotik dan Poliklinik Spesialis di Rumah Sakit Umum (RSU) Kharisma Paramedika, di Jl.Khudori Wates, Senin (13/4).Peresmian ditandai dengan penguntingan buntaldihadiri Kadinas Kesehatan Kulonprogo dr.Lestaryono,M.Kes, Camat Wates Drs.Anang Suharso dan Direktur RSU Kharisma dr.Salamah.
Direktur RSU Kharisma Paramedika Wates, dr.Salamah mengatakan dengan adanya Apotik dan Poliklinik Spesialis di RSU Kharisma akan semakin menambahdalam memberikan layanan kepada masyarakat umum.
Sementara Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo mengatakan bahwa perkembangan Apotik di Kulonprogo, akhir-akhir ini menunjukkan perkembangan yang meningkat terutama di lokasi strategis yang mudah terjangkau masyarakat, namun hendaknya hal ini juga diikuti dengan semakin meningkatnya kualitas pelayanan prima dengan mengutamakan mutu dan kepuasan pelanggan yang sebaik-baiknya. “Karena keperluan obat bagi masyarakat semakin lama makin banyak dan bervariasi tentunya ini merupakan prospek pemasaran yang punya potensi besar yang perlu menjadi pertimbangan bagi pengelola apotik maupun rumah sakit untuk tetap menyediakan berbagai jenis obat yang dibutuhkan masyarakat dan siaga melayani dengan cepat, dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusian,”pinta Toyo.
Lebih lanjut Toyo mengatakan menghadapi tantangan globalisasi dan arus informasi yang semakin bergulir hendaknya RSU Kharisma selalu mengadakan inovasi pelayanan sehingga tidak tenggelam, tetapi sebaliknya tetap menunjukkan eksisitensinya dalam kancah persaingan yang semakin ketat.
11 April, 2009
SEMENTARA UNSUR PIMPINAN DEWAN LOLOS
Partai Gerindra Raih Kursi Dewan
Hasil perhitungan Pemilu Legislatif lalu untuk tingkat nasional sudah dapat dilihat hasilnya dengan adanya perhitungan cepat atau quick qount oleh beberapa lembaga survey, sehingga masyarakat dapat segera mengetahui hasil sementara partai-partai yang mampu memperoleh suara terbanyak. Namun hal ini tidak berlaku untuk perhitungan suara partai-partai di tingkat daerah, hal ini karena perhitungan yang dilakukan oleh KPUD harus menunggu perhitungan terlebih dahulu di tingkat PPK untuk beberapa hari.
Menginggat perhitungan resmi yang terlalu lama, beberapa parpol termasuk caleg-caleg melakukan penghitungan sendiri melalui beberapa laporan yang masuk dari saksi-saksi yang ditempatkan di TPS-TPS, serta dari beberapa sumber data. Dari beberapa laporan berbagai sumber data yang telah dihimpun tersebut untuk hasil perolehan suara sementara, beberapa parpol yang sekarang duduk di kursi dewan masih mampu mempertahankan suaranya untuk menempatkan wakilnya, pendatang baru yang dimungkinkan mampu mendudukan wakilnya di gedung dewan adalah partai Gerindra pimpinan Prabowo, sementara fenomena nasional terhadap meningkatnya suara partai Demokrat diyakini beribas juga ke Kulonprogo yang mampu menambah jumlah kursi di dewan.
Dari perhitungan sementara ini, diperkirakan caleg yang sekarang duduk menjadi unsur pimpinan dewan masih aman, masing-masing Ketua DPRD Drs.Kasdiyono dari PAN yang berada di dapil II meliputi Kecamatan Sentolo dan Nanggulan, Wakil Ketua I.Drs.Sarwidi dari PKB di dapil I meliputi kecamatan Girimulyo,Kalibawang dan Samigaluh, serta Wakil Ketua II Drs.Sudarto dari PDIP di dapil IV meliputi kecamatan Wates, Temon dan Panjatan.
Hasil perhitungan suara sementara ini, Partai berlambang Matahari bersinar mampu menempatkan wakilnya di setiap daerah pemilihan (dapil) bahkan dapil II (Sentolo, Nanggulan) dan dapil III (Pengasih,Kokap) mampu meraih masing-masing dua kursi, sehingga kursi yang diraih PAN minimal 7 kursi. Selain PAN, partai yang dipastikan meraih kursi disetiap dapil masing-masing PDIP,PKB,dan GOLKAR. Sedangkan satu kursi masing-masing diraih PDK di Dapil II, dan PKPB di dapil I. Beberapa partai lainnya yang meraih kursi dewan adalah PKS, DEMOKRAT, PATRIOT, PPP dan GERINDRA. Jumlah keseluruhan kursi dewan yang diperebutkan dalam pemilu 2009 sejumlah 40 kursi meningkat 5 kursi dari DPRD sekarang yang hanya 35 kursi, meliputi dapil I (Girimulyo,Kalibawang,Samigaluh) 8 kursi, dapil II (Nanggulan,Sentolo)7 kursi, dapil III (Pengasih,Kokap) 8 kursi, dapil IV(Wates,Panjatan,Temon) 10 kursi dan dapil V (Lendah,Galur)7 kursi.
H.PONIMIN BH, MANTAN DUKUH MRUNGGI
Gagal Calon Kades Sukses Jadi Dewan
Nasib seseorang memang tidak bisa ditebak. Gagal terpilih menjadi Kepala Desa Sendangsari, H.Ponimin Budi Hartono tak pantang mundur malah sukses melaju menjadi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kulonprogo. Mantan Kepala Dukuh Mrunggi yang maju lewat Partai Amanat Nasional (PAN) di Daerah Pemilihan III meliputi Kecamatan Pengasih dan Kecamatan Kokap mampu memperoleh suara terbanyak. Meski tak ditempatkan di nomor urut 1 hanya urutan paling buncit yakni urut 6, namun sesuai hasil perhitungan di desk Pemilu Kabupaten Kulonprogo,mampu meraih 3.048 suara. Caleg PAN di urutan nomor 1 Risman Susandi menempel ketat hanya selisih puluhan suara. Sehingga Dapel III dari PAN dipastikan mampu meraih 2 kursi di DPRD Kabupaten, dari jumlah keseluruhan 8 kursi yang diperebutkan di dapil ini.
Sementara sisa 6 yang sudah pasti memperoleh kursi dari Dapel III ini, satu kursi masing-masing untuk empat partai yakni PDIP, PKB,GOLKAR, PKS, sedangkan 2 kursi lagi akan diperebutkan oleh partai Patriot, Demokrat dan Gerindra, hal ini karena ketiga suara partai yang diperoleh hanya terpaut sedikit.
Hasil sementara perhitungan suara di Dapil III, minus dua desa Hargotirto dan Hargomulyo, urutanI. PAN : 8.180 suara, II. PDIP : 6.641 suara, III.GOLKAR :5.353 suara, IV.PKB : 3.477 suara, V.PATRIOT : 2.762 suara, VI.PKS : 2.693 suara, VII.Demokrat : 2.604 suara dan VIII. GERINDRA : 2.411 suara.