13 April, 2009


OPTIMIS PENGHITUNGAN PPK SELESAI SESUAI JADWAL

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang ada di Kabupaten Kulonprogo optimis dapat menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara dari beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) sesuai jadwal yang ditentukan. Beberapa PPK telah menyelesaikan separoh lebih, bahkan di PPK Kecamatan Wates hingga Senin (13/4) siang tinggal menyisakan satu desa yakni desa Triharjo yang belum masuk rekap. Sisa waktu dan hari yang ada cukup untuk menyelesaikan rekap.

“Untuk perhitungan tinggal satu desa saja, target besok siang selesai, sehingga hari berikutnya tinggal melaporkan ke KPUD saja,”kata Aris Triyono salah satu PPK Wates.

Meski sudah hampir selesai, namun hasil perhitungan secara keseluruhan sementara belum dapat direkap, karena masih harus melakukan pencermatan-pencermatan.

Terpisah anggota KPUD Kulonprogo, Marwanto mengakui saat ini tugas berat di PPK untuk menyelesaikan penghitungan yang memerlukan waktu hingga tengah malam

BUPATI RESMIKAN APOTIK DAN POLIKLINIK KHARISMA

Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo meresmikan Apotik dan Poliklinik Spesialis di Rumah Sakit Umum (RSU) Kharisma Paramedika, di Jl.Khudori Wates, Senin (13/4).Peresmian ditandai dengan penguntingan buntal dihadiri Kadinas Kesehatan Kulonprogo dr.Lestaryono,M.Kes, Camat Wates Drs.Anang Suharso dan Direktur RSU Kharisma dr.Salamah.

Direktur RSU Kharisma Paramedika Wates, dr.Salamah mengatakan dengan adanya Apotik dan Poliklinik Spesialis di RSU Kharisma akan semakin menambah dalam memberikan layanan kepada masyarakat umum.

Sementara Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo mengatakan bahwa perkembangan Apotik di Kulonprogo, akhir-akhir ini menunjukkan perkembangan yang meningkat terutama di lokasi strategis yang mudah terjangkau masyarakat, namun hendaknya hal ini juga diikuti dengan semakin meningkatnya kualitas pelayanan prima dengan mengutamakan mutu dan kepuasan pelanggan yang sebaik-baiknya. “Karena keperluan obat bagi masyarakat semakin lama makin banyak dan bervariasi tentunya ini merupakan prospek pemasaran yang punya potensi besar yang perlu menjadi pertimbangan bagi pengelola apotik maupun rumah sakit untuk tetap menyediakan berbagai jenis obat yang dibutuhkan masyarakat dan siaga melayani dengan cepat, dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusian,”pinta Toyo.

Lebih lanjut Toyo mengatakan menghadapi tantangan globalisasi dan arus informasi yang semakin bergulir hendaknya RSU Kharisma selalu mengadakan inovasi pelayanan sehingga tidak tenggelam, tetapi sebaliknya tetap menunjukkan eksisitensinya dalam kancah persaingan yang semakin ketat.

11 April, 2009


SEMENTARA UNSUR PIMPINAN DEWAN LOLOS

Partai Gerindra Raih Kursi Dewan

Hasil perhitungan Pemilu Legislatif lalu untuk tingkat nasional sudah dapat dilihat hasilnya dengan adanya perhitungan cepat atau quick qount oleh beberapa lembaga survey, sehingga masyarakat dapat segera mengetahui hasil sementara partai-partai yang mampu memperoleh suara terbanyak. Namun hal ini tidak berlaku untuk perhitungan suara partai-partai di tingkat daerah, hal ini karena perhitungan yang dilakukan oleh KPUD harus menunggu perhitungan terlebih dahulu di tingkat PPK untuk beberapa hari.

Menginggat perhitungan resmi yang terlalu lama, beberapa parpol termasuk caleg-caleg melakukan penghitungan sendiri melalui beberapa laporan yang masuk dari saksi-saksi yang ditempatkan di TPS-TPS, serta dari beberapa sumber data. Dari beberapa laporan berbagai sumber data yang telah dihimpun tersebut untuk hasil perolehan suara sementara, beberapa parpol yang sekarang duduk di kursi dewan masih mampu mempertahankan suaranya untuk menempatkan wakilnya, pendatang baru yang dimungkinkan mampu mendudukan wakilnya di gedung dewan adalah partai Gerindra pimpinan Prabowo, sementara fenomena nasional terhadap meningkatnya suara partai Demokrat diyakini beribas juga ke Kulonprogo yang mampu menambah jumlah kursi di dewan.

Dari perhitungan sementara ini, diperkirakan caleg yang sekarang duduk menjadi unsur pimpinan dewan masih aman, masing-masing Ketua DPRD Drs.Kasdiyono dari PAN yang berada di dapil II meliputi Kecamatan Sentolo dan Nanggulan, Wakil Ketua I.Drs.Sarwidi dari PKB di dapil I meliputi kecamatan Girimulyo,Kalibawang dan Samigaluh, serta Wakil Ketua II Drs.Sudarto dari PDIP di dapil IV meliputi kecamatan Wates, Temon dan Panjatan.

Hasil perhitungan suara sementara ini, Partai berlambang Matahari bersinar mampu menempatkan wakilnya di setiap daerah pemilihan (dapil) bahkan dapil II (Sentolo, Nanggulan) dan dapil III (Pengasih,Kokap) mampu meraih masing-masing dua kursi, sehingga kursi yang diraih PAN minimal 7 kursi. Selain PAN, partai yang dipastikan meraih kursi disetiap dapil masing-masing PDIP,PKB,dan GOLKAR. Sedangkan satu kursi masing-masing diraih PDK di Dapil II, dan PKPB di dapil I. Beberapa partai lainnya yang meraih kursi dewan adalah PKS, DEMOKRAT, PATRIOT, PPP dan GERINDRA. Jumlah keseluruhan kursi dewan yang diperebutkan dalam pemilu 2009 sejumlah 40 kursi meningkat 5 kursi dari DPRD sekarang yang hanya 35 kursi, meliputi dapil I (Girimulyo,Kalibawang,Samigaluh) 8 kursi, dapil II (Nanggulan,Sentolo) 7 kursi, dapil III (Pengasih,Kokap) 8 kursi, dapil IV(Wates,Panjatan,Temon) 10 kursi dan dapil V (Lendah,Galur)7 kursi.


H.PONIMIN BH, MANTAN DUKUH MRUNGGI

Gagal Calon Kades Sukses Jadi Dewan

Nasib seseorang memang tidak bisa ditebak. Gagal terpilih menjadi Kepala Desa Sendangsari, H.Ponimin Budi Hartono tak pantang mundur malah sukses melaju menjadi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Kulonprogo. Mantan Kepala Dukuh Mrunggi yang maju lewat Partai Amanat Nasional (PAN) di Daerah Pemilihan III meliputi Kecamatan Pengasih dan Kecamatan Kokap mampu memperoleh suara terbanyak. Meski tak ditempatkan di nomor urut 1 hanya urutan paling buncit yakni urut 6, namun sesuai hasil perhitungan di desk Pemilu Kabupaten Kulonprogo, mampu meraih 3.048 suara. Caleg PAN di urutan nomor 1 Risman Susandi menempel ketat hanya selisih puluhan suara. Sehingga Dapel III dari PAN dipastikan mampu meraih 2 kursi di DPRD Kabupaten, dari jumlah keseluruhan 8 kursi yang diperebutkan di dapil ini.

Sementara sisa 6 yang sudah pasti memperoleh kursi dari Dapel III ini, satu kursi masing-masing untuk empat partai yakni PDIP, PKB,GOLKAR, PKS, sedangkan 2 kursi lagi akan diperebutkan oleh partai Patriot, Demokrat dan Gerindra, hal ini karena ketiga suara partai yang diperoleh hanya terpaut sedikit.

Hasil sementara perhitungan suara di Dapil III, minus dua desa Hargotirto dan Hargomulyo, urutan I. PAN : 8.180 suara, II. PDIP : 6.641 suara, III.GOLKAR :5.353 suara, IV.PKB : 3.477 suara, V.PATRIOT : 2.762 suara, VI.PKS : 2.693 suara, VII.Demokrat : 2.604 suara dan VIII. GERINDRA : 2.411 suara.

09 April, 2009


PDIP UNGGUL DI TPS TOYO

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih suara paling banyak di TPS 4 Terbah Wates kompleks SMPN 4 Wates , tempat dimana Bupati KulonProgo H.Toyo Santoso Dipo mencontreng. PDIP meraih 123 suara untuk caleg DPRD Kabupaten, disusul PAN 46 suara, Gerindra 34 suara, PPP 15 suara dan PKB 13 suara. Sementara partai Demokrat hanya mampu meraih 10 suara , Golkar 8 suara, PKS 5 suara, PKPB 5 suara, PKNU 3 suara, PBB 2 suara, sedangkan Hanura, PPRN dan PKPI masing-masing hanya meraih 1 suara.

Perhitungan di TPS 4, dimulai pukul 14.00 WIB dengan kertas suara untuk DPRD Kabupaten. Total pemilih di TPS ini sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) 367, hadir menggunakan hak pilih 290, tidak hadir 77 suara dengan suara tidak sah 21 suara.

Menurut Ketua KPPS Surgiantoro, penghitungan sempat molor karena saat penutupan masih menyelesaikan pencontrengan hingga pukul 13.00 WIB.

Sementara di TPS 5 yang berada di kompleks SMAN 1 Wates, diawali dengan perhitungan suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Permaisuri Raja Kraton Yogyakarta, GKR Hemas yang berada di urutan 3 menang mutlak dengan 165 suara. Minat masyarakat untuk menyaksikan perhitungan suara di dua TPS sangat minim sekali.



BUPATI NYONTRENG DI TPS 4

Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo bersama istrinya Ny.Wiwik Toyo Santoso Dipo dan putrinya Anisha Roselia Stevia Dewi melakukan penyontrengan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 di lokasi SMPN 4 Wates. Bupati yang dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di no urut 309, Ny.Wiwik no.310 dan putrinya no urut 308 dari keseluruhan 367 pemilih, datang tepat pukul 8.00 WIB disambut ketua KPPS Surgiantoro. Di TPS ini meski sudah banyak warga yang menunggu, namun pelaksanaan penyontrengan diawali dengan keluarga orang no satu di Kulonprogo. Urutan pertama putri Bupati, disusul kedua Ny.Wiwik dan Bupati diurutan ketiga dengan masuk di bilik no.3 dari 5 bilik yang disediakan. Waktu yang digunakan Bupati untuk memilih/menyontreng dalam bilik 5 menit, masuk 8.05 WIB dan keluar 8.10 WIB.

Usai menyontreng Bupati mengaku tidak ada kesulitan dan bingung dalam memberikan suara, dalam bilik suara dan alat centang berfungsi baik. “Tidak ada kesulitan, tadi waktu saya memberikan suara biliknya cukup terang dan baik jadi lancar-lancar saja,”ujar Toyo di TPS 4 di kompleks SMPN 4 Wates, Kamis (9/4).

Dalam kesempatan ini Bupati berharap agar masyarakat yang mempunyai hak pilih untuk menggunakan haknya, karena keikutsertaan dalam pemilihan berarti ikut serta memikirkan nasib bangsa, daerah dalam mewujudkan pembangunan baik di daerah maupun pembangunan nasional. “Saya berharap masyarakat yang punya hak pilih untuk menggunakan haknya memilih, karena ikut serta dalam menentukan nasib bangsa, daerah dan pembangunan,”ujar Toyo yang dalam kesempatan tersebut menggenakan baju batik lengan panjang.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo,Drs.H.Mulyono bersama istrinya Tutik Restina, dan dua putrinya Eka Rachmi Tejawati serta Faizah Dwi Tirtasari melakukan penyontrengan di TPS 13 Pedukuhan Pepen Desa Giripeni Kecamatan Wates. Di TPS ini pemilih dalam DPT sejumlah 400 orang, tercatat keluarga Wabup no.50 Eka Rachmi Tejawati ,no.51 Faizah Dwi Tirtasari, no.52 Drs.H.Mulyono dan 52 Ny.Tutik Restina.

Kedatangan Wabup beserta keluarga di TPS yang menempati rumah Bapak Sahiran tepat pukul 07.00 WIB. Dalam kesempatan ini Wabup sempat menyaksikan pelantikan KPPS serta pembukaan kotak suara yang berisi logistik pemilu. Dan baru memberikan contrengan setengah jam kemudian. Wabup diurutan pertama yang memasuki bilik 1 dari enam bilik yang disediakan disusul istrinya dan dua putrinya.

Kasubag Humas Pemkab Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP mengatakan usai memberikan suara Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan Muspida akan melakukan pemantauan pelaksanaan pemilihan dengan pembagian wilayah di tiap Daerah Pemilihan (Dapel). “Selesai menyontreng bapak Bupati, Wabup, Sekda serta Muspida akan melakukan pemantauan ke daerah, dengan pembagian perwilayah, untuk Bapak Bupati di Kecamatan Sentolo dan Nanggulan,”kata Arning.

Arning menambahkan pemantauan yang dilakukan oleh para pejabat ini tidak untuk mempengaruhi pemilih, namun melihat langsung dilapangan serta menfasilitasi seandainya terjadi kendala atau hambatan yang ada. Meskipun sebelumnya selaku pimpinan daerah, Bapak Bupati telah melakukan komunikasi dengan para Camat dan Kades, bahwa atas laporannya semua telah siap melakukan pemungutan suara.

08 April, 2009

BANTU SOSIALISASI PEMILU

Humas Pemkab Keliling Kecamatan

Humas Pemkab Kulonprogo bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo, selama beberapa hari menjelang pemungutan suara melakukan sosialisasi pemilu di seluruh wilayah Kulonprogo yang meliputi 12 kecamatan. Sosialisasi dengan mobil unit keliling ini melalui pengeras suara dilakukan disepanjang jalan kabupaten, maupun desa dan pedukuhan mulai wilayah pesisir selatan hingga utara wilayah perbukitan menoreh yang jauh dari pusat kota.

Kasubag Humas Pemkab Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP mengatakan upaya yang dilakukan dalam mensosialisasikan pemilu terutama adanya perubahan dalam pemberian suara dengan mencontreng atau mencentang, serta mengajak untuk menggunakan dengan baik haknya sebagai warga negara dalam pemilu sehingga tidak golput. “Kami memberikan informasi kepada warga masyarakat tentang pemilu diantaranya sekarang tidak lagi mencoblos tetapi mencentang atau nyontreng, dan meminta warga untuk tidak golput tetapi menggunakan waktu sebentar untuk menyukseskan pemilu dengan datang di TPS mulai jam 07.00 WIB-12.00WIB, pada Kamis 9 April nanti”ujar Arning.

Siaran keliling yang dilakukan di seluruh wilayah kecamatan ini, mendapat reaksi masyarakat yang baik, hal ini terbukti masyarakat yang ada di rumah-rumah begitu mendengar informasi dari pengeras suara yang diselingi dengan lagu-lagu, menyempatkan diri keluar rumah. Informasi dengan menggunakan bahasa jawa oleh petugas membuat warga masyarakat menjadi semakin jelas dan mudah ditangkap.

07 April, 2009

Pengrajin Gerabah Kekurangan Modal dan Peralatan

Pengrajin gerabah di Pedukuhan Senik, Desa Bumirejo, Kecamatan Lendah kekurangan modal dan peralatan untuk menjalankan usahanya. Kondisi tersebut menyebabkan usaha mereka sulit berkembang. Bahkan sebagian terpaksa gulung tikar karena tak mampu lagi menjalankan usahanya.

Hal itu terungkap saat dilakukan kunjungan oleh 3 anggota Parlemen Jerman yang dipimpin Stephan Hilsberg dan ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GTZ Arnold Vaartz di sentra industri gerabah tersebut, Senin (6/4). Kunjungan mereka disambut oleh Bupati H Toyo Santoso Dipo, Kadis Perindag dan ESDM Drs H Darto MM, Kepala Badan PMPP dan KB Drs Krissutanto, Dirut PD BPR Bank Pasar Kulon Progo Drs Fahmi Akbar Idris MM, Camat Lendah Drs Eko Pranyoto, Kades Bumirejo Klimun serta puluhan pengrajin setempat.

Kunjungan itu dimaksudkan untuk melihat perkembangan usaha mikro yang mendapatkan bantuan kredit dari LSM GTZ sejak bulan Mei 2007 lalu. Dana sebesar Rp. 450 juta yang disalurkan melalui PD BPR Bank Pasar Kulon Progo itu merupakan bantuan rehabilitasi korban gempa bagi pelaku usaha mikro.

Menurut ketua kelompok pengrajin ‘Bina Usaha’ Marsiyati, di wilayahnya terdapat sekitar 100 pengrajin yang tergabung dalam 5 kelompok. Semuanya dengan kondisi modal pas-pasan dan dengan alat produksi serba manual.

Padahal, tambah Marsiyati, untuk memproduksi sejumlah gerabah siap bakar diperlukan biaya hingga jutaan rupiah. Namun setelah jadi belum tentu semuanya langsung laku. Kadang-kadang hingga sebulan lebih baru laku dan dapat uang.

“Kalau modalnya hanya cukup untuk 1 kali produksi, usaha kami tidak bisa jalan. Oleh karenanya kami mohon bantuan modal dan peralatan agar produksi kami bisa lancar dan prosesnya lebih cepat,” pintanya kepada Bupati dan anggota Parlemen Jerman.

Menanggapi permintaan tersebut Stephan Hilsberg menyatakan, akan melaporkan dulu perkembangan dana bantuan kepada ketua Parlemen Jerman. Namun demikian ia tidak langsung menyanggupi permintaan pengrajin. Karena, menurut dia, misi utama GTZ bukanlah membantu dana, tetapi konsultasi usaha mikro.

Ditambahkannya, secara umum bantuan GTZ di Indonesia cukup efektif dalam pemulihan usaha mikro pascagempa. Di samping jumlah dananya berkembang, sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup banyak.

Menurut Fahmi, dana dari GTZ yang disalurkan di Kulon Progo selama 2 tahun perkembangannya cukup pesat. Dari jumlah Rp. 450 juta saat ini telah berkembang menjadi Rp. 1,3 milyar. Dengan pemanfaat sekitar 600 pengusaha mikro yang tergabung dalm 60 kelompok. Semuanya merupakan korban gempa 26 Mei 2006 lalu, imbuhnya.

PEMILU PNS LIBUR KERJA, SABTU MASUK

Pada hari H Pemilu Legislatif Kamis (9/4) para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Kulonprogo akan menikmati hari libur dilanjutkan Jum’at (10/4) libur nasional Wafat Isa Al Masih.

Kasubag Humas Setda Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP mengatakan sesuai dengan Keputusan Presiden RI No.7 tahun 2009 tentang Penetapan Hari Pemungutan Suara Pemilihan Umum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tahun 2009 sebagai hari libur nasional.

Arning menambahkan khusus hari Sabtu para PNS tetap masuk kerja seperti biasa, meski hari Sabtu terjepit oleh hari libur yakni Jum’at libur nasional dan libur hari Minggu. Hal ini karena sesuai aturan baru bahwa libur Sabtu meski terjepit sudah tidak diliburkan, berbeda dengan daerah lain yang menggunakan aturan lima hari kerja, sehingga libur selama empat hari, Kamis, Jum’at,Sabtu dan Minggu, tetapi karena Pemkab Kulonprogo memberlakukan enam hari kerja sehingga Sabtu tidak libur tetap masuk kerja seperti biasa.

06 April, 2009

BUPATI GUNAKAN HAK PILIH DI TPS 4 TERBAH

Dimungkinkan PNS Sabtu tetap Masuk Kerja

Pada saat pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2009, Kamis (9/4) mendatang Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo akan menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 yang lokasinya di kompleks SMPN 4 Wates. Sementara Wakil Bupati Drs.H.Mulyono akan melaksanakan haknya untuk memberikan suara di tempat asalnya desa Giripeni Wates, tepatnya di TPS Pedukuhan Pepen.

Kasubag Humas Pemkab Kulonprogo, Arning Rahayu,SIP mengatakan Bupati Kulonprogo yang tinggal di rumah dinas ini, tercatat sebagai warga Rt.11 Rw.05 Pedukuhan Terbah Wates yang masuk dalam TPS 4 di lokasi SMPN 4 Wates, sedangkan Wakil Bupati meski tinggal di rumah dinas namun tercatat sebagai warga desa Giripeni sehingga nantinya akan menggunakan hak pilih di TPS pedukuhan Pepen Desa Giripeni. “Undangan yang telah disampaikan petugas kepada Bapak Bupati jumlahnya tiga undangan, untuk Bapak beserta Ibu serta satu putrinya yang telah mempunyai hak pilih, lokasinya di TPS 4 kompleks SMPN 4 Wates yang di TPS ini terdaftar 350 pemilih diketuai Drs.Surgiantoro selaku KPPS ,”ujar Arning.

Arning mengharapkan kepada masyarakat Kulonprogo yang telah mempunyai hak pilih dan terdaftar untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2009 nanti. “Meskipun para PNS di Kulonprogo telah mengikuti aturan undang-undang bahwa dalam PEMILU bersifat netral tidak memihak salah satu parpol, namun sangat diharapkan partisipasinya dalam Pemilu mendatang, dengan menggunakan hak pilih tidak golput,”pintanya.

Sementara terkait hari Sabtu mendatang yang terjepit oleh tiga hari libur yakni Kamis libur Pemilu, Jum’at libur Wafat Yesus Kristus dan Minggu. Sebelum adanya informasi terbaru bagi para PNS tetap masuk kerja, hal ini karena pemkab Kulonprogo melaksanakan aturan 6 hari kerja, bukan 5 hari kerja seperti di Jakarta.