01 Februari, 2009

BUDI HARTONO MENANGKAN PILKADES PENGASIH

Budi Hartono berhasil meraih suara terbanyak dalam pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) desa Pengasih Kecamatan Pengasih yang digelar Minggu (1/2). Dari 12 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada juragan Las dengan nomor urut tiga dari empat calon ini meraih total 2190 suara, Budi berhasil unggul di 11 TPS, hanya satu TPS yang jeblok suaranya yakni di TPS 6 Pedukuhan Tunjungan.Di TPS ini Tujo Biyantoro yang juga calon dari warga setempat berhasil meraup suara terbanyak dengan 368, sementara Budi hanya meraih 35 suara.

Hasil akhir penghitungan oleh panitia pemilihan urutan kedua diraih Djoko Purwanto 1092 suara, Tujo Biyantoro 1068 dan calon Kades Indarto memperoleh 684 suara. Dengan perolehan suara terbanyak, Budi Hartono ditetapkan sebagai calon Kades terpilih. Sebelumnya Kades Pengasih sempat kosong beberapa bulan karena pejabat lama Suyoto PA yang juga seniman pedalangan meninggal dunia karena sakit.

Jumlah pemilih tetap warga desa Pengasih sebanyak 6523 pemilih. Pada saat pemilihan, warga yang menggunakan hak suara sebanyak 5150 pemilih. Surat suara yang dinyatakan sah sebanyak 5034 suara dan surat suara yang tidak sah sebanyak 116 suara.

Proses penghitungan total jumlah suara dari beberapa TPS di kantor desa berlangsung lancar dan tertib. Beberapa pendukung dan tim sukses masing-masing calon memenuhi halaman Kantor Desa, hal yang sama juga terjadi di rumah tinggal masing-masing calon Kades.

Sementara dari pejabat pemkab Kulon Progo yang hadir menyaksikan hasil akhir penghitungan suara di kantor desa, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Perempuan dan KB Drs. Krisutanto, dan Camat Pengasih Dra.Sri Harmintarti.

Kasubid Kelembagaan, Perangkat dan Administrasi Pemerintahan Desa Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Perempuan dan KB Sugimo SIP yang juga hadir mengatakan dari 88 desa masih satu desa lagi yang belum menggelar Pilkades yakni desa Garongan karena pejabat sebelumnya diberhentikan, akibat tersandung suatu kasus. Pelaksanaan Pilkades di desa Garongan akan molor untuk beberapa bulan mendatang sehingga tidak mungkin dilakukan sebelum Pemilu Legislatif karena dari jadwal waktu penyelenggaraan sudah tidak memungkinkan.

31 Januari, 2009


Kulon Progo Prakarsai Penghijauan Lahan dan Hutan

Sebagai bagian dari kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan cadangan air dan pemanasan global (global warming) Kulon Progo secara kontinyu mengembangkan program penghijauan lahan dan hutan. Bahkan, sebelum pemerintah pusat menggulirkan program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) Kulon Progo sudah mencanangkannya. Kepedulian ini menempatkan Kulon Progo sebagai salah satu Kabupaten di Republik Indonesia yang mendapatkan penghargaan penghijauan lahan dari pemerintah pusat.
Sehingga secara berkelanjutan Kulon Progo telah mencanangkan gerakan penghijauan. Seperti program penanaman 1,5 juta pohon di tahun 2009. Karena disamping memberikan dampak terhadap kesehatan lingkungan penanaman pohon kedepan akan memberikan income terhadap pemerintah maupun masyarakat secara luas.
Demikian dikatakan Bupati Kulon progo H. Toyo S Dipo Sabtu (31/1), dalam acara pemberian bantuan bibit tanaman jati unggul dan mahoni dari Keluarga Besar Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) di Gunung Gondang, Margosari, Pengasih. Acara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Drs. So’im, Assek II Ir. Agus Anggono, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir. Agus Langgeng Basuki, Sekretaris KAGAMA Pusat Drs. Bambang Praswanto,MSc, para pejabat dari SKPD yang lain serta masyarakat.
Program penghijauan berupa penanaman pohon tersebut akan digulirkan dengan memberikan bantuan bibit tanaman sejumlah 1,5 juta bibit. Berupa beberapa jenis tanaman keras seperti, jati unggul, mahoni, akasia dan didukung oleh tanaman buah-buahan. “Sehingga dalam jangka waktu 6-8 bulan kedepan, pohon-pohon yang sekarang ditanam akan memberikan hasil baik kepada pemerintah maupun masyarakat,” katanya.
Sementara itu, kepada pengurus KAGAMA bupati yang juga menjabat Ketua KAGAMA Cabang Kulon Progo berharap bisa terus peduli terhadap lingkungan. Terkait dengan hal tersebut, bertepatan dengan Hari Jadi Kulon progo di tahun 2009 yang akan jatuh pada bulan Oktober KAGAMA akan memberikan bibit tanaman lagi dengan jumlah lebih besar yaitu, 50.000 bibit tanaman, lanjut bupati.
Sedangkan menurut Sekretaris KAGAMA pusat Drs. Bambang Praswanto ,MSc pemberian bibit tanaman yang diberikan untuk Provinsi Yogyakarta sejumlah 8.200 batang. Berupa bibit jati unggul dan Mahoni. Bibit tanaman tersebut dibagi rata kepada semua Kabupaten di DIY. “Sehingga Kulon Progo mendapatkan jatah bantuan bibit sejumlah 2100 bibit,” katanya.
Pemberian bibit tanaman tersebut dilakukan bertepatan dengan HUT KAGAMA yang ke-50 dan Munas KAGAMA ke-11. Yang menurut rencana akan digelar di Yogyakarta. Sedangkan 2100 bibit tanaman tersebut terdiri dari, bibit jati unggul dan Mahoni yang masing-masing berjumlah 10050 batang.
Di sisi lain, KAGAMA akan selalu menjalin komunikasi dan kerjasama dengan pemerintah. Kerjasama tersebut tidak hanya sebatas pada kepedulian lingkungan namun juga untuk bidang-bidang yang lain. Seperti yang telah kami lakukan yaitu, kerjasama dengan pemerintah Papua untuk menyusun rencana pengembangan Papua maupun ikut serta dalam penyusunan RPJMD di Kabupaten Boyolali, lanjutnya.

30 Januari, 2009

BUPATI SERAHKAN BANTUAN PERIKANAN DAN PETERNAKAN

Bupati Kulon Progo H.Toyo Santoso Dipo, Jum’at (30/1) menyerahkan bantuan paket sarana usaha Kelautan, Perikanan dan Peternakan di ruang pertemuan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Kepenak) Pengasih. Bantuan yang jumlah keseluruhan mencapai Rp.3 Milyar meliputi sarana prasarana unit perbenihan rakyat, sarana penangkapan ikan di laut, sarana perlengkapan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), bibit sapi potong 22 kelompok sejumlah 200 ekor, bibit kambing 18 kelompok 450 ekor, bibit Domba 8 kelompok 200 ekor dan Kapal 30 Gross Ton.

Penyerahan bantuan dari sumber dana pusat disaksikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi DIY, Ir. Titik Sugiharto, Kadinas Kelautan Peternakan dan Perikanan Kulon Progo drh. Sabar Widodo, Kadinas Pertanian dan Kehutanan Ir.Agus Langgeng Basuki,MT, Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kehutanan, Ir.Bambang Tri Budi Harsono dan Kabaga Pemerintahan Setda Drs. Riyadi Sunarto.

Bupati Kulon Progo, H Toyo Santoso Dipo berharap bantuan yang diberikan dapoat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan nilai ekonomis bagi kesejahteraan masyarakat. Bantuan sarana prasarana kelautan yang diberikan dalam rangka menyongsong segera beroperasinya pelabuhan Glagah pada tahun 2009.

Hal senada dikatakan Kadinas Kelautan Perikanan Propinsi DIY, Ir Titik Sugiharto, bahwa bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khusus bantuan kapal nelayan 30 GT sekarang masih di Pacitan, karena lokasi Pelabuhan Glagah belum bisa dimasuki kapal sebelum dilakukan pengerukan. Diharapkan bulan Agustus mendatang kapal dapat dimanfaatkan oleh nelayan Kulon Progo.

29 Januari, 2009


LETKOL INF HARIYADI, SIP DANDIM 0731 KULON PROGO

Danrem Tegaskan TNI Tetap Netral

Dalam berbagai kesempatan menjelang pemilu, netralitas TNI masih saja menjadikan topic yang hangat dan selalu dibahas pada forum diskusi. Banyaknya purnawirawan TNI yang menyalurkan aspirasinya kepada partai politik dan mencalonkan diri sebagai Presiden, Wakil Presiden dan anggota legislative, menimbulkan kekhawatiran pada sementara orang, khususnya elite politik tertentu karena dicurigai para purnawirawan tersebut akan menggunakan kekuatan TNI untuk mendukung pencalonannya.

Hal tersebut dikatakan Komandan Korem (Danrem) 072 /Pamungkas, Kolonel Czi Soepeno, dalam amanat pada Serah Terima Jabatan Komandan KODIM 0731 /Kulon Progo di Alun-alun Wates, Kamis (29/1). Jabatan Komandan Kodim 0731 Kulonprogo diserahterimakan dari Letkol Inf.I Made Sukarya kepada Letkol Inf Hariyadi SIP. Hariyadi sebelumnya bertugas sebagai Papandya (Perwira Pembantu Madya)Ops Kodam IV Diponegoro, sedangkan I Made Sukarya menempati pos baru sebagai Waaster Kas Kodam Jaya. Turut hadir Bupati Kulon Progo, H.Toyo Santoso Dipo, Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, Ketua DPRD Drs. Kasdiyono serta Muspida dan Kepala SKPD di lingkup Pemkab Kulon Progo.

“TNI tidak memberikan dukungan kepada para purnawirawan yang ikut mencalonkan diri tersebut, karena hal itu bertentangan dengannetralitas TNI. Niarkan mereka menyalurkan aspirasinya menurut keinginannya, meskipun para purnawirawan itu tetap pada garis perjuangannya mempertahankan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” tegas Danrem.

Menurutnya, netralitas TNI harus dipegang teguh, oleh karenanya jangan pernah bergeser dari komitmen itu, apapun alasannya. Hindari tindakan-tindakan yang dapat diintrepretasikan sebagai upaya mendukung salah satu partai politik peserta pemilu, karena perbuatan itu akan dieksploitasi oleh pihak-pihak yang menginginkan pelaksanaan pemilu mengalami kegagalan.

“Pemilu harus sukses. Bangsa ini sudah terlalu lama terjerat dalam krisis multi dimensi yang hingga sekarang belum mampu melepaskan diri dari persoalan bangsa yang semakin kompleks. Oleh sebab itu Pemilu harus sukses sehingga dapat melahirkan pemimpin nasional yang memiliki legalitas juga harus legitimate. Sampai saat ini kondisi bangsa kita masih memerlukan pemimpin yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, kuat, tegas, berwibawa dan jujur, semua itu diperoleh melalui pemilu yang bersih sesuai aturan main yang sudah diberlakukan,” katanya.

22 Januari, 2009


Bupati Targetkan 20 persen PDRB Dari Sektor Perkayuan

Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo memiliki target untuk meningkatkan Pendapatan Daerah Regional Brotto (PDRB) Kulon progo dari sektor perkayuan. Target tersebut dimulai dengan mencanangkan gerakan penanaman pohon secara serentak di Kulon Progo yang pada tahun 2009 mencapai 1,5 juta pohon. Dari penanaman pohon jenis mahoni dan albasia (sengon laut) sebanyak itu, kedepan, ditargetkan akan mampu menyumbang PDRB Kulon Progo dari sektor perkayuan sebesar 20 persen.
Dengan asumsi, setiap pohon yang ditanam dalan jangka waktu 6-8 tahun bisa dijual dengan harga rata-rata Rp 500.000. Sedangkan dari 1,5 juta pohon yang ditanam rata-rata memiliki kemungkinan hidup 70 persen atau sejumlah 1 juta batang. Sementara PDRB Kulon progo sekarang mencapai Rp 2,67 trilyun.
Demikian dikatakan bupati Kamis (22/1), usai melaksanakan gerakan penanaman dan penghijauan di jalan Sentolo-Pengasih. Gerakan penghijauan dan penanaman pohon tersebut diikuti oleh beberapa pejabat pemkab seperti, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir. Agus Langgeng Basuki bersama Kabid Kehutanan Ir. Djunianto Marsudi Utomo, Kepala DPU Ir. Moch Nadjib, Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian, Perikanan, Kehutanan Ir. Bambang Tri Budi Harsono, Camat Pengasih Dra. Sri Hermintarti, Camat Sentolo Drs. Jazil Ambar Was’an dan yang lainnya.
Gerakan penghijauan dan penanaman pohon tersebut merupakan program yang berkelanjutan dan akan ditopang dengan peningkatan untuk sektor pendukung yang lain. Seperti, industri mebel, kerajinan dari kayu dan produksi industri kayu setengah jadi. ”Sehingga penjualan kayu dari Kulon Progo nanti tidak akan berwujud kayu gelondong, namun paling tidak dalam berbentuk kayu olahan setengah jadi,” katanya.
Selanjutnya, pemilihan jenis kayu seperti, mahoni, albasia, akasia, jati dan tanaman keras yang lain telah disesuaikan dengan karakteristik tanah dan keadaan geografis di Kulon Progo. Karena kebanyakan jenis tanaman tersebut cocok untuk dikembangkan di daerah Kulon Progo. Bahkan, melalui dinas-dinas pemerintah yang mengurusi, pemerintah telah memberikan bantuan bibit kayu tersebut. Untuk ditanam oleh masyaraka di Kulon Progo.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir. Agus Langgeng Basuki yang didampingi Kabid Kehutanan Ir. Djunianto Marsudi Utomo mengatakan bahwa menanaman pohon mahoni untuk penghijauan dan perindang jalan di daerah Kulon Progo mencapai 2000 batang. Lokasi penanaman ada di beberapa target awal yaitu, sepanjang jalan Sentolo-Pengasih, Kota Kecamatan Pengasih, Seputar Alun-alun Wates dan Jalan Milir-Karangnongko.
Selain penanaman 2000 batang pohon di jalan Sentolo-Pengasih sepanjang 2 km, secara keseluruhan penanaman pohon di Kulon Progo untuk perindang jalan mencapai 449.000 batang pohon. ”Diharapkan dengan penanaman pohon tersebut dapat mengurangi polusi udara serta memperindang jalan-jalan yang ada di Kulon Progo,” katanya.

17 Januari, 2009

Sektor Konstruksi Tertinggi Dalam Kecelakaan Kerja

Sektor konstruksi berada dalam daftar teratas tingkat kecelakaan kerja secara nasional yaitu, 32 persen dari seluruh kecelakaan kerja yang terjadi di tahun 2008. Angka ini cukup besar mengingat sektor ini hanya mempekerjakaan kurang lebih 4,5 juta pekerja atau hanya sebesar 5 persen dari jumlah pekerja secara nasional. Sektor ini mencakup pekerjaan seperti, arsitek, mekanik, teknik sipil, tata lingkungan dan yang lain.

Demikian dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Kulon Progo Drs. H. Mulyono membacakan sambutan Menteri Tenaga Kerja RI Sabtu (17/1), saat menjadi inspektur upacara pada peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di halaman pemkab. Upacara diikuti oleh jajaran pejabat eksekutif pemkab Kulon Progo, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs. Musodo, perwakilan pekerja dari beberapa perusahaan yang ada di Kulon progo, karyawan pemkab dan yang lainnya.

Sektor ini secara nasional perlu mendapatkan perhatian dan diharapkan bisa menerapkan manajemen K3 di lingkungan kerja. ”Sehingga peringatan bulan K3 bisa membuka pengertian akan sangat pentingnya penerapan manajemen K3 dilingkungan kerja agar kecelakaan kerja dapat diminimalisir,” katanya.

Penerapan manajemen K3 tidak hanya berorientasi pada tingkat keselamatan dalam bekerja. Namun penerapan manajemen K3 juga memiliki korelasi yang erat terhadap peningkatan produktivitas kerja. Karena semakin sedikit kecelakaan yang terjadi maka peningkatan produktivitas akan mudah untuk dicapai dan direalisasikan.

Sementara itu, secara simbolis dalam upacara ini juga diserahkan bantuan suplemen zat besi kepada para pekerja di tiga perusahaan yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Yaitu, pekerja PT. Sunchang Indonesia (pabrik rambut palsu/wig), PT. Patria Adikarsa (pabrik pelintingan rokok) dan Perusahaan Wingko Susilowati.

Secara terpisah usai mengikuti upacara, Kadinsosnakertrans Drs. Musodo yang didamping Pengawas Ketenagakerjaan Kulon Progo Suprayitnomengatakan bahwa di Kulon Progo kecelakaan tahun 2008 ada 15 kasus. Namun kasus tersebut bukan terjadi di lingkungan kerja meskipun itu terhitung kecelakaan kerja. ”Karena dari 15 kasus yang ada kebanyakan adalan kecelakaan lalu lintas. Seperti, karyawan perusahaan yang berangkat maupun pulang bekerja,” terang Prayit.

Kecelakaan terbesar terjadi berada di sektor informal seperti, kecelakaan penderes nira kelapa. Yang jumlahnya ditahun 2008 mencapai 74 kasus. Dari 74 orang penderes yang mengalami kecelakaan 22 orang meninggal dunia dan 52 orang selamat. Kecelakaan tertinggi terjadi di daerah Kecamatan Kokap dan Kalibawang.

Sebagai bentuk perhatian dari kecelakaan yang terjadi, pemkab sudah menyerahkan bantuan yang kebanyakan berupa uang dengan jumlah yang bervariasi. Yaitu, untuk korban kecelakaan meninggal dunia diberi bantuan Rp 1 juta dan yang luka berat/ringan sebesar Rp 200-800 ribu tergantung tingkat kecelakaannya. ”Sektor ini memang masih memegang angka tertinggi untuk kecelakaan kerja di Kulon Progo dan masih membutuhkan perhatian yang lebih dari pemerintah,” lanjutnya.

16 Januari, 2009


NATALAN DIISI BERSIH-BERSIH KOTA WATES
Dalam rangka peringatan Natal 2008 dan Tahun Baru 2009 serta mendukung kebersihan dan keserasian Kota Wates dan sekitarnya, warga kristiani dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Kulon Progo bersama-sama para pelajar sekolah BOPKRI Wates mengadakan gerakan kebersihan di seputar Alun-alun Wates, lingkungan Pemkab serta RSUD Wates, Jum’at (16/1).
Ketua Umum Panitia Penyelenggara Natal Bersama, Anizetus Bambang Sulistya,SH mengatakan kegiatan kebersihan yang dilakukan oleh umat kristiani dalam rangka mendukung terciptanya kota Wates yang bersih dan indah yang juga merupakan satu rangkaian kegiatan menyemarakkan Natal Bersama. “Gerakan kebersihan yang dilakukan ini dilakukan untuk mendukung terciptanya kota Wates yang bersih dan asri, sekaligus dalam satu kesatuan acara Natal Bersama yang digelar Sabtu besok di gedung Keseninan Wates,” kata Bambang yang menjabat Kabag Hukum Setda Kulon Progo.
Ditambahkan Bambang, Natal kali ini yang bertemakan Hiduplah dalam Damai dengan Semua Orang, diharapkan umat kristiani baik sebagai PNS, anggota TNI/POLRI, karyawan swasta maupun BUMD/BUMN dan Pamong Desa, harus bisa menjadi garam di masyarakat mampu memberi warna kedamaian di lingkungan kerja, memberikan yang terbaik bagi Kulon Progo tetapi juga memenuhi kewajiban sebagai umat Tuhan.
“Sedangkan dengan adanya Pemilu Legislatif yang akan dilaksanakan nantinya, umat kristiani sebagai warga negara punya kewajiban dan tanggung jawab dalam proses demokrasi dengan memilih wakil-wakilnya di legislatif. Dengan kedewasaan iman mampu mencermati kader yang humanis, peduli semua umat berjiwa nasional dan berbasis kebudayaan sebagai yang layak untuk menjadi wakil kita,” harapnya.
Sementara itu Wakil Bupati Kulon Progo Drs,H.Mulyono dalam pengarahan sebelum dilakukan kegiatan kebersihan di Lapangan Basket Alun-alun Wates menyambut baik upaya yang dilakukan umat Kristiani membantu kebersihan di lingkungan kota Wates dalam rangka Hari Natal dan Tahun Baru 2009. “Kebersihan merupakan tanggung jawab bagi semua pihak, dengan upaya seperti ini merupakan awal yang baik untuk membantu menciptakan lingkungan yang sehat, “katanya.

14 Januari, 2009


SIDANG PARIPURNA ISTIMEWA DPRD KULONPROGO


Lantik Affandi Jadi Pengganti Antar Waktu



Drs.H Affandi dilantik menjadi anggota DPRD Kulon Progo, Rabu (14/1) dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD yang dihadiri 28 anggota DPRD. .Pelantikan politisi PAN dan pensiunan dosen IAIN Semarang, asal Butuh, Desa Bumirejo Kecamatan Lendah ini berdasarkan Keputusan Gubernur DIY No.209/Kep/2008 tanggal 22 Desember 2008 tentang Pemberhentian Saudara Ismartoyo dari keanggotaan DPRD Kabupaten Kulon Progo dan pengangkatan Drs.H.Affandi sebagai penggantinya. Pengucapan sumpah dan janji anggota antar waktu DPRD Kulon Progo 2004-2009 itu dilakukan Ketua DPRD Kulon Progo Drs.H.Kasdiyono. Hadir menyaksikan acara itu, Bupati Kulon Progo H.Toyo Santoso Dipo, Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, Muspida dan para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).


Affandi yang pernah menjadi anggota dewan periode 1999-2004 ini merupakan pengganti antar waktu H.Ismartoyo karena meninggal dunia 8 Juli 2008 lalu. Dengan dilantiknya Affandi yang saat ini berusia 75 tahun jadi anggota Dewan, maka ia menjadi anggota dewan Kulon Progo yang paling tua.


Meski hanya menyisakan waktu 8 bulan, Affandi mempunyai target yang berorientasi di pedesaan melalui pembangunan jalan yang diratakan dengan corblock melalui semenisasi. “Kondisi di pedesaan yang jalan-jalan kondisinya masih bebatuan dan belum diratakan, dengan bantuan stimulan semen diharapkan dapat menjadi rata dan baik,”katanya.


Menurutnya bantuan yang diberikan hanya sebagai stimulant untuk menumbuhkan swadaya masyarakat. Pengalaman bantuan semen selama ini menunjukkan swadaya masyarakat sangat antusias.


10 Januari, 2009


HIPMI Mampu Menjadi Jembatan Kebijakan Pemerintah

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai wadah dari para pengusaha muda hendaknya bisa mengoptimalkan peran dan fungsinya. Karena keberadaan HIPMI mempunyai peran yang strategis guna melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Seperti melakukan sosialisasi tentang kebijakan-kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi dan usaha.
Demikian dikatakan Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo Sabtu (10/1), saat beraudensi dengan pengurus HIPMI di Gedung Joglo pemkab. Acara tersebut diikuti oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa perempuan dan KB Drs. Krisutanto, Kepala Kantor Penanaman Modal Ir. Subagyo, Ketua HIPMI DIY Setyo Wibowo serta pengurus HIPMI yang lainnya.
Perantara atau media yang menjembatani kebijakan menjadi sesuatu yang penting karena tanpa sosialisasi yang benar sebuah kebijakan mungkin tidak akan berjalan sesuai dengan baik. “Untuk itu kami harapkan HIPMI sebagai sebuah wadah dari para pengusaha muda mampu menjembatani kebijakan makro pemerintah terutama dalam bidang ekonomi dan usaha,” katanya.
Selanjutnya, sebagai sebuah media perantara semua anggota HIPMI hendaknya mengetahui posisi dan peran HIPMI dalam membangun ekonomi secara menyeluruh. Dengan mengemahami posisi, peran dan fungsi dari semua anggotanya HIPMI akan mampu berkembang dengan baik dan bisa menjadi kepanjangantangan dari para pengusaha yang ada di dalamnya.
Di sisi lain, mengoptimalkan peran dan fungsi HIPMI sebagai wadah dari para pengusaha sangat penting. Seperti di negara-negara maju wadah pengusaha seperti HIPMI dan Kamar Dagang dan Indistri (KADIN) adalah sangat vital. Terutama dalam rangka membangun investasi di daerah. “Karena selama ini peran dan fungsi KADIN belum maksimal mungkin HIPMI bisa mengambil alih peran tersebut. Kalau memang KADIN tidak bisa dimaksimalkan lagi,” tandas Bupati.
Sementara itu, menurut Ketua HIPMI DIY Setyo Wibowo dalam menjalankan peran dan fungsi HIPMI harus disesuaikan dengan agenda pembangunan maupun kebijakan-kebijakan yang ditempuh pemerintah. “Sehingga dengan audensi diharapkan pengurus HIPMI akan mendapatkan gambaran dan petunjuk usaha ataupun kebijakan apa yang telah di tempuh pemerintah Kulon progo,” katanya.

09 Januari, 2009

PASCA PENATAAN SOTK BARU

Kelebihan Pegawai Dipertanyakan

Setelah hampir seminggu Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru diterapkan dan disusul dengan penempatan beberapa staf di instansi baru, kenyataan dilapangan menyebutkan bahwa Kulon Progo sangat minim pegawai sehingga kelebihan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dinyatakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) beberapa waktu lalu banyak dipertanyakan.

Hal ini terjadi terutama dirasakan oleh beberapa pimpinan instansi di lingkup Sekretariat daerah (Setda). Kondisi staf di beberapa sub bag pada Bagian-bagian di Setda yang muncul setelah diterapkannya SOTK baru sangat minim sekali staf sehingga tidak seimbang dengan beban tugas yang dikerjakan.

Drs.Bisono Indro Cahyo, mantan Kepala Kantor Pengelola Data Elektronik (KPDE) yang turut dilikuidasi pasca SOTK baru, dan kini menjadi Kabag TI dan Humas Setda, merasa heran usai menerima beberapa lembar surat penugasan staf. Keheranan dirasakan Bisono, karena dari sekitar 20 staf lama hanya menyiasakan dua orang yang mendapatkan tugas baru di sub bag TI. ” Wah bagaimana ini, kok hanya diberi tinggalan dua orang staf dari duapuluhan lebih, padahal di TI harus merealisasikan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang dananya sudah siap,”keluh Bisono Jum’at (9/1).

Hal yang sama dirasakan Mudopati dan Suryantoro. Mudopati yang menjabat Subag Data Informasi Bagian TI Humas merasa pusing membagi tugas staf, karena uraian tugasnya diantaranya menyiapkan naskah sambutan serta ketatausahaan hanya menerima dua orang staf saja. Sementara Suryantoro di Bagian Pemerintahan dengan tiga staf yang semuanya baru harus siap untuk menyusun LKPJ Bupati.

Melihat kenyataan penempatan staf yang sangat minim sekali ini, ketiga pejabat tersebut mempertanyakan, pernyataan dari pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang mengatakan bahwa Kulon Progo kelebihan pegawai.

Menurut beberapa staf, minimnya penempatan pegawai ini jelas akan menganggu kinerja dan pelayanan, karena selain tugas sesuai fungsi yang diberikan masih harus diberikan tugas tambahan seperti pengurus barang, bendaharawan gaji, dan administrasi.