07 Januari, 2009


SETELAH VAKUM 10 TAHUN

Pakualaman Kembali Gelar Labuhan

Puro Pakualaman kembali melakukan acara ritual berupa labuhan di Pantai Glagah Indah Temon Kulon Progo, Rabu (7/1). Acara rutin yang dilakukan kerabat Puro Pakualaman ini sebenarnya telah berlangsung lama, namun sempat vakum atau terhenti selama 10 tahun, karena wafatnya orang yang diberi kepercayaan oleh pihak Puro.

Salah satu kerabat kraton Puro yang hadir , KPH Indrokusumo menjelaskan ritual Labuhan yang diselenggarakan ini sebenarnya telah berlangsung sejak turun temurun, namun pada tahun 1998 sempat terhenti karena yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan wafat dan baru setelah 10 tahun ini ada yang berani. “ Labuhan ini awal dari ritual Puro yang nantinya dilakukan setiap tanggal 10 bulan Suro tahun Jawa, ini sempat berhenti selama 10 tahun, karena yang bertanggung jawab wafat, sekarang sudah ada dan berani bertanggung jawab,” terang Indro.

Ritual Labuhan Hajad Dalem KGPAA Paku Alam IX, dihadiri oleh kerabat Puro antara lain Permaisuri Gusti Kanjeng Raden Ayu (GKRA) Adipati Pakualam, KPH, Indrokusumo, BRM Haryo Seno, BRM Aryo Damandono, dari Pemkab Kulon Progo Bupati H.Toyo Santoso Dipo, Asisten Pembangunan Ir.Agus Anggono, Kadinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Drs.Bambang Pidegso, Msi, Camat Temon Dra.Sri Utami,M.Hum.

Acara labuhan diawali dengan serah terima uba rampe labuhan berupa dua gunungan palawija, pakaian bekas, serta sesaji yang akan dilabuh dari pihak Puro yang diserahkan kepada abdi dalem yang diwakili Kades Glagah di Pesangrahan Paku Alaman. Selanjuntnya semua uba rampe di arak dengan jalan kaki menuju lokasi labuhan di pantai Glagah yang berjarak sekitar 3 km. Kirab uba rampe diawali pasukan Puro Bregodo Lombok Abang yang menggenakan pakaian serba merah dengan tombak kemudian sesaji dan gunungan, yang dibelakangnya pasukan Puro Bregodo Plangkir yang berpakaian serba hitam dengan menggenakan senapan .

Sebelum dilabuh, uba rampe terlebih dahulu singgah di Joglo Labuhan untuk melaksanakan doa. Usai dilakukan doa baru dibawa ke laut untuk dilabuh. Uba rampe yang dilabuh berupa pakaian bekas Puro kemudian gunungan yang kemudian menjadi rebutan oleh para pengunjung.

06 Januari, 2009

Kulon Progo Terendah Dalam Aduan Kasus ke LOD

Selama bulan September-Desember 2008 aduan masyarakat Kulon Progo yang masuk ke Lembaga Ombusmen Daerah (LOD) DIY hanya ada 1 buah. Dibanding Kabupaten/Kota lain jumlah itu merupakan yang terendah. Jumlah tertinggi Bantul sebanyak 13 aduan, Kota 9, Sleman 8 dan Gunungkidul 2.
Hal itu diungkapkan Ketua LOD DIY Muhamad Hasyim, Selasa (6/1) usai melakukan audensi dengan Bupati H Toyo Santoso Dipo di gedung Joglo kompleks kantor pemkab. Dalam audensi tersebut Hasyim didampingi angota LOD DIY Anik Setyowati, Sumarmo dan Didik R Sumukti. Sementara bupati didampingi Assek I Drs Sutedjo Wiharso dan segenap pejabat pemkab.
Hasyim menambahkan, sejak dilantik bulan September lalu, LOD DIY telah menangani 50 aduan. Sebanyak 15 aduan masuk saat kepengurusan sebelumnya, 9 masuk pada masa trnasisi bulan April-Oktober dan 26 aduan masuk dalam 3 bulan terakhir.
“Dari 50 aduan itu semua sudah ditindaklanjuti. Dengan rincian 22 aduan telah selesai dan sisanya masih dalam proses. Sebagian besar yang telah selesai hanya dilakukan dengan mediasi melalui pesawat telepon,” terangnya.
Menyinggung tentang sedikitnya jumlah aduan dari masyarakat Kulon Progo, pria asal Pati itu mengaku belum tahu pasti penyebabnya. Karena pihaknya belum pernah melakukan kajian secara intensif.
“Kemungkinan pelayanan publik di Kulon Progo sudah bagus. tapi mungkin juga karena masyarakat masih enggan, atau karena jaraknya cukup jauh. Untuk itu kami akan terus melakukan sosialisasi kepada aparat pemkab sampai pemerintah desa serta kepada masyarakat, dengan prioritas bagi yang dekat dengan pelayanan public. Kami juga akan memasang kotak aduan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lignkungan Pemkab Kulon Progo,” ujar Hasyim.
Lebih jauh Hasyim menjelaskan, aduan dari warga Kulon Progo adalah mengenai tunjangan Guru Tidak Tetap (GTT). Pelapor mempertanyakan tunjangan beras dari pemkab, katanya.
Di hadapan bupati Hasyim menyatakan, LOD DIY berniat untuk menjalin mitra secara lebih intensif dengan Pemprov dan Pemkab/Pemkot. Yakni dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang membantu terbentuknya pemerintahan yang bersih. Dengan mekanisme kerja menerima laporan atau aduan dari masyarakat dan memiliki kewenangan untuk memberi masukan pada perundang-undangan yang tidak tepat serta minta keterangan kepada pihak terkait bila ada indikasi penyimpangan.
Dalam sambutannya Toyo berharap agar LOD DIY dapat menjadi mitra yang baik dalam membangun pemerintahan yang bersih bagi Kulon Progo. Dengan memberi masukan-masukan konstruktif dalam pelaksanaan pemerintahan. Untuk itu Toyo mempersilakan LOD DIY untuk membuka kotak laporan di setiap SKPD. “Kalau perlu bisa ditempatkan seorang asisten di sini. Nanti saya usahakan tempatnya,” kata Toyo.

JAMAAH HAJI KULONPROGO TIBA

2 Meninggal , 2 Masih di Jeddah

Sebanyak 209 jamaah haji dari kabupaten Kulon Progo telah tiba dengan selamat, Senin sore (5/1) di Masjid Agung Wates. Namun tidak seperti saat pemberangkatan sebanyak 213 orang, karena berkurang 4 orang, 2 meninggal dan 2 lagi masih di Jeddah. Sepasang suami istri warga Dukuh III Desa Panjatan, Kecamatan Panjatan masih ditanah suci sebab sang suami Wignyoharjono (72) menderita stroke, di dampingi istrinya. Adapun 1 orang meninggal yakni Sukarman (73) setelah tiba di Arab 3 hari akibat serangan jantung, jenazah warga Gegunung kecamatan Lendah ini dimakamkan di Mekah. Jemaah 1 orang lagi yang meninggal adalah Sutinah (78) warga Kanoman kecamatan Panjatan yang meninggal setelah menjalani wukuf dan jenazahnya atas permintaan keluarga dimakamkan di Mekah.

Kepala Kandepag Kulon Progo Drs.H.Syahrowardi mengatakan jemaah haji yang wafat sudah merupakan takdir, segala upaya telah dilakukan oleh tim kesehatan. “Jamaah kita yang meninggal telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas, namun jalan terbaik yang sudah menjadi takdir dari yang kuasa,” kata Syahro

Acara penyambutan di Masjid Agung Wates, seremonial penyambutan kedatangan jamaah haji oleh Pemkab Kulon Progo berlangsung singkat.Tidak seperti biasanya, upacara penyambutan hanya dengan ucapan selamat datang dari Bupati Kulon Progo H.Toyo Santoso Dipo yang datang bersama Muspida.

Hal tersebut menurut Kepala Sub Bagian Humas Pemkab Kulon Progo Arning Rahayu,SIP dilakukan untuk memberikan waktu lebih banyak kepada keluarga jamaah haji untuk segera bertemu dengan keluarganya.” Dari pada berlama-lama di sini,nanti malah sulit mengatur. Lagi pula kasihan jamaahnya, mereka pasti masih lelah setelah perjalanan jauh, sehingga membutuhkan waktu untuk beristirahat,”ujarnya

05 Januari, 2009


HARI KESATUAN GERAK PKK-KB-KESEHATAN
Kesehatan dan Jumlah Anak Harus Mendapat Perhatian
Sebagian besar masyarakat Kulon Progo, tingkat kesejahteraannya masih perlu mendapatkan perhatian. Kita dapat melihat bahwa di dalam masyarakat kita ada yang belum bisa makan dengan layak, bahkan masih dapat dijumpai kasus kurang gizi di dalam masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat sangat dipengaruhi oleh berbagai hal, dan nampaknya hal-hal yang mempengaruhi ini saling mengkait, dan kita harus mengurainya. Kita tahu bahwa dalam hal tingkat kesejahteraan masyarakat kesehatan dan jumlah anak merupakan hal yang harus mendapat perhatian.
“Variabel kesehatan dan variabel jumlah anak bagi sebagian besar keluarga di Indonesia menjadi variabel yang sangat menentukan tingkat kesejahteraan keluarga. Untuk itulah upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan cara menangani variabel kesehatan dan jumlah anak, untuk saat ini nampaknya masih sangat layak untuk dilanjutkan,” kata Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Mulyono pada acara puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-36 di Gedung Kaca, Senin (5/1). Acara dihadiri Ketua Tim Penggerak Kabupaten, Kepala Badan Pemberdayaan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Perempuan dan KB Kabupaten Kulonprogo serta para Camat.
Wabup juga mengungkapkan sebagian masyarakat menilai bahwa tingkat kesejahteraan keluarga sangat ditentukan oleh pria selaku tulang punggung dari sebagian besar keluarga. Ada yang menilai dengan adanya nafkah yang banyak dari usaha suami maka kesejahteraan dapat tercapai. Hal-hal semacam itu tidak sepenuhnya benar, karena kesejahteraan dalam rumah tangga tidak sepenuhnya ditentukan oleh jumlah materi yang didapat. Pengelolaan kehidupan rumah tangga yang baik yang dilaksanakan oleh sebagian besar ibu sangat berpengaruh.Untuk itulah kami sangat berharap ibu rumah tangga perlu dijadikan obyek dan sekaligus subyek berbagai kegiatan yang dilaksakan oleh berbagai organisasi-ornasisasi, terutama organisasi wanita seperti dharma wanita dan tim penggerak PKK.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kulon Progo Ny.Wiwik Toyo Santoso Dipo, ketika membacakan sambutan tertulis Ketua Tim Penggerak PKK Pusat mengatakan bahwa gerakan PKK sebagai wadah aktifitas sosial kemasyarakatan bagi keluarga memiliki sejarah yang panjang berpedoman pada makna sejarah sebagai kesatuan hari kemarin patut dipedomani hari ini. Oleh karena itu Ketua Tim Penggerak PKK Pusat mengajak untuk merenungkan selama 36 tahun pelaksanaan gerakan PKK dalam mendukung proses pembangunan bangsa ternyata telah menunjukkan keberhasilan yang mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari lembaga-lembaga nasional maupun internasional.
Pada acara ini juga dilakukan penyerahan penghargaan dan bingkisan Lomba Hari Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Kabupaten Kulon Progo meliputi terbaik I Kecamatan Samigalih dengan desa Ngargosari, II Galur desa Brosot, III Panjatan desa Tayuban, IV Nanggulan desa Wijimulyo dan V Pengasih desa Margosari. Penghargaan kader kategori 10-15 tahun kabupaten 3 orang masing-masing Tri Wahyu Wardani dari Pokja I, Rini Sri Walgito Pokja III dan Mujiyah Kasil Subekti Pokja IV serta bagi kecamatan dan desa 15 orang.
Selain itu juga dilakukan kegiatan Pemeriksaan golongan darah untuk umum, lomba balita sehat, tebar tanam dan pelihara 10 juta pohon, sosialisasi UU ketenagakerjaan perempuan dan anak.

02 Januari, 2009


509 Pejabat Pemkab Kulon Progo Dilantik

Sebanyak 509 pejabat eselon II hingga V di lingkungan Pemkab Kulon Progo, Jumat (2/1) dilantik secara massal oleh Bupati H Toyo Santoso Dipo di gedung Kesenian Wates. Selain melantik para pejabat, pada kesempatan itu Toyo juga mengangkat 43 Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi PNS. Acara itu dihadiri oleh Wakil Bupati Drs H Mulyono, Ketua DPRD Drs H Kasdiyono, jajaran Muspida dan Ketua TP PKK Hj Wiwik Toyo Santoso Dipo.

Pejabat yang dilantik antara lain, Drs H So’im sebagai Sekda, Drs Sutedjo sebagai Asisten Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat, Ir Agus Anggono sebagai Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumberdaya Alam serta Muqodas Rozie, SH sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah.

Di samping pejabat-pejabat tersebut beberapa pejabat promosi sebagai pejabat eselon II untuk menempati jabatan kepala pada dinas dan badan baru. Yakni Dra Niken Probo Laras, S Sos, MH sebagai Kepala Dinas Koperasi UMKM, Drh Sabar Widodo sebagai Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan serta Drs Krissutanto sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana.

Dalam sambutannya Toyo menyatakan, pelantikan itu merupakan proses yang unik karena dilakukan secara massal dengan jumlah pejabat 500 orang lebih. Namun itu merupakan pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2008 yang memang harus segera dilakukan.

Lebih jauh Toyo menyatakan, dalam pengangkatan pejabat kali ini dijamin dilakukan secara fair dan tidak ada praktik kolusi maupun suap-menyuap. Sebab, pihaknya memang punya komitmen untuk menghapus praktik KKN dalam pengangkatan pejabat maupun dalam penerimaan PNS.

“Kalau mau menghapus KKN kita harus melakukan secara nyata. Kalu hanya berbicara dan tidak melakukan apa-apa, itu namanya gedhang ngawoh pakel,” tandasnya.

Kepada para Sekdes yang diangkat sebagai PNS, Toyo berharap agar penngangkatan tersebut diterima sebagai terbukanya kesempatan berkarir bagi para Sekdes. ”Saya harapkan semua legawa dan bisa menerima pengangkatan ini,” pintanya

Permintaan Tanaman Hias Akan Terus Meningkat

Seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, di masa datang permintaan terhadap tanaman hias akan terus meningkat dan berkembang. Kondisi ini perlu direspon dengan baik oleh para pengelola bisnis tanaman hias Kulon Progo. Antara lain dengan mengembangkan usahanya serta mencari jenis-jenis tanaman yang menjadi tren di masyarakat.
Demikian dikatakan Bupati H Toyo Santoso Dipo, Rabu (31/12) saat meresmikan Pusat Penjualan Tanaman Hias (PPTH) Kulon Progo di kompleks rest area Desa Sindutan, Kecamatan Temon. Acara itu dihadiri oleh jajaran Muspida Plus, Assek II Ir Agus Anggono, Kepala Bappeda Budi Wibowo, SH, MM, Kepala Dinas Perindagkoptam Drs H darto MM, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Ir Agus Langgeng Basuki, Kepala Dinas Dukcapilkabermas Drs Sarjana, Camat Temon Dra Sri Utami, M Hum, segenap pejabat Pemkab serta anggota Asosiasi Pengelola Tanaman Hias (APTH) Sekar Binangun Kulon Progo. Peresmian dilakukan dengan membuka selubung papan nama dan penanaman pohon oleh bupati dan Muspida.
Saat ini, tambah Toyo, bisnis tanaman hias sudah kembali bergairah setelah terjadi kelesuan pasca booming anturium khususnya gelombang cinta, beberapa waktu lalu. Selain lebih bergairah, kata dia, masyarakat juga lebih rasional. Hanya jenis tanaman dengan berkualitas baik yang harganya tinggi.
Toyo berharap, PPTH akan menjadi shoow room bagi seluruh pengusaha tanaman hias di Kulon Progo untuk memperluas pamasaran. Sehingga di masa mendatang akan dapat memajukan usaha tanaman hias dan bunga.
Dikatakan, selain tanaman hias Kulon Progo memiliki potensi yang besar dalam budidaya bunga. Saat ini, katanya, untuk mencukupi kebutuhan bunga di Yogyakarta harus diambil dari Tawangmangu dan Kopeng. ”Pengusaha tanaman hias harus berupaya agar kebutuhan bunga tersebut bisa diambil dari Kulon Progo,” tandasnya.
Di bagian lain Toyo mengatakan, selain sebagai PPTH rest area akan dikembangkan menjadi tempat beristirahat yang nyaman bagi pengguna jalan segala lapisan. Baik sopir angkutan barang, penumpang maupun yang menggunakan kendaraan pribadi.
Tempat tersebut nantinya akan dilengkapi dengan SPBU, penginapan, rumah makan dan fasilitas-fasilitas lainnya. Pembangunannnya Pemkab akan bekerja sama dengan investor. ”Bagi investor yang berminat untuk membangun fasilitas, silakan menghubungi Pemkab. Semuanya akan saya tanggapi dengan baik, termasuk pelayanan perizinannya,” jajji Toyo.
Menurut Agus Langgeng Basuki, PPTH dikelola oleh APTH Sekar Binangun dengan anggota 35 pengusaha tanaman hias se Kulon Progo. Fasilitas yang ada berupa 4 unit ruko dan 10 unit tenda untuk shoow room dan tempat penjualan tanaman, katanya.

Gelar Upacara Adat Suran

PETILASAN KYAI DARUNO DARUNI BUGEL

Upacara tradisi suran yang digelar warga desa Bugel Kecamatan Panjatan, Jum’at (2/1) berlangsung meriah. Ratusan warga hadir di kompleks cikal bakal desa, Petilasan Kyai Daruno Daruni di Pedukuhan X Bugel untuk menyaksikan jalannya upacara. Prosesi suran dimulai dengan kirab yang diawali di halaman masjid Hidayattulah berupa tumpeng gunungan hasil bumi dan tumpeng serta group kesenian dari warga masyarakat menuju lokasi petilasan Kyai Daruna Daruni yang berjarak sekitar satu kilometer. Usai kirab dilakukan kenduri dan makan bersama oleh pengunjung, termasuk Wakil Bupati Drs.H.Mulyono dan segenap pejabat pemkab.
Menurut Kepala Desa Bugel, Edy Priyana adat sadranan ini dilakukan setiap tahun oleh warga dengan mengambil bulan Sura hari Selasa Kliwon atau Jum’at Kliwon yang disesuaikan bulan yang bersangkutan. Pada pelaksanaan kali ini sesuai dengan bulan Suro jatuh pada hari Jum’at Kliwon.”Kegiatan ini untuk melestarikan adat budaya masyarakat sekaligus filter pengaruh dari budaya asing,”ungkap Priyana.
Tradisi Suran menurut Priyana, dilakukan agar warga desa Bugel selalu mendapatkan kesehatan, makmur terhindar dari musibah bencana, yang biasanya adalah banjir.
Menurut cerita, terang Priyono, Kyai Daruno Daruni adalah seorang pejuang pengawal Pangeran Diponegoro dari Kerajan Mataram yang mengadakan perlawanan terhadap penjajah Belanda antara tahun 1825 -1830. Saat melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda, para pendukung Pangeran Diponegoro berpencar ke seluruh pelosok desa, gunung dan rawa yang dimungkinkan agar pasukan penjajah Belanda sulit mengejar keberadaannya, termasuk Kyai Daruno Daruni yang menyingkir ke tanah rawa-rawa sambil terus melakukan perlawanan terhadap penjajah Belanda.
Menurut Kepala Desa Bugel itu, Tempat menyingkir Kyai Daruno Daruni ini sekarang bernama Gumuk Landeyan, yang berada tepat di depan rumah Suradi yang merupakan cucu dari Mangun Wiyono yang merupakan pengikut Kyai Daruno Daruni di Pedukuhan X Beran , Desa Bugel. Di tempat itulah Kyai Daruno Daruni menyimpan benda pusaka berupa Tumbak beserta landeannya dengan cara ditimbun rumput dan Lumpur rawa yang gembur.
Dikatakan, seiring dengan perjalanan waktu petilasan tempat menyimpan senjata tombak beserta landeannya oleh warga masyarakat setempat dijadikan tempat kenangan bersejarah yang dilestarikan dan ditanami pohon Asem.
Sedangkan kata Bugel menurut Priyana, diambilakan dari cerita bahwa pada waktu yang silam ada kejadian aneh yakni saat membuka hutan Ngangrangan terdapat pohon besar yang telah lapuk bagian rantingnya sehingga tinggal batang bagian bawahnya. Pohon tersebut ditebang namun tidak bisa dimanfaatkan untuk kayu baker. Dibakar berkali-kali tidak terbakar sehingga diganti namanya menjadi Bugel yang dalam bahasa jawa adalah sebutan benda keras yang kebal terhadap senjata tajam.

01 Januari, 2009


MALAM TAHUN BARU 2009
Bupati Resmikan MEDIA CENTER


Dalam serangkaian kegiatan menjelang malam Tahun Baru 2009 Bupati Kulon progo H.Toyo Santoso Dipo meresmikan Media Center Kulon Progo. Layanan bagi insan pers Kulon progo ini menempati bekas bangunan Kantor Perijinan di jalan Tamtama N0.3 Wates atau tepatnya di samping selatan Rumah Dinas Wakil Bupati sebelah timur Alun-alun Wates. Sarana yang ada di Media Center ini ruangan komputer yang semuanya terhubung internet, serta ruangan Konferensi Pers yang sewaktu-waktu dimanfaatkan oleh pimpinan daerah maupun kepala SKPD untuk bertemu dengan insan pers.
Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dihadiri Wabup Drs.H.Mulyono, Ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono, Muspida dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta wartawan yang sehari-harinya meliput kegiatan di kabupaten Kulon Progo.
Media Center yang dilengkapi lima unit computer terhubung jaringan internet, dalam kesempatan meninjau beberapa ruangan , Bupati di ruangan komputer menyempatkan untuk mencoba mengakses jaringan yang tersedia beberapa saat.
Dalam kesempatan tersebut Bupati bersama Wabup dan Muspida mengadakan konferensi pers perdana di ruangan Media Center dengan beberapa wartawan.

26 Desember, 2008

PNS NIKMATI LIBUR PANJANG
Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menikmati libur panjang di akhir tahun 2008 dan awal tahun 2009. Liburan secara berturut-turut tersebut meliputi liburan Natal 2008, Tahun Baru 1430 Hijriyah, dan Tahun Baru 2009 Masehi.
Kasie Pemberitaan Kantor Humas Kulon Progo, Arning Rahayu, SIP membenarkan adanya libur panjang tersebut. Namun demikian sebagi konsekuensi libur panjang ini, telah diatur mengenai kewajiban PNS mengganti waktu libur dengan perpanjangan jam kerja di hari lain.
Menurut Arning, libur panjang itu meliputi 5 hari libur berturut-turut diselingi dua hari masuk kerja, kemudian libur lagi Tahun Baru 2009 Masehi. Hari libur Kamis 25 Desember 2008 bertepatan Natal. Kemudian Jum’at 26 Desember dijadikan hari libur cuti bersama dan Sabtu 27 Desember hari libur biasa. Sedangkan 28 Desember merupakan hari Minggu. Sementara Senin 29 Desember bertepatan hari libur Tahun Baru 1430 Hijriyah.
Setelah libur berturut-turut 5 hari, PNS di lingkungan Pemkab Kulonprogo wajib masuk kerja lagi sebagaimana biasanya pada Selasa-Rabu, 30-31 Desember. Selanjutnya Kamis 1 Januari 2009 yang bertepatan dengan tahun baru, PNS kembali libur.
Keputusan libur panjang, tak berlaku bagi para PNS guru, karena waktu libur telah disusun sesuai dengan kalender pendidikan. Hal ini juga berlaku bagi instansi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan jadwal piket secara bergiliran, seperti pelayanan kesehatan, dan perpustakaan.

24 Desember, 2008

MALAM SATU SURO DI GUNUNG LANANG

Gelar Ruwatan Agung Salirojati

Menyambut malam tahun baru jawa atau 1 Suro 1942 Paguyuban Kadang Gunung Lanang akan melaksanakan upacara Ruwatan Agung Salirojati di Padepokan Gunung Lanang Astana Jingga di dusun Bayeman, desa Sindutan kecamatan Temon.

J.Suwaldji dari Paguyuban Kadang Gunung Lanang, menjelaskan maksud digelarnya upacara Ruwatan Agung Salirojati dengan thema Menemukan sejatining aku dan aku kang sejati untuk melestarikan kebudayaan Jawa dengan lampah ritual dan spiritual yang dilakukan pada hari Minggu (malem Senin Legi) (28/12) pukul 19.00 WIB sampai selesai di Padepokan Gunung Lanang.

“Selain itu juga sebagai laku spiritual untuk keselamatan negara dan bangsa Indonesia agar rakyat bangsa ini dengan landasan hati suci, niat suci dan batin yang suci dapat mawas diri atau instropeksi sehingga dapat memahami dan menemukan jatidiri sebagi bangsa yang merdeka dan berdaulat. Pada akhirnya dapat terbebas lepas dari segala himpitan kesesakan hidup yang saat ini selalu membayangi kehidupan kita sehari-hari” terang Suwaldji.

Ditambahkan, dalam kesempatan tersebut juga digelar Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalang Ki Roesmadi dari wates dengan lakon Tumurune Wahyu Gajah Antisuro atau Abimanyu dadi Ratu.

Ruwatan yang dibuka untuk umum, peserta sebelumnya membawa uba rampe masing-masing berupa Kain Mori putih secukupnya untuk pakaian Ikram, saputangan putih polos, pecut, roncen Mlati dengan bandul kantil kuning/putih, telur ayam kampong dan kain Jarik untuk tetesan siraman masing-masing satu buah.