08 November, 2008


TURNAMEN BASKET SLTA

Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Pengkab Perbasi) Kulonprogo akan menggelar turnamen basket tingkat SLTA di Lapangan Bola Basket Alun_alun Wates, mulai 14- 23 November 2008. Turnamen yang merupakan puncak pembinaan atlet bola basket tingkat SLTA di Kulonprogo ini akan memperebutkan Piala Perbasi Kulonprogo.

Sekretaris Pengkab Perbasi Kulonprogo, Quindarta Yudi Atmanta mengatakan turnamen basket SLTA ini akan diikuti 17 tim dari 10 sekolah yang terdiri dari 10 tim putra dan 7 tim putri. Ke-10 tim putra yang akan mengikuti turnamen ini adalah dari SMAN 1 Wates, SMAN 2 Wates, SMAN 1 Pengasih, SMKN 2 Pengasih, SMAN 1 Temon, SMAN 1 Sentolo, SMAN 1 Kokap, SMK Bopkri Wates, SMK Ma’arif 1 Wates dan MAN 2 Wates. Sedangkan tim putri berasal dari SMAN 1 Wates, SMAN 2 Wates, SMKN 2 Pengasih, SMAN 1 Temon, SMAN 1 Sentolo, SMK Bopkri Wates dan MAN 2 Wates.

Menurut Yudi, dengan menggunakan system gugur, turnamen ini akan memperebutkan total hadiah jutaan rupiah untuk tim pemain bahkan suporter terbaik. “Turnamen ini akan menjadi sebuah tontonan yang menarik bagi masyarakat di Kulonprogo, terutama bagi para kawula muda khususnya pecinta olahraga basket. Apalagi turnamen ini dikemas tidak hanya sekedar menyuguhkan olahraga tapi juga dibungkus dengan sisi hiburan.”katanya.

Diharapkan keberadaan turnamen ini akan dapat menjadi pemicu atau motivasi munculnya bakat-bakat muda atlet basket di bumi Binangun sehingga pada akhirnya dapat memberikan sumbangsih bagi prestasi olahraga di Kulonprogo.

KULONPROGO TAK BUKA LOWONGAN CPNSD

Pemkab Kulonprogo pada tahun 2008 ini tidak menerima pedaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) untuk umum seperti yang dilakukan oleh pemkab/pemkot lainnya. Meskipun sebenarnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) menyetujui pengisian sekitar 396 formasi CPNSD yang meliputi guru, tenaga kesehatan, tenaga administrasi dan pengangkatan Sekreatris Desa menjadi PNS.

Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kulonprogo, Drs.Djulistyo mengatakan untuk tahun ini Pemkab Kulonprogo tidak menerima pendaftaran CPNSD, yang sekarang banyak dipertanyakan masyarakat, tentang kapan pemkab membuka lowongan CPNSD umum. Bupati sudah mengirim surat ke Menteri PAN yang isinya belum akan merealisasikan formasi CPNSD yang disetujui oleh MenPAN. Hal ini karena untuk penghematan yang diperkirakan mengalami deficit pada tahun anggaran 2009 mendatang. Sehingga pada tahun ini Pemkab hanya menfokuskan untuk menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer dan Sekretaris Desa (Sekdes) menjadi CPNSD saja.

Pengisian formasi CPNSD yang telah disetujui oleh MenPAN, jika dipaksakan oleh pemkab, akan membebani anggaran Pemkab. Karena persetujuan pengisian CPNSD tidak disertai dengan penambahan pengalokasian Dana Alokasi Umum (DAU), padahal untuk menggaji PNSD selama ini dari pusat, daerah tidak akan mampu untuk menggaji CPNSD umum yang baru tersebut..

04 November, 2008


PENANDATANGANAN KONTRAK KARYA PT JOGJA MAGASA IRON

Pada hari ini Selasa, 4 November 2008 telah dilakukan penandatanganan Kontrak Karya antara Pemerintah Republik Indonesia dan PT Jogja Magasa Iron untuk mengusahakan bahan galian pasir besi di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengembangkan “Integrated Iron Making Industry”.

Kontrak Karya ini adalah yang pertama kali di Pulau Jawa dan merupakan investasi pertama sejak terjadinya krisis ekonomi serta penyelenggaraan otonomi daerah.

Naskah Kontrak Karya tersebut telah mendapat rekomendasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal dan telah dikonsultasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Komposisi kepemilikan saham PT Jogja Magasa Iron adalah PT Jogja Magasa Mining (Indonesia) sebesar 30% dan Indo Mines Limited (Australia) sebesar 70%.

Cadangan besi yang terdapat dalam pasir besi sebesar 33,6 juta ton Fe dengan produksi sekitar 1 juta ton per tahun. Cadangan besi diperoleh dari konsentrat pasir besi. Proyek ini akan menambang bahan galian pasir besi (iron sand) dengan sistem tambang terbuka untuk diolah melalui proses konsentrasi dan smelting untuk memproduksi pig iron (besi kasar) dengan kandungan Fe>94%.

Perusahaan akan memulai kegiatan penambangan pada tahun 2011 dan mulai memproduksi pig iron pada tahun 2012. Pada Tahap Konstruksi, perusahaan akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 5000 orang dan pada tahap awal produksi akan mempekerjakan tenaga kerja lokal sebanyak 3000 orang.

Total investasi sebesar USD 1.1 milyar antara lain berupa stock pile USD 5 juta, pemasangan rel (rail sliding) USD 6 juta, pembangkit listrik 350 MW senilai USD 350 juta dan fasilitas pelabuhan USD 10 juta dan investasi pertambangan sebesar USD 600 juta. Diharapkan proyek ini akan menyumbang Penerimaan Negara dari sisi pajak sekitar USD 20 juta/tahun, royalty sebesar USD 11,25 juta/tahun, pendanaan lokal USD 7 juta/tahun dan operating expenditure USD 55 juta/tahun.

PT Jogja Magasa Iron pada 10 tahun pertama akan memberikan kontribusi ke daerah (Kabupaten) sebesar 1,5% dari penjualan masing-masing untuk Regional Development dan Community Development dan setelah 10 tahun meningkat menjadi sebesar 2%.

(www.esdm.go.id)

Penandatangan Kontrak Karya PT Jogja Magasa Iron

Hari ini Selasa (4/11) pukul 14.00 WIB bertempat di Auditorium Gedung Sekretariat Jenderal ESDM akan ditandatangai Kontrak Karya antara Pemerintah Republik Indonesia dengan PT Jogja Magasa Iron. Acara akan dihadir pejabat dilingkungan Departemen ESDM dan undangan mencakup DPR RI, Ketua BKPM, Gubernur Yogyakarta, Bupati Kulon Progo dan pejabat dari PT Jogja Magasa Mining, serta dari asosiasi.

Perusahaan akan menambang pasir besi (pig iron) di kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kesempatan sebelumnya, Gubernur Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono ke X menjelaskan investasi perusahaan ini untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan bangsa, terlebih saat ini kebutuhan bijih besi sangat tinggi di dalam dan luar negeri, terutama untuk suplai bahan baku bijih besi pabrik baja di Cilegon.

Dilain pihak, PT Krakatau Steel (Persero) sudah menjalin kerja sama dengan PT Jogja Magasa Mining untuk mengolah pasir besi tersebut menjadi bijih besi (pig iron) sebagai bahan baku utama pembuatan baja. Penggunaan bahan baku baja dari dalam negeri, dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Krakatau Steel, Ir. Daenulhay, MM kepada pers di Solo, seusai penandatanganan nota kesepahaman antara PT Krakatau Steel dengan Universitas Sebelas Maret Surakarta tentang kerjasama pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya manusia, Selasa (13/3/2007).

Menurut rencana, PT Krakatau Steel akan mengolah/melebur bijih besi kiriman PT Jogja Magasa Mining menjadi baja. (www.esdm.go.id)

JUMLAH KURSI DEWAN TAMBAH 5

Sekarang 35 Kursi Periode Mendatang 40 Kursi

Jumlah kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulonprogo dalam periode mendatang akan bertambah lima orang sehingga jumlah keseluruhan dari sekarang 35 kursi menjadi 40 kursi.

Pertambahan jumlah kursi di legislative yang baru akan diperebutkan dalam Pemilu mendatang ini disesuaikan dengan pertambahan penduduk di kabupaten paling barat di DIY tersebut. Tambahan lima kursi dibagi merata di lima daerah pemilihan (dapil) yang berada di Kulonprogo.

Dapil I terdiri kecamatan Samigaluh, Kalibawang dan Girimulyo, mendapatkan jatah 8 kursi dari sebelumnya 7 kursi. Dapil II meliputi kecamatan Nanggulan dan Sentolo dari 6 kursi menjadi 7 kursi. Dapil III yang terdiri kecamatan Kokap dan Pengasih memperebutkan 8 kursi yang sebelumnya 7 kursi. Dapil IV yang salah satunya wilayah berada di ibukota kabupaten meliputi kecamatan Wates, Panjatan dan Temon paling banyak dengan 10 kursi yang sebelumnya 9 kursi dan terakhir di Dapil V yang terdiri kecamatan Galur dan Lendah tersedia 7 kursi sebelumnya 6 kursi.

Sesuai dengan Daftar Calon Legislatif Tetap (DCT) yang baru saja ditetapkan, 40 kursi yang tersedia di lima dapil akan diperebutkan 379 caleg, meliputi caleg laki-laki berjumlah 251 orang dan perempuan sebanyak 128 caleg.

Marwanto dari Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Humas dan Data Informasi KPUD Kulonprogo, Selasa (4/11) menjelaskan berdasarkan data-data yang masuk di KPUD sebagian besar partai politik sudah memenuhi syarat pencalegan secara umum. Bahkan persyaratan kuota caleg perempuan sebesar 30 persen sudah terpenuhi untuk tingkat kabupaten, hanya tingkat dapil ada beberapa yang tak sanggup memenuhi prosentase caleg perempuan.

Setidaknya ada 14 parpol yang tak memenuhi syarat sesuai pasal 55 UU Pemilu tentang caleg perempuan tersebut, parpol-parpol itu yakni Hanura, Gerindra, PKS,PAN,PPD,PKB,PNB,PDK,Golkar,PPP,PB,PDIP,Demokrat dan PKNU.

Menurut informasi yang diperoleh KPUD, parpol-parpol tersebut sebenarnya telah berusaha maksimal untuk memenuhi kuota caleg perempuandi tingkat dapil, namun upaya itu terbentur sejumlah persoalan, diantaranya keluarga caleg perempuan. Banyak perempuan yang punya niat maju sebagai caleg, namun tidak mendapatkan izin dari anggota keluarganya, terutama suaminya.

MANUNGGAL FAIR BERAKHIR

Banyak Pedagang Keluhkan Waktu Pameran

Kebanyakan pedagang swasta yang ikut berpartisipasi dalam pameran Manunggal Fair 2008 mengeluhkan waktu pelaksanaan yang kurang tepat. Pelaksanaan yang ditetapkan setelah bulan puasa dan lebaran serta mendekati musim hujan menjadikan barang-barang dagangan mereka banyak yang tak laku jual. Kondisi yang dialami ini tak seperti pada tahun-tahun yang lalu, dimana even tahunan selalu digelar menjelang bulan puasa serta kondisi cuaca tidak hujan, barang-barang laku keras.

Meski setiap hari pengunjung selalu penuh sesak, namun mereka sebagian besar hanya melihat-melihat barang dagangan , dan hanya beberapa saja yang memanfaatkan untuk membeli. Kondisi waktu yang berada dipenghujung bulan Oktober menjadikan kondisi para PNS yang kantongnya sudah menipis, menjadi salahsatu faktor transaksi menurun drastic.

Kelesuan para pedagang ini seperti dituturkan Budi pedagang busana asal Banjar, sejak dibukanya pameran baru satu dua saja yang laku dagangannya. “Waktu penyelenggaraan yang digelar setelah puasa, menjadikan pengunjung sudah tidak antusias membeli pakaian, biasanya kan sebelum puasa mereka lalu memanfaatkan event ini untuk persiapan lebaran, apalagi sudah musim hujan, kalau bisa tahun depan digelar sebelum puasa biar seperti tahun-tahun sebelumnya,”keluhnya.

Keluhan Budi ini tidak dibuat-buat, bersama pedagang lainnya hingga akhir pameran beberapa dagangan mereka masih menumpuk hamper sama seperti seminggu lalu waktu mulai menggelar dagangan.

Sebaliknya pedagang yang menjual bibit –bibit pertanian justru laku keras. Hujan yang mulai turun sejak digelar acara , menjadi motivasi warga untuk menanam tanaman terutama buah-buahan seperti mangga, rambutan, jeruk yang setiap hari selalu dibawa pulang oleh beberapa pengunjung usai menyaksikan pameran. Namun demikian hanya satu dua saja pedagang yang nampak menggelar bibit-bibit tanaman.

Ketua Umum penyelenggara, Drs.R.Agus Santosa,MA yang dikonfirmasi mengaku memahami keluhan para pedaganga swasta. Kondisi waktu penyelenggaraan usai puasa dan musim hujan menjadikan kegiatan tidak menggembirakan seperti tahun-tahun yang silam. “Kami menyadari apabila pedagang mengeluh, karena waktu penyelenggaraan tahun ini kurang pas, tapi karena merupakan acara memeriahkan Hari Jadi Kulonprogo memang tepatnya bulan Oktober ini sebetulnya, banyaknya masukan seperti ini nanti untuk ke depan akan dipikirkan kembali, tetapi kalau mengikuti bulan puasa jelas akan maju-maju jauh dari bulan Oktober sebagai patokan kita, apa nanti menyongsong Hari Jadi kita akan bicarakan dalam evaluasi usai selesai kegiatan ini,”kata Kepala Kantor Humas yang mantan Camat Galur.

03 November, 2008

HUJAN LEBAT, SD SUKOMOYO KELONGSORAN

Meski awal musim penghujan di Kulonprogo baru beberapa hari saja. Namun hujan deras dan angin kencang yang terjadi di wilayah desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo, Sabtu malam (1/11) menimbulkan tanah longsor yang menimpa bangunan SD N Sokomoyo. Gedung sekolah yang baru dibangun untuk relokasi pasca retakan Gunungkelir ini tertimpa longsoran sehingga kondisi dinding retak dan ring balok melengkung. Tebing samping gedung retak, namun tidak ada korban jiwa.

Camat Girimulyo Drs.Sumiran menjelaskan sebelum terjadi bencana longsor yang menimpa gedung SD Sokomoyo, sejak sore turun hujan lebat disertai angin. Hujan lebat yang disertai angin kencang membuat sejumlah warga khawatir adanya bangunan rumah warga yang longsor. Selang beberapa waktu seorang warga dikejutkan adanya suara gemuruh dari atas tebing di dekat bangunan sekolah.

Tak lama kemudian tanah longsor menimpa dinding sekolah, melihat longsoran tersebut beberapa warga segera melakukan pengecekan. Warga khawatir ada korban jiwa . Setelah dilakukan pengecekan ternyata tidak ada korban jiwa. Warga selanjutnya melaporkan ke Kepala Dukuh, Kepala Desa dan Pak Camat maupun Kepolisian.

PAMITAN HAJI KABUPATEN KULONPROGO

Sejumlah 213 orang jamaah calon haji dari Kabupaten Kulonprogo berpamitan dengan Bupati Kulonprogo. yang diwakili Wabup Drs.H.Mulyono, di Gedung Kaca pemkab , Senin (3/11). Acara dihadiri Kandepag Kulonprogo, Drs.H.Syahrowardi, Kabag Kesra Setda Arief Sudarmanto,SH serta Camat Galur Jumanto,SH, Camat Sentolo Drs.Jazil Ambar Was’an dan mantan Camat Temon Tukadi,BA yang ikut menunaikan ibadah haji.

Asisten Pembangunan Sekda, Ir.H.Agus Anggono melaporkan jumlah jamaah calon haji terdaftar 213 orang dengan 112 laki-laki dan 101 perempuan, yang terdiri dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Aisyiyah 143 orang, Non KBIH (regular) 65 orang, KBIH Bina Umat 2 orang, dan 3 orang tim pembimbing dan kesehatan.

“Seluruh jamaah Haji Kulonprogo tergabung dalam Kloter 65 SOC, berangkat Rabu (26/11) dari masjid Agung Wates pukul 10.00 WIB dan akan tiba kembali Senin (5/1) 2009 yang diperkirakan pukul 16.40 WIB, jamaah haji termuda Muhammad Yudhorahmanto Bin Tjiptadi Drs.MM usia 32 tahun 4 bulan alamat Sayangan, Banjararum, Kalibawang, dan tertua Imam Sastro Bin Wongso Lelono 82 tahun 4 bulan yang beralamat di Pundak Kembang,Nanggulan, ”terang Agus.

Ditambahkan, berdasarkan asal kecamatan , Wates dan Panjatan masing-masing 39 orang, Galur 34 orang, Sentolo 24 orang, Temon 22 orang, Lendah 15 orang, Pengasih 13 orang, Kalibawang 12 orang, Nanggulan 9 orang, Girimulyo dan Kokap masing-masing 3 orang. Berdasarkan profesi terbanyak dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) 75 orang dan pensiunan 74 orang. Pemkab memberikan dukungan dengan mengirim 4 orang petugas untuk melakukan bimbingan di tanah suci yakni Drs.H.Boko Suroso, H.Anwarudin, Muhyidin,BBA dan Hardiyanto,BA.

Bupati Kulonprogo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup Drs.H.Mulyono mengatakan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci merupakan suatu kenikmatan dan keyakinan sekaligus tanggung jawab akan ajaran yang harus ditunaikan. Dalam hal ini tidak semua orang diwajibkan untuk menunaikan ibadah haji kecuali ia mampu untuk itu, dan faktanya belum semua orang yang berkemampuanpun tersentuh kesadarannya untuk melaksanakan ibadah haji tersebut. Oleh karena itu ibadah haji merupakan suatu kenikmatan atas sebuah kemampuan sekaligus kesadaran tentang sebuah keyakinan yang patut dan perlu untuk disyukuri.

“Mudah-mudahan Calon Jama’ah Haji Kabupaten Kulon Progo yang akan berangkat pada tahun 1429 H ini merupakan bagian dari cinta Allah kepada umatnya yang akan mendapatkan ujian dan cobaan di Tanah suci nanti,”harapnya.

Ditambahkan dilihat dari sudut hubungan antar bangsa, menunaikan ibadah haji ke tanah suci merupakan duta bangsa dan negara Indonesia di forum internasional. Oleh karena itu mempelajari dan memahami etika pergaulan antar warga negara sangat penting, agar nantinya bapak-ibu tidak banyak mengalami kesulitan. Dengan melaksanakan pergaulan yang baik dan benar dengan warga negara lain tentu akan membawa nama baik negara Indonesia.

“ Semoga bapak-ibu calon jamaah calon haji dari Kulon Progo nanti menjadi haji yang mabrur, dan tetap dapat menjaga kemabrurannya dalam kehidupan sehari-hari setelah pulang di tanah air nanti.”pungkasnya.

PENUTUPAN HARI JADI KULONPROGO

Dimeriahkan Kethoprak Kolosal

Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo Minggu malam (2/11)di Alun-alun Wates menutup seluruh kegiatan peringatan Hari jadi Kulon Progo yang tahun ini bertemakan Dengan hari jadi ke 57 kabupaten Kulon Progo kita galang persatuan menuju kemandirian berbasis ketahanan ekonomi, budaya dan semangat bahari Penutupan kegiatan dimeriahkan pentas kethoprak kolosal “Adeging Kabupaten Kulonprogo” oleh seniman Kulonprogo dengan sutradara Bondan Nusantara,

Dalam kesempatan tersebut Bupati menyerahkan berbagai hadiah kejuaraan dalam memeriahkan Hari Jadi Kulonprogo diantaranya kejuaraan Lomba Lari Marathon Manunggal umum putra juara I Ivan Budi Aji dari Spirit Kabupaten Gunung Kidul, kedua Wahono dari Pakem Kabupaten Sleman ketiga Tego dari Kabupaten Bantul,Lomba stand pameran Manunggal Fair 2008 dengan kategori instansi juara I-III Badan Konservasi Pengembangan (BKP) Borobudur, RSUD Wates dan Benteng Vredeburg, kategori swasta Bank BPD DIY cabang Wates, PT.Jogja Magaza Mining dan Partai Keadilan Sejahtera, kategori sekolah SMK Kelautan, SMK Muhammadiyah 3 Wates dan SMK Tamansiswa Nanggulan. Turut hadir Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, Ketua DPRD Kulonprogo, Drs.H.Kasdiyono. Sekda Drs.H.Soim,MM serta kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup pemkab.

”Agar tema ini jangan hanya menjadi slogan yang kosong belaka tetapi hendaknya dapat ditindaklanjuti dengan karya nyata sehingga kedepannya cita-cita Kulon Progo sebagai kabupaten yang maju, mandiri dan sejahtera segera dapat terwujud. Dalam hal ini saya optimis cita-cita itu dapat dicapai jika kita saling bahu membahu untuk bekerjasama yang dilandasi moralitas yang baik, kerja keras, kerja cerdas dan peningkatan kualitas SDM kita,”pinta Toyo.

01 November, 2008


DANGDUT TRIO KUCING PUKAU PENONTON

Pentas music dangdut Orkes Melayu (OM) Gavanza mampu memukau penonton yang memenuhi Alun-alun Wates, Jum’at malam (31/10). Hiburan yang digelar panitia pameran Manunggal Fair 2008 menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Binangun ini. Usai menyaksikan stand –stand pameran, pengunjung yang kebanyakan kawula muda langsung menuju satu titik di panggung hiburan.

Meski bukan malam minggu, kondisi cuaca yang cerah music dangdut yang menampilkan artis-artis local seperti Ana Sanjaya, Rina serta menampilkan bintang tamu Trio Kucing mampu menyedot penonton yang tak beranjak hingga usai pentas pukul 22.30 WIB. Meski terjadi kericuhan kecil antar penonton yang berdesakan saat bergoyang di depan panggung, namun situasi terkendali hingga akhir acara.