17 Agustus, 2008


UPACARA DETIK-DETIK PROKLAMASI DI ALUN-ALUN WATES

Bupati Serahkan 250 Satya Lencana

Upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-63 tingkat kabupaten Kulonprogo berlangsung di Alun-alun Wates Minggu (17/8). Bertindak sebagai Inspektur Upacara ,Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo sedangkan komandan upacara dijabat AKP Riyanto dari Polres Kulonprogo, dan pembaca teks Proklamasi oleh Ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono. Sementara pengibaran bendera merah putih oleh pasukan pengibar bendera (Paskibra).

Upacara diikuti Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, Muspida, anggota DPRD, Kepala SKPD lingkup pemkab. Sedangkan pasukan upacara terdiri unsur TNI,POLRI, PNS, Ormas mahasiswa , pelajar dan paramuka. Detik-detik proklamasi tepat pukul 10.00 WIB ditandai bunyi sirine selama 60 detik.

Usai upacara bendera , Bupati ,Wabub dan Muspida menyerahkan 250 Satya Lencana Karya Satya kepada PNS untuk masa kerja 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun. Pemberian tersebut selain sebagai wujud penghargaan juga sebagai salah satu usaha menumbuhkan loyalitas, nasionalisme dan patritisme kepada NKRI bagi kalangan PNS dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kinerja untuk memberikan pelayanan prima kepada publik.


PEMBERIAN REMISI HUT RI DI RUTAN WATES

6 Narapidana Langsung Bebas

Dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-63, sebanyak 27 narapida di Rutan Wates mendapatkan remisi masing-masing 3 bulan dan satu bulan. Setelah memperoleh remisi tersebut enam narapidana langsung bebas.

Remisi diberikan oleh Bupati Kulonprogo H Toyo Santoso Dipo pada upacara. yang diikuti jajaran pegawai rutan dan narapidana. Dalam kesempatan tersebut Bupati sebelum memberikan surat remisi melepas baju seragam napi kemudian digantikan dengan baju putih lengan panjang dan peci kepada wakil narapida yang langsung bebas. Turut menyaksikan Ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono, dan Muspida dan Kepala Rutan Wates, Rudy.

Menurut Kepala Rutan Wates, Rudy saat ini jumlah penghuni rutan Wates 73 orang meliputi narapidana sejumlah 33 orang dan tahanan sebanyak 40 orang.

Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta dalam sambutan tertulis yang dibacakan Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo mengatakan pemberian remisi jangan dianggap sebagai suatu bentuk kemudahan-kemudahan bagi warga binaan pemasyarakatan untuk cepat bebas, akan tetapi pemberian remisi agar dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus memotivasi diri sehingga dapat mendorong kembali ke jalan kebenaran.

“Kesadaran untuk menerima dengan baik pembinaan yang dilakukan di Lapas maupun Rutan akan berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan di masa mendatang. Perlu kita sadari bahwa setiap manusia punya dua potensi dalam kehidupannya yaitu potensi untuk berbuat baik dan potensi untuk melakukan perbuatan buruk, sehingga siapapun bias berbuat salah atau khilaf, namun dengan tekad dan kesungguhan hati untuk memperbaiki diri niscaya masyarakat akan memberikan apresiasi dan kepercayaan kepada saudara untuk dapat berada kembali di tengah-tengah masyarakat,”katanya.

Kepada jajaran pegawai di Departemen Hukum dan HAM, Andi minta untuk mensikapi dengan kepala dingin adanya hasil survey KPK yang menempatkan Departemennya sebagai lembaga terburuk dalam integritas public yang mencakup tiga unit layanan meliputi kenotariatan, keimigrasian dan lembaga pemasyarakatan.

“Apakah kita tetap sama seperti sekarang atau ingin berubah, akan sangat ditentukan oleh insane pengayoman, jangan pernah kita menyesali dan meratapi keadaan ini, karena sesungguhnya orang yang besar adalah orang yang mengambil hikmah dari setiap kejadian yang dihadapi. Kita semua harus memberi arti positif kapan dan dimanapun kita berada dan harus berbuat untuk melakukan perubahan demi kemajuan,” pinta Andi

16 Agustus, 2008


FORUM TATAP MUKA SOSIALISASI DANA BLT

Meski Telah Meninggal Haknya Tetap Diberikan

Seseorang yang telah tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang pada tahap I telah menerima uang melalui Kantor Pos, namun meninggal dunia sebelum menerima BLT tahap II, haknya sebagai penerima BLT tetap diberikan secara utuh. Untuk mencairkan BLT langkah yang ditempuh adalah melalui ahli waris dengan surat keterangan kematian yang diketahui oleh Dukuh, Kepala Desa hingga Camat yang kemudian diserahkan ke Kantor Pos apabila sudah siap untuk pencairan dana.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (Dukcapilkabermas) Kabupaten Kulonprogo,Drs.Sarjono ketika menjawab pertanyaan salah seorang peserta dalam acara Forum Tatap Muka Sosialisasi Dana BLT yang diselenggarakan Kantor Humas Kabupaten Kulonprogo kerjasama dengan Badan Informasi Daerah (BID) Propinsi DIY, di Dharmais Pengasih, Sabtu (16/8).

Acara diikuti semua Camat, perwakilan Kepala Dukuh, Kelompok Masyarakat, dan perwakilan warga penerima BLT, di buka Wakil Bupati Kulonprogo Drs.H.Mulyono. Sedangkan sebagai narasumber Asisten Pembangunan Sekda Ir.H.Agus Anggono, Ketua DPRD Kulonprogo Drs.H.Kasdiyono, Kabid Statistik Sosial Biro Pusat Statistik Propinsi DIY Ir.Tomon Pardosi,SE,MSi, Kadinas Dukcapilkabermas Kulonprogo Drs.Sarjono dan Kepala Kantor Pos Wates Drs.Mukti Ismail.

“Meskipun telah meninggal dunia, namun sebelumnya telah menerima BLT, maka untuk tahap II haknya tetap diberikan, dengan perantara ahli waris yang dikuatkan dengan surat keterangan dari Dukuh, Kades, hingga Camat,”kata Sarjono.

Mantan Camat Kalibawang ini juga menegaskan bahwa sesuai instruksi dari pusat dana BLT harus diterimakan langsung dan utuh kepada yang berhak, tidak dibenarkan adanya potongan meski dengan dalih untuk membantu pembangunan. Karena dana yang diberikan akan sangat membantu mengurangi beban warga miskin untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari karena dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dijelaskan realisasi pembayaran sampai dengan 15 Agustus 2008 di Kulonprogo prosentase penyerapan dana BLT mencapai 99,64%, sedang data nominasi Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima 42.078, yang telah dibayarkan 38.364, jumlah kupon dibatalkan hasil verifikasi mencapai 3.551, jumlah RTS yang layak hasil verifikasi 38.527, jumlah yang telah mencairkan 38.388 dan yang belum mencairkan 139. Sementara realisasi pembayaran sampai 11 Agustus 2008 tingkat propinsi DIY mencapai 85,56% dan Nasional 70,30%.

“Seiring dengan keberhasilan pembangunan dari jumlah kupon dibatalkan ternyata 817 telah berubah statusnya menjadi tidak miskin dan mereka telah mengembalikan, “tambah Sarjono.

Sedang Kepala Kantor Pos Wates Drs.Mukti Ismail mengatakan bahwa pencairan dana BLT melalui beberapa Kantor Pos di Kecamatan dan terkecuali kecamatan Samigaluh di masing-masing Kantor Desa dapat berjalan lancar meski petugas harus kerja ekstra, seperti di Kantor Pos Pengasih setelah subuh warga sudah antri dan petugas langsung melayani.

“Semoga dalam minggu kedua September mendatang RTS pengganti bisa disalurkan dan sebelum Lebaran BLT tahap kedua dapat disalurkan kepada semua warga penerima, sedangkan bagi yang belum mencairkan dana karena umumnya alasan kondisi kesehatan, maka petugas yang akan datang kerumahnya, ”ujar Mukti.

Sementara Ketua DPRD Drs.Kasdiyono mengakui masih adanya beberapa warga yang kaya mendapat dana BLT karena mengaku miskin, meski sebaliknya mengaku salut adanya beberapa warga yang tercatat sebagai penerima, namun sebenarnya sudah tidak berhak kemudian dengan jujur mengembalikan untuk diberikan kepada warga miskin yang betul-betul berhak dan sangat mengharapkan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kulonprogo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Drs.H.Mulyono mengatakan penyaluran BLT oleh pemerintah dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin, yang disebabkan adanya kenaikan BBM beberapa waktu lalu. Realitas dilapangan telah menunjukkan bahwa pemberian BLT dapat sedikit memberi dukungan bagi masyarakat miskin dalam menghadapi kesulitan ekonomi sehari-hari. Namun diakui tidak secara langsung mampu menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin secara berkesinambungan, karena BLT bukanlah bantuan yang sifatnya permanen dan nominalnyapun relatife tidak besar.


Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Dikukuhkan

Para pelajar yang akan menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) dalam upacara 17 Agustus 2008 di Kabupaten Kulon Progo dikukuhkan. Pengukuhan dilaksanakan oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo Sabtu (16/8) di Gedung Kaca, pemkab. Acara juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kulon Progo Drs. Sudarto, Muspida, Sekda Kulon Progo Drs. Soim,MM, para pejabat eksekutif pemkab dan undangan yang lainnya. Pengukuhan ditandai dengan penyematan emblem bendera merah putih pada pasukan yang dilanjutkan dengan mencium bendera merah putih. Dikatakan Bupati, para pelajar yang telah terpilih sebagai pasukan bendera pusaka bisa meneruskan dan selalu mengukir prestasi di bangku belajar. Karena seperti menjadi pasukan paskibraka adalah sebuah prestasi. Yang didapatkan memalui proses seleksi yang panjang. “Untuk menjadi pasukan pengibar bendera pusaka harus melalui seleksi yang panjang, dimana yang terpilih adalah pelajar yang memiliki intelegensi, disiplin dan persyaratan lain yang lebih dari pelajar lain. Dan ini adalah sebuah prestasi yang harus selalu dipertahankan,” katanya..

15 Agustus, 2008


AGENDA KEGIATAN HUT PROKLAMASI

Mendengarkan Pidato Presiden di DPRD

Agenda kegiatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63, kabupaten Kulonprogo pada hari Jum’at (15/8) adalah mendengarkan dan menyaksikan Pidato Kenegaraan Presiden RI di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kulonprogo.

Selain Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo, Wakil Bupati Drs.H.Mulyono dan Muspida, turut serta anggota DPRD dan jajaran pejabat di SKPD lingkup pemkab Kulonprogo. Sebelum mendengarkan dan menyaksikan pidato, acara terlebih dahulu dibuka oleh ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono.

Selain Bupati beserta pejabat pemkab dan anggota dewan, masyarakat maupun PNS menyaksikan dan mendengarkan Pidato Presiden. Para PNS melalui pesawat televisi yang ada di setiap unit kerja, sedangkan masyarakat umum melalui pesawat televisi maupun radio di masing-masing rumah. Bahkan seiring dengan kemajuan teknologi informasi ada yang melalui pesawat Hand Phone (HP) yang telah dilengkapi fasilitas radio maupun siaran TV tanpa mengurangi jumlah pulsa.


OBOR NUSANTARA LEWATI KULONPROGO

Obor Nusantara yang akan tour keliling Nusantara akan melewati Kabupaten Kulonprogo, Senin (18/8) pukul 09.30 WIB. Sebelum masuk Kulonprogo Obor Nusantara keliling Kabupaten Bantul, sementara serahterima dari Kabupaten Bantul ke Kulonprogo di Brosot Kecamatan Galur.

Route selanjutnya setelah dari Brosot ke barat menuju perempatan Nagung belok kanan menuju Simpang Lima Karang Nongko, masuk Kota Wates menuju Kantor Pemda Kulonprogo, Dayakan, Tugu Potlot dan lepas Kulonprogo di Sentolo menuju Yogyakarta.

Menurut Kepala Kantor Humas Kulonprogo, Drs.R.Agus Santosa,MA, Jum’at (15/8), kirab Obor Nusantara 2008 dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan nasional 1908-2008 dengan tema Bersatu membangun negeri:Menggugah semangat kebangsaan, menggugah semangat kepedulian. Jumlah personil meliputi pasukan inti 50 orang Tagana, PPI 20 orang, Bike to Work 50 orang, Karang Taruna 15 orang.

14 Agustus, 2008

PEMKAB ISI KEKOSONGAN11 SEKDES DARI PNS

Untuk mengisi kekosongan 11 jabatan Sekretaris Desa (Sekdes), pemerintah Kabupaten Kulonprogo menempatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berasal dari beberapa unit kerja sebagai pelaksana tugas atau Plt.. Para PNS tersebut sebelumnya bekerja di masing-masing unit kerja sebagai tenaga teknis administrasi, karena pemkab telah menetapkan persyaratan PNS yang diberikan jabatan sebagai Sekretaris Desa bukan menjabat sebagai tenaga pendidik/guru dan bendaharawan.

Surat Perintah (SP) 11 jabatan Sekdes telah diserahkan kepada masing-masing PNS di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kamis (14/8) secara sederhana. PNS tersebut adalah M.Farid sebagai Sekretaris Desa Kalidengen Kecamatan Temon, Supardjo sebagai Sekretaris Desa Karangwuni Kecamatan Wates, Suparjiyah sebagai Sekretaris Desa Sogan Kecamatan Wates, Yulianto sebagai Sekretaris Desa Brosot Kecamatan Galur, Sutrisno Purwoto sebagai Sekretaris Desa Salamrejo Kecamatan Sentolo, Basuki sebagai Sekretaris Desa Banguncipto Kecamatan Sentolo, Kabul sebagai Sekretaris Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih, Suharno sebagai Sekretaris Desa Hargorejo Kecamatan Kokap, Jueni sebagai Sekretaris Desa Hargotirto Kecamatan Kokap, Suparji sebagai Sekretaris Desa Tanjungharjo Kecamatan Nanggulan dan Wakid sebagai Sekretaris Desa Banjarsari Kecamatan Samigaluh.

Selain mengisi 11 Sekdes yang telah kosong, sesuai dengan program pemerintah pusat bahwa Sekretaris Desa adalah PNS, yang akan diangkat secara bertahap, untuk tahun 2008 di Kulonprogo direncanakan akan diangkat 43 Sekretaris Desa yang sebelumnya telah melengkapi persyaratan .


Pengunjung Perpustakaan Keliling

Didominasi Pelajar

Pengunjung Perpustakaan Keliling (Perpusling) di Kulon Progo didominasi pelajar SD hingga SLTA. Di beberapa titik pelayanan suasanannya hampir sama. Sebagian besar pengunjung menggunakan seragam sekolah. Sedangkan pengunjung umum dapat dihitung dengan jari.

Seperti yang terjadi saat dilakukan pelayanan perdana di halaman studio Radio Komunitas (Rakom) ’Swaradesa’ Brosot, Galur, Rabu (13/8). Pelayanan yang dilakukan pukul 11.00 – 12.00 WIB itu hampir semua pengunjungnya adalah siswa SDN Brosot yang kebetulan sedang istirahat.

Sekitar 40 anak tampak cukup antusias memanfaatkan layanan Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Kulon Progo tersebut. Mereka berebut untuk mendapatkan buku cerita atau jenis lain. Kemudian, dibaca di bamper belakang mobil Perpusling dan tempat duduk yang disediakan petugas.

Wikan Darmasanti, 12, mengaku senang dengan adanya layanan Pepusling itu karena. bisa menambah bahan bacaan yang disukainya. Buku yang tersedia di perpustakaan sekolah, kata dia, hanya sedikit dan sebagian besar merupakan buku teks pelajaran. Padahal, siswa kelas VI SDN Brosot itu mengaku senang membaca buku cerita dan ilmu pengetahuan.

Hal senada dituturkan teman sekelas Wikan, Galuh dan Rifka Arisanti. Kedua siswa itu juga menyukai buku cerita, terutama cerita anak-anak. ”Di sini buku ceritanya bagus-bagus dan saya belum pernah membacanya,” ujar Galuh, sambil membil membaca sebuah buku cerita petualangan.

Namun mereka kecewa karena pada layanan perdana itu petugas belum meminjamkan buku. Mereka pun rame-rame mendaftar kepada 2 petugas Perpusling yang dengan sabar melayaninya. Pada layanan perdana tersebut ada 39 pendaftar, semuanya siswa SDN Brosot.

”Sayang hari ini belum boleh pinjam dan masih harus menunggu 1 minggu lagi. Padahal saya kepingin membaca buku yang saya lihat tadi. Kalau bukanya bisa tiap hari akan sangat menyenangkan,” ujar Wikan.

Menurut salah seoarang petugas Perpusling, Subarini Amd, hampir semua titik layanan yang ia lakukan berada di sekitar lokasi sekolah. Di 18 titik layanan yang ia lakukan hanya ada 1 lokasi yang relatif jauh dengan sekolah, yakni di balai desa Ngentakrejo, Lendah.

”Kalau tidak di dekat lokasi sekolah pengunjungnya hanya sedikit. Seperti di balai desa Ngentakrejo, yang datang hanya warga yang rumahnya dekat dan perangkat desa setempat. Kalau di sekolahan lebih ramai, kami sering kewalahan untuk melayaninya,” ungkap alumnus Jurusan Perpustakaan UGM itu.

Lebih jauh Subarini menjelaskan, setiap hari rata-rata di seluruh wilayah Kulo Progo dilakukan layanan di 6 lokasi dngan 2 unit mobil. Di Kecamatan Samigaluh, Girimulyo, Kalibawang dan Naggulan dilakukan di kantor kecamatan. Sedang lainnya kebanyakan di sekolah-sekolah.

”Waktunya disesuaikan dengan jam istirahat sekolah, dengan waktu pelayanan sekiatar 1 jam. ”Itu waktu yang paling efektif bagi pengunjung, khususnya para pelajar,” tuturnya.

Gerakan Pramuka Mendukung Kegiatan Kemasyarakatan

Gerakan pramuka yang kebanyakan beranggotakan anak-anak dan pemuda berpotensi untuk terus berkembang dan terus berpartisipasi dalam wewujudkan pembangunan di masyarakat. Karena sesuai dengan tujuan pembentukan gerakan pramuka salah satunya adalah untuk meringankan beban masyarakat. Hal ini sesuai dengan banyaknya kegiatan yang ada di dalam gerakan pramuka yang banyak mengajarkan tentang kegiatan-kegiatan yang bersentuhan dengan kegiatan masyarakat.

Sehingga diharapkan gerakan pramuka bisa lebih meningkatkan kemampuan dan kualitasnya dalam rangka mengabdi dan mendukung kegiatan kemasyarakatan. Meskipun selama ini gerakan pramuka sudah banyak terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan seperti, ikut bergotong-royong dan juga ikut serta dalam berbagai kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H. Mulyono yang bertindak sebagai inspektur dalam upacara apel besar peringatan HUT Gerakan Pramuka ke-47 Kamis (14/8), di Lapangan Wijimolyo, Nanggulan. Upacara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kulon Progo Drs. H. Kasdiyono, Muspida, para pejabat eksekutif pemkab Kulon Progo dan anggota Gerakan Pramuka se-Kulon Progo.

Melihat permasalahan masyarakat yang saat ini belum sepenuhnya terlepas dari kesulitan perekonomian, gerakan pramuka hendaknya lebih peka dalam mencermati permasalahan. Yaitu dengan melihat permasalahan apa yang ada di masyarakat dan hal apa saja yang dapat dilakukan oleh gerakan pramuka untuk membantu permasalahan tersebut. ”Meskipun nampaknya hal ini sangat klise, namun peran serta gerakan pramuka untu membantu masyarakat akan memberikan dukungan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, upacara HUT ke-47 Gerakan Pramuka tersebut mengusung nuansa lain. Yaitu, menonjolkan peran jender dalam gerakan pramuka. Dimana para petugas dari pembaca Undang-Undang Dasar, Pancasila, Dasa Dharma sampai pemimpin upacara semuanya diperankan oleh anggota wanita. Usai upacara besar tersebut, Wabup bersama Ketua DPRD dan segenap anggota Gerakan Pramuka yang hadir melakukan penanaman pohon di pinggir Lapangan Wijimulyo, Nanggulan.

Mahasiswi Korea Praktek Lapangan di Kulon Progo

Lima mahasiswi Korea yang berasal dari Busan University mengadakan praktek lapangan di Kabupaten Kulon Progo. Mereka adalah para mahasiswi korea yang mengambil jurusan sastra Indonesia di Busan University. Kelima pelajar tersebut diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo S Dipo Selasa (12/8), di Gedung Joglo Pemkab. Dalam kesempatan itu, bupati didampingi oleh Assek II Ir. Agus Anggono, Kepala Dindik Moh. Mastur, Kepala Dipertalaut Ir. Agus Langgeng Basuki dan yang lainnya. Para mahasiswi yang berparas cantik tersebut mengaku sangat terkesan dengan keadaan di Indonesia yang sesungguhnya. Karena ternyata apa yang mereka peroleh di Sekolah tentang keadaan di Indonesia tidak jauh berbeda. Yaitu, keramahan penduduk dan keadaan wilayah yang indah. Meskipun demikian, salah seorang mahasismi mengaku tidak akan mencari jodoh orang Indonesia karena ia tetap tertarik dengan sesama orang korea. Orang Indonesia dengan kulit kecoklatan dan mata yang besar cukup menarik namun saya tetap lebih tertarik dengan orang korea dan tidak akan mencari jodoh orang Indonesia, katanya yang disambut tawa para peserta audensi.