16 Agustus, 2008


FORUM TATAP MUKA SOSIALISASI DANA BLT

Meski Telah Meninggal Haknya Tetap Diberikan

Seseorang yang telah tercatat sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang pada tahap I telah menerima uang melalui Kantor Pos, namun meninggal dunia sebelum menerima BLT tahap II, haknya sebagai penerima BLT tetap diberikan secara utuh. Untuk mencairkan BLT langkah yang ditempuh adalah melalui ahli waris dengan surat keterangan kematian yang diketahui oleh Dukuh, Kepala Desa hingga Camat yang kemudian diserahkan ke Kantor Pos apabila sudah siap untuk pencairan dana.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (Dukcapilkabermas) Kabupaten Kulonprogo,Drs.Sarjono ketika menjawab pertanyaan salah seorang peserta dalam acara Forum Tatap Muka Sosialisasi Dana BLT yang diselenggarakan Kantor Humas Kabupaten Kulonprogo kerjasama dengan Badan Informasi Daerah (BID) Propinsi DIY, di Dharmais Pengasih, Sabtu (16/8).

Acara diikuti semua Camat, perwakilan Kepala Dukuh, Kelompok Masyarakat, dan perwakilan warga penerima BLT, di buka Wakil Bupati Kulonprogo Drs.H.Mulyono. Sedangkan sebagai narasumber Asisten Pembangunan Sekda Ir.H.Agus Anggono, Ketua DPRD Kulonprogo Drs.H.Kasdiyono, Kabid Statistik Sosial Biro Pusat Statistik Propinsi DIY Ir.Tomon Pardosi,SE,MSi, Kadinas Dukcapilkabermas Kulonprogo Drs.Sarjono dan Kepala Kantor Pos Wates Drs.Mukti Ismail.

“Meskipun telah meninggal dunia, namun sebelumnya telah menerima BLT, maka untuk tahap II haknya tetap diberikan, dengan perantara ahli waris yang dikuatkan dengan surat keterangan dari Dukuh, Kades, hingga Camat,”kata Sarjono.

Mantan Camat Kalibawang ini juga menegaskan bahwa sesuai instruksi dari pusat dana BLT harus diterimakan langsung dan utuh kepada yang berhak, tidak dibenarkan adanya potongan meski dengan dalih untuk membantu pembangunan. Karena dana yang diberikan akan sangat membantu mengurangi beban warga miskin untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari karena dampak kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dijelaskan realisasi pembayaran sampai dengan 15 Agustus 2008 di Kulonprogo prosentase penyerapan dana BLT mencapai 99,64%, sedang data nominasi Rumah Tangga Sasaran (RTS) penerima 42.078, yang telah dibayarkan 38.364, jumlah kupon dibatalkan hasil verifikasi mencapai 3.551, jumlah RTS yang layak hasil verifikasi 38.527, jumlah yang telah mencairkan 38.388 dan yang belum mencairkan 139. Sementara realisasi pembayaran sampai 11 Agustus 2008 tingkat propinsi DIY mencapai 85,56% dan Nasional 70,30%.

“Seiring dengan keberhasilan pembangunan dari jumlah kupon dibatalkan ternyata 817 telah berubah statusnya menjadi tidak miskin dan mereka telah mengembalikan, “tambah Sarjono.

Sedang Kepala Kantor Pos Wates Drs.Mukti Ismail mengatakan bahwa pencairan dana BLT melalui beberapa Kantor Pos di Kecamatan dan terkecuali kecamatan Samigaluh di masing-masing Kantor Desa dapat berjalan lancar meski petugas harus kerja ekstra, seperti di Kantor Pos Pengasih setelah subuh warga sudah antri dan petugas langsung melayani.

“Semoga dalam minggu kedua September mendatang RTS pengganti bisa disalurkan dan sebelum Lebaran BLT tahap kedua dapat disalurkan kepada semua warga penerima, sedangkan bagi yang belum mencairkan dana karena umumnya alasan kondisi kesehatan, maka petugas yang akan datang kerumahnya, ”ujar Mukti.

Sementara Ketua DPRD Drs.Kasdiyono mengakui masih adanya beberapa warga yang kaya mendapat dana BLT karena mengaku miskin, meski sebaliknya mengaku salut adanya beberapa warga yang tercatat sebagai penerima, namun sebenarnya sudah tidak berhak kemudian dengan jujur mengembalikan untuk diberikan kepada warga miskin yang betul-betul berhak dan sangat mengharapkan.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kulonprogo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Drs.H.Mulyono mengatakan penyaluran BLT oleh pemerintah dimaksudkan sebagai upaya untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin, yang disebabkan adanya kenaikan BBM beberapa waktu lalu. Realitas dilapangan telah menunjukkan bahwa pemberian BLT dapat sedikit memberi dukungan bagi masyarakat miskin dalam menghadapi kesulitan ekonomi sehari-hari. Namun diakui tidak secara langsung mampu menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin secara berkesinambungan, karena BLT bukanlah bantuan yang sifatnya permanen dan nominalnyapun relatife tidak besar.


Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Dikukuhkan

Para pelajar yang akan menjadi pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) dalam upacara 17 Agustus 2008 di Kabupaten Kulon Progo dikukuhkan. Pengukuhan dilaksanakan oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo Santoso Dipo Sabtu (16/8) di Gedung Kaca, pemkab. Acara juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kulon Progo Drs. Sudarto, Muspida, Sekda Kulon Progo Drs. Soim,MM, para pejabat eksekutif pemkab dan undangan yang lainnya. Pengukuhan ditandai dengan penyematan emblem bendera merah putih pada pasukan yang dilanjutkan dengan mencium bendera merah putih. Dikatakan Bupati, para pelajar yang telah terpilih sebagai pasukan bendera pusaka bisa meneruskan dan selalu mengukir prestasi di bangku belajar. Karena seperti menjadi pasukan paskibraka adalah sebuah prestasi. Yang didapatkan memalui proses seleksi yang panjang. “Untuk menjadi pasukan pengibar bendera pusaka harus melalui seleksi yang panjang, dimana yang terpilih adalah pelajar yang memiliki intelegensi, disiplin dan persyaratan lain yang lebih dari pelajar lain. Dan ini adalah sebuah prestasi yang harus selalu dipertahankan,” katanya..

15 Agustus, 2008


AGENDA KEGIATAN HUT PROKLAMASI

Mendengarkan Pidato Presiden di DPRD

Agenda kegiatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-63, kabupaten Kulonprogo pada hari Jum’at (15/8) adalah mendengarkan dan menyaksikan Pidato Kenegaraan Presiden RI di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kulonprogo.

Selain Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo, Wakil Bupati Drs.H.Mulyono dan Muspida, turut serta anggota DPRD dan jajaran pejabat di SKPD lingkup pemkab Kulonprogo. Sebelum mendengarkan dan menyaksikan pidato, acara terlebih dahulu dibuka oleh ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono.

Selain Bupati beserta pejabat pemkab dan anggota dewan, masyarakat maupun PNS menyaksikan dan mendengarkan Pidato Presiden. Para PNS melalui pesawat televisi yang ada di setiap unit kerja, sedangkan masyarakat umum melalui pesawat televisi maupun radio di masing-masing rumah. Bahkan seiring dengan kemajuan teknologi informasi ada yang melalui pesawat Hand Phone (HP) yang telah dilengkapi fasilitas radio maupun siaran TV tanpa mengurangi jumlah pulsa.


OBOR NUSANTARA LEWATI KULONPROGO

Obor Nusantara yang akan tour keliling Nusantara akan melewati Kabupaten Kulonprogo, Senin (18/8) pukul 09.30 WIB. Sebelum masuk Kulonprogo Obor Nusantara keliling Kabupaten Bantul, sementara serahterima dari Kabupaten Bantul ke Kulonprogo di Brosot Kecamatan Galur.

Route selanjutnya setelah dari Brosot ke barat menuju perempatan Nagung belok kanan menuju Simpang Lima Karang Nongko, masuk Kota Wates menuju Kantor Pemda Kulonprogo, Dayakan, Tugu Potlot dan lepas Kulonprogo di Sentolo menuju Yogyakarta.

Menurut Kepala Kantor Humas Kulonprogo, Drs.R.Agus Santosa,MA, Jum’at (15/8), kirab Obor Nusantara 2008 dalam rangka memperingati 100 tahun kebangkitan nasional 1908-2008 dengan tema Bersatu membangun negeri:Menggugah semangat kebangsaan, menggugah semangat kepedulian. Jumlah personil meliputi pasukan inti 50 orang Tagana, PPI 20 orang, Bike to Work 50 orang, Karang Taruna 15 orang.

14 Agustus, 2008

PEMKAB ISI KEKOSONGAN11 SEKDES DARI PNS

Untuk mengisi kekosongan 11 jabatan Sekretaris Desa (Sekdes), pemerintah Kabupaten Kulonprogo menempatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berasal dari beberapa unit kerja sebagai pelaksana tugas atau Plt.. Para PNS tersebut sebelumnya bekerja di masing-masing unit kerja sebagai tenaga teknis administrasi, karena pemkab telah menetapkan persyaratan PNS yang diberikan jabatan sebagai Sekretaris Desa bukan menjabat sebagai tenaga pendidik/guru dan bendaharawan.

Surat Perintah (SP) 11 jabatan Sekdes telah diserahkan kepada masing-masing PNS di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kamis (14/8) secara sederhana. PNS tersebut adalah M.Farid sebagai Sekretaris Desa Kalidengen Kecamatan Temon, Supardjo sebagai Sekretaris Desa Karangwuni Kecamatan Wates, Suparjiyah sebagai Sekretaris Desa Sogan Kecamatan Wates, Yulianto sebagai Sekretaris Desa Brosot Kecamatan Galur, Sutrisno Purwoto sebagai Sekretaris Desa Salamrejo Kecamatan Sentolo, Basuki sebagai Sekretaris Desa Banguncipto Kecamatan Sentolo, Kabul sebagai Sekretaris Desa Sidomulyo Kecamatan Pengasih, Suharno sebagai Sekretaris Desa Hargorejo Kecamatan Kokap, Jueni sebagai Sekretaris Desa Hargotirto Kecamatan Kokap, Suparji sebagai Sekretaris Desa Tanjungharjo Kecamatan Nanggulan dan Wakid sebagai Sekretaris Desa Banjarsari Kecamatan Samigaluh.

Selain mengisi 11 Sekdes yang telah kosong, sesuai dengan program pemerintah pusat bahwa Sekretaris Desa adalah PNS, yang akan diangkat secara bertahap, untuk tahun 2008 di Kulonprogo direncanakan akan diangkat 43 Sekretaris Desa yang sebelumnya telah melengkapi persyaratan .


Pengunjung Perpustakaan Keliling

Didominasi Pelajar

Pengunjung Perpustakaan Keliling (Perpusling) di Kulon Progo didominasi pelajar SD hingga SLTA. Di beberapa titik pelayanan suasanannya hampir sama. Sebagian besar pengunjung menggunakan seragam sekolah. Sedangkan pengunjung umum dapat dihitung dengan jari.

Seperti yang terjadi saat dilakukan pelayanan perdana di halaman studio Radio Komunitas (Rakom) ’Swaradesa’ Brosot, Galur, Rabu (13/8). Pelayanan yang dilakukan pukul 11.00 – 12.00 WIB itu hampir semua pengunjungnya adalah siswa SDN Brosot yang kebetulan sedang istirahat.

Sekitar 40 anak tampak cukup antusias memanfaatkan layanan Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Kulon Progo tersebut. Mereka berebut untuk mendapatkan buku cerita atau jenis lain. Kemudian, dibaca di bamper belakang mobil Perpusling dan tempat duduk yang disediakan petugas.

Wikan Darmasanti, 12, mengaku senang dengan adanya layanan Pepusling itu karena. bisa menambah bahan bacaan yang disukainya. Buku yang tersedia di perpustakaan sekolah, kata dia, hanya sedikit dan sebagian besar merupakan buku teks pelajaran. Padahal, siswa kelas VI SDN Brosot itu mengaku senang membaca buku cerita dan ilmu pengetahuan.

Hal senada dituturkan teman sekelas Wikan, Galuh dan Rifka Arisanti. Kedua siswa itu juga menyukai buku cerita, terutama cerita anak-anak. ”Di sini buku ceritanya bagus-bagus dan saya belum pernah membacanya,” ujar Galuh, sambil membil membaca sebuah buku cerita petualangan.

Namun mereka kecewa karena pada layanan perdana itu petugas belum meminjamkan buku. Mereka pun rame-rame mendaftar kepada 2 petugas Perpusling yang dengan sabar melayaninya. Pada layanan perdana tersebut ada 39 pendaftar, semuanya siswa SDN Brosot.

”Sayang hari ini belum boleh pinjam dan masih harus menunggu 1 minggu lagi. Padahal saya kepingin membaca buku yang saya lihat tadi. Kalau bukanya bisa tiap hari akan sangat menyenangkan,” ujar Wikan.

Menurut salah seoarang petugas Perpusling, Subarini Amd, hampir semua titik layanan yang ia lakukan berada di sekitar lokasi sekolah. Di 18 titik layanan yang ia lakukan hanya ada 1 lokasi yang relatif jauh dengan sekolah, yakni di balai desa Ngentakrejo, Lendah.

”Kalau tidak di dekat lokasi sekolah pengunjungnya hanya sedikit. Seperti di balai desa Ngentakrejo, yang datang hanya warga yang rumahnya dekat dan perangkat desa setempat. Kalau di sekolahan lebih ramai, kami sering kewalahan untuk melayaninya,” ungkap alumnus Jurusan Perpustakaan UGM itu.

Lebih jauh Subarini menjelaskan, setiap hari rata-rata di seluruh wilayah Kulo Progo dilakukan layanan di 6 lokasi dngan 2 unit mobil. Di Kecamatan Samigaluh, Girimulyo, Kalibawang dan Naggulan dilakukan di kantor kecamatan. Sedang lainnya kebanyakan di sekolah-sekolah.

”Waktunya disesuaikan dengan jam istirahat sekolah, dengan waktu pelayanan sekiatar 1 jam. ”Itu waktu yang paling efektif bagi pengunjung, khususnya para pelajar,” tuturnya.

Gerakan Pramuka Mendukung Kegiatan Kemasyarakatan

Gerakan pramuka yang kebanyakan beranggotakan anak-anak dan pemuda berpotensi untuk terus berkembang dan terus berpartisipasi dalam wewujudkan pembangunan di masyarakat. Karena sesuai dengan tujuan pembentukan gerakan pramuka salah satunya adalah untuk meringankan beban masyarakat. Hal ini sesuai dengan banyaknya kegiatan yang ada di dalam gerakan pramuka yang banyak mengajarkan tentang kegiatan-kegiatan yang bersentuhan dengan kegiatan masyarakat.

Sehingga diharapkan gerakan pramuka bisa lebih meningkatkan kemampuan dan kualitasnya dalam rangka mengabdi dan mendukung kegiatan kemasyarakatan. Meskipun selama ini gerakan pramuka sudah banyak terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan seperti, ikut bergotong-royong dan juga ikut serta dalam berbagai kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H. Mulyono yang bertindak sebagai inspektur dalam upacara apel besar peringatan HUT Gerakan Pramuka ke-47 Kamis (14/8), di Lapangan Wijimolyo, Nanggulan. Upacara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Kulon Progo Drs. H. Kasdiyono, Muspida, para pejabat eksekutif pemkab Kulon Progo dan anggota Gerakan Pramuka se-Kulon Progo.

Melihat permasalahan masyarakat yang saat ini belum sepenuhnya terlepas dari kesulitan perekonomian, gerakan pramuka hendaknya lebih peka dalam mencermati permasalahan. Yaitu dengan melihat permasalahan apa yang ada di masyarakat dan hal apa saja yang dapat dilakukan oleh gerakan pramuka untuk membantu permasalahan tersebut. ”Meskipun nampaknya hal ini sangat klise, namun peran serta gerakan pramuka untu membantu masyarakat akan memberikan dukungan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Di sisi lain, upacara HUT ke-47 Gerakan Pramuka tersebut mengusung nuansa lain. Yaitu, menonjolkan peran jender dalam gerakan pramuka. Dimana para petugas dari pembaca Undang-Undang Dasar, Pancasila, Dasa Dharma sampai pemimpin upacara semuanya diperankan oleh anggota wanita. Usai upacara besar tersebut, Wabup bersama Ketua DPRD dan segenap anggota Gerakan Pramuka yang hadir melakukan penanaman pohon di pinggir Lapangan Wijimulyo, Nanggulan.

Mahasiswi Korea Praktek Lapangan di Kulon Progo

Lima mahasiswi Korea yang berasal dari Busan University mengadakan praktek lapangan di Kabupaten Kulon Progo. Mereka adalah para mahasiswi korea yang mengambil jurusan sastra Indonesia di Busan University. Kelima pelajar tersebut diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo S Dipo Selasa (12/8), di Gedung Joglo Pemkab. Dalam kesempatan itu, bupati didampingi oleh Assek II Ir. Agus Anggono, Kepala Dindik Moh. Mastur, Kepala Dipertalaut Ir. Agus Langgeng Basuki dan yang lainnya. Para mahasiswi yang berparas cantik tersebut mengaku sangat terkesan dengan keadaan di Indonesia yang sesungguhnya. Karena ternyata apa yang mereka peroleh di Sekolah tentang keadaan di Indonesia tidak jauh berbeda. Yaitu, keramahan penduduk dan keadaan wilayah yang indah. Meskipun demikian, salah seorang mahasismi mengaku tidak akan mencari jodoh orang Indonesia karena ia tetap tertarik dengan sesama orang korea. Orang Indonesia dengan kulit kecoklatan dan mata yang besar cukup menarik namun saya tetap lebih tertarik dengan orang korea dan tidak akan mencari jodoh orang Indonesia, katanya yang disambut tawa para peserta audensi.

13 Agustus, 2008

Bupati Serahkan Bantuan Sosial Kemasyarakatan Rp. 861 Juta

Bupati Kulon Progo H Toyo Santoso Dipo, menyerahkan bantuan sosial kemasyarakatan senilai Rp. 861.150.000,- kepada lembaga, kelompok masyarakat, panitia kegiatan dan Posyandu. Bantuan diserahkan Selasa (12/8) di gedung Kaca kompleks kantor pemkab. Hadir dalam acara itu Sekda Drs H So’im, Assek II Ir Agus Anggono, Kabag Kesra Setda Arif Sudarmanto dan segenap pejabat pemkab.

Menurut Agus Anggono bantuan tersebut merupakan kepedulian Pemkab kepada kegiatan masyarakat untuk melaksanakan pembangunan sosial kemasyaraatan. Namun demikian, karena jumlahnya ralatif kecil, bantuan itu sekedar sebagai stimulan dan penambah semangat dalam melakukan kegiatan di masing-masing bidang.

“Kami yakin lembaga, organisasi dan kelompok dalam melaksanakan kegiatannya tidak hanya tergantung pada APBD. Tetapi memiliki sumber dana lain yang bisa digunakan untuk membiayai kegiatan yang lebih besar dan kontinyu,” ungkap Agus.

Secara lebih rinci disebutkan, bantuan yang bersumber dari APBD itu diberikan kepada 14 tempat ibadah senilai Rp. 32,5 juta, 14 Yayasan Pengelola Pendidikan senilai Rp 75 juta, 6 SLB dan 1 SDLB Rp. 15 juta serta 68 kegiatan kepemudaann dan olah raga Rp. 69,25 juta.

Lembaga penerima lain meliputi 2 Tempat Penitipan Anak (TPA) Rp. 4 juta, FKUB Kulon Progo Rp. Juta, MUI Kulon Progo Rp. 20 juta, PHBI Kulon Progo Rp. 3 juta dan kegiatan Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) Kulo Progo Rp. 10 juta. Penerima lain adalah 250 orang ustadz Madrasah Diniyah masing-masing senilai Rp. 200 ribu atau sejumlah Rp. 50 juta dan 954 unit Posyandu masing-masing sebesar Rp. 600 ribu atau sejumlah Rp. 572,4 juta.

Dalam sambutannya Toyo mengharapkan agar bantuan tersebut benar-benar digunakan sesuai dengan peruntukannya, dan sesuai rencana dalam proposal. Sebab, kalau digunakan untuk kepentingan lain pengurus bisa terjerat kasus korupsi.

Saat ini, tambah Toyo, indikasi korupsi bukan hanya yang menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi. Namun penggunaan dana yang tidak sesuai dengan prosedur dan administrasi yang benar juga bisa terindikasi sebagai kaus korupsi. “Saya tidak ingin hal ini terjadi, jadi semua dana harus digunakan sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya,” pesan bupati.

12 Agustus, 2008


NAMA PEJABAT YANG DILANTIK

82 Struktural Serta 3 Kepala Sekolah SMP

Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo, melantik dan mengambil sumpah 85 pejabat structural dan kepala sekolah di Gedung Kaca Pemkab, senin (11/8). Selengkapnya adalah AGUNG KURNIAWAN,SIP,MSi sebagai Kepala Kantor Perpustakaan Daerah, TRIYONO,SIP,MSi sebagai Kepala Kantor Arsip Daerah, Drs.SUWARNA sebagai Camat Kalibawang, Dra.SRI UTAMI,M.Hum sebagai Camat Temon, SANTOSO,SIP sebagai Camat Kokap.

Selanjutnya YUNARKA,SH sebagai Kabid Pengawasan, Kesejahteraan dan Tata Usaha Kepegawaian BKD, Drs.DJOKO KUS HERMANTO,MM sebagai Kasubdin Catatan Sipil Dinas Dukcapilkabermas, Dra.RATNA JUITA sebagai Kabid Pendaftaran dan Pendataan BPKD, Drs.HENDRI USDIARKA sebagai Kabid Anggaran dan Perbendaharaan BPKD, NURHADI,SE sebagai Kabid Perekonomian Bawasda, IFFAH MUFIDATI,SH sebagai Kabid Pemerintahan Bawasda, SUTARDJO,SH sebagai Kabid Pendapatan dan Kekayaan Bawasda, MUSTAPA ALI MOHAMAD,ST,MT sebagai Kasubdin Pertambangan Dinas Perindagkoptam, SUPRIYOADIBAWONO sebagai Sekretaris Umum KPU, HERI WARSITO,SH sebagai Kasubag Perundang-Undangan Bag Hukum Setda, Rr.EMI NURWIJAYANTI,SE sebagai Kasubid Anggaran Rutin pada Bidang Anggaran dan Perbendaharaan BPKD.

Drs. BINTORO sebagai Sekcam Kalibawang, SUHARMAN, SH sebagai Kasie Trantib Kecamatan Nanggulan, Drs. DJOKO PURNOMO sebagai Kasie Pembinaan dan Latihan Satuan Linmas pada Kantor Kesbanglinmas, ROHEDY GOENOENG POERWOHANDOKO,S.Sos sebagai Sekcam Wates, Drs.NUR WAHYUDI sebagai Sekcam Panjatan, MARDIWIYONO,SE sebagai Sekcam Kokap, PURWONO, S Sos sebagai Kasie Kesos pada Subdin Pemberdayaan Masyarakat Dinas Dukcapilkabermas, Drs.WALUYO sebagai Kasie Kesra Kecamatan Wates, SUNARDI,BSc sebagai Kasie Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Temon, RAHARJANTO,S.Sos sebagai Kasie Program dan Pengembangan Kantor Arsip Daerah.

EVI YULIANTI, SIP sebagai Kasubag TU Kantor Humas, SIRAJUDIN,S.Pd sebagai Kasie Akuisisi dan Pengolahan pada Kantor Perpustakaan Umum, YULIINDRIYATNA,SSTP sebagai Kasie Pemerintahan Kecamatan Sentolo, BEJA,SPd sebagai Kasie Dikbud Kecamatan Panjatan, Drs.JUNIHARDI TRI SARJONO sebagai Sekcam Sentolo, SETIAWAN TRI WIDADA,S.Sos sebagai Sekcam Pengasih, LUKMAN HAKIM,SE sebagai Kasubid Anggaran Pembangunan pada Bidang Anggaran dan Perbendaharaan BPKD, TITIK SETYOWATI,S.Sos sebagai Kasubid Penghitungan pada Bidang Penetapan BPKD, SULISMIYATI,SE sebagai Kasubid Penerbitan Surat Ketetapan pada Bidang Penetapan BPKD.

SITI JAMILAH,SH sebagai Kasubag Kepegawaian pada Bagian TU Disbudpar, Drs.R.KASMADI JENDRO SAPUTRO sebagai Kasubag Umum pada Bagian TU Dinas Perhubungan, SUHARDIYANA,SIP sebagai Kasie Kesra Kecamatan Girimulyo, SUBARDI,S.Pd sebagai Kasie Sarana dan Prasarana pada Subdin Pendidikan Umum Dinas Pendidikan, AGUS SURYANTO,SE sebagai Kasubag TU pada SatPol PP, BUDI SASANGKA, S.Pt sebagai Kepala Cabang Dinas Pertalaut Kecamatan Wates, SRI WIJAYANTI,S.Hut, MSi sebagai Kasubag Bina Program pada Bagian TU Dinas Pertalaut, RADEN RORO HENI HERNAWATI,SP,MSi sebagai Kepala Cabang Dinas Pertalaut Kecamatan Samigaluh, ARIF MARTONO, S.Si, MSi sebagai Kasie Evaluasi dan Informasi pada Kantor Pelayanan terpadu (KPT), Drs.AGUS HIDAYAT,MSi sebagai Kasie Administrasi Pelayanan KPT, SUSILO,SIP,MSi sebagai Kasie Survei KPT, UNTUNG SUGIANTORO,SIP sebagai Kasubag Keuangan pada Bagian TU Dinas Perhubungan.

KANDAR ABADI,SH sebagai Kasubid Pengawasan dan Peraturan Kepegawaian pada Bidang Pengawasan , Kesejahteraan dan TU Kepegawaian BKD, RAMELAN,SIP sebagai Kasie Trantib Kecamatan Pengasih, KHOIRON,BSc sebagai Kasie Trantib Kecamatan Temon, ENDY NUR ENDAR SATRIA, ST,MT sebagai Kasubag Program dan Evaluasi pada Bagian TU Dinas PU, SUPRAPTO,S.Pd sebagai Kepala SKB Dinas Pendidikan, SUHATTONO,B.A, sebagai Kasie Pemerintahan Kecamatan Samigaluh, HIRSAN,BA sebagai Kasie Dikbud Kecamatan Kalibawang.

dr.YOHANES AGUS WIJANARKA,M.Kes sebagai Kasie Pemberdayaan Masyarakat pada Subdin Bimbingan dan Pengendalian Pelayanan Kesehatan Dinkes, dr. ALBERTUS SUNUWATA TRIPRASETYA sebagai Kepala Puskesmas Panjatan, dr. RINA NURYATI sebagai Kepala Puskesmas Girimulyo I, drg.HUNIK RIMAWATI ,MKes sebagai Kepala Puskesmas Wates, dr.ALEXIUS MATEUS SAJARWADI,MKes sebagai Kepala Puskesmas Nanggulan, dr.HENI SURYADI sebagai Kepala Puskesmas Samigaluh I, drg.THEODOLA BANING RAHAYUJATI,MKes sebagai Kasie Registrasi dan Penilaian Angka Kredit pada Subdin Legalisasi Dinkes,

drg.ANIE MURSIASTUTI M.Kes sebagai Kepala Puskesmas Temon II, dr.RIYANTO CHRISTOPHOROS sebagai Kepala Puskesmas Kalibawang, dr.SUSILO PRADYARTO sebagai Kepala Puskesmas Pengasih II, dr.RR.SUSILANINGSIH sebagai Kepala Puskesmas Lendah I, ACHMAD SYUKUR,SKM,MKes sebagai Kepala Puskesmas Kokap II, dr.INDRIA YULIANTI sebagai Kepala Puskesmas Girimulyo II, dr.EKO DAMAYANTI, sebagai Kepala Puskesmas Galur I, NOVI HANDANI,SKM,MKes sebagai Kasie Perencanaan dan Litbang Kesehatan pada Subdin Pengembangan Kesehatan Dinkes, RUSTAPA,SKM,MKes sebagai Kasie Perbekalan Umum pada Subdin Bimbingan Pengendalian Sarana Prasarana Dinkes, TAVIV SUPRIADI,ST sebagai Kasie Inforkes pada Subdin Pengembangan Kesehatan Dinkes,

WIDADA,ST,MT sebagai Kasie Pengawasan pertambangan Subdin Pertambangan Dinas Perindagkoptam. ERNAWATI SUKEKSI,SIP sebagai Kasubid Perencanaan Pengendalian dan Keciptakaryaan pada Bidang Perekonomian Bawasda, RINI CHOMSIJATI,SE,MSi sebagai Kasubid Analisa dan Penilaian pada Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pengendalian BAPPEDA, JOKO SATYO AGUS NAHROWI,ST,MT sebagai Kasubid Tata Ruang dan Tata Guna Tanah pada Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA, RADEN JOKO TRI HATMONO,SH,MH sebagai Kasie Terminal pada Subdin Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan, MARSUDI ADJI,S.Sos sebagai Kasie Hubungan Antar Lembaga pada Kantor Kesbanglinmas, SUSILO ARI WIBOWO,SE sebagai Kasie Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Girimulyo, LESONO SUBAGYO,S.Pd,SIP sebagai Kasubag Program Sekretariat KPU, SUWANDITO, SH sebagai Kasubag Teknis Penyelenggara pada Sekretariat KPU, SIGIT PURWADI,SH sebagai Kasubag Hukum dan Humas pada Sekretariat KPU dan RR.YULIANA ESTI PUTRI TRIS RAHAYU,SH sebagai Kasubag Umum Sekretariat KPU.

Sementara kepala sekolah yang dilantik SUWARTINI,S.Pd sebagai Kasek SMPN 4 Wates, Drs.SUBAGYO Kasek SMPN 3 Sentolo dan SURGIYANTORO,S.Pd Kasek SMPN 1 Samigaluh.