14 Agustus, 2008

Mahasiswi Korea Praktek Lapangan di Kulon Progo

Lima mahasiswi Korea yang berasal dari Busan University mengadakan praktek lapangan di Kabupaten Kulon Progo. Mereka adalah para mahasiswi korea yang mengambil jurusan sastra Indonesia di Busan University. Kelima pelajar tersebut diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo S Dipo Selasa (12/8), di Gedung Joglo Pemkab. Dalam kesempatan itu, bupati didampingi oleh Assek II Ir. Agus Anggono, Kepala Dindik Moh. Mastur, Kepala Dipertalaut Ir. Agus Langgeng Basuki dan yang lainnya. Para mahasiswi yang berparas cantik tersebut mengaku sangat terkesan dengan keadaan di Indonesia yang sesungguhnya. Karena ternyata apa yang mereka peroleh di Sekolah tentang keadaan di Indonesia tidak jauh berbeda. Yaitu, keramahan penduduk dan keadaan wilayah yang indah. Meskipun demikian, salah seorang mahasismi mengaku tidak akan mencari jodoh orang Indonesia karena ia tetap tertarik dengan sesama orang korea. Orang Indonesia dengan kulit kecoklatan dan mata yang besar cukup menarik namun saya tetap lebih tertarik dengan orang korea dan tidak akan mencari jodoh orang Indonesia, katanya yang disambut tawa para peserta audensi.

13 Agustus, 2008

Bupati Serahkan Bantuan Sosial Kemasyarakatan Rp. 861 Juta

Bupati Kulon Progo H Toyo Santoso Dipo, menyerahkan bantuan sosial kemasyarakatan senilai Rp. 861.150.000,- kepada lembaga, kelompok masyarakat, panitia kegiatan dan Posyandu. Bantuan diserahkan Selasa (12/8) di gedung Kaca kompleks kantor pemkab. Hadir dalam acara itu Sekda Drs H So’im, Assek II Ir Agus Anggono, Kabag Kesra Setda Arif Sudarmanto dan segenap pejabat pemkab.

Menurut Agus Anggono bantuan tersebut merupakan kepedulian Pemkab kepada kegiatan masyarakat untuk melaksanakan pembangunan sosial kemasyaraatan. Namun demikian, karena jumlahnya ralatif kecil, bantuan itu sekedar sebagai stimulan dan penambah semangat dalam melakukan kegiatan di masing-masing bidang.

“Kami yakin lembaga, organisasi dan kelompok dalam melaksanakan kegiatannya tidak hanya tergantung pada APBD. Tetapi memiliki sumber dana lain yang bisa digunakan untuk membiayai kegiatan yang lebih besar dan kontinyu,” ungkap Agus.

Secara lebih rinci disebutkan, bantuan yang bersumber dari APBD itu diberikan kepada 14 tempat ibadah senilai Rp. 32,5 juta, 14 Yayasan Pengelola Pendidikan senilai Rp 75 juta, 6 SLB dan 1 SDLB Rp. 15 juta serta 68 kegiatan kepemudaann dan olah raga Rp. 69,25 juta.

Lembaga penerima lain meliputi 2 Tempat Penitipan Anak (TPA) Rp. 4 juta, FKUB Kulon Progo Rp. Juta, MUI Kulon Progo Rp. 20 juta, PHBI Kulon Progo Rp. 3 juta dan kegiatan Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) Kulo Progo Rp. 10 juta. Penerima lain adalah 250 orang ustadz Madrasah Diniyah masing-masing senilai Rp. 200 ribu atau sejumlah Rp. 50 juta dan 954 unit Posyandu masing-masing sebesar Rp. 600 ribu atau sejumlah Rp. 572,4 juta.

Dalam sambutannya Toyo mengharapkan agar bantuan tersebut benar-benar digunakan sesuai dengan peruntukannya, dan sesuai rencana dalam proposal. Sebab, kalau digunakan untuk kepentingan lain pengurus bisa terjerat kasus korupsi.

Saat ini, tambah Toyo, indikasi korupsi bukan hanya yang menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi. Namun penggunaan dana yang tidak sesuai dengan prosedur dan administrasi yang benar juga bisa terindikasi sebagai kaus korupsi. “Saya tidak ingin hal ini terjadi, jadi semua dana harus digunakan sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya,” pesan bupati.

12 Agustus, 2008


NAMA PEJABAT YANG DILANTIK

82 Struktural Serta 3 Kepala Sekolah SMP

Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo, melantik dan mengambil sumpah 85 pejabat structural dan kepala sekolah di Gedung Kaca Pemkab, senin (11/8). Selengkapnya adalah AGUNG KURNIAWAN,SIP,MSi sebagai Kepala Kantor Perpustakaan Daerah, TRIYONO,SIP,MSi sebagai Kepala Kantor Arsip Daerah, Drs.SUWARNA sebagai Camat Kalibawang, Dra.SRI UTAMI,M.Hum sebagai Camat Temon, SANTOSO,SIP sebagai Camat Kokap.

Selanjutnya YUNARKA,SH sebagai Kabid Pengawasan, Kesejahteraan dan Tata Usaha Kepegawaian BKD, Drs.DJOKO KUS HERMANTO,MM sebagai Kasubdin Catatan Sipil Dinas Dukcapilkabermas, Dra.RATNA JUITA sebagai Kabid Pendaftaran dan Pendataan BPKD, Drs.HENDRI USDIARKA sebagai Kabid Anggaran dan Perbendaharaan BPKD, NURHADI,SE sebagai Kabid Perekonomian Bawasda, IFFAH MUFIDATI,SH sebagai Kabid Pemerintahan Bawasda, SUTARDJO,SH sebagai Kabid Pendapatan dan Kekayaan Bawasda, MUSTAPA ALI MOHAMAD,ST,MT sebagai Kasubdin Pertambangan Dinas Perindagkoptam, SUPRIYOADIBAWONO sebagai Sekretaris Umum KPU, HERI WARSITO,SH sebagai Kasubag Perundang-Undangan Bag Hukum Setda, Rr.EMI NURWIJAYANTI,SE sebagai Kasubid Anggaran Rutin pada Bidang Anggaran dan Perbendaharaan BPKD.

Drs. BINTORO sebagai Sekcam Kalibawang, SUHARMAN, SH sebagai Kasie Trantib Kecamatan Nanggulan, Drs. DJOKO PURNOMO sebagai Kasie Pembinaan dan Latihan Satuan Linmas pada Kantor Kesbanglinmas, ROHEDY GOENOENG POERWOHANDOKO,S.Sos sebagai Sekcam Wates, Drs.NUR WAHYUDI sebagai Sekcam Panjatan, MARDIWIYONO,SE sebagai Sekcam Kokap, PURWONO, S Sos sebagai Kasie Kesos pada Subdin Pemberdayaan Masyarakat Dinas Dukcapilkabermas, Drs.WALUYO sebagai Kasie Kesra Kecamatan Wates, SUNARDI,BSc sebagai Kasie Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Temon, RAHARJANTO,S.Sos sebagai Kasie Program dan Pengembangan Kantor Arsip Daerah.

EVI YULIANTI, SIP sebagai Kasubag TU Kantor Humas, SIRAJUDIN,S.Pd sebagai Kasie Akuisisi dan Pengolahan pada Kantor Perpustakaan Umum, YULIINDRIYATNA,SSTP sebagai Kasie Pemerintahan Kecamatan Sentolo, BEJA,SPd sebagai Kasie Dikbud Kecamatan Panjatan, Drs.JUNIHARDI TRI SARJONO sebagai Sekcam Sentolo, SETIAWAN TRI WIDADA,S.Sos sebagai Sekcam Pengasih, LUKMAN HAKIM,SE sebagai Kasubid Anggaran Pembangunan pada Bidang Anggaran dan Perbendaharaan BPKD, TITIK SETYOWATI,S.Sos sebagai Kasubid Penghitungan pada Bidang Penetapan BPKD, SULISMIYATI,SE sebagai Kasubid Penerbitan Surat Ketetapan pada Bidang Penetapan BPKD.

SITI JAMILAH,SH sebagai Kasubag Kepegawaian pada Bagian TU Disbudpar, Drs.R.KASMADI JENDRO SAPUTRO sebagai Kasubag Umum pada Bagian TU Dinas Perhubungan, SUHARDIYANA,SIP sebagai Kasie Kesra Kecamatan Girimulyo, SUBARDI,S.Pd sebagai Kasie Sarana dan Prasarana pada Subdin Pendidikan Umum Dinas Pendidikan, AGUS SURYANTO,SE sebagai Kasubag TU pada SatPol PP, BUDI SASANGKA, S.Pt sebagai Kepala Cabang Dinas Pertalaut Kecamatan Wates, SRI WIJAYANTI,S.Hut, MSi sebagai Kasubag Bina Program pada Bagian TU Dinas Pertalaut, RADEN RORO HENI HERNAWATI,SP,MSi sebagai Kepala Cabang Dinas Pertalaut Kecamatan Samigaluh, ARIF MARTONO, S.Si, MSi sebagai Kasie Evaluasi dan Informasi pada Kantor Pelayanan terpadu (KPT), Drs.AGUS HIDAYAT,MSi sebagai Kasie Administrasi Pelayanan KPT, SUSILO,SIP,MSi sebagai Kasie Survei KPT, UNTUNG SUGIANTORO,SIP sebagai Kasubag Keuangan pada Bagian TU Dinas Perhubungan.

KANDAR ABADI,SH sebagai Kasubid Pengawasan dan Peraturan Kepegawaian pada Bidang Pengawasan , Kesejahteraan dan TU Kepegawaian BKD, RAMELAN,SIP sebagai Kasie Trantib Kecamatan Pengasih, KHOIRON,BSc sebagai Kasie Trantib Kecamatan Temon, ENDY NUR ENDAR SATRIA, ST,MT sebagai Kasubag Program dan Evaluasi pada Bagian TU Dinas PU, SUPRAPTO,S.Pd sebagai Kepala SKB Dinas Pendidikan, SUHATTONO,B.A, sebagai Kasie Pemerintahan Kecamatan Samigaluh, HIRSAN,BA sebagai Kasie Dikbud Kecamatan Kalibawang.

dr.YOHANES AGUS WIJANARKA,M.Kes sebagai Kasie Pemberdayaan Masyarakat pada Subdin Bimbingan dan Pengendalian Pelayanan Kesehatan Dinkes, dr. ALBERTUS SUNUWATA TRIPRASETYA sebagai Kepala Puskesmas Panjatan, dr. RINA NURYATI sebagai Kepala Puskesmas Girimulyo I, drg.HUNIK RIMAWATI ,MKes sebagai Kepala Puskesmas Wates, dr.ALEXIUS MATEUS SAJARWADI,MKes sebagai Kepala Puskesmas Nanggulan, dr.HENI SURYADI sebagai Kepala Puskesmas Samigaluh I, drg.THEODOLA BANING RAHAYUJATI,MKes sebagai Kasie Registrasi dan Penilaian Angka Kredit pada Subdin Legalisasi Dinkes,

drg.ANIE MURSIASTUTI M.Kes sebagai Kepala Puskesmas Temon II, dr.RIYANTO CHRISTOPHOROS sebagai Kepala Puskesmas Kalibawang, dr.SUSILO PRADYARTO sebagai Kepala Puskesmas Pengasih II, dr.RR.SUSILANINGSIH sebagai Kepala Puskesmas Lendah I, ACHMAD SYUKUR,SKM,MKes sebagai Kepala Puskesmas Kokap II, dr.INDRIA YULIANTI sebagai Kepala Puskesmas Girimulyo II, dr.EKO DAMAYANTI, sebagai Kepala Puskesmas Galur I, NOVI HANDANI,SKM,MKes sebagai Kasie Perencanaan dan Litbang Kesehatan pada Subdin Pengembangan Kesehatan Dinkes, RUSTAPA,SKM,MKes sebagai Kasie Perbekalan Umum pada Subdin Bimbingan Pengendalian Sarana Prasarana Dinkes, TAVIV SUPRIADI,ST sebagai Kasie Inforkes pada Subdin Pengembangan Kesehatan Dinkes,

WIDADA,ST,MT sebagai Kasie Pengawasan pertambangan Subdin Pertambangan Dinas Perindagkoptam. ERNAWATI SUKEKSI,SIP sebagai Kasubid Perencanaan Pengendalian dan Keciptakaryaan pada Bidang Perekonomian Bawasda, RINI CHOMSIJATI,SE,MSi sebagai Kasubid Analisa dan Penilaian pada Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pengendalian BAPPEDA, JOKO SATYO AGUS NAHROWI,ST,MT sebagai Kasubid Tata Ruang dan Tata Guna Tanah pada Bidang Fisik dan Prasarana BAPPEDA, RADEN JOKO TRI HATMONO,SH,MH sebagai Kasie Terminal pada Subdin Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan, MARSUDI ADJI,S.Sos sebagai Kasie Hubungan Antar Lembaga pada Kantor Kesbanglinmas, SUSILO ARI WIBOWO,SE sebagai Kasie Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan Girimulyo, LESONO SUBAGYO,S.Pd,SIP sebagai Kasubag Program Sekretariat KPU, SUWANDITO, SH sebagai Kasubag Teknis Penyelenggara pada Sekretariat KPU, SIGIT PURWADI,SH sebagai Kasubag Hukum dan Humas pada Sekretariat KPU dan RR.YULIANA ESTI PUTRI TRIS RAHAYU,SH sebagai Kasubag Umum Sekretariat KPU.

Sementara kepala sekolah yang dilantik SUWARTINI,S.Pd sebagai Kasek SMPN 4 Wates, Drs.SUBAGYO Kasek SMPN 3 Sentolo dan SURGIYANTORO,S.Pd Kasek SMPN 1 Samigaluh.

11 Agustus, 2008

BUPATI LANTIK 85 PEJABAT DAN KEPALA SEKOLAH

Meski Lulus S2 Masih Harus Belajar

Sebanyak 85 pejabat struktural dan kepala sekolah di lingkup pemerintah kabupaten Kulonprogo diambil sumpah dan dilantik oleh Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo di Gedung Kaca Pemkab, Senin (11/8). Pejabat yang dilantik untuk mengisi kekosongan jabatan yang telah lama kosong karena pensiun maupun dimutasi dan juga promosi. Beberapa jabatan tersebut antara lain Kepala Kantor Perpustakaan Daerah yang kosong beberapa bulan karena pejabat lama Drs.Bambang Heruntoro pensiun dipercayakan kepada Agung Kurniawan,SIP,MSi yang sebelumnya Kabid Pengawasan, Kesejahteraan dan Tata Usaha Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Kabid Anggaran dan Perbendaharaan Badan Pengelola Keungan Daerah (BPKD) Triyono,SIP,MSi menempati pos baru sebagai Kepala Kantor Arsip Daerah yang juga kosong karena pejabat sebelumnya Dra.Hermintarti dimutasi sebagai Camat Pengasih.

Sementara jabatan Camat Temon dan Kalibawang yang kosong karena pensiun juga telah terisi, Camat Kokap Dra.Sri Utami,M.Hum dimutasi sebagai Camat Temon yang kosong karena pejabat sebelumnya Tukadi,BA telah pensiun,sedangkan Camat Kokap yang baru Santosa,SIP sebelumnya Sekcam Panjatan, dan Drs.Suwarna sebagai Camat Kalibawang yang beberapa bulan juga kosong karena pejabat lama Drs.Ramijo pensiun. Pelantikan disaksikan Ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono, Muspida, Sekda Drs.H.So’im,MM, serta kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Kulonprogo.

Sementara kepala sekolah yang dilantik Suwartini,S.Pd sebagai Kasek SMPN 4 Wates, Drs.Subagyo Kasek SMPN 3 Sentolo dan Surgiyantoro,S.Pd Kasek SMPN 1 Samigaluh.

Bupati Kulon Progo H.Toyo Santoso Dipo mengharapkan kepada pejabat yang baru dilantik untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan antara lain kemauan untuk belajar dan membaca , agar bertambah wawasannya. Oleh karena itu disamping perlu untuk mencari ilmu pengetahuan melalui jalur pendidikan formal akan tetapi penting juga untuk sekolah SD lagi artinya Sekolah Dhewe dengan rajin membaca buku dan juga bias diartikan membaca situasi dan kondisi.

“Jangan merasa puas dengan pendidikan formal saja, tetapi harus ditambah dengan belajar sendiri, meski telah lulus sekolah hingga S2, karena berdasar penelitian dari manajemen Indonesia bahwa pengetahuan dari pendidikan formal baru 20% sementara 80 % dari pendidikan non formal,”kata Toyo

Pada bagian lain, mutasi yang dilakukan kepada para pejabat bertujuan untuk menambah wawasan agar lebih luas. Dalam melakukan promosi pada jabatan yang lebih tinggi seperti Sekda, eselon,II, eselon III, dari Baperjakat telah menerapkan bahwa sebelumnya minimal telah dua kali menduduki jabatan dalam eselon yang sama namun beda tempat/jobnya

09 Agustus, 2008

Meriah, Festival Desa Budaya di Kulon Progo

Festival Desa Budaya (FDB) di Kabupaten Kulo Progo berlangsung meriah. Dua puluh kelompok kesenian dan komunitas upacara tradisi tampil saat acara pembukaan yang digelar di halaman balai desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kamis (7/8). Mereka tampil dalam bentuk kirab dan pentas di hadapan ribuan penonton, di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs Bambang Pidekso, MSi, Kepala Kantor Humas Drs H Agus Santosa, MA, Camat Girimulyo Drs Sumiran dan Kasie Nilai Budaya dan Tradisi Dinas Kebudayaan Provinsi DIY Drs Bugiswanto.

Prosesi kirab diawali dari lapangan Jatimulyo menuju balai desa. Berbgai kesenian setempat turut dalam kegiatan itu, seperti kelompok angguk, jatilan, sholawatan dan 3 komunitas upacara tradisi. Setelah tiba di ahalaman balai desa, masing-masing kelompok unjuk kebolehan sekitar 10 menit secara bergantian dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit.

Menurut ketua Desa Budaya Jatimulyo, L Prayitno, di wilayahnya terdapat sekitar 50 kelompok kesenian. Namun karena waktu persiapan mepet dan dana terbatas, hanya 20 kelompok yang berpartisipasi.

“Untuk festival ini sebagian besar biaya latihan dan persiapan sejak 28 Juli lalu ditanggung olek kelompok secara swadaya. Sehingga yang tidak punya biaya tidak bisa ikut,” tandas L Prayitno.

Menurut penjelasan Bambang Pidekso, FDB dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY di 5 desa selama 2 hari. Hari pertama (7/8) digelar di Jatimulyo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh dan Desa Banjaroyo, Kecamatan Kalibawan. Sedang hari ke-2, Rabu (13/8) akan dilaksanakan di Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih dan Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap.

Di Kulon Progo, tambahnya, sebenarnya Desa Budaya ada 13 dan yang telah memperoleh sertifikat dari Dinas Kebudayaan DIY baru ada 10 desa. Namun demikian, yang untuk tahun ini FDB baru dilaksanakan di 5 desa, ungkapnya.


Damandiri Mendorong Terciptanya Masyarakat Madani Yang Produktif

Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) yang diketuai oleh mantan Menteri BKKBN RI Prof. Dr. Haryono Suyono, MA,Ph.D. menggulirkan sebuah program pembangunan masyarakat yang merangsang terbentuknya masyarakat madani yang mandiri dan kreatif jauh dari kemiskinan. Sebagai langkah awal, untuk Kabupaten Kulon Progo Damandiri mendirikan sebuah wadah koordinasi masyarakat yang diberi nama Pos Pemberdayaan masyarakat (Posdaya) di dua kecamatan yaitu, Temon (Desa Kebonrejo) dan Pengasih (Desa Margosari).

Menurut rencana, di dua kecamatan tersebut, ada 14 titik yang berpotensi untuk dikembangkan usaha kegiatan masyarakat mandiri melalui Posdaya. Karena pada prisipnya Damandiri melalui Posdaya akan berupaya untuk mendukung pembangunan daerah yang berbasis kemandirian desa dan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa.

Demikian dikatakan Prof. Dr. Haryono Suyono, MA. Ph.D. saat meresmikan Posdaya Sabtu (9/8), di Desa Kaliagung, Sentolo. Peresmian juga dihadiri oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo S Dipo, Rektor Universitas Sarjana Wiyata Prof. Dr. Djohar, MS, Sekda Kulon Progo Drs. So’im, beberapa pejabat eksekutif pemkab serta ratusan masyarakat lainnya.

Posdaya akan menjadi forum masyarakat untuk berinteraksi dan menyalurkan aspirasi tentang kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat. Selanjutnya, kebutuhan tersebut bisa ditindaklanjuti dengan pendampingan maupun dana dari Yayasan Damandiri yang mencapai Rp 1,2 triliyun dan tersebar di seluruh Indonesia. ”Kami merangsang masyarakat untuk menciptakan kreativitas. Selanjutnya, kami menyiapkan pendampingan maupun dananya melalui bank-bank yang telah kami tunjuk seperti, BPD, Bukopin,BPR dan yang lain,” katanya.

Dipilihnya dua kecamatan di Kulon Progo yaitu, Temon dan Pengasih menurut Haryono, dua kecamatan tersebut memiliki potensi dan juga budaya yang cukup baik untuk dikembangkan. Karena ada empat permasalahan pokok dari pengguliran program kemandirian masyarakat melalui Posdaya. Yaitu, Pengentasan kemiskinan, Perbaikan pendidika masyarakat, Kesehatan dan juga Terciptanya lingkungan yang bersih dan tertata.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo mengatakan bahwa Kabupaten Kulon Progo sangat siap untuk menirima program tersebut dan mendukung upaya pembentukan masyarakat sejahtera dan kreatif melalui wadah Posdaya. Diharapkan, berdirinya Posdaya di dua tempat yaitu, Desa Margosari dan Desa Kebonrejo bisa merangsang berdirinya Posdaya maupun kreativitas masyarakat Kulon Progo di daerah yang lain.

Karena hal tersebut diperlukan dalam upaya pembentukan dan pembangunan masyarakat menuju kesejahteraan. Sesuai kultur yang seharusnya ada di masyarakat yaitu, dinamis, kreatif dan maju. ”Sehingga akan tercipta pemerataan pembangunan yang berimbas kepada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

PENGGANTI SUMARIYO TELAH TERISI

Ketua DPRD Lantik Drs.Hartono

Drs.Hartono dari Partai Kebangkitan Bangsa menjadi anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo antar waktu menggantikan H.Sumariyo,SH yang berhenti dari anggota Dewan karena meninggal dunia. Hartono meski warga Sindutan, Temon namun sebelumnya tercatat sebagai calon legislatif PKB daerah pemilihan Pengasih-Kokap terhitung sejak pengucapan sumpah dan janji menjadi anggota dewan Kulonprogo.

Pengucapan Sumpah dan janji berlangsung Sabtu (9/8) pada rapat paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kulon progo dipandu oleh Ketua Dewan Drs. Kasdiyono yang diawali dengan pembacaan SK Gubernur DIY oleh Sekretaris Dewan. Drs. Djuwardi. Rapat paripurna Istimewa di hadiri oleh para anggota DPRD dan disaksikan Wakil Bupati. Drs.H. Mulyono, jajaran Muspida dan para Kepala Dinas Instansi.

Menurut Ketua DPRD Drs. Kasdiyono Pengucapan sumpah dan janji Drs.Hartono didasarkan pada Surat keputusan Gubernur DIY, atas nama Presiden Republik Indonesia Nomor: 122/Kep/2008, tertanggal 21 Juli 2008 tentang peresmian dan pemberhentian anggota DPRD Kabupaten Kulon progo antar waktu.

Dengan demikian, menurut Kasdiyono kekosongan anggota DPRD Kulon progo setelah terisi kembali tersebut akan dapat meningkatkan kinerja dan tugas-tugas Dewan sebagai penyampai aspirasi rakyat, melaksanakan pengawasan maupun dalam menjalankan fungsi Legislasi.

Kepada Hartono, Ketua Dewan berharap dengan pengucapan sumpah dan janji tersebut agar segera menyesuaikan diri untuk mengikuti tugas-tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Kulon progo.

Usai pengucapan sumpah dan janji rapat paripurna istimewa diakhiri dengan penyampaian ucapan selamat oleh Ketua DPRD Drs. Kasdiyono, Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, Seluruh anggota Dewan, jajaran Muspida serta para Kepala Dinas Instansi.

Usai dilantik, Hartono dihadapan beberapa wartawan menjelaskan bahwa setelah resmi menjadi anggota dewan akan melanjutkan rencana almarhum Sumariyo, berupa perbaikan kulitas tanah melalui program Sapinisasi dengan kotoran ternak menjadi pupuk organik, sehingga kondisi tanah menjadi subur yang akan menguntungkan para petani.

“ Yang menjadi prioritas pemikiran ke depan, adalah bagaimana kualitas tanah menjadi baik melalui pupuk organik, sehingga hasil petani baik termasuk luasan lahan pertanian yang masih sedikit di daerah pegunungan karena tidak subur, syukur kalau ada pabrik kompos di Kulonprogo, akan sangat bagus, meskipun itu kewenangan eksekutif, legislative hanya memberi masukan saja,” kata Hartono yang sebelumnya menjadi guru di SMA Maa’rif Wates.


GELAR PAWAI DAN KARNAVAL 17-AN

Route Diubah Tak Lewati Kota Wates

Mulai tahun ini kegiatan Pawai dan Karnaval di Kabupaten Kulonprogo dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-63 routenya diubah tak melewati Kota Wates seperti tahun-tahun sebelumnya. Peserta Pawai dan Karnaval sebagian besar akan melintasi jalan di wilayah Kecamatan Pengasih, sementara Wates hanya sebagai tempat pemberangkatan atau start dan finish tepatnya di Alun-Alun Wates.

Kadinas Pendidikan selaku Koordinator Seksi Pawai dan Karnaval, Muh.Mastur, BA didampingi Kepala TU Dinas Pendidkan Drs.Sumarsono,MSi, Sabtu (9/8) mengatakan seiring dengan kepadatan lalu lintas di jalan – jalan Kota Wates dan terutama adalah lalulintas kereta api dengan double track yang telah berfungsi, apabila dipaksakan melintasi rel kereta api maka jalannya pawai dan karnaval akan terganggu cukup lama dan peserta terakhir selesai hingga malam maka panitia merubah route. Hal ini juga berdasar penyelenggaraan dari tahun ketahun peserta baik pawai maupun karnaval terus meningkat pesat. Untuk mengatasi hal tersebut, route diubah tidak melintas rel kereta api, juga tidak diabaikan ketepatan waktu start sangat penting. “ Supaya peserta terakhir tidak selesai menjelang malam, diharapkan peserta Pawai maupun Karnaval dapat menyiapkan diri sebelum jam pemberangkatan, karena strat pawai maupun Karnaval pukul 12.30 WIB di Alun-Alun Wates. Untuk Pawai Senin (18/8) dan Karnaval Selasa (19/8) dengan route baru start di Depan Rumah Dinas Bupati , Dinas Kesehatan , Depan Pemkab Kulonprogo, teteg timur ke timur, Serut, Pertigaan Dayakan, SMKN 1 Pengasih , Kantor Kecamatan Pengasih, KUD Pengasih, MAN 1, perempatan UNY Wates, Polres dan finish di depan Kodim, untuk itu para peserta harap menyesuaikan waktu sehingga tidak sampai malam selesai,” kata Mastur. .

Pendaftaran peserta di Kantor Dinas Pendidikan Kulonprogo Unit II Jl.Terbahsari Wates. Nomor Undian/peserta diambil dan ditentukan pada saat pelaksanaan lomba (daftar ulang) di Alun-alun Wates mulai pukul 10.00 WIB.

Untuk regu SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK terdiri 31 siswa termasuk komandan pleton. Dinas/instansi dan peserta umum terdiri dari 15 termasuk komandan regu. Setiap sekolah, dinas/instansi dan peserta umum diharapkan mengirimkan lebih dari satu regu. Sedangkan untuk karnaval jumlah anggota satu regu minimal 15 orang dan maksimal tidak dibatasi asal teratur. Objek tampilan/tema adalah melalui Lomba Pawai dan Karnaval kita wujudkan generasi yang cerdas, santun, trampil dan mandiri sebagai refleksi satu Abad Kebangkitan Nasional, dengan sub tema berkaitan aspek pembangunan di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, kesehatan, hukum serta keamanan, lebih menekankan unsur persatuan bangsa.

Para peserta karnaval dapat menggunakan kendaraan roda 4, 3, 2 ataupun berjalan kaki dan pengeras suara serta bunyi-bunyian yang tidak membahayakan. Selain memberikan penghargaan berupa trophy dan piagam bagi peserta pawai dan karnaval, khusus tahun ini karena peserta Drumb Band setiap tahun meningkat, panitia akan memberikan pernghargaan bagi penyaji terbaik atau terfavorit group Drum Band dari masing-masing sekolah.

Beberapa warga Pengasih merasa senang adanya route baru Pawai dan Karnaval tingkat Kabupaten melewati wilayahnya, yang akan memberikan hiburan tanpa harus ke Kota Wates. “Wah, senang sekali kalau Pawai dan Karnaval lewat Pengasih, selain tidak harus ke Kota Wates, dapat menjadi hiburan warga selama tiga hari berturut-turut, karena seperti biasanya tanggal 17 sore diadakan Pawai dan Karnaval tingkat Kecamatan yang routenya sebagaian besar sama dengan route kabupaten,”kata Irfan.

07 Agustus, 2008

KEGIATAN 17 AGUSTUS PEMKAB KULONPROGO

Upacara Detik – Detik Proklamasi di Alun-Alun Wates

Dalam rangka menyambut HUT RI, Panitia Peringatan tingkat Kabupaten Kulonprogo menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT RI yang ke 63 tahun 2008.

Sekretaris Daerah Kulonprogo selaku Ketua Umum Panitia HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-63 tahun 2008, Drs.So’im,MM, Kamis (7/8) menjelaskan, panitia kabupaten dalam rangka HUT RI melaksanakan berbagai kegiatan yang telah berlangsung adalah pertandingan sepakbola antar instansi Toyo S Dipo Cup ke- VI di Alun-Alun Wates mulai Selasa (22/7), kemudian kegiatan selanjutnya mendengarkan Pidato Kenegaraan oleh Presiden RI di Gedung DPRD Jum’at (15/8) pukul 09.00 WIB, Pengukuhan Pasukan pengibar bendera (Paskibra) di Gedung Kaca Sabtu (16/8) pukul 10.00 WIB, Malam Tirakatan di Gedung Kaca Sabtu (16/8) pukul 19.00 WIB, Upacara Renungan Suci di TMP Giripeni Wates Sabtu (16/8) pukul 00.00 WIB, Upacara Detik-Detik Proklamasi di Alun-Alun Wates Minggu (17/8) pukul 10.00 WIB, Upacara Penurunan Bendera/Aubade di Alun –Alun Wates Minggu (17/8) pukul 17.00 WIB, Pawai Senin (18/8) start pukul 12.30 WIB, Karnaval Selasa (19/8) start pukul 12.30 WIB, dan Penutupan kegiatan di Gedung Kesenian Wates Jum’at (22/8).

“Untuk memeriahkan dan menyemarakkan HUT RI diharapkan warga masyarakat memasang bendera Merah Putih satu tiang penuh mulai Kamis (14/8) hingga Senin (18/8) dan umbul-umbul maupun rontek, “ kata So’im.

06 Agustus, 2008

Muscab BPC AKU 2008 di Kulon Progo

Ciptakan UPPKS Yang Tidak Tergantung Subsidi Pemerintah

Usaha Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Sejahtera (UPPKS) selama ini identik dengan sebuah usaha kecil yang selalu tergantuing kepada subsidi dari pemerintah. Karena permodalan sering menjadi permasalahan yang selalu dihadapi dan menghambat perkembangan usaha kecil guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Untuk itu, dibutuhkan sebuah wadah organisasi yang mampu berperan menjadi fasilitator maupun penggerak usaha ekonomi keluarga produktif menjadi usaha yang mandiri dan tidak tergantung subsidi pemerintah.

Peran tersebut bisa dilakukan oleh Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU) yang didalamnya menampung berbagai Kelompok UPPKS yang ada dari tingkat provinsi sampai ke kecamatan-kecamatan. Sehingga Muscab AKU yang salah satu agendanya adalah pemilihan pengurus untuk masa bhakti 2008-2012 bisa memilih kepengurusan yang berkualitas. Yaitu, pengurus AKU yang peduli terhadap perkembangan dan pengentasan permasalahan UPPKS.

Demikian dikatakan salah seorang pengurus AKU Provinsi DIY dr. Siswatiningsih Rabu (6/8), dalam acara Muscab BPC AKU Kulon Progo di RM. Kampoeng Resto, Wates. Acara tesebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Drs. H. Mulyono, Ketua Umum BPC AKU Kulon Progo Ny. Wiwik Ernawati Toyo S Dipo, Kepala Kantor KPDE Drs. Bisono Indrocahyo, Anggota UPPKS dan yang lainnya.

Pengurus yang memiliki kepedulian sangat diperlukan dalam kepengurusan AKU karena permasalahan UPPKS tidak hanya sebatas permodalan. UPPKS juga memerlukan dukungan baik berupa pelatihan, pembinaan sampai pemasaran dari produk-produk UPPKS. ”Sehingga pengurus AKU hendaknya mampu menjalankan perannya terhadap pengembangan UPPKS dari pembinaan sampai pada permasalahan pemasaran produk UPPKS,” katanya.

Sedangkan menurut Ketua Umum BPC AKU Kulon Progo Ny. Wiwik Ernawati Toyo S Dipo, kepengurusan AKU untuk periode 2004-2008 telah menunjukan upaya yang baik dalam mengembangkan UPPKS di Kulon Progo. Sesuai dengan tujuan pembentukan AKU yaitu, memperjuangkan aspirasi dan melindungi kelompok UPPKS dalam upaya mendukung pembangunan nasional, membantu pemecahan permasalahan UPPKS dan membangun jaringan kemitraan dan pemasaran produk UPPKS.

Sementara itu, Wabup Kulon Progo Drs. H. Mulyono mengharapkan AKU bisa menjadi wadah yang tepat dalam rangka memperjuangkan dan juga melindungi pemberdayaan ekonomi keluarga. Karena permasalahan perkembangan perekonomian diantaranya adalah pemberdayaan ekonomi yang belum berjalan dengan baik.

Karena mendorong masyarakat untuk bisa melakukan sebuah usaha ekonomi produktif bukanlah pekerjaan mudah. Namun memerlukan sebuah keseriusan dan kepedulian yang baik. ”Sehingga masyarakat bisa menerima dan mengembangkan usaha ekonomi produktif tersebut untuk mendukung terciptanya kesejahteraan dan perbaikan perekonomian keluarga,” katanya.