07 Agustus, 2008

KEGIATAN 17 AGUSTUS PEMKAB KULONPROGO

Upacara Detik – Detik Proklamasi di Alun-Alun Wates

Dalam rangka menyambut HUT RI, Panitia Peringatan tingkat Kabupaten Kulonprogo menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT RI yang ke 63 tahun 2008.

Sekretaris Daerah Kulonprogo selaku Ketua Umum Panitia HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-63 tahun 2008, Drs.So’im,MM, Kamis (7/8) menjelaskan, panitia kabupaten dalam rangka HUT RI melaksanakan berbagai kegiatan yang telah berlangsung adalah pertandingan sepakbola antar instansi Toyo S Dipo Cup ke- VI di Alun-Alun Wates mulai Selasa (22/7), kemudian kegiatan selanjutnya mendengarkan Pidato Kenegaraan oleh Presiden RI di Gedung DPRD Jum’at (15/8) pukul 09.00 WIB, Pengukuhan Pasukan pengibar bendera (Paskibra) di Gedung Kaca Sabtu (16/8) pukul 10.00 WIB, Malam Tirakatan di Gedung Kaca Sabtu (16/8) pukul 19.00 WIB, Upacara Renungan Suci di TMP Giripeni Wates Sabtu (16/8) pukul 00.00 WIB, Upacara Detik-Detik Proklamasi di Alun-Alun Wates Minggu (17/8) pukul 10.00 WIB, Upacara Penurunan Bendera/Aubade di Alun –Alun Wates Minggu (17/8) pukul 17.00 WIB, Pawai Senin (18/8) start pukul 12.30 WIB, Karnaval Selasa (19/8) start pukul 12.30 WIB, dan Penutupan kegiatan di Gedung Kesenian Wates Jum’at (22/8).

“Untuk memeriahkan dan menyemarakkan HUT RI diharapkan warga masyarakat memasang bendera Merah Putih satu tiang penuh mulai Kamis (14/8) hingga Senin (18/8) dan umbul-umbul maupun rontek, “ kata So’im.

06 Agustus, 2008

Muscab BPC AKU 2008 di Kulon Progo

Ciptakan UPPKS Yang Tidak Tergantung Subsidi Pemerintah

Usaha Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Sejahtera (UPPKS) selama ini identik dengan sebuah usaha kecil yang selalu tergantuing kepada subsidi dari pemerintah. Karena permodalan sering menjadi permasalahan yang selalu dihadapi dan menghambat perkembangan usaha kecil guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Untuk itu, dibutuhkan sebuah wadah organisasi yang mampu berperan menjadi fasilitator maupun penggerak usaha ekonomi keluarga produktif menjadi usaha yang mandiri dan tidak tergantung subsidi pemerintah.

Peran tersebut bisa dilakukan oleh Asosiasi Kelompok UPPKS (AKU) yang didalamnya menampung berbagai Kelompok UPPKS yang ada dari tingkat provinsi sampai ke kecamatan-kecamatan. Sehingga Muscab AKU yang salah satu agendanya adalah pemilihan pengurus untuk masa bhakti 2008-2012 bisa memilih kepengurusan yang berkualitas. Yaitu, pengurus AKU yang peduli terhadap perkembangan dan pengentasan permasalahan UPPKS.

Demikian dikatakan salah seorang pengurus AKU Provinsi DIY dr. Siswatiningsih Rabu (6/8), dalam acara Muscab BPC AKU Kulon Progo di RM. Kampoeng Resto, Wates. Acara tesebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Drs. H. Mulyono, Ketua Umum BPC AKU Kulon Progo Ny. Wiwik Ernawati Toyo S Dipo, Kepala Kantor KPDE Drs. Bisono Indrocahyo, Anggota UPPKS dan yang lainnya.

Pengurus yang memiliki kepedulian sangat diperlukan dalam kepengurusan AKU karena permasalahan UPPKS tidak hanya sebatas permodalan. UPPKS juga memerlukan dukungan baik berupa pelatihan, pembinaan sampai pemasaran dari produk-produk UPPKS. ”Sehingga pengurus AKU hendaknya mampu menjalankan perannya terhadap pengembangan UPPKS dari pembinaan sampai pada permasalahan pemasaran produk UPPKS,” katanya.

Sedangkan menurut Ketua Umum BPC AKU Kulon Progo Ny. Wiwik Ernawati Toyo S Dipo, kepengurusan AKU untuk periode 2004-2008 telah menunjukan upaya yang baik dalam mengembangkan UPPKS di Kulon Progo. Sesuai dengan tujuan pembentukan AKU yaitu, memperjuangkan aspirasi dan melindungi kelompok UPPKS dalam upaya mendukung pembangunan nasional, membantu pemecahan permasalahan UPPKS dan membangun jaringan kemitraan dan pemasaran produk UPPKS.

Sementara itu, Wabup Kulon Progo Drs. H. Mulyono mengharapkan AKU bisa menjadi wadah yang tepat dalam rangka memperjuangkan dan juga melindungi pemberdayaan ekonomi keluarga. Karena permasalahan perkembangan perekonomian diantaranya adalah pemberdayaan ekonomi yang belum berjalan dengan baik.

Karena mendorong masyarakat untuk bisa melakukan sebuah usaha ekonomi produktif bukanlah pekerjaan mudah. Namun memerlukan sebuah keseriusan dan kepedulian yang baik. ”Sehingga masyarakat bisa menerima dan mengembangkan usaha ekonomi produktif tersebut untuk mendukung terciptanya kesejahteraan dan perbaikan perekonomian keluarga,” katanya.

05 Agustus, 2008

agenda

DIALOG INTERAKTIF RADIO "BUPATI MENYAPA"
Di RRI Pro2 FM Yogyakarta
Setiap Hari Jum'at
Pukul 07.30 - 08.00 WIB

1. Tanggal : 6 Agustus 2008
Hari : Rabu
Waktu : Pukul 08.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat Wakil Bupati
Acara : Audiensi apeserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Tahun 2008

2. Tanggal : 7 Agustus 2008
Hari : Kamis
Waktu : Pukul 09.00 - 12.00 WIB
Tempat : Aula IKIP PGRI Wates
Acara : Seminar Media Massa dan PAUD

3. Tanggal : 7 Agustus 2008
Hari : Kamis
Waktu : Pukul 19.30 WIB
Tempat : Ponpes Bani Syafii, Jetis, Sogan, Wates
Acara : Tasyakuran Khotmil Qur'an

4. Hari/Tanggal : Kamis dan Rabu / 7 dan 13 Agustus 2008
Tempat :
Desa Budaya Jatimulyo, 7 Agustus 2008 pukul 09.00 - 10.30 WIB
Desa Budaya Pagerharjo, 7 Agustus 2008 pukul 11.30 - 12.30 WIB
Desa Budaya Banjarharjo, 7 Agustus 2008 pukul 14.00 - 15.00 WIB
Desa Budaya Sendangsari, 13 Agustus 2008 pukul 09.00 - 10.00 WIB
Desa Budaya Hargomulyo, 13 Agustus 2008 pukul 11.00 - 12.00 WIB
Acara : Festifal Desa Budaya Tingkat Provinsi DIY

5. Tanggal : 8 Agustus 2008
Hari : Jum'at
Waktu : Pukul 08.30 WIB
Tempat : Gedung Joglo Kabupaten Kulon Progo
Acara : Presentasi Calon Investor Rest Area dan Kegiatan Perdagangan Dinas Perindagkoptam Kulon Progo

6. Tanggal : 8 Agustus 2008
Hari : Jum'at
Waktu : Pukul 20.00 WIB
Tempat : Ponpes Ashomadiyah, Karangsewu, Galur
Acara : Pengajian Umum Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW

7. Tanggal : 9 Agustus 2008
Hari : Sabtu
Waktu : Pukul 09.00 WIB
Tempat : Gedung DPRD Kab. Kulon Progo
Acara : Pengucapan Sumpah Janji Anggota Antar Waktu

8. Tanggal : 15 Agustus 2008
Hari : Jum'at Kliwon Malam Sabtu Legi
Waktu : Pukul 19.30 WIB
Tempat : Ponpes Assalafiyyah Trukan, Ngrandu, Salamrejo, Sentolo
Acara : Tasyakuran Wal Ihtitam
Pembicara : KH. Abdul Basir dari Kuthoarjo, Jawa Tengah

04 Agustus, 2008

Dengan PTT, Produksi Padi Naik 2,2 Ton Perhektar

Dengan menggunakan teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) produksi padi mampu meningkat sebesar 2,2 ton Gabah Kering Panen (GKP) perhektar. Di lahan yang dikerjakan dengan sistem PTT produksi rata-rata mencapai 9,8 ton. Sedang yang dikelola dengan cara penanaman konvensional hanya sebesar 7,58 ton GKP.

Hal itu terungkap saat dilakukan panen perdana padi dem area PTT di Bulak Ngrandu dan Bulak Kemendung, Sentolo oleh Wagub DIY Sri Paduka Paku Alam IX dan Bupati Kulon Progo H Toyo Santoso Dipo, Sabtu (2/8). Hadir dalam acara itu Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Drs H Kasdiyono, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan DIY Ir Nanang Suwandi, Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Ir Agus Langgeng Basuki serta pejabat Pemkab lainnya.

Menurut Ketua Kelompok Tani (Klomtan) ‘Sedyo Makmur’ Gendingan, Tuksono, Muslih, dem area PTT di wilayahnya seluas 27 ha. Pada musim tanam (MT) II tahun 2008 ini ditanami varietas IR 64, Ciherang, Situbagendit dan Sintanur.

D idem area, jelasnya, seluruh lahan dikerjakan dengan PTT yang dikombinasikan dengan System Rice Intensivication (SRI) Legowo. Yakni dengan cara penanaman benih usia 15 hari, penanaman tidak terlalu dalam dan setiap tancep 2 batang bibit. Jarak tanam 25 x 25 cm, setiap 6 tancep diberi jarak yang disebut legowo.

“Dengan sistem ini ternyata hasilnya sangat bagus, jauh lebih baik dibanding dengan cara tanam biasa yang setiap tancep sebanyak 5-7 batang bibit dan tidak pakai legowo. Biaya pemeliharaannya pun lebih murah karena lebih hemat pupuk dan sama sekali tak menggunakan pestisida,” katanya.

Senada dengan Muslih, Ketua Klomtan Tri Daya Makmur, Kemendung, Sukoreno, Sugiyanto menyatakan, dengan PTT produksi padi kelompoknya mencapai 9,86 ton per ha. Dia optimistis dengan penggunaan teknologi itu nantinya produksi padi akan mencapai lebih dari 10 ton per ha. “Di MT ini kami masih belajar sudah mampu mencapai produksi 9 ton lebih, nanti kalau sudah mahir pasti akan lebih dari 10 ton,” ujarnya.

Wagub Paku Alam IX pada kesempatan itu membacakan sambutan tertulis Gubernur DIY Sri Sultan HB IX, antara lain mengatakan, untuk mengoptimalkan produksi padi, petani harus berupaya untuk meningkatkan perilaku usahanya. Yakni dengan memahami dan memiliki kemampuan untuk mengelola usaha tani sebagai usaha industri yang nantinya mampu bersweadaya sehingga dapat memberikan keuntungan dan kesejahteraan.

Petani, tambah Wagubn, harus termotivasi untuk bisa menentukan dan menjadi manajer dalam usaha taninya. Hal ini dapat ditempuh dengan penggunaan bibit unggul, pemupukan, pemberantasan hama, pengairan dan cara bercocok tanam yang baik dan benar.

Di bagian lain Wagub menjelaskan, luas lahan sawah di DIY mencapai 58.608 ha yang bisa ditanami padi, palawija dan hortikultura. Namun dengan bertambahnya penduduk dan berkembangnya daerah perkotaan luas sawah terus mengalami penurunan. Secara umum penurunan luas mencapai 182 ha (0,32 %) pertahun selama tahun 2008-2007. Penurunan ini terjadi di semua wilayah kabupaten/kota dan yang tertinggi di Kota Yogyakarta yang mencapai 7,74 %, tandas Wagub.

Dikatakan, pada tahun 2007 DIY mampu menghasilkan padi sebesar 709.294 ton Gababah Kering Giling (GKG). Naik 1,13 ton (0,16%) dibanding tahun 2007 lalu. “Kenaikan ini disebabkan karena naiknya luas panen sebesar 8.753 ha (6,56 % dan produktivitasnya sebesar 1,63 kwintal (3,07 %) per ha.

Sementara H Toyo Santoso Dipo mengatakan, di Kulon Progo laju peningkatan produksi pangan, khususnya beras saat ini belum mampu mengimbangi laju peningkatan kebutuhan akibat peningkatan jumlah penduduk. Namun secara umum selama 2 tahun terakhir selalu mengalami surplus. Pada tahun 2006 surplus mencapai 24,289 ton dan tahun 28,021 ton.

“Potensi peningkatan produksi padi di Kulon Progo masih sangat besar. Berbagai upaya telah dilakukan. Anatar lain dengan penggunaan bibit unggul, perbaikan budidaya, perbaikan penanganan panen dan pascapanen, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi serta pemberdayaan klomtan melalui fasilitasi Penguatan Modal Usaha Kelompok (PMUK),” jelas Toyo.

02 Agustus, 2008

WAGUB DIY RESMIKAN PABRIK WIG PT SUNCHANG

Perusahaan Semestinya Mengembangkan Program CSR

Setiap perusahaan sudah semestinya mengembangkan program Corporate Sosial Responsibility (CSR), sehingga masyarakat terutama yang tinggal di sekitar lokasi pabrik dapat pula menikmati manfaat dari keberadaan pabrik. Paling tidak rekruitmen pegawai yang memprioritaskan penduduk setempat akan mengurangi kesenjangan sosial. Di samping kepedulian terhadap lingkungan tidak boleh terlupakan. Begitu pula hubungan sosial kemasyarakatan dengan masyarakat sekitar perlu dikembangkan, sehingga kemungkinan timbulnya konflik akibat kurang harmonisnya hubungan antara perusahaan dengan masyarakat dapat diminimalisir.

Hal tersebut ditekankan Gubernur DIY Hamengku Buwana X dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX dalam Peresmian Pabrik Pembuatan Rambut Palsu/Wig, PT Sung Chang Indonesia, di Dusun Tambak Desa Triharjo Kecamatan Wates, Sabtu (2/8). Turut hadir Bupati Kulonprogo,H.Toyo Santoso Dipo, Wabup Drs.H.Mulyono. Ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono, Muspida, Direktur Utama PT Sung Chang Indonesia Kim Chang Keun serta kepala SKPD di lingkup pemkab Kulonprogo. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wagub DIY Paku Alam IX dan Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo. Sebelumnya Wagub bersama rombongan melakukan peninjauan ke dalam pabrik.

Gubernur meyakini bahwa apabila program CSR benar-benar dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan, maka yang diuntungkan bukan hanya masyarakat saja, akan tetapi perusahaan pun juga diuntungkan karena proses produksi akhirnya akan dapat berjalan secara optimal, tanpa mengalami gangguan suatu apa pun.

Ditambahkan, peluang untuk melakukan investasi di wilayah DIY masih terbuka lebar. Dan setiap ada investor baru yang membuka usahanya di wilayah ini, kita semua selalu menaruh harapan yang besar akan adanya lowongan pekerjaan. Suatu harapan yang tidak keliru dan memang wajar karena di tengah kesulitan memperoleh lapangan pekerjaan ada perusahaan yang membuka usaha.

Sementara Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo berharap agar perusahaan dapat terus berkembang sehingga memberi andil besar bagi pembangunan di Kulonprogo khususnya memberi kesempatan kerja kepada masyarakat. Setelah diawali oleh PT Sung Chang ke depan diharapkan ada lagi perusahaan dari Korea Selatan yang masuk Kulonprogo dalam bidang kelautan seiring dengan dibangunnya pelabuhan samudra. Soal perijinan tidak perlu diragukan lagi, karena aparat pemkab siap menfasilitasi investor-investor yang masuk ke Kulonprogo.

Didukung 90 persen Pemain Kulon Progo

Tim DIY I Maju ke Final Kejurnas Sepakbola Wanita

Kontingen sepakbola wanita DIJ I yang sebagian besar anggotanya berasal dari pemain sepakbola Putri Binangun Kulon Progo berhasil maju ke babak final untuk menantang Jawa Barat. Pertandingan final akan digelar pada Minggu sore (3/8), di lapangan Senayan Jakarta.

Demikian dikatakan Ketua PSSI Kulon Progo Drs. H. Mulyono Sabtu ( 2/8), saat ditemui di ruang kerjanya. Kontingan DIY I yang dipimpin oleh official manager Hj. Wiwik Toyo Santoso Dipo berhasil melaju ke final setelah pada kualifikasi awal berhasil menyingkirkan lawan-lawanya.

Diantaranya, menghantam kesebelasan Bangka Belitung (Babel) dengan skor telak 7-2, mencukur Jawa Tengah dengan skor 19-0 dan menyudahi perlawanan Papua dengan skor 2-1. Selanjutnya, DIJ I memastikan langkah ke final setelah pada pertandingan terakhir melawan DKI Jakarta berhasil memetik kemenangan 3-1.

Pemenang dari partai final berhak untuk mewakili Indonesia di kejuaraan sepakbola wanita tingkat internasional di Beijing, China. ”Untuk itu, kami mohon bantuan dan doa restu dari segenap masyarakat agar kontingan DIJ I berhasil meraih juara dan selanjutnya melangkah ke ajang internasional di Beijing, China untuk waktu mendatang,” katanya.

31 Juli, 2008

AGENDA

Sabtu 2 Agustus 2008, jam 20.00 WIB di Balai Desa Plumbon, Temon
Acara : Malam Syukran dan Bersih Desa,
Hiburan : Wayang Kulit, Dalang Ki Timbul Hadipryitno

Sabtu 2 Agustus 2008, jam 09.00 WIB di Bulak Taruban dan Bulak Kemendung, Sentolo
Acara : Panen perdana padi demplot area PTT oleh Wakil gubernur DIY dan Bupati Kulon
Progo

Sabtu 2 Agustus 2008, jam 12.00 WIB di Tambak, Triharjo, Wates
Acara : Peresmian pabrik wig PT Sung Chang Indonesia
oleh Gubernur DIY dan Bupati Kulon Progo

Minggu 3 Agustus 2008, jam 10.00 WIB di Masjid Al Amin Mendolo, Pagerharjo, Samigaluh
Acara : Peringatan Isro' Mi'roj
Pembicara :
1. GBPH H Joyokusumo

2. Drs. H. Hafidz Asrom, MM
3. Ust. H Edy Mussofa, S. Ag.
Sabtu 2 Agustus 2008, jam 19.30 WIB Sema'an Al Quran

Sabtu 2 Agustus 2008, jam 08.00 WIB di SMPN I Lendah
Acara : Pembukaan MTQ Siswa Tahun 2008

Rabu 6 Agustus 2008, jam 14.00 WIB di Gereja Pepanthan Ngentakrejo
Acara : Peresmian Gedung

28 Juli, 2008

Promosi Produk Lokal Harus Lebih Digalakkan

Untuk mengembangkan produk lokal yang ada di wilayah Kabupaten Kulon Porogo, promosi dan pengenalan produk kepada masyarakat luas harus lebih digalakkan. Karena promosi merupakan kata kunci untuk memperluas pemasaran. Bila pemasaran lancar maka otomatis usaha akan berkembang dengan baik.

Demikian dikatakan Bupati Kulon Progo H Toyo Santoso Dipo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Assek III Muqodas Rozie SH pada pembukaan Pemberdayaan Potensi Lokal, Sabtu (26/7) di halaman Kantor Camat Galur. Hadir dalam acara itu Kakan Humas Drs HR Agus Santosa MA, Camat Galur Jumanto SH, jajaran Muspika Galur, Wakil Ketua TP PKK Kulon Progo Hj Tutik Mulyono serta tokoh masyarakat setempat.

Selain promosi, tambah Toyo, yang perlu diupayakan para pelaku usaha adalah peningkatan kualitas, kuantiutas dan kontinyuitas produksi. Faktor kuantitas dan kontinyuitas, kata dia, sering belum dapat dipenuhi oleh pelaku usaha kecil.

”Sering terjadi, promosi dan kualitas produknya sudah bagus namun ketika ada permintaan dari buyer dalam jumlah besar dan rutin, pengusaha tak mampu memenuhinya. Ini salah satu kendala pengembangan usaha di Kulon Progo,” tandas Toyo.

Menurut orang nomor 1 di Kulon Progo tersebut, produk lokal Kulon Progo sangat banyak dan beragam, sesuai dengan potensi wilayah. Seperti kerajinan, makanan olahan dan berbagai produk pertanian. Produk-produk tersebut cukup potensial untuk dikembangkan pangsa pasarnya sampai ke tingkat internasional, ujarnya.

Pemberdayaan Potensi Lokal digelar oleh Radio Komunias (Rakom) Swaradesa Brosot. Even yang dibuka oleh Muqodas dan Tutik Mulyono dengan pelepasan burung merpati tersebut bertujuan untuk memperkenalkan potensi lokal masyarakat Galur dan sekitarnya di bidang ekonomi dan budaya. Selaian pameran, juga digelar panggung hiburan, lomba nyanyi dan pawai budaya.

Menurut ketua panitia Drs Sarbiyono, pameran yang akan digelar selama 11 hari (26/7-6/8) tersebut diikuti oleh 32 peserta dari Galur, Lendah, Sentolo dan Bantul. Produk yang dipamerkan berupa tanaman hias, bibit buah-buahan, alat rumah tangga, pakaian, makanan olahan serta mainan anak-anak.

Kegiatan lomba nyanyi, jelas Kabag Pembangunan Desa Brosot ini, diperuntukkan bagi pelajar dan masyarakat umum. Untuk pelajar berupa lomba paduan suara dengan lagu Pelaut dan Anak Gembala, sedang untuk umum perorangan dengan lagu ’Prau Layar’ dan ’Gembala Sapi’. ”Judul lagu-lagu itu kami sesuaikan dengan kondisi lokal Kulon Progo, khususnya Kecamatan Galur,” imbuhnya.

PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL KULONPROGO

Tempat Bermain Sangat Minim

Tempat bermain bagi anak-anak di wilayah Kulonprogo sangat minim dibanding dengan tempat permainan anak-anak remaja maupun dewasa. Bahkan kondisi tempat bermain anak yang sudah dibangun beberapa tahun silam sudah rusak tanpa ada perbaikan maupun pemeliharaan, seperti yang ada di obyek wisata Goa Kiskendo, di Jatimulyo Kecamatan Girimulyo. Untuk itu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten bekerjasama dengan Bappeda diharapkan dapat memperbaiki kembali sarana prasarana permainan anak yang telah ada bahkan untuk lebih diperbanyak ditempat-tempat lain.

Hal tersebut dikemukakan Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo dalam acara memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kabupaten Kulonprogo yang digelar di Gedung Kesenian Wates, Senin (28/7). Turut hadir Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Depdiknas .Dr.Sujarwo Ketua DPRD Kulonprogo. Drs.H.Kasdiyono, Muspida, Ketua Tim Penggerak PKK Hj.Wiwik Toyo Santoso Dipo, Asisten Pembangan Ir.H.agus Anggono, Kadinas Pendidikan Muh Mastur,BA serta kepala SKPD dilingkup pemda Kulonprogo. Dalam kesempatan tersebut dimeriahkan dengan pameran PAUD, serta pentas seni dari anak-anak PAUD, TK hingga SD dan penyerahan berbagai kejuaraan dalam rangka memeriahkan HAN.

“Anak-anak usia dini atau usia di bawah lima tahun memerlukan perhatian lebih, karena merupakan awal dan dasar pembentukan kepribadian, namun demikian sarana-prasarana untuk mendukung kegiatan anak-anak berupa tempat permainan masih sangat minim sekali di Kulonprogo, tempat bermain anak yang ada seperti di Goa Kiskendo sudah tidak terawat, untuk itu instansi yang menanggani yakni dinas Pariwisata agar kerjasama dengan Bappeda dan BPKD untuk merencanakan dan menganggarkan perbaikan sarana permainan anak tersebut,”pinta Toyo.

Sebaliknya menurut Toyo, tempat –tempat permainan anak usia remaja sudah banyak termasuk dewasa.

Sementara Direktur PAUD Depdiknas, Sujarwo mengatakan pendidikan bagi anak khususnya PAUD sebagai strategi pembangunan SDM haruslah dipandang sebagai titik sentral dan sangat fundamental serta strategis mengingat usia dini merupakan masa keemasan (the golden age) namun sekaligus periode yang sangat kritis dalam tahap perkembangan manusia. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sampai usia 4 tahun tingkat kapabilitas kecerdasan anak telah mencapai 50%, usia 8 tahun mencapai 80% dan sisanya 20% pada usia 8 tahun ke atas.

“Pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia dini bahkan sejak dalam kandungan sangat menentukan derajat kualitas kesehatan, intelegensi, kematangan emosional dan produktivitas manusia pada tahap berikutnya. Dengan demikian investasi pengembangan anak usia dini merupakan investasi sangat penting bagi SDM yang berkualitas dimasa mendatang,”katanya.

23 Juli, 2008

30 Instansi di Kulon Progo Meriahkan Toyo S Dipo Cup VI

Sebanyak 30 instansi/lembaga di Kabupaten Kulon Progo yang telah dirampingkan dengan penggabungan, hingga menjadi 16 tim kesebelasan sepakbola ikut memeriahkan turnamen Toyo S Dipo Cup VI.Penggabungan tersebut terjadi karena bayak instansi/lembaga yang tidak bisa memenuhi target sebuah tim sepakbola yaitu, 11 orang. Selanjutnya, 16 tim tersebut dibagi menjadi 4 grup yang akan berjibaku untuk memperebutkan piala Bupati Kulon Progo. Turnamen tersebut berlangsung dari tanggal 22 Juli-13 Agustus 2008.

Pembukaan turnamen tersebut dilaksanakan Selasa (22/7), oleh Bupati Kulon Progo Toyo Santoso Dipo di alun-alun Wates. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wabup Kulon Progo Drs. HM. Mulyono, Ketua DPRD Kulon Progo Drs. H. Kasdiyono, sejumlah pejabat eksekutif pemkab Kulon Progo, panitia dan undangan yang lainnya.

Menurut Ketua Panitia Drs. M. Rosyadudin turnamen tersebut sebagai salah satu even yang digelar setiap tahun dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan RI. Sedangkan pada tahun 2008 merupakan perhelatan yang ke-6 setelah digulirkan pertama kai pada tahun 2003. ”Turnamen digelar untuk memeriahkan HUT RI dan juga menjaga kebugaran para karyawan instansi di Kulon Progo. Yang dilaksanakan secara swadaya dan non profit oriented,” katanya.

Selain turnamen tersebut, panitia juga akanmenyelenggarakan partai eksebisi pada tanggal 7-10 Agustus 2008. Yaitu, Tim Eksekutif plus vs legislatif (6/8), Panitia vs Wartawan (7/8), Eksekutif plus vs PSW putri Binangun (9/8) dan Sekretariat vs Pemda DIY (10/8).

Sementara itu, Bupati mengucapkan selamat atas digelarnya turnamen tersebut. Bupati berharap, dengan penyelenggaraan turnamen tersebut bisa terjalin silaturahmi antar instansi pemerintah serta mendukung terciptanya kehidupan yang sehat di kalangan karyawan pemkab Kulon progo.

Sehingga turnamen diharapkan bisa berjalan dengan tertib dan aman serta menjunjung tinggi sportivitas. ”Harapan kami masih seperti tahun yang lalu yaitu pelaksanan turnamen yang tertib dan sportif. Kami juga berharap tidak akan ada kartu merah dalam turnamen ini,” kata bupati, yang disambut senyum undangan yang hadir.