03 April, 2008


PERSIKUP VS PROTABA 1-0

Kemenangan Persikup Tak Pengaruhi Klasemen

Lanjutan Kompetisi Divisi III PSSI yang mempertandingan Persikup Kulonprogo melawan Protaba Bantul di Stadiun Cangkring Wates, Rabu sore (2/4) berhasil dimenangkan tipis tuan rumah Persikup dengan skor 1-0. Namun kemenangan Persikup Kulonprogo dalam partai penutup tidak mempengaruhi klasemen, sehingga tim tuasn rumah tidak lagi berpeluang lolos ke putaran nasional.

Kemenangan yang diraih tak mampu mengangkat posisinya dari paling buncit klasemen akhir. Meski nilai persikup sama dengan persig Gunungkidul , namun persig unggul dalam selisih gol. Sementara Protaba sudah memastikan menjadi juara DIY dan berhak lolos pada putaran berikutnya.

Setelah bermain imbang 0-0 pada babak pertama, persikup gencar melakukan serangan dan akhirnya gawang protaba jebol dimenit 66 dengan gol penentu kemenangan persikup yang dihasilkan Diki Fathurohman sehingga skor menjadi 1-0 bagi persikup,hingga akhir pertandingan.

02 April, 2008

KONTRAK KARYA PT.JMM DISETUJUI DPR PUSAT

Bupati : Wah Saya Belum Tahu

Kontrak karya PT.Jogja Magaza Mining (PT.JMM) selaku perusahaan yang akan mengelola pasir besi di pesisir selatan Kulonprogo telah disetujui oleh DPR pusat.

Terhadap informasi ini Bupati Kulonprogo H. Toyo Santoso Dipo enggan berkomentar tentang persetujuan DPR pusat terhadap kontrak karya karena belum ada pemberitahuan secara resmi. “Wah saya belum mau komentar apa-apa dulu, saya belum mendapat pemberitahuan secara resmi, nanti ndak malah mendahului,”kata Toyo usai menghadiri acara Dialog Lintas Agama di kompleks pemkab, Rabu (2/4).

Informasi persetujuan kontrak karya PT.JMM oleh wakil rakyat di Jakarta bersumber dari Sekretaris Ditjen Mineral, Batu Bara dan Panas Bumi (Minerbapapum) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Setiawan yang dimuat koran nasional yang terbit Senin (31/3).

Informasi tersebut menjelaskan rencana dari raja baja dunia asal India Lakshmi Mittal yang akan masuk tidak hanya ke sektor hilir tapi juga hulu, selain membangun pabrik baja, juga sektor tambang bijih besi, dengan investasi sedikitnya USD 500 juta atau sekitar Rp.4,5 triliun.

Menurut Bambang, Departemen ESDM berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk memberikan informasi tentang beberapa lokasi potensial yang memiliki deposit bijih besi berjumlah besar, namun sebagian besar lokasi telah masuk operasi beberapa perusahaan tambang, investor berencana menggandeng perusahaan tambang tersebut.

Berdasar data yang dimiliki Ditjen Minerbapapum ESDM, wilayah di Indonesia yang memiliki tambang bijih besi tersebar di daerah Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Perusahaan lokal ang memiliki tambang bijih besi adalah PT Sebuko Iron Ore di Sebuku Kalimantan Selatan dan PT.Jogja Magasa Mining di Kulon Progo Yogyakarta.

“Salah satu perusahaan tambang bijih besi, yakni PT Sebuku yang telah mengekspor bijih besi berbentuk laterite ke Tiongkok diperkirakan memiliki deposit bijih besi ratusan juta ton, yang terbaru adalah PT Jogja Magasa Mining yang kontrak karyanya baru saja disetujui DPR”ujar Bambang.

Persikup Tantang Protaba

Penghuni dasar klasemen Divisi III PSSI DIY, Persikup Kulon Progo, Rabu (2/4) akan menantang pemuncak sementaraProtaba Bantul di stadion Cangkring Wates. Pertandingan yang direncanakan akan dimulai pukul 15.00 WIB itu dipastikan akan berlangsung seru karena masing-masing tim akan berjuang untuk menang.

Pelatih Persikup Sumaryo menyatakan optimis dapat mengalahkan Protaba. Beberapa pemain andalan siap diturunkan dan dia yakin pemainnya akan mendapat dukungan penuh dari penonton.

Menurut Sumaryo, agar terhindar dari posisi juru kunci timnya harus menang atas Protaba minimal 3-0. Meskipun dirasa sulit namun dia yakin anak asuhnya akan bisa melakukannya. “Sebagai tuan rumah para pemain mempunyai motivasi besar untuk memmenuhi target itu,” ungkapnya.

DIALOG LINTAS AGAMA

Minimalisir Konflik Dengan Maksimalkan Fungsi FKUB

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dibentuk sebagai sarana untuk berkomunikasi dan menjaga kerukunan antar umat beragama. Jika forum ini dapat berjalan sebagaimana yang kita inginkan bersama, maka kita akan dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya konflik antar umat beragama. Karena konflik antar umat beragama merupakan salah satu konflik yang sangat rawan, karena agama merupakan sesuatu hal yang relatif sensitif sehingga dapat cepat meluas dan dapat menimbulkan perpecahan di antara masyarakat pemeluknya.

“Untuk itu kami sangat berharap, agar dapat memaksimalkan fungsi FKUB sehingga kita dapat menuai buahnya. Buah yang baik akan dihasilkan manakala prosesnya juga berjalan dengan baik, terkoordinir, dan mengedepankan kebersamaan dengan penuh semangat toleransi,”kata Toyo Santoso Dipo, dalam Dialog Lintas Agama yang digelar FKUB, Rabu (2/4)di Gedung Kaca Pemkab.

Acara dengan inti pokok sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor:8 Tahun 2006 dan Nomor:9 Tahun 2006 tentang Pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah/wakil kepala daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadat, turut hadir Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, Dandim 0731 Kulonprogo Letkol.Inf.I Made Sukarya, Kabag Minamitra Kompol Sutarno , sekda Drs.H.So’im,MM, Ketua FKUB Kulonprogo Muntachob, dan diikuti perwakilan dari agama Islam, Kristen dan Protestan, Hindu dan Budha.

Ditambahkan, saat ini di internet beredar film yang menjelek-jelekkan salah satu agama, hal ini tentu saja perlu disikapi dengan sangat hati-hati. Karena hal tersebut merupakan masalah rawan yang berpotensi meningkatkan suhu pertikaian di daerah, kami sangat mengharapkan sikap kehati-hatian dan kearifan segenap masyarakat terutama para tokoh agama agar mampu dan mau mengkondisikan umatnya, serta mengedepankan musyawarah dan regulasi yang berlaku. Hal yang penting untuk dimengerti adalah jangan sampai hal tersebut menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati sempat menanyakan adanya kesalahan cetak symbol pada selebaran tambahan pada point yang berisi tentang Prosedur permohonan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah ibadah yang tertulis daftar dan fotocopy KTP Pengguna ≤ 90 orang disahkan pejabat sesuai skupnya, sementara yang benar ≥90 orang. “Atas masukan dari pak Dandim saya beri masukan ini kok diselebaran menyebutkan rekomendasi FKUB, daftar dan fotocopy KTP pengguna lebih kecil atau sama dengan 90, kalau 91 bagaimana,”katanya.

Adanya selebaran yang salah cetak dan telah dibagikan semua peserta yang hadir, akhirnya ditarik semua, bahkan di barisan depan yang menarik Bupati sendiri untuk kemudian diserahkan penyelenggara.

Sebenarnya maksud dari selebaran yang dibuat FKUB hanyalah memperbesar tulisan dari yang sudah tercantum di halaman terakhir booklet yang digandakan oleh Bagian Kesra Setda tentang peraturan Menag dan Mendagri, naskah di booklet telah sesuai dan tidak ada kesalahan, namun cetakan hurufnya kecil-kecil sehingga kurang jelas dibaca.

01 April, 2008


HUT ROSALA GELAR WAYANG KULIT
Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) 11 Radio Suara Indrakila (ROSALA 107,2 FM) Wates, menggelar berbagai acara di antaranya Pengajian umum, Jalan Santai, pentas kesenian Angguk dan Senin malam (31/3) di Studio ROSALA kompleks perdagangan No.16 Wates Pagelaran Wayang Kulit dalang Ki Wisnu Hadisugito dengan lakon Gatotkoco Wisudo.
Menurut Direktur ROSALA , Didik Riyadi, berbagai even kegiatan memeriahkan HUT ke 11 merupakan bentuk penghormatan kepada masyarakat yang telah memanfaatkan media radio sebagai salah satu hiburan maupun promosi dan membantu pemerintah dalam menyebarkan informasi kegiatan pembangunan yang sedang berjalan, masih mengudaranya hingga saat ini adalah berkat partisipasi dan dukungan masyarakat serta pemerintah.
Sementara Bupati Kulonprogo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Bupati Drs.H.Mulyono mengatakan radio sebagai salah satu media massa yang mempunyai jangkauan sangat luas, informasi yang disampaikan akan relatif mengena sampai ke seluruh lapisan masyarakat di berbagai lokasi. Terlebih bagi Kulon Progo yang sebagian besar wilayahnya mempunyai karakteristik bergunung-gunung, media seperti halnya radio akan sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mencari informasi maupun hiburan.
”Meskipun saat ini telah ada berbagai media massa elektronik yang beraneka ragam, namun radio tetap eksis di sebagian besar masyarakat kita. Hal inilah yang menjadikan radio tetap dibutuhkan oleh pemerintah sebagai salah satu media penyampai informasi ke masyarakat, seperti halnya dengan adanya dialog interaktif yang sering disiarkan sebagai salah satu upaya menjembatani arus komunikasi antara rakyat dengan pemerintah”katanya.
Ditambahkan, peranan media massa termasuk radio sebagai salah satu pilar pemerintah diharapkan akan terus berjalan, meskipun jumlah radio yang ada di Kulon Progo masih sangat minim. Namun dengan kerjasama yang baik dengan berbagai media massa yang ada, maka fungsi tersebut tetap akan dapat berjalan dengan baik, adanya persaingan antar media yang begitu ketat memperebutkan perhatian masyarakat, maka diperlukan strategi jitu serta peningkatan kualitas agar para pendengar radio tetap eksis bahkan berkembang. Hal ini mengingat di era serba digital dan computerized, maka sebagian pendengar radio ada yang beralih ke media lain yang lebih besar menarik perhatiannya. Kekuatan menarik perhatian inilah yang perlu diupayakan agar masyarakat tetap loyal dan menjadikan radio sebagai salah satu media massa yang benar-benar memberikan kemanfaatan bagi dirinya. Persaingan antar media ini hendaknya dapat diambil sisi positifnya dengan mencari peluang untuk saling melengkapi, mengingat karakteristik masing-masing media mempunyai perbedaan.
“Keprihatinan akan minimnya pemahaman dan minat kaum muda pada pewayangan, sampai saat ini tengah diupayakan bersama agar mendapat perhatian dari kaum muda. Termasuk kemungkinan mengimplementasikan dalam kurikulum atau muatan local di sekolah-sekolah. Pentingnya mengenalkan wayang pada generasi muda hendaknya didukung dengan komitmen baik dalam keluarga maupun lingkungan pergaulan maupun lingkungan sekolah untuk lebih memasyarakatkan wayang lebih dari waktu-waktu sebelumnya, karena kalau bukan dimulai sejak sekarang ditanamkan/dikenalkan pada kaum muda, siapa lagi yang akan menghargai dan mengingat legenda pewayangan kita, sebagai salah satu kekayaan seni budaya jawa,”pungkasnya.


KADES HARUS BISA JEMBATANI RAKYAT DAN PEMERINTAH

Seorang Kepala Desa (Kades) seharusnya bisa menjembatani antara kepentingan masyarakat dan kepentingan pemerintah, jika hal tersebut dapat dilaksanakan oleh seorang Kades maka harmonisasi dalam pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat akan terwujud. Demikian diungkapkan Wakil Bupati Kulon Progo, Drs. H. Mulyono dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah Kepala Desa terpilih di Balai Desa Giripurwo, Girimulyo, Senin (31/3).
“Kepala Desa hendaknya dapat mensinergikan kepentingan-kepentingan masyarakat dan kepentingan-kepentingan pemerintah, sehingga terjadi harmonisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat. Untuk itu seorang Kades harus mau bertanya, belajar, konsultasi, tukar pendapat dan berkomunikasi dengan pemerintahan disemua tingkatan.”, ujar Mulyono.
Dalam kesempatan tersebut Mulyono juga berpesan agar Kepala Desa terpilih, Mardi Santoso untuk bias menjadi motor penggerak bagi warganya. Mulyono menuturkan, seorang Kades harus bisa menjadi penggagas, pemberi ide, penggerak sekaligus pelaksana dalam melaksanakan pembangunan di desanya. Saat ini seorang pemimpin memang dituntut untuk memiliki kemampuan tersebut dalam melaksanakan tugasnya.
Mardi Santoso terpilih menjadi Kepala Desa Giripurwo setelah memenangi pemilihan kepala desa Giripurwo yang dilaksanakan pada 16 Maret 2008 yang lalu. Menurut Wabup, pilkades merupakan pesta demokrasi yang telah dilaksanakan di Indonesia dari sejak jaman dahulu. Karena dalam pilkades rakyat dapat memilih secara langsung pemimpin desa yang diinginkannya.
Acara tersebut sebelumnya dibuka oleh Drs. Gatot Guritno, selaku Ketua BPD Giripurwo yang kemudian dilakukan pengambilan sumpah dan pelantikan. Setelah itu dilanjutkan serah terima jabatan dari Pejabat Kades, Supiyanta kepada Kades terpilih, Mardi Santoso. Dalam kesempatan tersebut tampak hadir Asisten Tata Praja Drs. H. Sutejo, pejabat-pejabat dari lingkungan Kabupaten Kulon Progo, Camat Girimulyo beserta Muspika.

31 Maret, 2008


DIRESMIKAN CLUB BASKET “BINATERA”

Club basket Kulonprogo Binangun Putera Yogyakarta (BINATERA) diresmikan Ketua Pengurus cabang Perbasi Kulonprogo Musiran di Aula SMUN 1 Wates, Minggu (30/3).

Peresmian dihadiri Wakil Bupati Kulonprogo, Drs.H.Mulyono, Ketua KONI Kulonprogo Drs.Djuwardi, Kepala Sekolah SMUN 1 Wates Drs.H.Sugiharto dan perwakilan dinas instansi.

Wakil Bupati Drs.H.Mulyono dalam sambutannya berpesan agar BINATERA mampu menjadi wadah dalam penyaluran bakat bagi generasi muda olahraga bola basket di Kulonprogo sehingga dapat meraih prestasi yang membanggakan baik di even-even daerah bahkan nasional.

Hal senada diungkapkan Ketua KONI Kulonprogo, Drs.Djuwardi, sebagai klub pertama yang syah dan mengatasnamakan pemerintah kabupaten Kulonprogo diharapkan atletnya terus setia membela nama daerah.

Dalam peresmian dilangsungkan pertandingan eksibisi antara Tim Putri BINATERA melawan Tim Putri UNY.

Susunan pengurus BINATERA selengkapnya pelindung H. Toyo Santoso Dipo, penasehat Drs.Djuwardi, Penanggung jawab Drs.H.Umar Sriyanto, Ketua Elfansyah, Sekretaris Merary Puay, Seksi Humas Yudi dan Koordinator lapangan Aris S dan Ari Nugroho.


Korupsi Menjadi Fenomena Gunung Es

Sedemikian mengakarnya tindak pidana korupsi di Negara Republik Indonesia telah mengakibatkan bangsa Indonesia terpuruk dan menanggung beragam permasalahan. Dikhawatirkan, kalau tindak pidana korupsi ini tidak segera diberantas akan menjadi fenomena gunung es yang semakin sulit untuk diperbaiki.

Ada beberapa kelemahan dari bangsa Indonesia sehingga sampai saat ini korupsi terus terjadi dan belum bisa diberantas. Beberapa kelemahan yang saat ini ada diantaranya, Kesisteman, Kesejahteraan/penghasilan, Mental/moral masyarakat, Tidak ada control internal (self control) dan Budaya yang selama ini telah berjalan.

Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samat Waluyo Senin (31/3), dalam acara Workshop peningkatan kapasitas, peran dan fungsi DPRD Kulon Progo di Gedung DPRD Kulon Progo. Workshop yang akan dilaksanakan selama 2 hari yaitu, 31 Maret-1 April 2008 tersebut diikuti oleh Bupati Kulon Progo H. Toyo S Dipo, Wabup Drs. H. Mulyono, Ketua DPRD Drs. H Kasdiyono, Muspida, Pejabat pemkab serta anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo.

Dengan workshop tersebut Bibit berharap, DPRD sebagai lembaga legeslatif dalam pemerintahan bisa bersinergi dan menjadi mitra dari KPK dalam memberantas korupsi. Tentunya, hal ini bukan hanya korupsi yang terjadi dalam pemerintahan namun korupsi yang mungkin terjadi di tubuh DPRD sendiri. “Sehingga dengan workshop tersebut DPRD bisa mengerti dan tidak melakukan penyimpangan dalam menjalankan tugas dan perannya sebagai wakil rakyat,” katanya.

Selanjutnya, workshop yang menurut rencana akan dilaksanakan di 36 Kabupaten di Seluruh Indonesia tersebut, mengajak DPRD untuk menjadi agen dalam rangka pemberantasan tidak korupsi. Untuk itu, DPRD hendaknya juga bisa mensosialisasikan apa yang di dapat dari workshop tersebut kepada masyarakat luas.

Karena pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan hanya oleh KPK. Namun setidaknya ada tiga pilar yang ada untuk mencegah terjadinya korupsi. Yaitu, Pemerintah yang baik dan bersih, Swasta dan dukungan masyarakat. “Sedangkan tugas dari KPK sendiri hanya sebagai sebuah lembaga untuk berkoordinasi, melakukan supervise, penyelidikan, pencegahan dan melakukan monitoring,” lanjut Bibit.

Sementara itu, salah seorang anggota DPRD Kulon Progo dari Fraksi PKS Suharmanto mengharapkan agar fungsi DPRD sebagai mitra dan sekaligus agen KPK dalam pemberantasan korupsi dapat benar-benar direalisasikan. “Karena sesuai dengan kapasitas DPRD tidak mungkin melaksanakan pemberantasan korupsi tanpa dukungan dari lembaga lain seperti KPK,” katanya.


BUPATI SAMPAIKAN LKPJ 2007

Penduduk Miskin Urutan Kedua di DIY

Dalam dua tahun terakhir upaya pembangunan keluarga sejahtera menunjukkan perkembangan yang fluktuatif dimana keluarga prasejahtera mengalami penurunan dari 41,43% menjadi 40,31 % sedangkan pada tahapan keluarga sejahtera III justru mengalami peningkatan yang berarti dari 20,96 % menjadi 22,96 %. Seiring dengan akselerasi pembangunan keluarga sejahtera, upaya – upaya penanggulangan kemiskinan juga mengalami perkembangan positif. Data yang dirilis oleh BPS bekerjasama dengan Departemen Sosial RI menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Kulonprogo menempati urutan terkecil ke dua tingkat DIY setelah kota Yogyakarta yakni dengan jumlah 94.504 jiwa.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Kulonprogo H Toyo Santoso Dipo dalam acara penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2007 di Gedung DPRD, Sabtu malam (29/3).

“Dalam hal ketenagakerjaan, dari jumlah penduduk Kulonprogo tahun 2007 berjumlah 462.418 orang, penduduk usia kerja/tenaga kerja sebanyak 380.660 orang, angkatan kerja sebanyak 290.402 orang, bekerja sebanyak 275.958 orang dan tidak bekerja atau penganggur 13.500 orang. Pertambahan angkatan kerja secara alami setiap tahun diperkirakan 2000 orang. Penganggur selama tiga tahun terus menurun, begitu juga dengan perkembangan tenaga kerja yang setengah penganggur mengalami penurunan” ujar Toyo

Menurut Toyo, kondisi perekonomian daerah, pertumbuhan ekonomi selama kurun waktu 2003 hingga 2006 menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000 pada 2006 sebesar Rp.1.524.848.000.000,- atau mengalami pertumbuhan ekonomi 4,05 % dari tahun 2005. Sementara nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada 2006 sebesar Rp.2.414.960.000.000,- dan PDRB perkapita mengalami kenaikan dari tahun 2003 sampai 2006. Tahun 2006 PDRB perkapita sebesar Rp.6.455.179,-.

“Keberhasilan pelaksanaan pembangunan manusia juga mengalami peningkatan. Dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2005 mencapai 71,53 dan tahun 2006 naik menjadi 71,98. Kenaikan ini didukung adanya kenaikan komponen IPM yaitu indeks harapan hidup, indeks pendidikan dan indeks daya beli,” tambahnya.

Wates, 31 Maret 2008



BANK PASAR PEDULI BUMI

Bupati: Setiap Kelahiran Anak Tanam Satu Pohon

Dalam upaya memperbaiki lahan yang tandus di wilayah Kulon Progo, Perusahaan Daerah (PD) Bank Pasar Kulonprogo memberikan bantuan 20 ribu bibit pohon Albasia. Penyerahan secara simbolis dilakukan Minggu (30/3) di lapangan Desa Pendoworejo Kecamatan Girimulyo oleh Bupati H.Toyo Santoso Dipo.
Turut hadir , Ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono, anggota DPRD Thomas Kartoyo,BA, Kadinas Pertanian dan Kelautan Ir.Agus Langgeng Basuki,MT, Direktur Utama PD Bank Pasar Kulonprogo Fahmi Akbar Idris, Kepala Desa Pendoworejo R.Landung Wiyono serta anggota organisasi kepemudaan.
Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo mengatakan dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih sadar bahwa tanaman kayu ibarat asuransi model baru yang sangat menguntungkan, tanam sekarang kelak beberapa tahun kemudian nilainya berlipat. Pemberian bibit hanya merupakan stimulan selanjutnya masyarakat secara mandiri mampu dan mau menanam. Selain menguntungkan secara ekonomi juga sekaligus pencegahan bencana tanah longsor dan melestarikan air bersih.
" Harga kayu makin lama makin mahal, kita malah krisis kayu, Saya menyarankan setiap kelahiran anak menanam satu pohon bahkan syukur bisa lebih sepuluh batang untuk tabungan ,"katanya.
Sementara Direktur Utama PD Bank Pasar Fahmi Akbar Idris menyatakan program Bank Pasar Peduli Bumi memberikan bantuan 20.000 bibit tanaman Albasia di empat desa, sehingga masing-masing desa memperoleh 5000 bibit yakni Gerbosari, Purwoharjo di Kecamatan Samigaluh dan Pendoworejo serta Purwosari di Kecamatan Girimulyo.
"Ini merupakan wujud coorporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial Bank Pasar selaku BUMD untuk ikut berperan aktif dalam meningkatkan ekonomi masyarakat,"jelas Akbar.