14 Maret, 2008


NAIKNYA RETRIBUSI PUSKESMAS UNTUK TINGKATKAN PELAYANAN

Adanya kenaikan retribusi pelayanan kesehatan di Puskesmas adalah dalam rangka pelayanan prima di bidang kesehatan. Puskesmas sebagai salah satu unsur pelayanan kesehatan bagi masyarakat, dituntut untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, diantaranya melalui peningkatan kualitas dan fasilitasnya termasuk SDM tenaga medis, keperawatan dan tenaga lainnya.
Hal tersebut dikatakan Kasubdin Pengembangan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, drg.Agung Sugiarto,M.Kes, ketika dihubungi via telpon, Jum'at (14/3) terkait adanya kenaikan retribusi Puskesmas sesuai Perda No.22 tahun 2007. "Dalam upaya optimalisasi Puskesmas perlu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pada unsur pelayanan kesehatan, oleh karenanya harus dilakukan perhitungan atas semua biaya yang dikeluarkan baik yang langsung maupun tidak langsung yang akan berpengaruh pada pelayanan kesehatan,"jelas Agung.
Ditambahkan Agung, perhitungan biaya pelayanan tersebut disamping merupakan upaya optimalisasi, juga wujud transparansi Puskesmas kepada masyarakat terhadap tarif retribusi yang diberlakukan, sehingga hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai beban yang dikeluarkan dapat terpenuhi dan diketahui oleh masyarakat penerima jasa pelayanan kesehatan.
"Dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu, Puskesmas harus tetap melaksanakan fungsi sosial melalui program-program yang ditetapkan baik oleh pusat, propinsi dan kabupaten,"jelasnya.

MALAM NANTI DI TVRI JOGJA
DKBM tema Pengembangan Wisata Suroloyo

Untuk mengembangkan kawasatan obyek wisata, salah satunya adalah keterlibatan masyarakat lokal serta pemahaman yang relatif komprehensif terhadap potensi sosial dan kebudayaan yang selama ini menjadi penyangga kelangsungannya. Sebab apabila hal tersebut tidak mampu dikelola dengan baik, maka pengembangan kawasan wisata cenderung menjadi awal dari tersingkirnya potensi masyarakat lokal di sekitar kawasan objek wisata.
Menurut Kepala Kantor Humas Kulonprogo, Drs.R.H.Agus Santosa,MA didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kulonprogo Drs.Bambang Pidegso,MSi, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dalam mengelola agenda pembangunan dan didalamnya pengembangan kawasan wisata selalu memposisikan proses penyaiapan sosial sebagai prioritas utama. Termasuk penyiapan sosial dalam pengertian tertatanya secara baik infrakstruktur dan fasilitas penopang yang memudahkan akses wisatawan.
"Prinsip inilah yang dikedepankan, karena pada tahun 2008 ini Dinas Pariwisata mencanangkan obyek wisata Puncak Suroloyo sebagai kawasan wisata berbasis budaya dan keyakinan spiritual, legenda, nilai-nilai tradisional dan kekayaan adat perbukitan Menoreh desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh yang mengandung sejarah perjalanan kebudayaan yang cukup panjang," terang Bambang.
Untuk membahas seputar persoalan pengelolaan kawasan wisata Suroloyo, kerjasama Pemkab Kulonprogo melalui Kantor Humas dengan TVRI Jogja dalam acara talkshow Di Kaki Bukit Menoreh setiap bulan sekali pada Jum'at kedua, malam ini ,Jum'at (14/3) mulai pukul 20.00 WIB , akan dibahas dan mencari masukan atau interaktif dengan masyarakat melalui nomor telepon 0274-580800.
Dengan narasumber direncanakan Bupati Kulonprogo, H.Toyo Santoso Dipo, Kadinas Kebudayaan dan Pariwisata, Drs.Bambang Pidegso,MSI dan Ketua DPRD Kulonprogo Drs.H.Kasdiyono.

13 Maret, 2008


Rangka Atap Rusak Gedung SD Hampir Roboh


Proses belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gebangan Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pengasih sejak dua pekan silam tidak berjalan mulus. Hal ini disebabkan sekolah dengan dua lokal gedung yang dipisahkan oleh halaman tidak maksimal digunakan. Gedung sekolah yang berada di sisi utara dengan tiga ruang kelas dan satu ruang guru baru dalam proses penyelesaian rehab bangunan, satu gedung di sebelah selatan untuk ruang kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 hampir roboh. Meski terlihat kokoh dari luar, namun setelah diamati kondisi genteng –genteng sudah tidak tertata rapi di atas reng penyangga. Hal ini disebabkan kuda-kuda sebagai rangka atap sudah tidak kuat menyangga beban bahkan ada sebagian balok kayu kuda-kuda yang telah lepas.


Kepala SD Negeri Gebangan, Sumardi dilokasi, Kamis (13/3) menjelaskan gedung yang semula atap asbes dan kuda-kuda rangka besi karena kurang baik bagi kesehatan anak, pada tahun 1985 direhab oleh Dinas hanya khusus atap diganti genteng dengan kuda-kuda diganti kayu. Namun sejak dua minggu lalu atap bangunan turun sehingga genteng-genteng berantakan, disusul tiang-tiang di teras juga ikut bengkok. Karena khawatir tiba-tiba atapnya ambruk diputuskan tidak digunakan untuk proses belajar-mengajar. “Kalau dilihat sepintas bangunan ini nampak masih baik, tetapi coba kalau dicermati atapnya sudah turun, kalau dicek ke atas kayunya kuda-kuda sudah banyak yang cepol (pisah) padahal baru direhab 12 tahun lalu, kemungkinan bahan kayu kuda kuda kualitasnya jelek, kalau hujan datang makin parah lagi, karena khawatir roboh menimpa anak didik, maka sejak atap turun dua pekan silam, kami tidak gunakan untuk proses belajar mengajar, nanti gantian di sebelahnya yang rehabnya hampir selesai ”ujar Sumardi yang ahli seni lukis.


,Sugimin yang sehari-harinya mengajar di ruang kelas V tepat dibawah kerangka atap yang telah rusak juga mengaku was-was kalau harus mengajar di tempat yang membahayakan karena sering terdengar suara gemeretak, dari kerangka yang telah merenggang. “Sejak atap mengalami penurunan, sering terdengar suara keretek-keretek, karena khawatir nantinya ambruk secara mendadak pas proses belajar makanya sudah tidak digunakan lagi,”jelas Sugimin.


Menurut Sumardi semenjak kondisi atap turun, sudah langsung melaporkan ke Dinas dan Bupati. Meski belum ada kepastian namun dari Dinas Pendidikan Kulonprogo yang menangani sarana-prasarana telah juga langsung melakukan cek di lokasi. “Sejak kejadian saya sudah lapor ke cabang dinas dan ke Dinas dengan tembusan Bupati, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten yang menangani rehab sudah datang, tetapi belum bisa memutuskan, namun kami berharap agar segera dibangun agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar kembali,”harapnya.


Meski lokasi sekolah berada di pelosok desa, namun SD Negeri Gebangan yang memiliki 103 siswa sarat dengan prestasi. Tercatat sebagian besar siswa mampu mengharumkan nama baik Kulonprogo di tingkat propinsi bahkan nasional untuk bidang olahraga catur dan seni lukis. Bukti nyata prestasi sekolah terlihat dengan piagam dan piala yang bertumpuk di ruang kepala sekolah.


12 Maret, 2008

MUSIM PANEN, HARGA GABAH TERPURUK

Nasib kurang beruntung kembali menimpa para petani padi yang saat ini sedang panen raya. Sebelumnya hal yang sama terjadi pada petani nira dengan harga gula kelapa yang terjun bebas mencapai rekor terendah hanya Rp.3.000,- per kilogram ditingkat perajin, padahal sebelumnya mencapai Rp.7000,- per kilogram

Sebelum panen tiba, harga gabah kering giling mencapai Rp.3.200,- per kilogram. Namun saat mulai panen harga turun, harga gabah kering giling hanya Rp 2.400,- per kg, sementara untuk harga gabah basah panen ditingkat petani lebih murah lagi hanya Rp.1.700,- - Rp.1.800,- per Kg.

“Harga gabah musim panen saat ini turun dari sebelum panen, masa paceklik Rp.3.200,- sekarang ini hanya Rp.2.400,- per kg gabah kering siap giling, kemungkinan akan terus turun karena daerah lain juga panen bersamaan,” ujar Sumidi seorang petani di Karangsari Pengasih, Rabu (12/3).

Hal yang sama juga diakui Wiranto, seorang petani warga Glagah.”Petani sekarang semakin terpuruk, harga kebutuhan terus naik, namun harga gabah saat panen justru turun,”katanya. Diakui, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, petani tidak bakal terpenuhi sehingga harus berusaha mencari kerja sampingan.

Para petani di Kulonprogo saat ini memasuki masa panen padi musim tanam (MT) pertama yang segera akan disusul dengan MT kedua untuk mengejar air menjelang musim kemarau. Untuk musim panen ini produktivitas padi dinilai cukup bagus, meski beberapa tempat terdapat serangan hama sundep dan banjir.

Kasie Sumber Daya Sarana dan Prasarana, Subdin Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Kelautan Kulon Progo, Ir.Muh.Aris Nugroho Rabu (12/3) di ruang kerjanya mengatakan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp.2.000 per kilogram gabah kering panen. Sesuai dengan hasil evaluasi dilapangan harga gabah dilokasi panen mencapai Rp.1.875,- sampai Rp.1.900,- per kilogram, sebelum panen mencapai Rp.2.200 sampai 2.350,- per kilogram.

Untuk membantu petani menurut Aris pemerintah melalui dana APBN menyalurkan bantuan penguatan modal untuk Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP). Namun dana pinjaman tanpa bunga bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) kerjasama dengan penggilingan padi hingga saat belum cair. “Dana LUEP yang bersumber APBN untuk para petani hingga saat ini belum cair, setiap tahun Kulonprogo memperoleh dana ini, untuk tahun 2008 belum tahu jumlah besarannnya, sementara untuk 2007 lalu sebesar Rp.4,4 Milyar,” jelas Aris.

PANEN PADI HIBRIDA INTANI-2

Produktifitas Tinggi, Mudah Terserang Hama

Hasil produktifitas padi jenis Hibrida Intani-2 sangat tinggi dengan kebutuhkan benih hanya 15 kg perhektar hasil rata-ratanya mencapai 11,44 ton perhektar gabah kering panen. Sesuai dengan hasil panen yang dilakukan oleh kelompok tani Sri Makmur di wilayah Sogan I desa Sogan Kecamatan Wates pada Selasa (11/3) kemarin hasil ubinan dengan luas 2,5 X 2,5 meter mencapai hasil 7,55 kg, sebelumnya juga telah dilakukan 4 kali ubinan, ubinan pertama mencapai 7,7 kg, kedua 7 kg, ketiga 7 kg dan keempat 6,5 kg sehingga rata-rata mencapai 7,15 kg per ubin. Lahan yang ditanam oleh kelompok tani mencapai 5 hektar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kabupaten Kulonprogo Ir.Agus Langgeng Basuki,MT didampingi Kasie Produksi Subdin Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Juliwati, SP, diruang kerjanya Rabu (12/3). “Hasil panen kelompok tani kemarin belum maksimal, karena tanaman padi jenis Hibrida Inatani-2 banyak serangan, selain hama sundep, keong emas yang rata-rata juga menyerang padi disekitarnya, lokasi tanam didataran rendah yang cekung saat hujan tergenang air cukup lama, sehingga apabila tidak ada kendala, pasti lebih tinggi lagi hasilnya,”kata Langgeng.

Meski produktifitas padi jenis Hibrida Intani-2 sanggat tinggi, namun mudah terserang hama dan juga rakus unsur hara.”Hasil panen padi jenis ini baik, namun disisi lain mudah diserang hama dan rakus unsur hara, sehingga petani dipersilahkan saja untuk memilih pada musim tanam berikutnya, kalau banyak hasil meskipun mudah terserang hama tetapi masih untung, ya silahkan untuk dikembangkan,”tambah Langgeng.

11 Maret, 2008


ULTAH SUPERSEMAR, PEMKAB LUNCURKAN WEBSITE

Bertepatan dengan ulang tahun Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) Selasa (11/3) di Gedung Kaca Pemkab Kulonprogo, Bupati H. Toyo Santoso Dipo meluncurkan Website Pemkab Kulonprogo yang beralamat di www.kulonprogo.go.id dan intranet.kulonprogo2.net. Hadir dalam peluncuran Ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono, Sekda Drs.H.So’im,MM, Asisten III, serta seluruh kepala SKPD dan perwakilan asosiasi di Kulonprogo.

Pemkab Kulonprogo sebenarnya telah memiliki website beberapa tahun silam yang dikelola oleh BAPPEDA dengan mengandeng pihak ketiga. Namun kondisi yang ada sangat mengecewakan bila diakses masyarakat, tampilan serta data-data yang disediakan sudah tidak diperbaharui terlebih informasi berita yang disajikan selain sudah lama hanya diambilkan dari berita di surat kabar. Di era global sekarang ini selain pentingnya teknologi informasi juga untuk mendukung kebijakan Bupati yakni Kulonprogo Go Internasional, website kembali mendapatkan perhatian serius dari pemkab.

Seiring dengan peningkatan kualitas SDM dari PNS dilingkungan Pemkab khususnya Kantor Pengelola Data Elektronik (KPDE), website yang diluncurkan bukan hasil kerjasama dengan pihak ketiga seperti sebelumnya tetapi murni merupakan hasil kerja staf KPDE sebagai instansi yang bertanggungjawab dalam pengelolaan dan kelangsungan website.

Kepala Kantor KPDE, Drs.Bisono Indro Cahyo menjelaskan SDM yang ada untuk mengelola website 4 orang telah diangkat menjadi tenaga fungsional pranata komputer pelaksana yang merupakan satu-satunya di Indonesia baru Kulonprogo. “Website ini dikelola secara bersama-sama diharapkan peran serta aktif dari masing-masing SKPD, sehingga menu yang ada dapat menarik pengunjung, meski dengan keterbatasan waktu dan dana,”jelas Indro yang sebelumnya menjabat Kepala BKKBN Kulonprogo.

Kedepan menurut Indro, selain menyajikan informasi dan investasi di Kulonprogo kegiatan lelang barang dan jasa oleh masing-masing SKPD dapat dilakukan melalui website, serta komunikasi masyarakat melalui layanan SMS dan ajang forum dialogis.

Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo menyambut baik diluncurkan website dengan format baru, yang merupakan alat pelayanan yang sangat vital di era kemajuan zaman teknologi informasi. Terlebih Kulonprogo yang mempunyai rencana pembangunan bandara internasional beberapa investor menginginkan study kelayakan dapat ditampilkan di website, sehingga dapat mudah untuk diakses.

”Dengan dikelola sendiri tidak bekerjasama dengan pihak lain, diharapkan kontrol yang baik sehingga tidak ada virus masuk, sehingga tidak diacak-acak bahkan dirusak oleh orang lain, dengan memperhatikan masukan-masukan saya percaya kedepan dapat berjalan dengan baik,”pesannya.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono yang menyambut baik website yang baru diluncurkan dengan menampilkan ragam informasi , investasi diharapkan Kulonprogo menjadi salahsatu incaran para investor.

Selain meluncurkan website, dalam kesempatan yang sama juga diluncurkan intranet.kulonprogo2.net yang merupakan sistem informasi eksekutif berupa informasi dari lingkungan SKPD dan hanya dapat diakses internal dilingkungan Pemkab Kulonprogo.

Meski telah diluncurkan, namun belum semua SKPD dapat mengakses situs yang ada, terutama di 12 kecamatan karena masih menunggu pelaksanaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang merupakan program dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat. (Dukcapilkabermas).

ANAK NAKAL DI KULON PROGO TERTINGGI DI DIY

Jumlah anak nakal di Kabupaten Kulonprogo menduduki rangking pertama di Propinsi DIY. Berdasar hasil pemutakhiran data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) tahun 2008 yang dilakukan oleh Dinas Sosial propinsi DIY, kabupaten Kuloprogo terdapat 248 anak nakal yang merupakan data terbesar disusul kabupaten Bantul 239 , kabupaten Sleman 185, Kota Yogya 107 dan terakhir Gunungkidul 65, jumlah keseluruhan mencapai 844 anak nakal.

Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (Dukcapilkabermas) Kabupaten Kulonprogo Drs.Sarjana di dampingi Kasubdin Pemberdayaan Masyarakat, Drs.Untung Waluyo mempertanyakan criteria yang dilakukan oleh Dinas Sosial Propinsi meski Kulonprogo sangat rentan adanya anak nakal. “Dengan melihat kondisi dilapangan kami mempertanyakan criteria yang dipakai oleh Dinas Propinsi dalam melakukan pendataan anak-anak nakal ini, meski tidak dipungkiri bahwa Kulonprogo sangat rentan adanya anak-anak nakal,”jelas Sarjana di ruang kerjanya, Selasa (11/3).

Meski demikian hal ini menurutnya merupakan masukan bagi instansinya untuk memberikan pembinaan lebih lanjut, walaupun terbatas dana dan instansi yang menangani permasalahan social.

Selain data anak nakal dalam pemutakhiran data tersebut juga disebutkan data balita terlantar sejumlah 1.778 , anak terlantar 8.492, anak jalanan 148, gelandangan 99, pengemis 88, dan tuna susila 21.


DIBANTU JEPANG, PMI BANGUN GEDUNG LANTAI II

Markas Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kulonprogo yang beralamat di Jl.Bhayangkara Wates tepatnya dekat kompleks UNY kampus Wates berupa bangunan tua, tidak lama lagi akan berubah menjadi markas PMI dengan bangunan megah berlantai II. Dana pembangunan berasal dari dari Palang Merah Jepang.

Ketua PMI Cabang Kulonprogo R.Agus Subagyo,SE mengatakan PMI Kulonprogo akan diberi bantuan dari Palang Merah Jepang berupa pembangunan gedung PMI dua lantai ditanah yang ada sekarang. Namun persyaratannya adalah lokasi yang dibangun harus bersih dari bekas bangunan dan tugas membersihkan adalah PMI Cabang.

Hal tersebut dikatakan R.Agus Subagyo,SE dalam Musyawarah Kerja Cabang PMI Kulonprogo di markas PMI Wates, Selasa (11/3). Mukercab yang dibuka Wakil Bupati Kulonprogo Drs.H.Mulyono juga dihadiri Wakil Ketua Bidang Diklat dan Pembinan SDM PMI Propinsi DIY Haris Eko Yulianto. Dalam kesempatan tersebut ketua PMI Cabang Kulonprogo melantik 29 anggota Korps Sukarelawan PMI periode 2008-2010. “Persoalan tanah yang berupa kas desa Pengasih disewa 20 tahun tidak ada masalah, yang menjadi pemikiran hanya pindah sementara kantor PMI, dengan permohonan ke Bupati untuk dapat dipindah ke Panti Pelajar meski sekarang masih banyak tumpukan barang-barang, karena diharapkan Mei mendatang telah mulai dibangun dan direncanakan 6 bulan selesai pembangunanya,”jelasnya.

Sementara pelaksanaan Mukercab yang diikuti pengurus, kelompok kerja dan ranting dalam rangka laporan kerja dan membahas laporan kerja pengurus 2007 serta menyusun program kerja.

Wakil Bupati Kulonprogo Drs.H.Mulyono mengatakan tantangan yang dihadapi PMI dalam waktu mendatang justru akan semakin tidak ringan, selaras dengan kompleknya pembangunan dewasa ini. Adanya rawan bencana maupun rawan sosial diberbagai tempat di Kabupaten Kulon Progo, sementara kemampuan pemerintah Kabupaten dalam menangani hal itu juga terbatas maka partisipasi PMI terhadap kegiatan kemanusiaan ini sangat diharapkan dan didambakan aksi yang positif itu dalam memberikan bantuan sosial kemanusiaan.

10 Maret, 2008

Peserta Askeskin 133.294 Jiwa, Tunggu SK
Jumlah calon pemegang kartu Asuransi Keluarga Miskin (Askeskin) kabupaten Kulonprogo telah selesai dilakukan pendataan. Untuk tahun 2008 terdaftar 133.294 jiwa, namun demikian untuk kepastian masih menunggu Surat Keputusan Bupati (SK Bupati) masing-masing tentang SK Masyarakat Miskin (Maskin), SK Askeskin dan SK Jamkesos.
Hal tersebut dikatakan Kabag Kesra Setda Kabupaten Kulonprogo, Arief Sudharmanto,SH, diruang kerjanya, Kamis(6/3). "Jumlah warga miskin penerima askeskin tahun 2008 ini sebanyak 133.294 jiwa yang meliputi warga penerima santunan langsung tunai (SLT) dan Jamkesos,"terangnya.
Ditambahkan Arief jumlah tersebut masih dibawah kuota yang diberikan untuk kabupaten Kulonprogo yakni sejumlah 141.893 jiwa untuk pemegang askes dan 56.000 untuk Jamkesos. Jumlah terakhir atau Jamkesos meliputi warga miskin yang sebelumnya tidak tercatat, termasuk permintan PT Askes untuk mendata bayi baru lahir serta warga yang baru menikah sebagai cadangan.

MENKES : Prioritaskan Anak dan Ibu Hamil

Menteri Kesehatan RI, Dr.dr.Hj Siti Fadilah Supari, M.Kes meminta lembaga pelayanan kesehatan masyarakat baik swasta maupun negeri untuk memberikan prioritas pelayanan kesehatan terhadap anak dan ibu hamil menginggat masih tingginya angka kematian ibu hamil di Indonesia.

“Saya minta tolong agar pelayanan kepada ibu hamil dan anak benar-benar diperhatikan, saya minta dinomorsatukan, jangan sampai karena miskin tidak terlayani,”pinta Menkes dalam sambutannnya saat peletakkan batu pertama pembangunan Balai Kesehatan Masyarakat Aisyiyah di desa Pleret Kecamatan Panjatan, Kamis (6/3).

Masih tingginya angka kematian ibu hamil di Indonesia memerlukan solusi dari berbagai pihak diantaranya dengan pembangunan sarana prasarana pelayanan kesehatan hingga menyentuh masyarakat pedesaan. Dengan dibangunnnya Balkesmas Aisyiyah ini kedepan ibi hamil tidak jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maupun proses persalinan.

“Saya sangat bangga dan siap mendukung dengan pembangunan ini,” katanya dihadapan ratusan ibu-ibu warga Aisuyah, dan siap membantu dana Rp.250 juta, sarana prasarana kesehatan termasuk alat-alat puskesmas serta mobil ambulans.

Turut hadir ketua PP Muhammadiyah DIY Haedar Nashir, Ketua PP Aisyiyah Prof Dr Siti Chamamah Suratno, Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo, beserta unsur Muspida serta Ny.Sumijan selaku pemberi tanah waqaf pembangunan Balkesmas.

Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo dalam sambutannya mengatakan, pemerintah kabupaten menyambut baik pembangunan tersebut, dan berharap kedepan Balkesmas Aisyiyah bisa bersinergi bersama pemerintah daerah dalam memajukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dan siap membantu pembangunannya.

Sementara Ketua PP Aisyiyah Prof Dr.Chamamah Suratno, mengatakan sebagai organisasi islam perempuan tertua di Indonesia, Aisyiyah terus berupaya untuk berkontribusi membantu pemerintah mensejahterakan masyarakat salah satunya di bidang pelayanan kesehatan. Selain balai kesehatan didalamnya nanti juga ada valai pendidikan pelatihan keluarga sehat.

Dalam rangkaian kegiatan ini juga disampaikan pengajian dan tavliq akbar oleh PP Muhammadiyah serta kegiatan pengobatan gratis yang diikuti oleh 500 warga miskin desa setempat.