13 Maret, 2008


Rangka Atap Rusak Gedung SD Hampir Roboh


Proses belajar mengajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri Gebangan Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Pengasih sejak dua pekan silam tidak berjalan mulus. Hal ini disebabkan sekolah dengan dua lokal gedung yang dipisahkan oleh halaman tidak maksimal digunakan. Gedung sekolah yang berada di sisi utara dengan tiga ruang kelas dan satu ruang guru baru dalam proses penyelesaian rehab bangunan, satu gedung di sebelah selatan untuk ruang kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 hampir roboh. Meski terlihat kokoh dari luar, namun setelah diamati kondisi genteng –genteng sudah tidak tertata rapi di atas reng penyangga. Hal ini disebabkan kuda-kuda sebagai rangka atap sudah tidak kuat menyangga beban bahkan ada sebagian balok kayu kuda-kuda yang telah lepas.


Kepala SD Negeri Gebangan, Sumardi dilokasi, Kamis (13/3) menjelaskan gedung yang semula atap asbes dan kuda-kuda rangka besi karena kurang baik bagi kesehatan anak, pada tahun 1985 direhab oleh Dinas hanya khusus atap diganti genteng dengan kuda-kuda diganti kayu. Namun sejak dua minggu lalu atap bangunan turun sehingga genteng-genteng berantakan, disusul tiang-tiang di teras juga ikut bengkok. Karena khawatir tiba-tiba atapnya ambruk diputuskan tidak digunakan untuk proses belajar-mengajar. “Kalau dilihat sepintas bangunan ini nampak masih baik, tetapi coba kalau dicermati atapnya sudah turun, kalau dicek ke atas kayunya kuda-kuda sudah banyak yang cepol (pisah) padahal baru direhab 12 tahun lalu, kemungkinan bahan kayu kuda kuda kualitasnya jelek, kalau hujan datang makin parah lagi, karena khawatir roboh menimpa anak didik, maka sejak atap turun dua pekan silam, kami tidak gunakan untuk proses belajar mengajar, nanti gantian di sebelahnya yang rehabnya hampir selesai ”ujar Sumardi yang ahli seni lukis.


,Sugimin yang sehari-harinya mengajar di ruang kelas V tepat dibawah kerangka atap yang telah rusak juga mengaku was-was kalau harus mengajar di tempat yang membahayakan karena sering terdengar suara gemeretak, dari kerangka yang telah merenggang. “Sejak atap mengalami penurunan, sering terdengar suara keretek-keretek, karena khawatir nantinya ambruk secara mendadak pas proses belajar makanya sudah tidak digunakan lagi,”jelas Sugimin.


Menurut Sumardi semenjak kondisi atap turun, sudah langsung melaporkan ke Dinas dan Bupati. Meski belum ada kepastian namun dari Dinas Pendidikan Kulonprogo yang menangani sarana-prasarana telah juga langsung melakukan cek di lokasi. “Sejak kejadian saya sudah lapor ke cabang dinas dan ke Dinas dengan tembusan Bupati, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten yang menangani rehab sudah datang, tetapi belum bisa memutuskan, namun kami berharap agar segera dibangun agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar kembali,”harapnya.


Meski lokasi sekolah berada di pelosok desa, namun SD Negeri Gebangan yang memiliki 103 siswa sarat dengan prestasi. Tercatat sebagian besar siswa mampu mengharumkan nama baik Kulonprogo di tingkat propinsi bahkan nasional untuk bidang olahraga catur dan seni lukis. Bukti nyata prestasi sekolah terlihat dengan piagam dan piala yang bertumpuk di ruang kepala sekolah.


12 Maret, 2008

MUSIM PANEN, HARGA GABAH TERPURUK

Nasib kurang beruntung kembali menimpa para petani padi yang saat ini sedang panen raya. Sebelumnya hal yang sama terjadi pada petani nira dengan harga gula kelapa yang terjun bebas mencapai rekor terendah hanya Rp.3.000,- per kilogram ditingkat perajin, padahal sebelumnya mencapai Rp.7000,- per kilogram

Sebelum panen tiba, harga gabah kering giling mencapai Rp.3.200,- per kilogram. Namun saat mulai panen harga turun, harga gabah kering giling hanya Rp 2.400,- per kg, sementara untuk harga gabah basah panen ditingkat petani lebih murah lagi hanya Rp.1.700,- - Rp.1.800,- per Kg.

“Harga gabah musim panen saat ini turun dari sebelum panen, masa paceklik Rp.3.200,- sekarang ini hanya Rp.2.400,- per kg gabah kering siap giling, kemungkinan akan terus turun karena daerah lain juga panen bersamaan,” ujar Sumidi seorang petani di Karangsari Pengasih, Rabu (12/3).

Hal yang sama juga diakui Wiranto, seorang petani warga Glagah.”Petani sekarang semakin terpuruk, harga kebutuhan terus naik, namun harga gabah saat panen justru turun,”katanya. Diakui, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, petani tidak bakal terpenuhi sehingga harus berusaha mencari kerja sampingan.

Para petani di Kulonprogo saat ini memasuki masa panen padi musim tanam (MT) pertama yang segera akan disusul dengan MT kedua untuk mengejar air menjelang musim kemarau. Untuk musim panen ini produktivitas padi dinilai cukup bagus, meski beberapa tempat terdapat serangan hama sundep dan banjir.

Kasie Sumber Daya Sarana dan Prasarana, Subdin Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian dan Kelautan Kulon Progo, Ir.Muh.Aris Nugroho Rabu (12/3) di ruang kerjanya mengatakan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp.2.000 per kilogram gabah kering panen. Sesuai dengan hasil evaluasi dilapangan harga gabah dilokasi panen mencapai Rp.1.875,- sampai Rp.1.900,- per kilogram, sebelum panen mencapai Rp.2.200 sampai 2.350,- per kilogram.

Untuk membantu petani menurut Aris pemerintah melalui dana APBN menyalurkan bantuan penguatan modal untuk Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP). Namun dana pinjaman tanpa bunga bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) kerjasama dengan penggilingan padi hingga saat belum cair. “Dana LUEP yang bersumber APBN untuk para petani hingga saat ini belum cair, setiap tahun Kulonprogo memperoleh dana ini, untuk tahun 2008 belum tahu jumlah besarannnya, sementara untuk 2007 lalu sebesar Rp.4,4 Milyar,” jelas Aris.

PANEN PADI HIBRIDA INTANI-2

Produktifitas Tinggi, Mudah Terserang Hama

Hasil produktifitas padi jenis Hibrida Intani-2 sangat tinggi dengan kebutuhkan benih hanya 15 kg perhektar hasil rata-ratanya mencapai 11,44 ton perhektar gabah kering panen. Sesuai dengan hasil panen yang dilakukan oleh kelompok tani Sri Makmur di wilayah Sogan I desa Sogan Kecamatan Wates pada Selasa (11/3) kemarin hasil ubinan dengan luas 2,5 X 2,5 meter mencapai hasil 7,55 kg, sebelumnya juga telah dilakukan 4 kali ubinan, ubinan pertama mencapai 7,7 kg, kedua 7 kg, ketiga 7 kg dan keempat 6,5 kg sehingga rata-rata mencapai 7,15 kg per ubin. Lahan yang ditanam oleh kelompok tani mencapai 5 hektar.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kabupaten Kulonprogo Ir.Agus Langgeng Basuki,MT didampingi Kasie Produksi Subdin Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Juliwati, SP, diruang kerjanya Rabu (12/3). “Hasil panen kelompok tani kemarin belum maksimal, karena tanaman padi jenis Hibrida Inatani-2 banyak serangan, selain hama sundep, keong emas yang rata-rata juga menyerang padi disekitarnya, lokasi tanam didataran rendah yang cekung saat hujan tergenang air cukup lama, sehingga apabila tidak ada kendala, pasti lebih tinggi lagi hasilnya,”kata Langgeng.

Meski produktifitas padi jenis Hibrida Intani-2 sanggat tinggi, namun mudah terserang hama dan juga rakus unsur hara.”Hasil panen padi jenis ini baik, namun disisi lain mudah diserang hama dan rakus unsur hara, sehingga petani dipersilahkan saja untuk memilih pada musim tanam berikutnya, kalau banyak hasil meskipun mudah terserang hama tetapi masih untung, ya silahkan untuk dikembangkan,”tambah Langgeng.

11 Maret, 2008


ULTAH SUPERSEMAR, PEMKAB LUNCURKAN WEBSITE

Bertepatan dengan ulang tahun Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) Selasa (11/3) di Gedung Kaca Pemkab Kulonprogo, Bupati H. Toyo Santoso Dipo meluncurkan Website Pemkab Kulonprogo yang beralamat di www.kulonprogo.go.id dan intranet.kulonprogo2.net. Hadir dalam peluncuran Ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono, Sekda Drs.H.So’im,MM, Asisten III, serta seluruh kepala SKPD dan perwakilan asosiasi di Kulonprogo.

Pemkab Kulonprogo sebenarnya telah memiliki website beberapa tahun silam yang dikelola oleh BAPPEDA dengan mengandeng pihak ketiga. Namun kondisi yang ada sangat mengecewakan bila diakses masyarakat, tampilan serta data-data yang disediakan sudah tidak diperbaharui terlebih informasi berita yang disajikan selain sudah lama hanya diambilkan dari berita di surat kabar. Di era global sekarang ini selain pentingnya teknologi informasi juga untuk mendukung kebijakan Bupati yakni Kulonprogo Go Internasional, website kembali mendapatkan perhatian serius dari pemkab.

Seiring dengan peningkatan kualitas SDM dari PNS dilingkungan Pemkab khususnya Kantor Pengelola Data Elektronik (KPDE), website yang diluncurkan bukan hasil kerjasama dengan pihak ketiga seperti sebelumnya tetapi murni merupakan hasil kerja staf KPDE sebagai instansi yang bertanggungjawab dalam pengelolaan dan kelangsungan website.

Kepala Kantor KPDE, Drs.Bisono Indro Cahyo menjelaskan SDM yang ada untuk mengelola website 4 orang telah diangkat menjadi tenaga fungsional pranata komputer pelaksana yang merupakan satu-satunya di Indonesia baru Kulonprogo. “Website ini dikelola secara bersama-sama diharapkan peran serta aktif dari masing-masing SKPD, sehingga menu yang ada dapat menarik pengunjung, meski dengan keterbatasan waktu dan dana,”jelas Indro yang sebelumnya menjabat Kepala BKKBN Kulonprogo.

Kedepan menurut Indro, selain menyajikan informasi dan investasi di Kulonprogo kegiatan lelang barang dan jasa oleh masing-masing SKPD dapat dilakukan melalui website, serta komunikasi masyarakat melalui layanan SMS dan ajang forum dialogis.

Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo menyambut baik diluncurkan website dengan format baru, yang merupakan alat pelayanan yang sangat vital di era kemajuan zaman teknologi informasi. Terlebih Kulonprogo yang mempunyai rencana pembangunan bandara internasional beberapa investor menginginkan study kelayakan dapat ditampilkan di website, sehingga dapat mudah untuk diakses.

”Dengan dikelola sendiri tidak bekerjasama dengan pihak lain, diharapkan kontrol yang baik sehingga tidak ada virus masuk, sehingga tidak diacak-acak bahkan dirusak oleh orang lain, dengan memperhatikan masukan-masukan saya percaya kedepan dapat berjalan dengan baik,”pesannya.

Hal senada dikatakan Ketua DPRD Drs.H.Kasdiyono yang menyambut baik website yang baru diluncurkan dengan menampilkan ragam informasi , investasi diharapkan Kulonprogo menjadi salahsatu incaran para investor.

Selain meluncurkan website, dalam kesempatan yang sama juga diluncurkan intranet.kulonprogo2.net yang merupakan sistem informasi eksekutif berupa informasi dari lingkungan SKPD dan hanya dapat diakses internal dilingkungan Pemkab Kulonprogo.

Meski telah diluncurkan, namun belum semua SKPD dapat mengakses situs yang ada, terutama di 12 kecamatan karena masih menunggu pelaksanaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang merupakan program dari Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat. (Dukcapilkabermas).

ANAK NAKAL DI KULON PROGO TERTINGGI DI DIY

Jumlah anak nakal di Kabupaten Kulonprogo menduduki rangking pertama di Propinsi DIY. Berdasar hasil pemutakhiran data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) tahun 2008 yang dilakukan oleh Dinas Sosial propinsi DIY, kabupaten Kuloprogo terdapat 248 anak nakal yang merupakan data terbesar disusul kabupaten Bantul 239 , kabupaten Sleman 185, Kota Yogya 107 dan terakhir Gunungkidul 65, jumlah keseluruhan mencapai 844 anak nakal.

Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat (Dukcapilkabermas) Kabupaten Kulonprogo Drs.Sarjana di dampingi Kasubdin Pemberdayaan Masyarakat, Drs.Untung Waluyo mempertanyakan criteria yang dilakukan oleh Dinas Sosial Propinsi meski Kulonprogo sangat rentan adanya anak nakal. “Dengan melihat kondisi dilapangan kami mempertanyakan criteria yang dipakai oleh Dinas Propinsi dalam melakukan pendataan anak-anak nakal ini, meski tidak dipungkiri bahwa Kulonprogo sangat rentan adanya anak-anak nakal,”jelas Sarjana di ruang kerjanya, Selasa (11/3).

Meski demikian hal ini menurutnya merupakan masukan bagi instansinya untuk memberikan pembinaan lebih lanjut, walaupun terbatas dana dan instansi yang menangani permasalahan social.

Selain data anak nakal dalam pemutakhiran data tersebut juga disebutkan data balita terlantar sejumlah 1.778 , anak terlantar 8.492, anak jalanan 148, gelandangan 99, pengemis 88, dan tuna susila 21.


DIBANTU JEPANG, PMI BANGUN GEDUNG LANTAI II

Markas Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kulonprogo yang beralamat di Jl.Bhayangkara Wates tepatnya dekat kompleks UNY kampus Wates berupa bangunan tua, tidak lama lagi akan berubah menjadi markas PMI dengan bangunan megah berlantai II. Dana pembangunan berasal dari dari Palang Merah Jepang.

Ketua PMI Cabang Kulonprogo R.Agus Subagyo,SE mengatakan PMI Kulonprogo akan diberi bantuan dari Palang Merah Jepang berupa pembangunan gedung PMI dua lantai ditanah yang ada sekarang. Namun persyaratannya adalah lokasi yang dibangun harus bersih dari bekas bangunan dan tugas membersihkan adalah PMI Cabang.

Hal tersebut dikatakan R.Agus Subagyo,SE dalam Musyawarah Kerja Cabang PMI Kulonprogo di markas PMI Wates, Selasa (11/3). Mukercab yang dibuka Wakil Bupati Kulonprogo Drs.H.Mulyono juga dihadiri Wakil Ketua Bidang Diklat dan Pembinan SDM PMI Propinsi DIY Haris Eko Yulianto. Dalam kesempatan tersebut ketua PMI Cabang Kulonprogo melantik 29 anggota Korps Sukarelawan PMI periode 2008-2010. “Persoalan tanah yang berupa kas desa Pengasih disewa 20 tahun tidak ada masalah, yang menjadi pemikiran hanya pindah sementara kantor PMI, dengan permohonan ke Bupati untuk dapat dipindah ke Panti Pelajar meski sekarang masih banyak tumpukan barang-barang, karena diharapkan Mei mendatang telah mulai dibangun dan direncanakan 6 bulan selesai pembangunanya,”jelasnya.

Sementara pelaksanaan Mukercab yang diikuti pengurus, kelompok kerja dan ranting dalam rangka laporan kerja dan membahas laporan kerja pengurus 2007 serta menyusun program kerja.

Wakil Bupati Kulonprogo Drs.H.Mulyono mengatakan tantangan yang dihadapi PMI dalam waktu mendatang justru akan semakin tidak ringan, selaras dengan kompleknya pembangunan dewasa ini. Adanya rawan bencana maupun rawan sosial diberbagai tempat di Kabupaten Kulon Progo, sementara kemampuan pemerintah Kabupaten dalam menangani hal itu juga terbatas maka partisipasi PMI terhadap kegiatan kemanusiaan ini sangat diharapkan dan didambakan aksi yang positif itu dalam memberikan bantuan sosial kemanusiaan.

10 Maret, 2008

Peserta Askeskin 133.294 Jiwa, Tunggu SK
Jumlah calon pemegang kartu Asuransi Keluarga Miskin (Askeskin) kabupaten Kulonprogo telah selesai dilakukan pendataan. Untuk tahun 2008 terdaftar 133.294 jiwa, namun demikian untuk kepastian masih menunggu Surat Keputusan Bupati (SK Bupati) masing-masing tentang SK Masyarakat Miskin (Maskin), SK Askeskin dan SK Jamkesos.
Hal tersebut dikatakan Kabag Kesra Setda Kabupaten Kulonprogo, Arief Sudharmanto,SH, diruang kerjanya, Kamis(6/3). "Jumlah warga miskin penerima askeskin tahun 2008 ini sebanyak 133.294 jiwa yang meliputi warga penerima santunan langsung tunai (SLT) dan Jamkesos,"terangnya.
Ditambahkan Arief jumlah tersebut masih dibawah kuota yang diberikan untuk kabupaten Kulonprogo yakni sejumlah 141.893 jiwa untuk pemegang askes dan 56.000 untuk Jamkesos. Jumlah terakhir atau Jamkesos meliputi warga miskin yang sebelumnya tidak tercatat, termasuk permintan PT Askes untuk mendata bayi baru lahir serta warga yang baru menikah sebagai cadangan.

MENKES : Prioritaskan Anak dan Ibu Hamil

Menteri Kesehatan RI, Dr.dr.Hj Siti Fadilah Supari, M.Kes meminta lembaga pelayanan kesehatan masyarakat baik swasta maupun negeri untuk memberikan prioritas pelayanan kesehatan terhadap anak dan ibu hamil menginggat masih tingginya angka kematian ibu hamil di Indonesia.

“Saya minta tolong agar pelayanan kepada ibu hamil dan anak benar-benar diperhatikan, saya minta dinomorsatukan, jangan sampai karena miskin tidak terlayani,”pinta Menkes dalam sambutannnya saat peletakkan batu pertama pembangunan Balai Kesehatan Masyarakat Aisyiyah di desa Pleret Kecamatan Panjatan, Kamis (6/3).

Masih tingginya angka kematian ibu hamil di Indonesia memerlukan solusi dari berbagai pihak diantaranya dengan pembangunan sarana prasarana pelayanan kesehatan hingga menyentuh masyarakat pedesaan. Dengan dibangunnnya Balkesmas Aisyiyah ini kedepan ibi hamil tidak jauh-jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan maupun proses persalinan.

“Saya sangat bangga dan siap mendukung dengan pembangunan ini,” katanya dihadapan ratusan ibu-ibu warga Aisuyah, dan siap membantu dana Rp.250 juta, sarana prasarana kesehatan termasuk alat-alat puskesmas serta mobil ambulans.

Turut hadir ketua PP Muhammadiyah DIY Haedar Nashir, Ketua PP Aisyiyah Prof Dr Siti Chamamah Suratno, Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo, beserta unsur Muspida serta Ny.Sumijan selaku pemberi tanah waqaf pembangunan Balkesmas.

Bupati Kulonprogo H.Toyo Santoso Dipo dalam sambutannya mengatakan, pemerintah kabupaten menyambut baik pembangunan tersebut, dan berharap kedepan Balkesmas Aisyiyah bisa bersinergi bersama pemerintah daerah dalam memajukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, dan siap membantu pembangunannya.

Sementara Ketua PP Aisyiyah Prof Dr.Chamamah Suratno, mengatakan sebagai organisasi islam perempuan tertua di Indonesia, Aisyiyah terus berupaya untuk berkontribusi membantu pemerintah mensejahterakan masyarakat salah satunya di bidang pelayanan kesehatan. Selain balai kesehatan didalamnya nanti juga ada valai pendidikan pelatihan keluarga sehat.

Dalam rangkaian kegiatan ini juga disampaikan pengajian dan tavliq akbar oleh PP Muhammadiyah serta kegiatan pengobatan gratis yang diikuti oleh 500 warga miskin desa setempat.

06 Maret, 2008

MENGENAL DAN MENGENANG PERJUANGAN KI SODEWO

Trah Ki Sodewo, Rabu sore (5/3) berkumpul untuk mengenang dan berbagi informasi mengenai perjuangan Ki Sodewo yang tak lain adalah moyangnya. Dalam acara tersebut mereka mengunjungi petilasan Ki Sodewo di Gunung Songgo, Kaliagung, Sentolo tempat yang diyakini dahulunya sebagai kuburan kepala Ki Sodewo. Karena kesaktiannya yang memiliki ilmu Pancasona Bumi, maka ketika tertangkap oleh penjajah Belanda, Ki Sodewo dipenggal dan tubuhnya dikuburkan secara terpisah dari kepalanya. Makam Ki Sodewo sendiri saat ini terletak di Pemakaman Sideman Giripeni. Penyatuan kepala dan jasad di makam tersebut dilakukan oleh salah satu buyut Ki Sodewo yang bernama Mento Irono.

Ki Sodewo adalah putera dari Pangeran Diponegoro sekaligus cucu dari Sri Sultan Bamengku Buwono III. Ki Sodewo lahir di wilayah Madiun pada tahun 1810 dari Garwo Ampeyan BRAy. Citrowati Sosrodirjo dengan nama Raden Mas Singlon. Pada masa perang Diponegoro 1825-1830 Raden Mas Singlon ikut membantu sang ayah bergerilya melawan penindasan penjajah Belanda. Pada saat itulah karena kehebatannya dalam berperang, Raden Mas Singlon mendapat julukan Ki Sodewo yang artinya laki-laki bagaikan dewa. Setelah Pangeran Diponegoro diasingkan ke Makasar, Ki Sodewo meneruskan perjuangan ayahnya pelawan penindasan Belanda.

Perjuangan Ki Sodewo sebagian besar dilakukan di wilayah Kulon Progo meliputi wilayah Samigaluh, Nanggulan, Kalibawang, Sentolo, Panjatan, Lendah, Wates, Pengasih, Girimulyo dan Bagelen. Tempat bersemedi Ki Sodewo terletak di wilayah Gotakan, Giripeni di tempat ini pula Ki Sodewo sempat membangun pesanggrahan untuk menyembunyikan keluarganya dari penjajah Belanda.

Menurut Sadiran, salah satu anggota dari Trah Ki Sadewo, tuhuan dari pertemuan tersebut untuk mencari informasi sejarah dari Ki Sodewo sebanyak mungkin. Dengan mendapatkan data dan informasi yang banyak, diharapkan akan lebih mudah untuk mendapatkan sejarah perjuangan Ki Sodewo seobyektif mungkin. “ Kami harapkan kepada cucu-cucu trah Ki Sodewo untuk mencari data dan informasi sebanyak mungkin guna mendapatkan sejarah perjuangan Ki Sodewo seobyektif mungkin.” ucap Sadiran.

Program PAUD Baru Mencapai 34,3 %

Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Kulonprogo yang merupakan pendidikan anak mulai usia 0-6 tahun baru mampu melayani anak sejumlah 11.482 atau 34,3 % dari total 33.443 anak. Meski masih banyak anak yang belum terlayani PAUD, namun hal ini merupakan sesuatu yang mengembirakan, karena program PAUD baru berlangsung beberapa tahun sudah bermunculan dan masyarakat memanfaatkan keberadaan PAUD yang ada disekitar tempat tinggal. Sehingga 2012 semua anak usia dini di Kulonprogo direncanakan sudah terlayani PAUD baik yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal berupa Taman Kanak-kanak (TK), non formal berupa Kelompok Bermain (KB), Pos PAUD atau Bina Kelauarga Balita (BKB) di masing-masing pedukuhan se-Kulonprogo.
Hal tersebut diungkapkan Kasie Pendidikan Formal dan Non Formal Dinas Pendidikan Kulonprogo, Drs.Haryana, ketika menerima kunjungan kerja study banding DPRD Jepara di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Unit I, Kamis (6/3). Rombongan Komisi C sejumlah sebelas orang yang dipimpin Ketua komisi Nurul Aini,S,IP,S.Pd,M.Si selain melakukan study banding tentang pendidikan anak usia dini (PAUD) juga permasalahan pelayanan kesehatan warga miskin
”Keberadaan PAUD yang merupakan program dari pemerintah pusat, meski belum mampu melayani semua anak, namun keberadaannya telah menyebar secara merata di setiap desa, hal ini tidak terlepas kerjasama dengan lembaga yang ada di masyarakat seperti PKK, Aisyiyah, Muslimat NU, serta LSM,” terang Haryana.
Bagi warga masyarakat yang ingin mendirikan PAUD, pemkab tidak mempersulit ijin pendirian bahkan ijin digratiskan. Ketentuan untuk mendirikan PAUD terdapat sebuah lembaga yang bertanggung jawab untuk mengajukan ijin dengan persyaratan adanya tenaga pengelola, tenaga pengajar, anak didik, sarana prasarana, tempat meskipun hanya meminjam dan kegiatan telah berjalan minimal 6 bulan. ”dalam hal ini perijinan sangat dibutuhkan bahkan yang belum berijin diberi motivasi untuk mengajukan karena berhubungan dengan adanya penyaluran bantuan,”terangnya.
Sementara hambatannya adalah persoalan tenaga kependidikan yang sesuai kompetensi bidang tugasnya masih minim, kalaupun ada yang sesuai, insentif yang diterima masih jauh dari ketentuan upah minimal. Sehingga yang muncul tenaga pendidik dari lulusan SLTA bahkan SLTP. Untuk meningkatkan pengetahuan keberadaan tenaga pendidik yang ada diberikan pelatihan dan study banding.
Usai menerima penjelasan dari Dinas Pendidikan rombongan Komisi C DPRD Kabupaten yang terkenal dengan ukirannya ini melanjutkan kunjungan ke RSUD Wates untuk melihat pelayanan kesehatan masyarakat melaui Askeskin yang diterima Direktur dr.H.Bambang Haryatno,M.Kes dan jajaran RSUD Wates.