25 Januari, 2008

News today


Pemkab Jajaki Pengembangan Puncak Suroloyo

Pemkab Kulon Progo berencana untuk mengembangkan obyek wisata Puncak Suroloyo. Obyek wisata yang berada di Pedukuhan Keceme, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh dan merupakan tempat tertingi di wilayah Kabupaten Kulon Progo itu akan ditambah dengan infrastruktur pendukung. Seperti jalan yang memadai, tempat parkir, kompleks pertokoan, home stay dan kebun bunga.
Untuk menjajaki rencana pengembangan tersebut, Kamis (24/1) Bupati H Toyo Santoso Dipo melakukan peninjauan lapangan di beberapa titik lokasi. Yakni di persimpangan jalan menuju Sendangsono, tanjakan Wonogiri dan kompleks obyek wisata. Pada kesempatan itu bupati didampingi segenap pejabat pemkab, antara lain Assek II Ir Agus Anggono, Kepala Beppeda Drs H Darto, MM, Kepala DPU Ir H Moch Nadjib, MT, Kadis Budpar Drs Bambang Pidegso, Msi, Kadis Perhubungan Drs Rosyadudin serta Kadis Pertanian dan Kelautan Ir Agus Langgeng Basuki.
Menurut Toyo, Puncak Suroloyo memiliki potensi sangat besar untuk dapat menyerap wisatawan. Karena lokasinya sangat indah serta memiliki latar belakang legenda yang sudah sangat populer di tengah masyarakat.
”Dari gardu pandang Puncak Suroloyo dapat dilihat pemandangan yang sangat indah. Seperti laut selatan, kota Yogyakarta dan Magelang, candi Borobudur serta kawasan perbukitan di sekitarnya. Ini sebuah pemandangan yang sangat menakjubkan,” katanya.
Di samping itu, tambah Toyo, Suroloyo dipercaya masyarakat sebagai tempat tinggal Bathara Guru, sebagaimana dalam cerita pewayangan. Sehingga bisa menjadi daya tarik yang karakteristik bagi wisatawan, ungkapnya.
Namun demikian, bupati mengakui bila infrastruktur pendukung di salah satu obyek wisata andalan Kulon Progo itu belum optimal. Di antaranya, jalan menuju ke lokasi tersebut masih relatif sempit serta terdapat beberapa tanjakan dan tikungan tajam. Kondisi itu menyebabkan pengunjung sering merasa takut bila akan datang ke Suroloyo.
”Oleh karenanya pemkab akan membangun jalan ini agar kelancaran, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan lebih terjamin, sehingga pengunjung tak khawatir lagi untuk datang ke Suroloyo. Dan untuk jangka panjang akan diteruskan untuk dibangun jalur wisata ke Goa Kiskendo, Waduk Sermo, Pantai Glagah dan ke Pantai Trisik. Dengan jalur ini para wisatawan bisa mengunjungi paket wisata yang ada di Kulon Progo ,” ungkapnya.
Sedang di kompleks obyek wisata, menurut orang nomor 1 di Kulon Progo itu, akan dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung, terutama tempat parkir dan pertokoan.Dikatakannya, pada malam 1 Sura lalu pengunjung di Suroloyo jumlahnya ribuan orang. Sebagian besar kesulitan untuk memarkir kendaraannya karena tenmpat parkir yang ada memang belum memadai, katanya.
Di kesempatan yang sama Kadis PU Moch Najib menjelaskan, untuk menuju Suroloyo ada 3 alternatif ruas jalan yang bisa dibangun. Yakni dari Jagalan dan Bendo (Kalibawang) serta Totokan (Samigaluh). Dari ketiga alternatif itu yang paling ideal adalah ruas jalan yang melewati Bendo.
Namun demikian, katanya, kendalanya adalah adanya 2 tanjakan dan tikungan yang cukup tajam di Madigondo dan Wonogiri. Pemkab tengah melakukan penjajakan dan akan diupayakan untuk dibangun mendekati standar geometrik jalan daya.
”Kalau akan dibangun sesuai standar akan sangat berat karena lokasinya tanahnya berada di wilayah perbuktian. Namun akan diupayakan untuk mendekati standar. Antara lain dengan meminimalisir tikungan dan tanjakan agar pengguna jalan lebih aman dan nyaman. Kalau untuk mengeliminir jelas tidak mungkin karena kondisinya memang seperti ini,” tandas Nadjib.

Agenda Hari Ini

1.JAWABAN BUPATI ATAS 6 RAPERDA STRUKTUR ORGANISASI di DPRD Jam 08.00WIB
2.Pengajian Bersama Ustadz Wijayanto di Masjid dekat KUA Sentolo jam 07.30WIB

22 Januari, 2008

News today

FKUB KUNCI UTAMA PENDIRIAN TEMPAT IBADAH

Untuk mendirikan rumah ibadah, kunci yang paling utama adalah ditangan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Karena lembaga ini sudah terdiri dari bebarapa tokoh yang mewakili semua agama. Sehingga apabila ada berbagai permasalahan yang terjadi menyangkut pendirian tempat ibadah harus dapat diselesaikan dahulu di FKUB sebelum dikeluarkan ijin pendirian ibadah.
Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Kulonprogo, Drs.H.Mulyono, ketika menerima jajaran pengurus FKUB Kulonprogo di Joglo Bupati, Selasa (22/1). Turut hadir Asisten I Tata Praja Drs.Sutedjo, Asisten II Pembangunan Ir.Agus Anggono, Kakandepag Kulonprogo Drs.H.Syahrowardi, Kabag Kesra Arief Sudarmanto,SH, Kepala Kantor Kesbanglinmas Drs.R.Harry Santosa.
“Dalam hal pendirian rumah ibadah ini, peran FKUB yang sudah terbentuk dari beberapa tokoh agama memegang peran utama, jadi masalah yang ada diselesaikan dahulu di FKUB, sebelum syarat - syarat terpenuhi apapun rumah ibadah jangan dimulai dulu, jadi nantinya diharapkan rekomendasi yang sudah dikeluarkan FKUB sudah final tidak ada permasalahan dikemudian hari, jadi jangan sampai FKUB di demo ”pesan Wabub.
Sementara Ketua FKUB Kulonprogo. Drs.H. Muntachob,M.HI menjelaskan meski baru seumur jagung ternyata ekspektasi masyarakat beragama terhadap lembaga ini cukup besar. Dari sosialisasi yang sudah diselenggarakan menunjukkan adanya harapan yang tinggi bahwa kehadiran FKUB akan mampu meminimalisir terjadinya konflik antarumat beragama sekaligus mampu menyelesaikan apabila terjadi konflik. Bagi umat beragama, munculnya konflik hanya akan menghabiskan energi dan stamina umat beragama dan merupakan kondisi yang tidak kondusif bagi proses pembangunan itu sendiri.
Anggota FKUB, Agung Mabruri mengharapkan agar ekspektasi yang sangat besar diimbangi dukungan dari pemkab berupa bantuan kantor, sarana prasarana dan anggaran yang memadai. Selama ini sekretariat sementara FKUB menjadi satu atap di Kantor Depag Kulonprogo.

News today

PELANTIKAN KADES DEMANGREJO SENTOLO
Kades Sebagai Motivator Pembangunan

Seorang Kepala Desa (Kades) harus mampu menjadi motivator segenap warganya agar selalu bisa bersikap aktif dan dinamis dalam menciptakan kemajuan di daerahnya. Sebagai seorang motivator, seorang kades harus mampu untuk mensinergikan beberapa kepentingan seperti, kepentingan masyarakat dan kepentingan pemerintah. Hal ini sangat penting mengingat seiring dengan perkembangan dan tuntutan pembangunan sering terjadi permasalahan-permasalahan yang membutuhkan pendekatan guna mensinergikan kepentingan agar terjadi harmonisasi dan bisa mencapai titik temu. Sehingga pembangunan yang telah direncanakan bisa berjalan dengan baik sebagaimana perencanaanya.
Demikian dikatakan Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H. Mulyono dalam acara pelantikan Kades terpilih Desa Demangrejo Selasa (22/1), di Balai Desa setempat. Selain Wabup hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Kulon Progo Drs. H. Kasdiyono, Assek I Drs. Sutedjo Wiharso, Kabag Pemdes Drs. Riyadi Sunarto, Anggota BPD Desa Demangrejo serta undangan lainnya.
Selain fungsinya sebagai motivator, seorang kades harus bisa berperan sebagai pelayan bagi masyarakat serta bisa memikul tanggung jawab yang diamanatkan kepadanya. Untuk itu, sebagai seorang kades hendaknya bisa mempunyai sifat, yang dalam istilah jawa disebut catur darmo. Yaitu, Janmowisesosudo ; seorang pemimpin seperti Kepala Desa harus mempunyai sikapyang bijak dan jiwa kepemimpinan yang besar, Kaprahitaning projo ; memperhatikan masyarakat dan bisa memahami permasalahan-permasalahan yang terjadi pada masyarakatnya, Kawiryan; memiliki jiwa perwira dan menyadari bahwa dirinya telah dipercaya untuk mengemban amanat dan Kawibawan; menjaga wibawa baik di dalam masyarakat maupun pemerintahan.
Untuk mencapai hal tersebut, membutuhkan kerja keras serta kerjasama baik dengan pemerintah maupun masyrakat. Sehingga sebagai seorang pemimpin seorang kades harus mampu mendengar, menentukan arah kebijakan maupun memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat. “Kami percaya dengan terpilihnya Kades di Demangrejo ini yang telah terpilih melalui proses yang demokratis Saudara Sugeng (kades terpilih) bisa mengemban semua tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.” Katanya.
Sementara itu, Kades Desa Demangrejo terpilih, Sugeng, dilantik oleh Wabup Drs. H. Mulyono berdasarkan Keputusan Bupati Kulon Progo Nomor : 11 tahun 2008 yang mengesahkan keputusan BPD Nomor : 10 tahun 2008. Sugeng akan menjabat sebagai Kepala Desa Demangrejo selama masa 6 tahun yaitu untuk periode 2008-2014. Sebelumnya, Sugeng berhasil menjadi Kepala Desa terpilih dalam pemilihan Kades Desa Demangrejo yang dilaksanakan tanggal 31 Desember 2007. Setelah dalam perhitungan suara berhasil mengungguli 3 rival lainnya, Sukardiyanto, Ramino dan Paryoko.

AGENDA HARI INI

1. Pelantikan Kades Demangrejo Sentolo di Kantor Desa Jam 09.00 WIB

2. Audiensi FKUB di Joglo Bupati Jam 10.00 WIB

3. Penghitungan Ulang Pilkades di Kantor Desa Palihan Temon

21 Januari, 2008

Hot News

PILKADES HARGOWILIS DIDUGA MONEY POLITIC
Ratusan Warga Gruduk Kantor Desa

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Hargowilis, Kecamatan Kokap Minggu (20/1) lalu , dipersoalkan. Kemenangan Dalijan A.Ma., dari pesaingnya dianggap tidak fair.Pelaksanaan Pilkades diduga money politic dan penuh penyimpangan yang dilakukan oleh pemenang sementara calon Kepala Desa.
Ratusan warga yang tidak terima hasil Pilkades mendatangi Kantor Desa Hargowilis yang berada di dekat Waduk Sermo, Senin (21/1). Dalam waktu yang bersamaan di Kantor Desa sedang berlangsung acara rapat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menerima laporan Panitia Pemilihan. Masa yang datang berusaha untuk masuk Kantor Desa, namun dihalangi oleh pihak aparat keamanan yang telah disiagakan sebelumnya. Setelah melakukan negosiasi yang a lot, akhirnya tiga perwakilan warga diperbolehkan masuk Kantor Desa masing-masing Agus. Wasimin dan Kuasa Hukum warga Ariawan,SH.
Dalam pertemuan tersebut Agus menuturkan berbagai tindak kecurangan jalannya Pilkades . Atas dasar kejadian tersebut BPD dituntut untuk tidak segera menetapkan calon Kades terpilih.
Kondisi pertemuan yang tidak menghasilkan titik temu antara perwakilan warga dan BPD, serta suasana di luar yang semakin memanas, akhirnya Ketua BPD, Widiyanto,S.Pd menunda penetapan calon Kades terpilih dengan batas waktu yang belum dapat ditentukan. Selanjutnya BPD akan melakukan konsultasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan kasus Pilkades ini.

Stop Press

PKNU Tak Akan Musuhi PKB

Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) tidak bermaksud untuk bermusuhan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Meskipun dimusuhi, partai politik (parpol) baru itu tak akan berbalik untuk memusuhinya. PKNU akan tetap konsisten untuk menjaga iklim sejuk demi ketenteraman masyarakat.
Demikian ditegaskan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKNU Kulon Progo Nuzulul Hadi, SIP saat mendampingi Wakil Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKNU Zainal Abidin Amir melakukan audiensi dengan Bupati Kulon Progo H Toyo Santoso Dipo, Senin (21/1) di gedung Joglo kantor pemkab. Audensi diikuti oleh beberapa fungsionaris PKNU Pusat, DPW DIY dan DPC Kulon Progo. Sedang Bupati didampingi oleh Assek I Drs H Sutejo, Assek II Ir Agus Anggono dan segenap pejabat pemkab.
Menurut Nuzulul, PKNU Kulon Progo telah mendapat simpati luas dari masyarakat. Beberapa kyai sepuh telah menyatakan dukungannya. Bahkan beberapa kyai juga duduk di kepengurusan, seperti KH Suhardi Ishaumul Hadi yang duduk sebagai Ketua Dewan Syuro, katanya.
Ditambahkan, saat ini kepengurusan DPC Kulon Progo telah disahkan oleh DPP dan akan dilantik (24/1) mendatang di JEC Yogyakarta bersama DPC-DPC lain di DIY. Sedang kepengurusan tingkat anak cabang (PAC) telah terbentuk semuanya, yakni 12 PAC. “Namun yang mendapat pengesahan baru 9 PAC” ujar Nuzulul.
Sementara menurut Zainal Abidin, secara nasional kepengurusan PKNU sudah terbentuk di semua provinsi (DPW). Sedang tingkat cabang sudah terbentuk di 426 kabupaten/kota, dan untuk tingkat anak cabang terbentuk di 2.000 lebih kecamatan dari 5.700 kecamatan yang ada.
“Dengan demikian PKNU telah memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam UU no. 32 tahun 2007. Dan seperti gadis cantik telah banyak yang meminang partai ini,” ungkap Zainal.
Dalam kesempatan tersebut bupati mengharapkan agar PKNU tidak menjadi parpol yang ‘asal tampil beda dan asal waton suloyo’. Namun sebaiknya menjadi mitra pemkab untuk memberikan masukan dan kritik yang konstruktif serta proporsional. “Kalau kritiknya kebablasan dan asal beda nanti malah kontraproduktif,” kata Toyo.
Salah satu tugas parpol, tambah Toyo, adalah turut mengupayakan lapangan kerja bagi anggotanya yang masih menganggur. Karena ditengarai saat ini masih cukup banyak anggota parpol yang belum punya pekerjaan.
“Tidak logis bila ada parpol kok malah menentang upaya penciptaan lapangan kerja. Dan kalau ada parpol seperti itu sebaiknya besok tidak usah dipilih. Saya pun melakukan kampanye, tinggalkan saja parpol yang tidak mendukung penciptaan lapangan kerja. Sebab itu berarti tidak punya komitmen untuk peningkatan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat,” tandas Toyo.

Berita Hari Ini

8 DESA GELAR PILKADES
Sebagian Besar Incumbent Menang
Pelaksanaan Pilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Kulonprogo hari Minggu (20/1) kemarin berlangsung di delapan desa masing-masing desa Janten, desa Kalidengen dan desa Kaligintung di Kecamatan Temon, desa Jatimulyo Girimulyo, desa Hargowilis dan desa Hargorejo Kokap, desa Sentolo Kecamatan Sentolo dan desa Donomulyo Nanggulan. Calon Kepala Desa yang bertarung kembali untuk memperoleh jabatan sebagian besar mengantongi suara terbanyak.
Calon incumbent yang meraih suara terbanyak di desa Kaligintung yang diikuti 2 calon, mantan Kades Hepson Purnomo,SIP meraih 799 suara sementara rivalnya Sugiyanto hanya meraih 265 suara. Desa Hargorejo yang diikuti 2 calon, mantan Kades Bhekti Murdaya meraih 4537 suara sementara rivalnya W.Samsulhadi hanya meraih 284 suara. Desa janten yang juga diikuti 2 calon, mantan Kades Fahrudin,S.Ag meraih 541 suara, rivalnya Anis Roihatul Jannah hanya meraih 118 suara.
Sementara desa-desa yang memunculkan cakades incumbent unggul, tak berlaku di desa Hargowilis Kokap dan Kalidengen Temon mantan Kades Iswanto gagal meraih jabatan Kades, dalam pilihan yang diikuti oleh 6 calon hanya mampu meraih 751 suara, peraih suara terbanyak Dalijan,A.Ma dengan 1438 suara,calon lain Karman meraih 84, Suratman meraih 207, Sukijan meraih 437 dan R.Sujarwanto,A.Md meraih 660 suara. Bambang Suharto mantan Kades Kalidengen yang ikut bertarung kembali hanya mampu memperoleh 277 suara dirutan kedua , pilkades yang diikuti 3 calon dimenangkan Surono dengan 291 suara calon ketiga Sunardi meraih 210 suara.
Pilkades lain yang memunculkan cakades baru tanpa keikutsertaan incumbent, desa Jatimulyo yang diikuti 4 calon dimenangkan R.Murdani Saputro meraih 1757, urutan kedua Anom Sucondro 1244, disusul Drs.Siswo Sunardi 684 dan Supangat 455. Desa Donomulyo diikuti 5 calon, dengan meraih suara terbanyak Slamet 976, disusul Bejo 929, Suyanto 777, Giyarto 573 dan Mardiyono 236. Desa Sentolo dengan 5 calon, Teguh unggul meraih 1337 disusul Suradi 1061, Tri Kuncoro 935, Jumadin 647, dan Sukarjo 571.

Berita Hari Ini

UPACARA HARI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BUBAR
Di Guyur Hujan Peserta Kocar-Kacir
Upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional dan Pernyataan dimulainya Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional tahun 2008 tingkat Kabupaten Kulonprogo yang berlangsung Senin pagi (21/1) tak berjalan sukses dan terpaksa dibubarkan sebelum selesai.
Hal ini terjadi karena saat pembacaan amanat Inspektur Upacara, Bupati Kulonprogo H. Toyo Santoso Dipo selaku irup membacakan sambutan tertulis Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno,beberapa menit kemudian hujan turun dengan lebat sehingga peserta upacara berlarian kocar-kacir mencari tempat yang teduh.
Cuaca memang kurang bersahabat, sebelum masuk jam kerja pukul 07.30 Wib, beberapa menit telah turun hujan lebat sehingga dihalaman lokasi upacara telah banyak air yang mengenang, kemudian disusul cuaca terang. Melihat cuaca yang terang panitia memberanikan diri melaksanakan upacara.
Pada awal acara mulai pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945 dan mengheningkan cipta berlangsung khidmat dan lancar. Sesaat setelah sesi acara amanat inspektur upacara, Bupati Kulonprogo H. Toyo Santoso Dipo yang membacakan amanat tertulis Menakertrans baru beberapa lembar hujan langsung turun sangat deras. Meski bupati ditempat yang teduh tidak terguyur hujan akhirnya, tidak melanjutkan membacakan amanat dan memerintahkan komandan untuk membubarkan upacara. “ Selanjutnya upacara supaya dibubarkan,”kata Toyo.
Selain para PNS dilingkup pemkab, Wakil Bupati Drs.H.Mulyono, Ketua DPRD Drs.Kasdiyono, Muspida plus dan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turut dalam upacara.
Menakertrans mengatakan sampai saat ini masih terjadi beberapa kasus kecelakaan kerja maupun gangguan kesehatan akibat kerja misalnya kebakaran pabrik, rusaknya alat berat, peledakan tanur, kebocoran tangki bahan kimia, keracunan ditempat kerja, gangguan pendengaran akibat kerja dan penyakit akibat kerja lainnya. Hal ini dapat dihindariapabila adanya implementasi K3 di setiap tempat kerja. Sementara data kecelakaan kerja tercatat tahun 2004 sebanyak 95.418 kasus, tahun 2005 sebanyak 99.0234 kasus dan tahun 2006 sebanyak 95.624 kasus mengalami penurunan sebesar 3,55 %.
“Data tersebut menunjukkan kasus kecelakaan kerja di Indonesia masih relative tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi , kampanye maupun bentuk upaya lain yang lebih intensif guna meningkatkan kepedulian masyarakat agar K3 menjadi budaya bangsa dalam segala aktifitasnya sehingga tingkat kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat ditekan atau diminimalkan,”terang Erman.

19 Januari, 2008

Kesatuan Gerak PKK


PERINGATAN HARI KESATUAN GERAK PKK

Toyo: Anggaran Posyandu Meningkat

Pemerintah telah berusaha untuk meningkatkan peran serta PKK dalam ikut membangun Kulonprogo, khususnya kegiatan Posyandu yang memperoleh anggaran cukup besar. Sesuai dengan usulan PKK yang dimasukkan eksekutif kemudian diteruskan ke DPRD, atas dukungan serta pengertian semua anggota terutama Ketua Dewan merespon usulan kenaikan anggaran untuk bantuan Posyandu seluruh Kulonprogo.

Hal tersebut dikatakan Bupati Kulonprogo, H.Toyo Santoso Dipo dalam acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-35 tingkat Kabupaten Kulon Progo di Gedung Kaca Pemkab, Sabtu (19/1). Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Wiwik Toyo Santoso Dipo, Ketua DPRD Drs.H. Kasdiyono, Kadinas Kependudukan Catatan Sipil Keluarga Berencana dan Pemberdayaan masyarakat (Dukcapilkabermas) Drs.Sarjana.

“Saya berterimakasih sekali kepada DPRD terutama Ketuanya, karena usulan dari PKK melalui eksekutif dana tambahan bantuan kepada posyandu seluruh Kulonprogo atas dukungan anggota dewan terkabul dengan cukup besar, yang mana sebelumnya posyandu hanya mendapat bantuan sangat kecil,”kata Toyo tanpa menjelaskan jumlah nominalnya. Sementara Ketua Tim Penggerak PKK , Ny.Wiwik Toyo Santoso Dipo membacakan sambutan Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Ny Effy Mardiyanto.

Dalam kesempatan tersebut, diserahkan penghargaan kepada 60 kader PKK, pemberian piala dan piagam kepada desa yang menjuarai berbagai perlombaan, diantaranya juara lomba Hari Kesatuan Gerak PKK juara I desa Cerme Panjatan, juara II desa Sukoreno Sentolo, juara III desa Banjarharjo Kalibawang, harapan I desa Kebonharjo Samigaluh, dan juara II desa Purwosari Girimulyo, lomba Posyandu juara I desa Sukoreno, juara II desa Cerme dan juara III desa Banjarharjo Kalibawang, lomba Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juara I desa Cerme Panjatan, juara II desa Sukoreno Sentolo dan juara III desa Banjarharjo, lomba Hatinya PKK juara I desa Kebonharjo Samigaluh, juara II desa Banjarharjo Kalibawang dan juara III desa Cerme Panjatan, dan lomba Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan juara I desa Cerme Panjatan, juara II desa Sukoreno Sentolo dan juara III desa Banjarharjo Kalibawang. Selain itu dilakukan pemotongan tumpeng oleh Bupati H. Toyo Santoso Dipo dan penyuluhan tentang Pendidikan politik bagi perempuan oleh Ana Permatasari, SIP,M.Hum dari dosen UMY